Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS INFORMATION TECHNOLOGY GOVERNANCE PADA PT.

PERTAMINA
(PERSERO)

S.Thya Safitri
Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom, Purwokerto
sisil@stttelematikatelkom.c.id

ABSTRAK

Information Technology Governance (IT Governance) merupakan faktor penting bagi organisasi atau
perusahaan dalam memanfaatkan teknologi informasi. Adanya IT Governance akan memberikan jaminan bahwa
pemanfaatan teknologi informasi dapat sejalan dengan tujuan organisasi. PT. Pertamina (Persero) sebagai perusahaan
minyak berskala nasional yang telah berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi perekonomian
Indonesia telah melakukan transformasi perusahaan menjadi dua tema besar, yaitu fundamental dan bisnis. Untuk
mendukung komitmen tersebut, maka diperlukan peran IT yang besar. Pada Code of Corporate Governance
PT.Pertamina, dicantumkan mengenai pentingnya penerapan IT Governance dalam mendukung proses bisnis yang
dilakukan PT. Pertamina.

1. Pendahuluan organisasi. Panduan ini selanjutnya dikenal


Penerapan Teknologi Informasi (TI) dengan istilah Information Technology
pada suatu perusahaan memerlukan biaya Governance (Budiati,2006).
yang cukup besar dengan kemungkinan Tata kelola teknologi informasi pada
resiko kegagalan yang cukup besar pula. proses pengelolaan data adalah manajemen
Namun secara bersamaan, penerapan TI juga pengelolaan data yang merupakan aset penting
memberikan peluang atau kesempatan bagi perusahaan ataupun organisasi. Tata
terjadinya transformasi dan produktifitas kelola teknologi informasi pada proses
bisnis yang telah berjalan (Sakam,2005). pengelolaan data yang kurang baik akan
Adanya keterbatasan sumber daya menimbulkan beberapa permasalahan yang
(seperti data, sistem aplikasi, teknologi, akan menjadi kelemahan (vulnerabilities)
fasilitas dan sumber daya manusia), serta sehingga akan menimbulkan ancaman
adanya kebutuhan informasi yang (threats) seperti kejadian kehilangan,
berkualitas merupakan faktor utama perusakan, pencurian dan penyadapan data
mengapa pemanfaatan teknologi informasi penting pada suatu perusahaan atau organisasi
perlu direncanakan secara sistematis. Karena (Hartanto,2008).
itu diperlukan adanya panduan atau tata Sebagai bagian dari manajemen
kelola yang mengatur bagaimana perubahan yang tengah digulirkan
pemanfaatan teknologi informasi dalam berkenaan dengan perubahan status hukum

