Anda di halaman 1dari 9

ADIPOGENESIS

TUMBUH KEMBANG ADIPOSIT

William S. Wangko
Sunny Wangko

Bagian Anatomi-Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado


Email: wangkowilliam@yahoo.com

Abstract: Adipogenesis is defined as the growth and development of adipose tissue, which
includes proliferation of adipose tissue cells and differentiation of these cells to become
mature adipocytes. It is assumed that adipocytes are derived from multipotent messenchymal
cells, fibroblasts, and resident adipocyte precursors in adipose tissues. Besides having genetic,
nutritional, hormonal, and environmental factors, the progress of adipogenesis is influenced
by angiogenesis and a variety of modulators (stimulators and inhibitors). Imbalance of all of
these will trigger the formation of excessive adipose tissues, the result being obesity and its
co-morbids. Adipose tissues can be used in accelerating the healing process of old wounds,
revascularization of ischemic tissues, and in ongoing research as sources of cardiomyocytes in
myocardial infarction.
Keywords: adipogenesis, adipocyte, proliferation, differentiation

Abstrak: Adipogenesis merupakan proses tumbuh kembang jaringan adiposa yang meliputi
proliferasi sel jaringan adiposa dan diferensiasinya menjadi adiposit dewasa. Sel adiposit
diduga dapat berasal dari sel mesenkim multipoten, fibroblas, dan sel prekursor adiposit di
dalam jaringan adiposa yang bertahan sepanjang hidup. Selain faktor genetik, nutrisi,
hormonal dan lingkungan, perlangsungan adipogenesis juga dipengaruhi oleh angiogenesis
serta berbagai modulator, baik yang bersifat stimulasi maupun inhibisi. Ketidakseimbangan
yang terjadi pada kerja faktor-faktor tersebut dapat memicu pembentukan jaringan adiposa
yang berlebihan, yang berakibat terjadinya obesitas berserta komorbidnya. Pemanfaatan
jaringan adiposa telah dilakukan pada beberapa hal, antara lain mempercepat penyembuhan
luka lama dan revaskularisasi jaringan iskemik. Walaupun masih dalam taraf penelitian, sel-
sel jaringan adiposa telah dipertimbangkan sebagai sumber kardiomiosit pada infark jantung.
Kata kunci: adipogenesis, adiposit, proliferasi, diferensiasi

Dalam era globalisasi dewasa ini obesitas dan obesitas.5 Prevalensi pada anak di
telah berkembang menjadi salah satu masa- negara berkembang berkisar 15% - 25%,
lah kesehatan yang mendunia.1-4 Di Ameri- dan angka ini diperkirakan akan terus
ka Serikat obesitas telah mewabah dan meningkat secara bermakna di masa
mencapai sekitar 65% dari orang dewasa.5 depan.5,7
Di Inggris tahun 2002 dilaporkan 23% laki- Obesitas merupakan penimbunan ja-
laki dan 25% perempuan diklasifikasikan ringan adiposa putih yang berlebihan.1,3,7,8
sebagai obes berdasarkan body mass index Hal ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan
(BMI) ≥30 dengan kenaikan tiga kali lipat antara penggunaan energi dan asupan maka-
dalam 20 tahun terakhir.6 Demikian pula di nan, sehingga terjadi peningkatan timbunan
semua negara berkembang hampir setengah energi dalam bentuk lemak di dalam ja-
populasi mengalami kelebihan berat badan ringan adiposa.3,4 Terjadinya obesitas dipe-

