Anda di halaman 1dari 11

METODE PEMBELAJARAN KLINIK “CLINIC TOUR”

Makalah ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodik Khusus

Dosen Pembimbing :

Arika., M.Keb

Disusun Oleh:
1. Ika Rahmawati (1602430011)
2. Arie Anggraini (1602430020)

KEMENTRIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI D-IV ALIH JENJANG KEBIDANAN KEDIRI
TAHUN 2016
BAB 1
PENDAHULUAN
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

KONSEP DASAR CLNIC TOUR


A. DEFINISI CLINIC TOUR
Metode field trip ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak peserta
didik ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar kampus untuk mempelajari atau
menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada,
peternakan, perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya (Roestiyah, 2001:85).

Menurut Syaiful Sagala (2006: 214) metode field trip ialah pesiar (ekskursi) yang
dilakukan oleh para peserta didik untuk melengkapi pengalaman belajar tertentu dan
merupakan bagian integral dari kurikulum instansi pendidikan.

Menurut Djamarah (2002:105), pada saat belajar mengajar peserta didik perlu diajak
ke luar kampus, untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. Hal itu bukan
sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat
kenyataannya. Karena itu, dikatakan teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar
yang dilaksanakan dengan mengajak peserta didik ke suatu tempat atau obyek tertentu di
luar kampus untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian.
Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata,
study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang
dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang.

B. KEUNTUNGAN CLINIC TOUR


Metode karyawisata atau field trip mempunyai beberapa kelebihan antara lain (Syaiful
Bahri Djamarah, 2006: 94) :
a. Field trip memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata
dalam pengajaran.
b. Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relavan dengan kenyataan dan kebutuhan
masyarakat.
c. Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas peserta didik.
d. Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
Menurut Syaiful Sagala (2006: 215) mengemukakan bahwa kelebihan metode field
trip adalah :
a. Peserta didik dapat mengamati kanyataan-kenyataan yang beraneka ragam dari dekat.
b. Peserta didik dapat menghayati pengalaman-pengalaman baru dengan mencoba turut
serta di dalam suatu kegiatan.
c. Peserta didik dapat menjawab masalah-masalah atau pernyataan pernyataan dengan
melihat, mendengar, mencoba, dan membuktikan secara langsung.
d. Peserta didik dapat memperoleh informasi dengan jalan mengadakan wawancara atau
mendengar ceramah yang diberikan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
e. Peserta didik dapat mempelajari sesuatu secara intensif dan komprehensif.

Sedangkan menurut Roestiyah (2001: 87) menyatakan kelebihan metode karyawisata


atau field trip yaitu:
a. Peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang tidak didapatkan di kampus,
sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau keterampilan
peserta didik.
b. Peserta didik dapat melihat berbagai kegiatan di lingkungan luar sehingga dapat
memperdalam dan memperluas pengalaman peserta didik.
c. Dengan obyek yang ditinjau langsung, peserta didik dapat memperoleh bermacam-
macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi dan tidak terpisah-pisah dan
terpadu.

Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip)


memiliki keuntungan:
a. Memberikan informasi teknis, kepada peserta didik secara langsung.
b. Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau
pelaksanaan yang sebenarnya.
c. Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih
berhasil.
d. Membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada
perkembangan teknologi mutakhir.

C. KELEMAHAN CLINIC TOUR


Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2006: 94) mengemukakan bahwa metode field trip
mempunyai kekurangan, yaitu :
a. Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang dipergunakan sulit untuk disediakan oleh
peserta didik atau instansi pendidikan.
b. Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yang matang.
c. Memerlukan koordinasi dengan para pengajar agar tidak terjadi tumpang tindih waktu
selama kegiatan karyawisata.
d. Dalam field trip sering unsur rekreasi lebih prioritas, sedang unsur studinya menjadi
terabaikan.
e. Sulit mengatur peserta didik yang banyak dalam perjalanan dan sulit mengarahkan
mereka pada kegiatan yang menjadi permasalahan.

Sedangkan menurut Syaiful Sagala (2006: 215) mengemukakan bahwa metode field
trip mempunyai kekurangan, yaitu :
a. Memerlukan persiapan oleh banyak pihak.
b. Jika karyawisata sering dilakukan akan menganggu kelancaran pelaksanaan
pembelajaran, apalagi jika tempat-tempat yang dikunjungi jauh dari instansi
pendidikan.
c. Kadang-kadang terjadi kesulitan dalam pengangkutan.
d. Jika tempat yang dikunjungi itu sukar untuk diamatai, akibatnya peserta didik menjadi
bingung dan tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan.
e. Memerlukan pengawasan yang tepat.
f. Memerlukan biaya yang relatif tinggi.

