Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN

PELATIHAN PENYUSUNAN NERACA BAHAN


MAKANAN ( NBM )

Bukittinggi, 17 – 18 April 2013

Bidang Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan


Badan Ketahanan Pangan
Sumatera Barat
2013
I. PENDAHULUAN

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus


tersedia setiap saat, baik secara kuantitas maupun secara
kualitas, aman dan terjangkau. Kekurangan pangan akan
menimbulkan dampak sosial, ekonomi, bahkan dapat mengancam
keamanan sosial. Perwujudan ketahanan pangan mempunyai
peran strategis dalam pembangunan nasional karena pemenuhan
terhadap pangan dan gizi yang cukup merupakan hak yang paling
azasi bagi manusia, kualitas gizi pangan yang dikonsumsi
merupakan unsur penentu yang penting bagi pembentukan
sumberdaya manusia yang berkualitas dan ketahanan pangan
merupakan salah satu pilar utama yang menopang ketahanan
nasional yang berkelanjutan.

Salah satu dari tiga pilar penting ketahanan pangan adalah


ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan dalam arti luas adalah
tersedianya bahan pangan dalam jumlah cukup dan baik mutunya
yang berasal dari produksi domestik, impor, stok atau cadangan
maupun bantuan atau pemberian. Pangan yang tersedia harus
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Analisis ketersediaan
dan kebutuhan pangan perlu dilakukan agar tidak terjadi
ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam
penyusunan kebijakan ketersediaan pangan dan sekaligus
sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam memulai suatu
program aksi agar tepat sasaran.

Dalam rangka menyamakan persepsi dalam analisis yang


digunakan para aparat di daerah, maka dilakukan kegiatan
Pelatihan Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM).

II. TUJUAN

2
1. Membangun kesamaan persepsi dan sinergi aparat
Kabupaten/Kota dalam melakukan analisis ketersediaan
pangan.
2. Meningkatkan kemampuan dan kinerja aparat Kabupaten/Kota
dalam hal melakukan analisis ketersediaan pangan.

III. SASARAN
1. Terbangunnya kesamaan persepsi dan sinergi aparat
Kabupaten/Kota dalam melakukan analisis ketersediaan
pangan.
2. Meningkatnya kemampuan kinerja aparat Kabupaten/Kota
dalam melakukan analisis ketersediaan pangan.

IV. KELUARAN
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya
analisis ketersediaan pangan daerah di Provinsi dan
Kabupaten/Kota.

V. MATERI
1. Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM).
Output: mengetahui ketersediaan pangan per kapita (kg/tahun
atau gram/hari) dan dalam bentuk zat gizi (kalori, protein dan
lemak) di suatu wilayah.
2. Analisis Ketersediaan Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi
(AKG) dan Pola Pangan Harapan (PPH).
Output: menilai mutu pangan dari segi kecukupan gizi dan
keberagaman pangan yang tersedia di suatu wilayah
3. Analisis Pola Panen Bulanan.
Output: acuan untuk mengetahui bulan-bulan yang mengalami
surplus atau defisit, menentukan manajemen cadangan
pangan dan menentukan kapan stabilisasi harga diperlukan
4. Analisis Prognosa Ketersediaan Pangan menjelang Hari-hari
Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN)
Output: prognosa kebutuhan pangan menjelang Hari-hari
Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) di suatu wilayah

3
5. Presentasi peserta apresiasi mengenai analisis ketersediaan
pangan wilayahnya
Output: peserta mampu melakukan analisis ketersediaan
pangan di wilayah

VI. NARASUMBER
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Kementan, dan
dari Badan Ketahanan Pangan Sumatera Barat.

VII. WAKTU DAN TEMPAT


Pelatihan Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM)/ Analisis
Ketersediaan Pangan ini diselenggarakan pada:
Hari : Rabu – Kamis
Tanggal : 17 – 18 April 2013
Tempat : Hotel Grand Melindo, Jl. .............. No...... , Bukittinggi.
Telp.

VIII. PESERTA
Peserta Pelatihan Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) ini
adalah Pejabat Eselon III/IV dan Staf Badan/Kantor Ketahanan
Pangan Provinsi, Dinas/Badan Instansi terkait Provinsi serta
Badan/Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota.

