Anda di halaman 1dari 4

Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 3, Nomor 2, Mei-Agustus 2015

HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PASIEN ANAK


DENGAN INFEKSI VIRUS DENGUE DI MANADO

Ellisabeth M. Harahap
Arthur E. Mongan
Maya F. Memah

1
Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
Email: eharahap11_011@yahoo.com

Abstract: Dengue is the most rapidly spreading mosquito-borne viral disease in the world.
The decreasing leukocytes can be found between the third and eighth day with normal
differential telling. The number of granulocytes decreases on the third until the eighth day.
This study used a cross-sectional design. esearch. Samples were children with dengue virus
infection at Wolter Mongisidi Hospital, Advent Hospital, and Pancaran Kasih Hospital in
Manado from December 2014 until January 2015. There were 36 children as samples. The
results showed that 48.6% of samples had increases of basophils, 54% had decreases of
eosinophils, 64.8% had decreases of neutrophils, 54% had increases of lymphocytes, and
59.4% had increases of monocytes. Conclusion: In this study, most of the children with
dengue viral infection had decreased number of neutrophil.
Keywords: dengue viral infection, children, differential count, leukocyte

Abstrak: Infeksi virus dengue adalah penyakit virus ditularkan oleh nyamuk dengan
penyebaran paling cepat di dunia. Penurunan leukosit dapat dijumpai antara hari ke 1-3
demam dengan hitung jenis yang masih dalam batas normal. Jumlah granulosit menurun pada
hari ke 3-8. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hitung jenis leukosit pada anak
terinfeksi virus dengue di Manado. bersifat potong lintang. Penelitian ini menggunakan desain
potong lintang. Sampel penelitian ialah pasien anak yang terinfeksi virus dengue di RS Wolter
Mongisidi Manado, RS Advent Manado, dan RS Pancaran Kasih Manado selama bulan
Desember 2014 sampai Januari 2015. Jumlah sampel sebanyak 36 anak. Hasil penelitian
menunjukkan 48,6% sampel mengalami peningkatan jumlah basofil, 54% penurunan eosinofil,
64,8% penurunan neutrofil, 54% peningkatan limfosit, dan 59,4% peningkatan monosit.
Simpulan: Pada penelitian ini sebagian besar pasien anak terinfeksi virus dengue
menunjukkan penurunan neutrofil.
Kata kunci: infeksi virus dengue, anak, hitung jenis, leukosit

Dengue adalah penyakit virus nyamuk dengue dengan kasus tertinggi di Asia
dengan penyebaran paling cepat di dunia.1 tenggara. Pada tahun 2006 Indonesia
Menurut World Health Organization melaporkan 57% dari kasus dengue dan
(WHO), terdapat kira-kira 50-100 juta hampir 80% kematian di daerah Asia
kasus infeksi virus dengue setiap tahunnya, tenggara (1132 kematian dari jumlah 1558
dengan 250.000-500.000 kejadian demam kematian dalam wilayah regional).3
berdarah dengue dan 24.000 di antaranya Kasus demam berdarah dengue di
meninggal dunia.2 propinsi Sulawesi utara selama tahun 2013
Indonesia merupakan negara endemi berjumlah 1.149 kasus, dan kota Manado