D. HAMBATAN
Menurut Suhardjono (2004:85) hambatan dalam metode field trip adalah sebagai
berikut :
a. Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan,
b. Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan
dikunjungi,
c. Biaya transportasi dan akomodasi mahal.

E. PERAN PEMBIMBING
a. Merumuskan tujuan pembelajaran klinik
b. Membantu dan membimbing peserta didik mencapai tujuan pembelajaran
c. Memberikan saran untuk penyelesaian masalah
d. Menindaklanjuti hasil diskusi dan mengevaluasi keberhasilan belajar peserta didik
secara terus-menerus berdasarkan tujuan

F. PELAKSANAAN
Untuk mewujudkan pembelajaran dengan menerapkan metode field trip ada
beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pembimbing. Menurut Sanders (2008: 2-13),
ada 5 langkah untuk mewujudkan field trip yang menakjubkan (the best field trip ever).
Kelima langkah menurut Sanders tersebut antara lain:
(1) Determine goals and objectives (menentukan tujuan dan sasaran utama).
(2) Explore all options (menjelajah semua pilihan).
(3) Create your itinenary (membuat rencana perjalanan).
(4) Check your checklist (memeriksa daftar cek).
(5) Follow-up in the classroom (tindak lanjut).
Langkah pertama dalam menerapkan metode field trip menurut Sanders yaitu
determine goals and objectives (menentukan tujuan dan sasaran utama). Menentukan
tujuan dan sasaran maksudnya yaitu pembimbing perlu menentukan tujuan yang
diharapkan dari field trip dan lokasi yang akan dituju. Setelah menentukan tujuan dan
lokasi field trip dapat menentukan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat
pelaksanaan (explore all options).
Kemudian pembimbing menentukan tujuan dan kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan selanjutnya perlu membuat rencana perjalanan field trip (create you
itenenary). Rencana perjalanan berguna sebagai pemandu urutan dan waktu kegiatan yang
harus dilaksanakan. Rencana perjalanan berisi rincian waktu kegiatan, tugas-tugas yang
harus dikerjakan peserta didik, dan peraturan yang harus dipatuhi peserta didik. Setelah
membuat rencana perjalanan, selanjutnya pembimbing mempersiapkan peserta didik
untuk melaksanakan field trip dengan membagi peserta didik dalam kelompok. Tujuan
dibentuknya kelompok peserta didik yaitu supaya peserta didik belajar berinteraksi dengan
temannya untuk berdiskusi.
Setelah persiapan selesai, pembimbing dan peserta didik selanjutnya melaksanakan
field trip dengan mengunjungi lokasi yang sudah ditentukan. Pada saat pelaksanaan
pembimbing perlu mengawasi aktivitas-aktivitas peserta didik (check your checklist). Hal
ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta didik melaksanakan field trip sesuai
dengan rencana yang telah dibuat. Setelah kegiatan di lokasi field trip telah berakhir,
pembimbing selanjutnya mengajak peserta didik kembali ke kelas untuk memberikan
tindak lanjut (Follow-up in the classroom). Tindak lanjut dapat meliputi: pengoreksian
tugas yang telah dikerjakan peserta didik, pembahasan hasil diskusi peserta didik, ataupun
pemberian tugas lain yang berhubungan dengan pelaksanaan field trip. Setelah mengetahui
langkah-langkah yang harus dilakukan juga dituntut untuk memperhatikan beberapa hal
saat menerapkan metode field trip dalam pembelajaran. Mulyasa (2005) dalam Asmani
(2010: 151) menyatakan ada 7 hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode field
trip. Ketujuh hal tersebut antara lain:
(1) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar.
(2) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah.
(3) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai pedagogis.
(4) Menghubungkan sumber belajar dalam field trip dengan kurikulum.
(5) Membuat dan mengembangkan program field trip secara logis dan sistematis.
(6) Melaksanakan field trip sesuai dengan tujuan, materi, dan efek pembelajaran, dalam
iklim yang kondusif.
(7) Menganalisis tujuan, ketercapaian, kesulitan-kesulitan, dan hal-hal yang perlu disusun
sebelum dan sesudah pelaksanaan field trip.
Berdasarkan pendapat mengenai langkah-langkah dan hal-hal yang perlu
diperhatikan di atas, peneliti menyusun tahapan pembelajaran dengan menerapkan metode
field trip pada materi menulis deskripsi. Tahapan terbut yaitu:
1) Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, pembimbing perlu melakukan beberapa hal antara lain:
Menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, menghubungi pihak yang bertanggung
jawab pada lokasi yang akan menjadi tujuan field trip, menyusun rencana pelaksanaan
dan tata tertib, menyusun tugas-tugas yang harus dikerjakan peserta didik,
mempersiapkan sarana, dan membagi peserta didik dalam kelompok.
2) Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, guru melakukan beberapa hal antara lain:
Menyampaikan tata tertib dan tugas peserta didik, memimpin rombongan dan mengatur
kegiatan field trip, memperingatkan peserta didik untuk memenuhi tata tertib yang
sudah disepakati bersama dan mengerjakan tugas-tugas kelompok, mengawasi
aktivitas-aktivitas peserta didik, dan memberi petunjuk bagi peserta didik yang
memerlukan penjelasan.
3) Tahap akhir
Pada tahap akhir, guru melakukan beberapa hal antara lain: menyuruh peserta didik
berdiskusi mengenai hasil kegiatan field trip, menyelesaikan tugas kelompok,
membahas hasil pekerjaan kelompok, dan menindaklanjuti hasil kegiatan field trip
dengan memberikan tugas secara individu untuk menulis deskripsi lokasi yang telah
dikunjungi.