IX. BIAYA
Kegiatan ini dibiayai oleh DPA Badan Ketahanan Pangan
Sumatera Barat Tahun 2013 yang dialokasikan pada Bidang
Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan, pada Sub Bidang
Ketersediaan Pangan.

X. SUSUNAN PANITIA
Penanggung jawab : Ir. Efendi, MP.
Ketua : Ir. Hj. Rina Sriyanti

4
Sekretaris : Ir. Syamsu Akmal, MM
Bendahara : ............................(Keuangan)
Seksi :
a. Materi : 1. Ir. Friswan Yuson (Koordinator)
2. Albazar
b. Akomodasi dan
Konsumsi : 1. Albazar (Koordinator)
2. ...................................
c. Persidangan dan
Dokumentasi : 1. Albazar (Koordinator)
2. .................................
3. .................................
d. Perumusan dan
Pelaporan : 1. Ir. Friswan Yuson (Koordinator)
2. Albazar
3. ............................. (Keuangan)

JADWAL PELATIHAN PENYUSUNAN NERACA BAHAN


MAKANAN ( NBM )

Jadwal (Tentatif)

5
Apresiasi Analisis Ketersediaan Pangan
Bukittinggi, 17 – 18 April 2013

Waktu
Materi Kegiatan Narasumber/Fasilitator
Hari/Tgl Jam

Rabu, 12.00 – 13.00 Check In Panitia


17 April
2013 13.00 – 13.30 Laporan Panitia Kepala Bidang Ketersediaan Pangan

13.30 – 14.30 Sambutan Pengarahan & Pembukaan Kepala Badan Ketahanan Pangan
Provinsi Sumatera Barat
13.30 – 14.00 Doa Panitia

14.00 – 16.00 NBM + Worshop/ NBM Kerja Mandiri Moderator Pusat

16.00 – 16.30 I SHO MA

16.30 – 18.00 Lanjutan Workshop NBM/Kerja Mandiri Moderator Pusat

20.00 – 22.00 Analisis Ketersediaan Pangan Moderator Pusat


berdaskan AKG & PPH + Workshop
Kerja Mandiri

Kamis, 08.00 – 10.00 Pola Panen Bulanan + Workshop NBM + Bidang Ketersediaan Pangan
18 April Workshop/Kerja Mandiri
2013 10.00 – 10.15 Rehat Kopii Panitia

10.15 – 11.15 Prognosa HBKN + Workshop/Kerja Bidang Ketersediaan

11.15 – 11.30 Penutupan Kabid Ketersediaan & Kelembagaan


Pangan
11.30 – 13.00 Makan Siang dan Check Out

PANDUAN

PELATIHAN PENYUSUNAN NERACA BAHAN


MAKANAN ( NBM )
6
Bukittinggi, 17 – 18 April 2013

Bidang Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan


Badan Ketahanan Pangan
Sumatera Barat
2013
XI. PENDAHULUAN

7
Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus
tersedia setiap saat, baik secara kuantitas maupun secara
kualitas, aman dan terjangkau. Kekurangan pangan akan
menimbulkan dampak sosial, ekonomi, bahkan dapat mengancam
keamanan sosial. Perwujudan ketahanan pangan mempunyai
peran strategis dalam pembangunan nasional karena pemenuhan
terhadap pangan dan gizi yang cukup merupakan hak yang paling
azasi bagi manusia, kualitas gizi pangan yang dikonsumsi
merupakan unsur penentu yang penting bagi pembentukan
sumberdaya manusia yang berkualitas dan ketahanan pangan
merupakan salah satu pilar utama yang menopang ketahanan
nasional yang berkelanjutan.

Salah satu dari tiga pilar penting ketahanan pangan adalah


ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan dalam arti luas adalah
tersedianya bahan pangan dalam jumlah cukup dan baik mutunya
yang berasal dari produksi domestik, impor, stok atau cadangan
maupun bantuan atau pemberian. Pangan yang tersedia harus
dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Analisis ketersediaan
dan kebutuhan pangan perlu dilakukan agar tidak terjadi
ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam
penyusunan kebijakan ketersediaan pangan dan sekaligus
sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam memulai suatu
program aksi agar tepat sasaran.