153
154 Jurnal Biomedik, Volume 2, Nomor 3, November 2010, hlm. 153-161

ngaruhi oleh banyak faktor antara lain Diferensiasi sel pada adipogenesis yang
faktor genetik, lingkungan, gaya hidup, meliputi peralihan/perubahan dari preadipo-
underlying illness, dan status sosio- sit mirip fibroblas yang belum berdiferen-
ekonomi.2,4 Masalah klinis dari kelebihan siasi menjadi adiposit dewasa dicirikan
jaringan adiposa dan obesitas berhubungan oleh adanya perubahan morfologi menjadi
erat dengan beberapa penyakit kronik, sel bulat dengan droplet lemak uni-
antara lain hiperlipidemia, hipertensi, into- lokular.2,15 Studi in vivo dan in vitro mem-
leransi karbohidrat dan diabetes melitus tipe perlihatkan bahwa proliferasi dan diferen-
2 (DMT2), gout, keganasan, penyakit jan- siasi preadiposit, waktu dan kecepatan
tung koroner, artritis degeneratif, dan infer- hiperplasia, serta hubungan timbal baliknya
tilitas.2-6 Selain itu jaringan adiposa meng- sangat rumit dan dipengaruhi oleh berbagai
hasilkan berbagai sitokin (adipokin) yang faktor yaitu antara lain umur, spesies, depot
mengatur homeostasis energi dan metabo- jaringan adiposa, dan faktor modulator, baik
lisme di seluruh tubuh.1,6,9-12 Pada hakekat- yang sebagai stimulator maupun inhibitor.
nya hubungan antara obesitas, adipokin dan Faktor-faktor yang menstimulasi antara lain
penyakit-penyakit kronik di atas masih hormon, faktor stimulator angiogenesis, lep-
banyak yang belum dipahami. Data epide- tin, TNF-a, IGF-1, IL-6, dan IL-8 sedang-
miologi menyokong peran massa lemak, kan yang menginhibisi antara lain SPARC
khususnya distribusi lemak tubuh pada dan inhibitor angiogenesis. Diferensiasi ju-
perkembangan faktor resiko.2,11 Disamping ga ditunjang oleh berbagai faktor trans-
itu, penurunan massa lemak tubuh ternyata kripsional seperti famili PPAR, C/EBP dan
selain mengurangi resiko dari penyakit bHLH, yang meregulasi dan menghasilkan
kronik, juga menurunkan morbiditas dan gen-gen terkait (adipose-associated genes)
mortalitasnya.2,12 untuk meningkatkan kapasitas lipogenik sel-
Adipogenesis adalah proses pembentuk- sel tersebut. Peranan faktor stimulator dan
an dan perkembangan adiposit sebagai sel inhibitor ini sangat kompleks dengan titik
utama penyusun jaringan adiposa. Adiposit tangkap kerja yang berbeda-beda.2,5,6,12,16
merupakan sel pasca mitotik, sehingga Kelebihan energi yang tersimpan seba-
untuk terjadinya hiperplasia dibutuhkan gai droplet lemak dalam adiposit akan
adiposit baru yang dihasilkan dari diferen- mengkibatkan terjadinya hipertrofi adiposit
siasi sel prekursor. Walaupun demikian sampai mencapai massa stabil dimana tidak
identitas sel prekursor yang pasti in vivo terjadi pembesaran ukuran sel lagi melain-
masih belum jelas diketahui, demikian pula kan peningkatan jumlah sel (hiperplasia)
halnya dengan mekanisme selular dan mole- baik selama pertumbuhan normal, perkem-
kular yang mendasari terjadinya adipo- bangan ke arah obesitas, maupun pada
genesis.1,3,9,11,13 gangguan metabolik.2,4 Walaupun peran
Proses adipogenesis mencakup konversi hipertrofi dan hiperplasia adiposit pada
dari sel stem mesenkim menjadi preadiposit, obesitas tidak diragukan lagi, namun meka-
yang selanjutnya berdiferensiasi menjadi nisme yang mendasari perubahan/pertam-
adiposit.8,14 Unsur utama dari adipogenesis bahan jumlah adiposit secara keseluruhan,
yaitu proliferasi sel stem embrionik menjadi serta modulasi baik stimulasi maupun
sel stem yang telah terarah, yang selanjut- inhibisi, masih sangat kurang dipahami.3,12
nya berdiferensiasi menjadi adiposit atau sel
vaskular.2,15 Peningkatan jumlah adiposit
yang berasal dari sel prekursor adiposit JARINGAN ADIPOSA
disebut proliferasi/hiperplasia.1,2 Preadiposit Jaringan adiposa ditemukan pada semua
sebagai sel prekursor adiposit dipercaya spesies mamalia dan sejumlah spesies non-
tetap ada sepanjang hidup dan telah mamalia, serta merupakan satu-satunya ja-
dipelajari secara khusus melalui studi-studi ringan dalam tubuh yang dapat bertambah
in vitro dengan menggunakan biakan utama massanya setelah mencapai usia dewasa.2,17
preadiposit.2 Manusia merupakan salah satu jenis mahluk
Wangko,Wangko; Adipogenesis Tumbuh Kembang Adiposit 155