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013


Pertamina menjadi Badan Usaha Milik c. Risk management. Resiko-resiko
Negara (BUMN) Perseroan, PT Pertamina terkait IT harus dapat dipetakan dan
(Persero) berkomitmen untuk melaksanakan dampaknya dapat ditekan ke tingkat
praktik-praktik Good Corporate Governance yang dapat diterima.
(GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik d. Resource management. Sumber daya
sebagai bagian dari usaha untuk pencapaian IT yang diperlukan harus tersedia dan
visi dan misi perusahaan. Salah satu praktik digunakan secara optimal.
GCG tersebut adalah dengan melibatkan IT e. Performance measurement. Performa
dalam mendukung proses bisnis yang layanan yang dihasilkan harus diukur
dijalankan oleh PT. Pertamina. Maka, IT dari setiap tahapan proses IT, untuk
yang dipandang sebagai salah satu hal memastikan output yang dihasilkan
penting dalam perusahaan harus dikelola sesuai dengan yang diharapkan
dengan baik, melalui suatu mekanisme IT (Mirbaha,2008).
Governance.
IT Governance memiliki tanggung
2. Definisi IT-Governance jawab, sebagai berikut (Suryani,2009):
IT Governance adalah bentuk suatu a. Memastikan kepentingan stakeholder
pertanggungjawaban para pimpinan puncak disertakan dalam penyusunan strategi
dan manajemen pelaksana, yang merupakan organisasi.
bagian yang terintegral dari pengaturan b. Memberikan arahan pada proses
perusahaan, mencakup kepemimpinan dan implementasi strategi organisasi.
struktur organisasi serta proses-proses yang c. Memastikanproses-proses
menjamin untuk mendukung pengelolaan IT implementasi yang dilakukan
dan menindak lanjuti sasaran dan strategi menghasilkan output yang terukur.
organisasi (Weill,2004). d. Memastikan adanya informasi dari
Lima hal pokok yang harus tercakup pengukuran output yang dihasilkan.
dalam IT Governance, yaitu: e. Memastikan output yang diperoleh
a. Strategic alignment. Strategi IT harus telah selesai dengan yang diharapkan. IT
selaras dengan strategi bisnis Governance merupakan suatu prosedur
organisasi. arahan untuk penerapan suatu pengaturan
b. Value delivery. Penerapan IT harus organisasi, untuk mendukung pengelolaan
memberikan kontribusi terhadap IT secara internal dan menindak lanjut
tingkat pencapaian tujuan organisasi. sasaran dan strategi
organisasi.

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013


IT Governance dapat juga diartikan
sebagai keputusan-keputusan yang diambil
sehingga memastikan adanya alokasi
penggunaan IT dalam strategi-strategi
organisasi yang bersangkutan. IT
Governance merefleksikan adanya
penerapan prinsip-prinsip organisasi dengan
memfokuskan pada kegiatan manajemen
dan penggunaan TI untuk pencapaian
Gambar 1. Proses IT Governance (De Haes,
organisasi. Dengan demikian, IT governance 2004)
pada intinya mencakup
3. PT. Pertamina (Persero)
pembuatan keputusan, akuntabilitas
PT. Pertamina memiliki bisnis proses
pelaksanaan kegiatan penggunaan TI, siapa
yang terbagi menjadi 2, Eksplorasi-Produksi
yang mengambil keputusan, dan memanaje
dan NonEksplorasi-Produksi. Pada bagian
proses pembuatan dan pengimplementasian
Eksplorasi-Produksi, kegiatan bisnis proses
keputusankeputusan yang berkaitan dengan
meliputi (1) Meningkatkan produksi dari
IT. Contoh bidang cakupan IT governance
lapangan eksisting, (2) Melakukan ekspansi
sektor publik adalah keputusan pemerintah
kegiatan usaha dan operasi termasuk melalui
yang menentukan siapa yang memiliki
cara anorganik (akuisisi), (3)
wewenang dan tanggungjawab dalam
Mengembangkan potensi CBM di wilayah
pembuatan keputusan tentang berapa jumlah
Pertamina, (4) Melakukan aliansi strategis
investasi yang dapat dilakukan pada sektor
untuk ekspansi maupun membangun
publik X dengan memanfaatkan IT
kemampuan spesifik.
(Weill,2004).
Bisnis proses NonEksplorasi-
Seperti yang tampak pada gambar 1 di
Produksi meliputi kegiatan – kegiatan (1)
bawah ini, proses IT Governance merupakan
Meningkatkan bisnis perniagaan gas di
siklus proses yang dimulai dengan
dalam negeri serta memanfaatkan peluang
menentukan strategi, kebijakan-kebijakan
untuk memperbesar bisnis transportasi dan
IT, serta IT Objectives yang akan dicapai
pemrosesan gas melalui sinergisitas dengan
sampai tahap pengukuran pada performansi
AP Pertamina lainnya, (2) Pro aktif dalam
IT yang dihasilkan dan dibandingkan dengan
perumusan pricing policy selaras dengan
IT Objectives yang telah ditetapkan
kebijakan nasional, (3) Peningkatan
sebelumnya.
kapasitas dan kemampuan spesifik jasa

