Anda di halaman 1dari 8

Gigi dan gusi merupakan bagian tubuh yang memiliki

peranan yang penting dalam berjanya organ tubuh kita


karena konsumsi makanan melalui mulut diproses dengan
cara mengunyah, dan gigi merupakan bagian tubuh
pertama kali yang berfungsi untuk menghancurkan
makanan sebelum masuk ke proses pencernaan

Di seluruh bagian tubuh manusia umumnya terdapat banyak bakteri yang sebagian
besar tidak berbahaya, begitu pula di dalam mulut. Keadaan mulut dan gigi yang sehat dengan
sendirinya efektif dalam mencegah bakteri berkembang secara berlebihan dengan adanya
pertahanan alami tubuh yang stabil.

Keadaan mulut dan gigi yang tidak terawat memberikan bakteri di dalam mulut
keleluasaan untuk berkembang biak sehingga memungkinkan terjadinya penyakit gusi dan
kerusakan gigi. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan antihistamin, pereda nyeri, dan
dekongestan turut berkontribusi kepada berkurangnya produksi air liur. Padahal air liur
berguna dalam mendukung pencegahan masuknya kuman yang berisiko menyebabkan
penyakit. Air liur bertugas menyapu sisa-sisa makanan di dalam mulut dan menetralisasi zat
asam yang diproduksi oleh bakteri. Sebagai akibatnya, mulut justru menjadi pintu gerbang
masuknya berbagai kuman penyakit.

Apakah Gigimu bebas dari karies gigi (gigi berlubang) ?


Karies gigi (gigi berlubang) adalah suatu
penyakit jaringan keras gigi yang di tandai
dengan rusaknya jaringan permukaan gigi (email)
yang dapat meluas ke daerah pulpa.

Penyebab timbulnya karies gigi adalah


adanya kuman atau bakteri di dalam rongga
mulut yang terbentuk oleh sisa makanan yang
sudah berubah menjadi asam dan membentuk
plak gigi yang tidak di bersihkan. Akibat yang
ditimbulkan oleh karies gigi adalah rasa sakit, bau mulut dan pembengkakan pada daerah gusi.

Cara mencegah timbulnya karies gigi dapat dilakukan dengan menggosok gigi yang
benar dan waktu yang tepat, kumur-kumur setelah makan, dan menggunakan dental floss
(benang gigi) untuk menghilangkan sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi.

Jika gigimu sehat, bagaimana dengan Gusimu ?


Gusi/Gingiva merupakan bagian
dari rongga mulut berwarna merah
muda yang mengelilingi leher gigi.
Penyakit yang sering terjadi pada gusi
yaitu Radang gusi atau dalam istilah
kedokteran gigi disebut dengan
Gingivitis. Gingivitis disebabkan
karena adanya penumpukan karang gigi
yang tidak di bersihkan.

Gejala gingivitis ditandai adanya perubahan warna gusi menjadi merah, bau mulut, gusi
bengkak, dan pada saat menggosok gigi akan terjadi pendarahan kecil pada gusi. Peradangan
pada gusi jika tidak di tangani akan mengakibatkan peradangan pada jaringan periodontal/
jaringan penyangga gigi yang disebut dengan Periodontitis, peradangan pada jaringan
periodontal (Periodontitis) ini dapat membuat gigi goyah dengan resiko gigi terlepas dengan
sendirinya.

Cara mencegah Radang Gusi (Gingivitis) adalah menghilangkan sumber penyebabnya


yaitu karang gigi dengan melakukan pembersihan karang gigi (scaling), dan rajin menggosok
gigi 2 kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Kebiasaan yang Harus Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Selain menggosok gigi, berkumur dengan


obat kumur, dan membersihkan gigi
menggunakan benang gigi, masih ada
tindakan-tindakan pencegahan penting
lainnya yang harus diperhatikan.
1. Periksakan diri ke dokter gigi secara teratur

Periksakan gigi Anda ke dokter gigi selama enam bulan


sekali. Meskipun Anda tidak memiliki keluhan terhadap
mulut dan gigi, banyak keuntungan yang didapat jika
rutin memeriksakan diri. Apabila ada kelainan pada gusi,
kerusakan gigi, atau penyakit yang lebih serius, dokter
dapat mendeteksinya lebih awal. Selain lebih mudah
untuk diobati, biasanya biaya pengobatan untuk
penyakit yang masih dalam tahap awal akan lebih
murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan yang
telah mencapai kondisi berat.