590
Harahap, Mongan, Memah:Hitung jenis leukosit pada pasien anak ...

menempati posisi tertinggi dengan jumlah Tabel 1. Distribusi pasien infeksi virus dengue
410 kasus dengan insiden rate (IR) 100,40 berdasarkan usia
dan case fertility rate (CFR) 0,98 %.
Dibandingkan data tahun 2014 bulan Kelompok usia Frekuensi %
Januari sampai bulan Agustus kota Manado (orang)
tetap menempati posisi tertinggi dengan < 1 Tahun 1 2,8
jumlah 255 kasus, insiden rate 62,45 dan 1-4 Tahun 6 16,7
case fertility rate 3,29 %. Data ini terlihat 5-14 Tahun 29 80,5
bahwa tahun 2014 dengan insiden rendah Total 36 100
namun case fertility rate lebih tinggi
dibanding tahun 2013.4 Tabel 2. Distribusi pasien infeksi virus dengue
Pada umumnya diagnosis penyakit berdasarkan lama demam
dengue sulit ditegakkan pada beberapa hari
pertama sakit karena gejala yang muncul Lama Demam Frekuensi %
tidak spesifik dan sulit dibedakan dengan (hari) (orang)
penyakit infeksi lainnya. Oleh karena itu Hari ke 3 22 61,1
dalam penegakkan diagnosis penyakit Hari ke 4 10 27,8
dengue selain penilaian secara klinis dan Hari ke 5 4 11,1
hematologi rutin juga diperlukan Total 36 100
5
pemeriksaan laboratorium.
Beberapa peneliti mengungkapkan Tabel 3. Hasil pemeriksaan NS1 dengue,
bahwa pada pemeriksaan sumsum tulang IgG/IgM anti dengue
penderita DBD pada masa awal demam,
terdapat hipoplasia sumsum tulang dengan Pemeriksaan Frekuensi %
hambatan pematangan dari semua NS1 22 61,1
hemopoiesis. Leukopenia dapat dijumpai IgG + IgM - 13 36,1
IgG – IgM + 1 2,8
antara hari pertama dan ketiga demam
Total 36 100
dengan hitung jenis yang masih dalam
batas normal. Jumlah granulosit menurun
pada hari ke 3-8.5 Tabel 4. Interpretasi jumlah leukosit

METODE PENELITIAN Interpretasi Jumlah %


Penelitian ini menggunakan desain leukosit (orang)
potong lintang. Sampel penelitian 36 pasien Leukopenia 24 66,7
anak yang terinfeksi virus dengue pada (<4000/mm3)
Normal 12 33,3
bulan Desember 2014 sampai Januari 2015
(4000-10000/mm3)
di RS. Advent Manado, RS TNI AD Wolter Leukositosis 0 0
Mongisidi, RS Pancaran Kasih Manado. (>10000/mm3)
Kriteria inklusi ialah NS1 dan atau Total 36 100
IgG/IgM positif, anak usia <15 tahun,
demam hari ke 3-7, serta orangtua/wali
bersedia menandatangani informed consent. Tabel 5. Interpretasi Hitung Jenis Leukosit
Hasil pemeriksaan diolah menggunakan
Jumlah data (n=36)
program SPSS 20 for windows.
Hitung Menurun Sesuai Meningkat
Total
Jenis nilai
HASIL PENELITIAN rujukan
Terdapat 36 sampel penelitian yang Basofil 0 18 18 36
memenuhi kriteria inklusi pada bulan Eosinofil 20 16 0 36
Desember 2014 sampai Januari 2015. Neutrofil 24 9 3 36
Limfosit 6 10 20 36
Monosit 0 14 22 36

591
Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 3, Nomor 2, Mei-Agustus 2015