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013


pengeboran untuk menunjang rencana 1. bertanggung jawab untuk
ekspansi perusahaan. mewujudkan rancangan menjadi
Sebagai salah satu perusahaan minyak konstruksi yang detil
terbesar di Indonesia, PT. Pertamina 2. bertindak sebagai konsultan dengan
memiliki Visi dan Misi dalam menjalankan melakukan komunikasi secara rutin
bisnis prosesnya. Visi dari PT. Pertamina dengan pihak pengguna (users)
adalah Menjadi Perusahaan Minyak 3. memfasilitasi berlangsungnya
Nasional Kelas Dunia. Untuk pelatihan teknologi informasi
menunjang Visi tersebut, maka 4. dibebaskan dari kegiatan pengadaan
PT.Pertamina memiliki Misi, yaitu barang dan jasa yang berhubungan
Menjalankan usaha inti minyak, gas dan dengan kegiatan teknologi informasi
bahan bakar nabati secara terintegrasi, d. Fungsi teknologi informasi menerapkan
berdasarkan prinsip-prinsip komersial mekanisme penjaminan mutu (Quality
yang kuat (Pertamina, 2010). Assurance) untuk memastikan bahwa
perangkat-perangkat dan sistem yang
4. Implementasi IT-Governance digunakan dalam teknologi informasi
Sebelum melakukan implementasi IT telah berada pada kualitas dan tingkat
pada PT. Pertamina, ada beberapa Kebijakan layanan yang diharapkan.
Umum yang diterapkan oleh PT.Pertamina. e. Fungsi pemakai (user) menerapkan
Kebijakan – kebijakan tersebut adalah penjaminan mutu (Quality Assurance)
a. Teknologi informasi yang dibangun harus untuk memastikan bahwa data/informasi
memiliki nilai yang sangat strategis yang dihasilkan oleh sistem informasi
dalam mendukung terciptanya produk telah berada pada kualitas, kuantitas dan
atau jasa Perusahaan yang unggul dan waktu yang diharapkan.
kompetitif. f. Untuk memperoleh pemanfaatan yang
b. Investasi teknologi informasi harus aman dan optimal, fungsi teknologi
mempertimbangkan aspek keuntungan informasi harus menerapkan kendali-
berupa pengurangan biaya dan kendali terkait dengan aktivitas TI
kemudahan memperoleh informasi. Implementasi Pengelolaan IT pada
c. Direksi menetapkan fungsi teknologi PT. Pertamina (Persero) dilakukan melalui
informasi yang : beberapa tahapan dan proses. Tahapan
tersebut adalah Tahap Pra-Implementasi,
Tahap Implementasi dan Tahap
Pengembangan.

