Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL RISET AGROINDUSTRI

PERANCANGAN DESAIN KEMASAN MIBUSHAKE DENGAN METODE


RESEARCH AND DEVELOPMENT

Oleh
IQBAL RIZKI PRATAMA
1500431

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Di era modern ini sudah banyak pemanfaatan bahan pangan seperti pada
labu kuning yang dimanfaatkan menjadi minuman serbuk instan yang disebut
mibushake. Mibushake dibuat dengan menggunakan metode evaporasi. Agar
produk ini menjadi lebih tahan lama diperlukan kemasan yang menjamin
keamanan serta ketahanan produk ini.

Kemasan merupakan satu dari sekian komponen penting digunakan untuk


mengemas suatu benda/produk agar tetap dalam kondisi yang baik. Menurut
Dwi, 2015 kemasan merupakan suatu dari komponen diterima atau tidaknya
suatu produk dipasar. Pengemasan berfungsi untuk menempatkan suatu produk
agar mempunyai bentuk bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,
pengangkutan dan distribusi.

Sebelumnya untuk membuat kemasan diperlukan perancangan desain yang


baik agar kemasan yang dihasilkan menjadi berkualitas dan menarik perhatian
konsumen. Maka dilakukan penelitian perancangan desain kemasan untuk
produk mibushake.

Pengetahuan tentang prinsip dasar desain tentunya sangat dibutuhkan


dalam merancang sebuah desain menurut Dwi, 2015 pengetahuan tentang
prinsip dasar desain dua dimensi atau dua matra adalah komponen penting bagi
setiap tugas penyelesaian masalah visual. Prinsip dasar desain, sebagaimana
terkait dengan penggunan elemen-elemen desain seperti garis, bentuk, warna
dan tekstur, menyediakan panduan yang membentuk komunikasi visual dan
kemampuan untuk bermanuver dalam proses desain kemasan.

Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk penelitian


perancangan desain kemasan ini, seperti yang dilakukan oleh beberapa peneliti
salah satunya yang dilakukan oleh Dwi, 2015 dengan metode Research and
Development, dilakukan analisis visual pada kemasan dengan cara melakukan
pengembangan desain kemasan dengan kemasan konvensional serta
menggunakan data yang diambil dari catatan lapangan, angket, foto dan
wawancara sebagai cara validasi kemasan kepada ahli di bidang kemasan.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Tandio, 2013 dengan metode VIEW
(Visibility, Information, Emotional Appeal, Workability) dimana metode ini
berarti memperhatikan nilai visual sebagai daya jual maupun nilai jual
kemasan. Dan yang terakhir penelitian yang dilakukan oleh Indra, 2015
dengan metode Kansei Engineering metode ini dipakai untuk mengidentifikasi
aspek psikologis konsumen saat berinteraksi dengan produk dan menemukan
hubungan antara perasaan tersebut dengan karakteristik produk berdasarkan
citra image konsumen atau diartikan sebagai picture of mind, yaitu suatu
gambaran yang ada di dalam benak seseorang.

Dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa ketiga metode tersebut memiliki
keunggulan dan kekurangan seperti pada metode R&D yang diharuskan
membuat desain yang di validasi oleh pakar desain ataupun ahli dalam bidang
kemasan. Kemudian metode VIEW yang memusatkan perhatian dalam bidang
visualnya saja, dan metode Kansei Engineering yang memliki lebih banyak
aspek untuk penelitian yang dituangkan dalam kata-kata.

Berdasarkan latar belakang diatas metode perancangan desain yang cocok


digunakan adalah Research and Development. Karena pada metode ini
mengacu kepada pengembangan dan pada mibushake ini mengembangkan
kemasan konvensional menjadi lebih modern dan lebih menarik perhatian para
konsumen nantinya.

1.2.Rumusan Masalah
Bagaimana desain kemasan yang cocok untuk produk Mibushake menurut
pakar desain dan kemasan ?
1.3. Tujuan Penelitian
Mengetahui desain kemasan yang cocok untuk produk Mibushake menurut
pakar desain dan kemasan.
1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah memvalidasi oleh pakar kemasan dan
pakar desain grafis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Mibushake
B. Packaging
C. Research and Development
310319421
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian dimulai pada tanggal 15 April sampai dengan 30 Mei 2018.


Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis dan buku sebagai
catatn harian dan kalkulator. Serta menggunakan aplikasi computer seperti, Adobe
Photoshop, CorelDRAW, Autocad dan Aplikasi desain berbasis tiga dimensi
lainnya.

Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Mibushake sebagai
produk yang akan dikemas dengan menggunakan beberapa macam jenis kemasan
dengan beberapa bahan, bentuk, warna, dan desain kemasan yang berbeda.

Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Mibushake sebagai
produk yang akan diubah dari kemasan konvensional menjadi lebih modern.
3.3. Tahapan Penelitian

a. Research and Development

Mibushake

Membuat desain kemasan

Membuat kuisioner/pertanyaan sebagai tolak


ukur kemasan yang akan di validasi

Memvalidasi desain kemasan dengan pakar pengemasan


dan pakar desain

Memperbaiki desain yang telah di validasi oleh pakar

Desain kemasan mibushake


DAFTAR PUSTAKA

Dwi, R. (2015). Pengembangan Desain Kemasan Keripik Singkong Pengembangan


Desain Kemasan Keripik Singkong UD. Aji Jaya Makmur di Kecamatan
Cerme di Kabupaten Gresik. Jurnal Pendidikan Seni Rupa. Vol. 3 No. 3,
183-189.

Indra, S. (2015). Perancangan Kemasan Keripik Tempe Mocaf Dengan


Menggunakak Kansei Engineering. Skripsi.

Tandio, E. (2013). Perancangan Logo dan Desain Kemasan Untuk Dhisti Cookies
Sebagai Camilan di Kota Solo. Jurnal Desain Komunikasi Visual Adiwarna
Universitas Kristen Petra Vol. 1 No. 3.