2. SELALU MENGGUNAKAN SIKAT GIGI YANG TEPAT

Pemilihan sikat Jika bulu-


gigi yang tepat bulunya sudah
juga memberi mekar, bahkan
dampak kepada rontok, jangan
kesehatan gigi. gunakan lagi
Batasi meski belum tiga
penggunaan sikat bulan. Anda
gigi Anda, paling disarankan
lama adalah tiga memilih sikat
bulan. Meski gigi dengan bulu
begitu, satu hal yang lembut
yang perlu agar tidak
diperhatikan melukai gusi.
adalah kondisi
bulu pada sikat
gigi.

Cara menyikat giginya pun harus diperhatikan. Pegang sikat gigi dengan sudut 45 derajat
mengarah ke gusi. Sikatlah gigi dengan gerakan pendek-pendek, tidak terlalu keras, dan lakukan
dengan gerakan melingkar. Tidak perlu terlalu berlebihan saat menyikat gigi, cukup lakukan 10-
15 kali sikatan per gigi. Jika berlebihan, kemungkinan dapat menyebabkan gusi terkikis dan
terjadi kerusakan gigi.
3. Waspadai makanan yang mengandung gula

Batasi konsumsi gula karena inilah sumber energi bagi bakteri, penyebab terbentuknya plak
yang dapat merusak bagian email gigi dan gusi, sekaligus bahan untuk membentuk keasaman
mulut. Semua itu dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

4. Berhenti merokok

Salah satu benda yang turut berkontribusi dalam pembentukan plak pada gigi adalah rokok.
Merokok membuat mulut menjadi ruang berkembang biak yang sangat baik untuk bakteri. Dua
zat di dalam rokok, yaitu nikotin dan tar, berpotensi menggerogoti gusi serta membuat gigi
menjadi kuning dan kehitaman. Kerugian lainnya jika Anda merokok adalah risiko menurunkan
kualitas tulang yang mendukung gigi, sehingga Anda terancam kehilangan gigi. Selama Anda
masih menjadi perokok, jangan kaget bahwa sebenarnya kanker mulut terus mengintai Anda.
Risiko mengalami kanker mulut meningkat oleh bahan kimia pada tembakau. Lebih baik Anda
segera menghentikan kebiasaan merokok demi kesehatan gigi Anda sendiri di masa depan.

5. Hindari soda

Asam fosfat dan asam sitrat adalah dua jenis asam yang diperlukan untuk menambah rasa pada
soda. Di sisi lain, kedua zat itu dapat mengancam kesehatan gigi karena sifatnya yang dapat
menggerogoti permukaan gigi.
Berlatih menggunakan benang gigi

Anda dianjurkan untuk rutin menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membantu
menghilangkan plak dan mempertahankan kesehatan gigi. Seperti sikat gigi, penggunaan
benang gigi pun harus dilakukan dengan cara yang benar. Caranya adalah coba lilitkan satu
ujung benang di jari tengah tangan kanan dan lilitkan juga ujung satunya di jari tengah tangan
kiri. Jepit kedua ujung benang dengan jari telunjuk dan ibu jari. Biarkan benang tetap tegang
dan mulailah membersihkan gigi Anda satu per satu.

Sebenarnya, menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak sulit. Anda dapat melakukannya di rumah
dan dilakukan secara rutin.
 daunbuah.com/artikel-kesehatan-gigi-dan-mulut-untuk-segala-usia/
 Boedihardjo. 1985. Pemeliharaan Kesehatan Gigi Keluarga. Surabaya; Airlangga
University Press
 Ford R.T.P 1993 Restorasi Gigi, Jakarta:EGC.
 Kidd, Edwina A. M., 1992 Dasar-Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya, Jakarta: EGC
 Tarigan . R. 1990. Karies Gigi pada Anak dengan Berbagai Faktor Etiologi. Jakarta: EGC