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013


Pada tahap Pra-Implementasi, sebagai back office system, dan aplikasi
kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup ekstensi lainnya.
(1)Pencanangan visi dan misi di bidang Pengendalian IT di PT. Pertamina
teknologi informasi, (2) Penyusunan rencana menerapkan aturan-aturan sebagai berikut:
strategis di bidang teknologi informasi yang a. mempunyai prosedur dan indikator yang
sejalan (align) dengan strategi bisnis tepat untuk mengukur efektivitas
Perusahaan (3) Penyusunan rancangan dan pengelolaan TI.
desain teknis, dan (4) Penjabaran rancangan b. mempunyai prosedur baku dalam
dan desain teknis teknologi informasi ke menangani permasalahan teknologi
dalam konstruksi sistem secara fisik dan informasi yang terjadi.
fungsional. c. melakukan pemantauan secara berkala.
Setelah kegiatan praImplementasi d. membuat laporan secara berkala kepada
dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah Direksi mengenai kinerja teknologi
tahap Implementasi. Kegiatan – kegiatan informasi
yang termasuk tahap Implementasi, yaitu e. bersama-sama fungsi pemakai
(1) Perencanaan yang matang (2) Pelatihan menetapkan tingkat layanan yang
dan pengembangan SDM (3) disepakati (service level agreement) dan
Pembakuan/standardisasi mutu layanan (4) direviu secara berkala.
Evaluasi dan pengendalian sistem (5)
Penerapan sistem penanganan darurat 5. Kesimpulan
(disaster recovery planning atau IT memiliki peranan cukup penting
contingency planning). dalam kemajuan dan dukungan terhadap
Dan pada tahap Pengembangan, bisnis proses sebua perusahaan atau
segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi. PT. Pertamina (Persero) sebagai
Teknologi Informasi harus dilaksanakan perusahaan minyak dan gas terbesar di
dalam koridor penerapan teknologi Indonesia juga menggunakan peran IT
informasi yang terintegrasi dan handal dalam mendukung bisnis proses yang
melalui (1) Penyusunan master plan dilakukannya.
pembangunan dan pengembangan teknologi Perhatian yang besar dari para
informasi (2) Penerapan Executive pemimpin redaksi tentang peran IT
Information System dan/atau Decision dibuktikan dengan dilakukan pengawasan
Support System (3) Penggunaan satu yang ketat terhadap sector-sektor IT yang
Enterprise Resources Planning (ERP) dimiliki. Hal ini dilakukan perusahaan
karena IT menyimpan seluruh data yang

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013


berkaitan dengan bisnis proses dan Mirbaha, Michael, 2008, IT Governance in
kelangsungan kegiatan perusahaan. Financial Services and
Manufacturing Comparing the two
Selain dilakukan pengawasan, peran sectors using COBIT 4.1 as
framework, Stockholm, Sweden,
divisi IT pada perusahaan juga dilakukan
XR-EE-ICS 2008:003
pemeliharaan dan pengendalian yang cukup
Sakam, R. Djunaedy dan Surendro
baik. Untuk setiap penggunaan, investasi
Kridanto., 2005, Usulan Model
hingga Sumber Daya Manusia yang Information Technology
Governance Untuk Sistem Informasi
berperan didalamnya, diatur sedemikian
Sumber Daya Manusia, Seminar
rupa sehingga Divisi IT pada PT.Pertamina Nasional Aplikasi Teknologi
Informasi 2005, ISBN: 979-756-
tetap dipandang sebagai asset perusahaan.
061-6.

Surendro, Kridanto., 2008, Rancangan


6. Daftar Pustaka
Tatakelola Teknologi Informasi
untuk Pabrik Pupuk, Jurnal
Budiati , Ayuning., 2006, IT Governance
Informatika Vol. 9, NO. 2, pg. 115-
Sektor Publik di Indonesia: Konsep
121.
dan Kebijakan, Prosiding
Konferensi Nasional Teknologi
Suryani, Arie Ardiyanti, 2009,
Informasi & Komunikasi untuk
Pengembangan Model Information
Indonesia, Bandung, pg. 57-61.
Technology (IT) Governance pada
Organisasi Pendidikan Tinggi
De Haes, Steven and Wim Van
Menggunakan COBIT 4.1 Domain
Grembergen. 2004. IT Governance
PO DAN AI, Seminar Nasional
and Its Mechanism, Information
Informatika, ISSN: 1979-2328.
System Control Juornal Volume
1.ISACA
Tata Kelola Perusahaan PT.
Pertamina,2010.
Hartanto, Indra Dwi dan Tjahyanto, Aries.,
2008, Analisa Kesenjangan Tata
Weill, P. and Ross, J.W., 2004, How Top
Kelola Teknologi Informasi untuk
Performers Manage IT Decision
Proses Pengelolaan Data
Rights for Superior Results, Harvard
Menggunakan COBIT (Studi Kasus
Business School Press, Boston.
Badan Pemeriksa Keuangan
Republik Indonesia).

Jurnal Infotel Volume 5 Nomor 1 Mei 2013