CONTOH METODE PEMBELAJARAN CLINIC TOUR


Mahasiswa D-IV Kebidanan Kediri semester 4 akan melakukan pembelajaran di RSUD Dr.
Soetomo Surabaya dengan metode pembelajaran “Clinic Tour”
1) Tahap Persiapan
a. Tujuan pembelajaran : peserta didik mampu mengamati tindakan penanganan PEB
secara tepat.
b. Pembimbing menghubungi pihak RSUD Dr. Soetomo yang akan menjadi tujuan field
trip.
c. Pembimbing menyusun rencana pelaksanaan dan tata tertib, menyusun tugas-tugas yang
harus dikerjakan peserta didik, mempersiapkan sarana, dan membagi peserta didik dalam
kelompok.
2) Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, pembimbing melakukan beberapa hal antara lain:
a. Menyampaikan tata tertib dan tugas yang dibebankan kepada peserta didik (peserta didik
hanya mengamati bagaimana prosedur penanganan PEB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya
karena pengaplikasian pembelajaran labskill pada perasat tersebut baru diberikan
semester 5).
b. Memimpin rombongan dan mengatur kegiatan field trip.
c. Memperingatkan peserta didik untuk memenuhi tata tertib yang sudah disepakati
bersama
d. Mengingatkan peserta didik untuk mencatat pengetahuan/ilmu yang diperoleh seperti tata
laksana pemberian dosis awal pada pasien PEB, pemberian dosis rumatan, tindakan yang
dilakukan pada pasien kejang berulang, dsb.
e. mengawasi aktivitas-aktivitas peserta didik, dan memberi petunjuk bagi peserta didik
yang memerlukan penjelasan.
3) Tahap akhir
a. Peserta didik berdiskusi mengenai hasil kegiatan field trip, menyelesaikan tugas
kelompok beupa laporan yang disertai contoh askeb pada pasien PEB.
b. Mengadakan post conference untuk mengevaluasi kegiatan clinic tour yang telah
dilakukan.
BAB 3
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Metode clinic tour/field trip ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan
mengajak peserta didik ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar kampus untuk
mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Adapun dalam pelaksanaannya metode
pembelajaran clinic tour dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap
pelaksanaan, dan tahap akhir. Contoh penerapan metode clinic tour dalam bidang
kebidanan adalah dengan mengajak peserta didik melakukan clinic tour ke Rumah Sakit
Umum Daerah Dr. Soetomo untuk mengamati secara langsung/nyata tindakan penanganan
preeklampsi berat yang sesuai standar operasional prosedur (SOP).

B. SARAN
Kepada para pembimbing yang akan mengaplikasikan metode pembelajaran clinic
tour kepada para peserta didik hendaknya benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya
secara mendetail dan matang agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan
dapat mencapai target sesuai tujuan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, syaiful bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: rineke cipta

Mulyasa, E. (2005). Menjadi Guru Proffesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan


Menyenangkan. Bandung: Rosda

Sanders, Barbara J. (2008). The Best Field trip Ever. Online. Available at
http://www.nps.gov/gett/forteachers/planafieldtrip.htm [accessed 29/09/2016].

Roesiyah. Dkk. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabet