Anda di halaman 1dari 4

S.O.

P PENJAMINAN MUTU SARANA DAN PRASARANA

DOKUMEN LEVEL KODE


Standar Operating Procedure S.O.P. 011

JUDUL TANGGAL
PENJAMINAN MUTU SARANA DAN DIKELUARKAN
PRASARANA Desember 2014
AREA NO. REVISI: 01
SPMI Desember 2014
A. Tujuan
1. Mengatur pelaksanaan proses Pengadaan Barang dan Jasa yang sumber
dananya sebagian atau seluruhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja STKIP Siliwangi
2. Menjamin kelancaran dan transparansi mekanisme pengadaan barang dan jasa
yang diiusulkan ke STKIP Siliwangi
3. Menjamin kualitas dan ketepatan waktu barang dan jasa yang diterima oleh
semua pengusul dari unit kerja di lingkungan STKIP Siliwangi
4. Memastikan akan diperoleh sistem data base mulai dari perencanaan,
pengelolaan, pemilihan, pendistribusian, penyedia pengadaan barang dan jasa
yang akan berbasis elektronik .

B. Deskripsi
1. Sarana dan prasarana pendukung pembelajaran meliputi sarana perangkat
keras dan perangkat lunak
2. Sarana dan prasarana pendukung pembelajaran merupakan unsur mendukung
pelaksanaan pembelajaran dan pendukung kegiatan administrasi
3. Sarana yang dimiliki STKIP meliputi tempat beribadah, ruang konseling,
ruang kesehatan, jamban, gudang, kantin, bengkel, tempat parkir
4. Klasifikasi sistem pengadaan dan jasa terbagi menjadi :
a. Sistem pengadaan barang rutin
b. Sistem pengadaan barang khusus
c. Sistem pengadaan barang terbatas
d. Sistem pengadaan jasa konsultasi

5. Sistem pengadaan barang rutin


6. Sistem pengadaan barang rutin adalah sistem yang mengatur pengadaan
barang yang dilakukan secara rutin berdasarkan kebutuhan pengusul dari unit
kerja meliputi; ATK, kebutuhan barang laboratorium, inventaris, kebutuhan
pemeliharaan alat dsb.
7. Sistem pengadaan barang khusus adalah sistem yang mengatur pengadaan
barang yang spesifik berdasarkan kebutuhan masing-masing pengusul dari unit
kerja meliputi barangbarang hidup (biology material), barang-barang
berbahaya (hazard material).
8. Sistem pengadaan barang terbatas adalah kebutuhan pengadaan yang benar-
benar mendesak dan terbatas yang harus segera dilakukan.
9. Sistem pengadaan jasa konsultasi adalah kebutuhan pengadaan jasa yang
melibatkan tenaga ahli.
C. Prosedur
1. Bagian SPMI mengidentifikasi standar sarana dan prasarana yang disusun
prodi
2. Bagian SPMI membuat instrumen standar sarana dan prasarana sesuai
dengan sarana yang tersedia
3. Program studi menetapkan standar sarana dan prasarana yang dibutuhkan
dan digunakan dalam mendukung pendidikan di STKIP Siliwangi
4. Bagian SPMI mengukur kesesuaian sarana dan prasarana dengan standar
berdasarkan instrumen yang telah disusun
5. Apabila standar sarana dan prasarana tidak sesuai maka perlu
penyempurnaan kembali oleh prodi dan bagian sarana dan prasarana untuk
memperbaharui, mengadakan, dan melengkapi standar sarana dan
prasarana
6. Apabila sudah sesuai maka bagian SPMI membuat laporan pada pimpinan
setiap semester mengenai hasil evaluasi dan monitoring
7. Kemudian Pimpinan STKIP siliwangi menentapkan laporan dan standar
D. Referensi
1. Perpres No.08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI)
2. Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Sisdiknas), menyatakan bahwa
3. UU Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Sisdiknas Pasal 39 Ayat (1) dan
(2),
4. UU PT No. 12 Tahun 2012
5. PP No 17 tahun 2010
6. Permen No 49 tahun 2014
E. Alur

Mulai

Bagian SPMI
mengidentifikasi
standar sarana dan
prasarana

Bagian SPMI
membuat
instrumen standar
sarana dan
prasarana

Bagian SPMI
Program studi
memberikan
menyusun standar Sesuai
Tidak rekomendasi dan
sarana dan standar
masukan kepada
prasarana
prodi

Ya

Bagian SPMI membuat


laporan hasil
monitoring dan Penetapan
Selesai
evaluasi di prodi standar
kepada Pimpinan
setiap semester

1. Mutu
2. Organisasi
3. Landasan ideal
dan normatif
4. sasaran mutu
5. manajemen

Cimahi, Desember 2014

Ketua BPH YKJS Ketua STKIP Siliwangi

Drs. KH. Olih Komarudin Dr. H. Heris Hendriana, M.Pd