Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUKABUMI


(PPK – BLUD PENUH)
UPTD PUSKESMAS SAGARANTEN
Jalan raya Cigadog KM 1, Kecamatan sagaranten, Telp. (0266) 6345 478
E-mail : puskesmassagaranten@gmail.com, kode pos 43181

KERANGKA ACUAN PEMANTAUAN GARAM BERYODIUM


DI UPTD PUSKESMAS SAGARANTEN

A. PENDAHULUAN
GAKY atau gangguan akibat kekurangan yodium merupakan sekumpulan
gejala yang timbul karenan tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara
terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama. Yodium adalah mineral yang
teradapat di alam, baik di tanah maupun di air yang diperlukan oleh tubuh manusia
untuk membentuk hormon tiroksin yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan
dan perkembangan fisik serta kecerdasan.

B. LATAR BELAKANG
Masalah GAKY merupakan masalah yang serius mengingat dampaknya
secra langsung atau tidak langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan
kualitas sumber daya manusia yang mencakup aspek perkembangan kecerdasan,
aspek pembangunan sosial dan aspek perkembangan ekonomi.
Upaya penanggulangan GAKY ditempuh melalui fortifikasi garam konsumsi
dimana program ini disebut yosidasi garam. Garam yang sudah difortifikasi dengan
yodium disebut garam beryodium. Penggunaan garam beryodium yang masih
kurang di masyarakat antara lain dikarenakan belum optimalnya pergerakan
masyarakat dan kampanye dalam mengkonsumsi garam beryodium serta belum
rutinnya pelaksanaan pemantauan garam beryodium di masyarakat secara terus
menerus.
Kerangka acuan ini di susun sebagai pedoman untuk melaksanakan
pemantauan garam beryodium yang di laksanakan di lingkungan Puskesmas.
Dengan adanya kerangka acuan ini diharapkan dapat memberikan arahan tentang
pelaksanaan pemantauan garam beryoium di lingkungan UPTD Puskesmas
Sagaranten.

1
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memperoleh gambaran penggunaan garam beryodium di tingkat
masyarakat

2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui kualitas kandungan kandungan yodium dalam garam yang di
konsumsi
2. Mengetahui merk garam yang di konsumsi masyarakat
3. Mengetahui bentuk garam yang di konsumsi masyarakat
4. Mengetahui persentase keluarga yang menggunakan garam beryodium.

D. TATA NILAI
Pelaksanaan pemantauan garam beryodium di UPTD Puskesmas Sagaranten
dilakukan sesuai dengan tata nilai UKM Puskesmas Sagaranten:
S : Semangat
M : Melayani
A : Amanah
R : Resik
T : Terbaik

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

NO KEGIATAN POKOK RINCIAN KEGIATAN

1 Pemantauan garam beryodium a. Koordinasi lintas sektor dan lintas program


tentang kegiatan pemantauan garam
beryodium
b. melakukan kunjungan ke sekolah
c. penyuluhan
d. melakukan test dengan iodina test
e. evaluasi dan dokumentasi

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


N KEGIATAN LINTAS PROGRAM LINTAS SEKTOR
O PELAKSANA PROGRAM TERKAIT TERKAIT
POKOK
1 Pemantauan a. Membuat jadwal kegiatan Bidan desa dan Sekolah Dasar
garam pemantauan garam pembina desa  Menyiapkan
beryodium beryodium  membagiakn surat siswa untuk
b. membuat surat pemberitahuan Monitoring garam
pemberitahuan yang kepada Sekolah dilakukan pada
ditujukan kepada semua yang di jadikan semua kelas di
SD yang ada di wilayah sample mulai dari kelas
UPTD Puskesmas pemantauan IV-VI, terdiri dari
Sagaranten tentang garam beryodium 26 siswa
kegiatan pemantauan  petugas  Memnghimbau
garam beryodium di puskesmas kepada siswa
tingkat masyarakat mencatat merk agar Pada hari
c. merekap hasil garam , bentuk pelaksanaan
pemantauan garam

2
beryodium untuk garam, dan siswa membawa
selanjutnya di laporkan memeriksa sampel garam
ke dinas kesehatan kandungan yodium yang biasa
dalam garam dikonsumsi oleh
tersebut dengan keluarganya
menggunakan masing-masing
iodina test
 melakukan
penyuluhan
tentang pentingnya
mengkonsumsi
garam beryodium
kepada guru dan
siswa.

G. SASARAN
Target Pemantauan garam beryodium adalah 87 % dari sasaran. Sasaran
pemantauan garam beryodium adalah siwa Sekolah Dasar di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Sagaranten

H. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Pelaksanaan Kegiatan pemantauan garam beryodium di lakukan secara rutin
yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan.
Bulan
No JENIS KEGIATAN jan feb mar apr mei jun jul aug sep okt nov des
Ket

1. Pemantauan garam beryodium x x

I. PEMBIAYAAN/ANGGARAN
Sosialisasi stunting terakomodir dari dana BOK.
a. Rincian anggaran
Kegiatan Sasaran Rincian Volume Satuan Total
(Rp) (Rp)

Pemantauan Rumah tranfort 12 x 2 60.000 1.440.000


tangga
garam
beryodium

1.440.000
Jumlah

J. MONITORING EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemantauan garam
beryodium dilakukan setiap awal bulan berikutnya sesuai dengan jadwal kegiatan.
Yang dilaporkan berupa ketepatan waktu, ketepatan tempat, ketepatan sasaran
serta pelksana kegiatan. Laporan dibuat oleh pelksana kegiatan dan dilaporkan ke

3
penanggung jawab UKM untuk selanjutnya dilaporkan ke Kepala Puskesmas untuk
dilakukan evaluasi dan tindak lanjut.

K. PENCATATAN DAN PELAPORAN KEGIATAN


Hasil pelaksanaan kegiatan pemantauan garam beryodium direkap dan dicatat
di formulir laporan gizi. Laporan dibuat oleh programmer gizi dan disahkan oleh
kepala Puskesmas untuk Dilaporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten Sukabumi.
Selain itu, hasil kegiatan pemantaun garam beryodium juga dilaporkan di formulir
LB3. Pengarsipan laporan berupa surat pemberitahuan, daftar hadir, notulen
formulir laporan LB3, form pelaporan pemantauan garam beryodium dan
dokumentasi disimpan di pelaksana UKM dan penanggung jawab UKM untuk
dilakukan evaluasi kinerja setiap 3 bulan sekalisesuai dengan jadwal evaluasi
kinerja UPTD Puskesmas Sagaranten, selain itu pengarsipan juga disimpan di
Bendahara BOK sebagai bahan kelengkapan SPJ BOK.