Dalam rangka menyamakan persepsi dalam analisis yang


digunakan para aparat di daerah, maka dilakukan kegiatan
Pelatihan Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM).

XII. TUJUAN

8
1. Membangun kesamaan persepsi dan sinergi aparat
Kabupaten/Kota dalam melakukan analisis ketersediaan
pangan.
2. Meningkatkan kemampuan dan kinerja aparat Kabupaten/Kota
dalam hal melakukan analisis ketersediaan pangan.

XIII. SASARAN
1. Terbangunnya kesamaan persepsi dan sinergi aparat
Kabupaten/Kota dalam melakukan analisis ketersediaan
pangan.
2. Meningkatnya kemampuan kinerja aparat Kabupaten/Kota
dalam melakukan analisis ketersediaan pangan.

XIV. KELUARAN
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya
analisis ketersediaan pangan daerah di Provinsi dan
Kabupaten/Kota.

XV. MATERI
1. Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM).
Output: mengetahui ketersediaan pangan per kapita (kg/tahun
atau gram/hari) dan dalam bentuk zat gizi (kalori, protein dan
lemak) di suatu wilayah.
2. Analisis Ketersediaan Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi
(AKG) dan Pola Pangan Harapan (PPH).
Output: menilai mutu pangan dari segi kecukupan gizi dan
keberagaman pangan yang tersedia di suatu wilayah
3. Analisis Pola Panen Bulanan
Output: acuan untuk mengetahui bulan-bulan yang mengalami
surplus atau defisit, menentukan manajemen cadangan
pangan dan menentukan kapan stabilisasi harga diperlukan
4. Analisis Prognosa Ketersediaan Pangan menjelang Hari-hari
Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN)
Output: prognosa kebutuhan pangan menjelang Hari-hari
Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) di suatu wilayah

9
5. Presentasi peserta apresiasi mengenai analisis
ketersediaan pangan wilayahnya
Output: peserta mampu melakukan analisis ketersediaan
pangan di wilayah

XVI. NARASUMBER
Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan
Pangan.

XVII. WAKTU DAN TEMPAT


Apresiasi Analisis Ketersediaan Pangan ini diselenggarakan pada:
Hari : Selasa – Kamis
Tanggal : 5 – 7 Maret 2013
Tempat : Hotel Grand Ussu, Jl. Raya Puncak No.62 Kopo,
Cisarua, Bogor, Jawa Barat
Telp. (0251)8256808/8256921.

XVIII.PESERTA
Peserta apresiasi ini adalah Pejabat Eselon III/IV dan Staf
Badan/Kantor Ketahanan Pangan Provinsi yang menangani
analisis ketersediaan pangan di 17 provinsi

XIX. BIAYA
Kegiatan ini dibiayai oleh DIPA Badan Ketahanan Pangan Tahun
2013 yang dialokasikan pada Pusat Ketersediaan dan Kerawanan
Pangan.

XX. SUSUNAN PANITIA

10
Penanggung jawab : Ir. Tjuk Eko Hari Basuki, MSt.
Ketua : Dr. Drs. Nasfirman Yul NZ, MM
Sekretaris : Retno Utami, STP, MM
Bendahara : Nanie Iriantiningsih
Seksi :
e. Materi : 1. Lelly Triatni Siregar, SP (Koordinator)
2. Dra. Sri Purwati
f. Akomodasi dan
Konsumsi : 1. Nanie Iriantiningsih (Koordinator)
2. Rima Nurisa Brahmani, SGz.
g. Persidangan dan
Dokumentasi : 1. Dra. Sri Purwati (Koordinator)
2. Budi Raharjo, SSos.
3. Hariyandi, SSos
h. Perumusan dan
Pelaporan : 1. Retno Utami, STP, MM (Koordinator)
2. Dra. Sri Purwati
3. Lelly Triatni Siregar, SP
4. Rima Nurisa Brahmani, SGz.

SAMBUTAN
KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI SUMATERA BARAT

11
PADA ACARA

PELATIHAN PENYUSUNAN NERACA BAHAN


MAKANAN ( NBM )

PADANG, 7 – 8 MEI 2013

Bidang Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan


Badan Ketahanan Pangan
Sumatera Barat
2013

12