BAHASAN dijumpai leukositosis dengan neutropenia


Distribusi jenis kelamin pasien anak absolut.7
dengan infeksi virus dengue yaitu 19 Peningkatan limfosit pada penelitian
perempuan (52,8%) dan 17 laki-laki ini berbanding lurus dengan penelitian yang
(47,2%). Menurut Rampengan6, secara dilakukan di FKUI pada tahun 2002 bahwa
keseluruhan tidak terdapat perbedaan jenis hal yang menarik ialah ditemukannya
kelamin penderita demm berdarah dengue cukup banyak (20-50%) limfosit
tetapi kematian lebih banyak ditemukan bertransformasi atau atipik dalam sediaan
pada anak perempuan daripada anak laki- apus darah tepi penderita DBD, terutama
laki. pada infeksi sekunder. Limfosit ini sudah
Hasil uji NS1 maupun serologi dapat ditemukan pada hari ketiga terjadinya
IgG/IgM menunjukkan bahwa frekuensi panas, dan merupakan penunjang diagnosis
tertinggi adalah NS1 positif dengan jumlah DBD. Dan peningkatan monosit sering
22 orang (61,1%), kemudian IgG dengan terjadi pada awal terjadinya syok.7
jumlah 13 orang (36,1%) dan yang Peningkatan jumlah limfosit dan
terendah adalah IgM yaitu satu orang monosit relatif dibanding netrofil
(2,8%). disebut shift to the right. Infeksi yang
Pada pemeriksaan terhadap jumlah disertai shift to the right biasanya
leukosit yang ditemukan 24 orang (66,7%) merupakan infeksi virus. Kondisi
mengalami leukopenia, 12 orang (33,3%) noninfeksi yang dapat menyebabkan shift
memiliki jumlah leukosit yang normal dan to the right antara lain keracunan timbal,
tidak terdapat sampel yang mengalami fenitoin, dan aspirin.7
leukositosis. Penurunan jumlah neutrofil pula, baik
Berdasarkan hasil penelitian hitung batang maupun segmen, serta peningkatan
jenis leukosit ini ditemukan 20 orang limfosit dan monosit, merupakan hal yang
(54%) mengalami penurunan eosinofil, 24 lazim ditemukan terutama pada subjek
orang (64,8%) mengalami penurunan yang diduga mengalami infeksi virus.
neutrofil, 18 orang (48,6%) mengalami Kelebihan penelitian ini adalah dengan
peningkatan jumlah basofil, 20 orang memadukan pemeriksaan NS1 dengue atau
(54%) mengalami peningkatan limfosit dan IgG/IgM anti dengue dengan pemeriksaan
22 (59,4%) orang mengalami peningkatan darah rutin, maupun pemeriksaan hitung
monosit. jenis leukosit. Membantu dalam
Penurunan jumlah granulosit di dalam mendiagnosis pasien yang dicurigai
darah dikenal sebagai neutropenia atau terinfeksi virus dengue lebih cepat agar
kadang-kadang apabila parah, dapat dilakukan penanganan secara cepat
agranulositosis. Neutropenia dapat dan tepat.
disebabkan oleh granulopoiesis yang tidak
adekuat maupun destruksi neutrofil yang SIMPULAN
dipercepat. Penurunan granulopoiesis dapat Berdasarkan hasil penelitian dapat
merupakan manifestasi kegagalan umum disimpulkan bahwa hitung jenis leukosit
sumsum tulang. Hasil pemeriksaan leukosit pada sebagian besar pasien anak
pada DBD menunjukkan adanya jumlah terinfeksi virus dengue periode
menurun (leukopeni) pada awal penyakit, Desember 2014 sampai Januari 2015 di
namun kemudian dapat normal dengan Manado menunjukkan penurunan
dominasi dari sel neutrofil.7 neutrofil.
Penurunan jumlah neutrofil terdapat
pada infeksi virus, leukemia, anemia DAFTAR PUSTAKA
defisiensi besi, dan lain-lain.Pada penderita 1. World Health Organization. Dengue
DBD, granulosit menurun pada hari ketiga Guidelines for Diagnosis, Treatment,
sampai kedelapan. Pada syok berat, dapat Prevention and Control, 2009.
2. Hartoyo E. Spektrum Klinis Demam
592
Harahap, Mongan, Memah:Hitung jenis leukosit pada pasien anak ...

Berdarah Dengue pada Anak. Sari Trombosit, Leukosit, Antigen NS1 dan
Pediatri. 2008;10(3):146. Antibodi IgM AntiDengue. 8 Agustus
3. Frans E. Patogenesis Infeksi Virus Dengue. 2011.
Surabaya: Fakultas Kedokteran Wijaya 6. Rampengan TH. Demam Berdarah Dengue
Kusuma Surabaya. dan Sindrom Syok Dengue. In: Rusmi,
4. UPTD Balai Data, Survelans dan SIK. Seksi editor. Penyakit Infeksi Tropik pada
surveilans dan litbangkes. Dinas Anak (Edisi ke-2). Jakarta: EGC, 2007;
Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, p. 124.
2013-2014. 7. Aster J. Gangguan sel darah putih. In: Buku
5. Suwandono A, Nurhayati, Parwati I, Ajar Patologi Robbins (Edisi VII).
Rudiman PI, Wisaksana R, Kosasih Jakarta: EGC, 2007: p. 466-7.
H, et al. Perbandingan Nilai Diagnostik

593

Beri Nilai