yang lahir dengan cadangan lemak, yang ADIPOGENESIS


mulai diakumulasi sejak 30 minggu keha-
milan.8 Massa jaringan adiposa dapat Jaringan adiposa dewasa memperlihat-
bervariasi dari 2-3% dari berat badan se- kan adiposit dengan ukuran yang bervariasi,
orang atlit terlatih,2 15-20% berat badan yaitu 30-40µm sampai 150-160 µm17 ter-
pada laki-laki dan 20-25% pada perempuan masuk adiposit yang sangat kecil (diameter
dengan berat badan normal8,17 22% berat < 3,5 µm) tergantung pada depot jaringan
badan pada laki-laki dan 32% berat badan adipose. Dengan bertambahnya ukuran adi-
pada perempuan yang obes serta 60-70% posit (diameter atau volum) disertai ber-
berat badan pada individu yang obes masif.2 kembangnya obesitas, heterogenisitas popu-
Jaringan ini ditemukan tersebar pada lasi adiposit menghilang. Hal ini menunjuk-
berbagai bagian tubuh, terutama pada tiga kan adanya ukuran maksimal untuk adipo-
area anatomi: subkutan (inguinal, dorsosub- sit, yang bervariasi antar spesies dan antar
kutan yaitu aksila dan interskapula), dermal depot.2,7,11
(lapisan lemak yang berkesinambungan), Pada manusia cadangan lemak mulai
dan intraperitoneal (depot mesenterik, diakumulasi sejak 30 minggu kehamilan,
omental, perirenal, retroperitoneal, serta dan telah berkembang baik pada saat lahir,
epididimal dan parametrial). Keseluruhan baik lemak viseral maupun subkutan.8 Sete-
depot jaringan adiposa ini disebut sebagai lah lahir, perkembangan adiposit baru
organ adiposa.2,17 Selain sebagai tempat umumnya terjadi sekitar pembuluh darah
cadangan energi, organ adiposa sekarang ini kecil (Gambar 1) dimana ditemukan juga
juga dikenal sebagai organ endokrin dan banyak sel mesenkim yang belum ber-
berperan mempertahankan homeostasis diferensiasi.2,8,13 Pasokan darah ke jaringan
metabolisme dan energi.2,4,17,18 adiposa bermanfaat untuk mengangkut
Jaringan adiposa merupakan jaringan substrat metabolik dan mengeluarkan pro-
ikat khusus yang didominasi oleh adiposit. duk metabolik selular. Setiap adiposit cen-
Selain itu juga terdapat sel-sel stroma- derung berdekatan dengan kapiler darah.
vaskular termasuk sel mirip fibroblas, pre- Walaupun aliran darah tampaknya sedikit
adiposit, dan makrofag, sel endotel pembu- bila dibandingkan dengan ke organ lainnya
luh darah, limfonodus, dan saraf dimana tetapi ternyata pada individu yang kurus
kesemuanya turut berperan dalam perlang- organ adiposanya menerima 0,2-0,6L
sungan adipogenesis. Sel-sel tersebut dite- darah/menit, yaitu 3-7% dari curah jantung.
mukan terisolasi atau berkelompok, terta- Pada obesitas, pasokan darah ke jaringan
nam di dalam jaringan ikat longgar dan adiposa dapat mencapai 15-30% dari curah
jaringan ikat yang tak teratur.2,3,7,8,12,19 jantung; hal ini dapat memicu terjadinya
Terdapat dua jenis jaringan adiposa hipertensi, kardiomegali, dan gagal jan-
dengan lokasi, struktur, warna dan ciri tung.2
histopatologik yang berbeda.8,17 Jaringan Neovaskularisasi dan adipogenesis
adiposa putih (white adipose tissue) yang merupakan dua proses yang bergandengan
lebih banyak ditemukan, dan didominasi selama prenatal sehingga diduga adiposit
oleh adiposit yang telah berkembang dan sel endotel penyerta mempunyai pro-
penuh, dengan satu droplet sentral yang genitor yang sama.5 Perkembangan sel
besar berisi lemak berwarna kuning putih. lemak diawali oleh munculnya sejumlah
Jaringan adiposa coklat (brown adipose kelompok sel lemak (disebut sebagai organ
tissue) mengandung sel-sel dengan banyak primitif) yang meningkat jumlah dan
droplet lemak yang tersebar di antara ukurannya selama perkembangan fetus.
mitokondria dan memberikan warna lebih Perkembangan arteriol mendahului diferen-
gelap. Kedua jenis jaringan adiposa ini kaya siasi adiposit pada depot-depot lemak fetus,
dengan pasokan darah. Untuk selanjutnya dengan kekhususan untuk masing-masing
yang akan dibahas adalah jaringan adiposa depot. Terdapat jalur autokrin dan parakrin
putih.8 sel endotel dan preadiposit.
156 Jurnal Biomedik, Volume 2, Nomor 3, November 2010, hlm. 153-161

Gambar 1. Potongan jaringan adiposa yang Gambar 2. Gambar skematik dasar dari per-
sedang berkembang memperlihatkan kapiler luasan jaringan adiposa. Proses utama yang
(Cap) dengan kilomikron (Chy) di dalam lumen, terlibat disini adalah proliferasi populasi sel
sel stem berbentuk kumparan dengan banyak stem dan diferensiasi sel-sel ini menjadi sel
retikulum endoplasma dan mitokondria yang adiposa atau vaskular. Sumber: Hausman et al,
berbentuk sferis, serta sebagian sel signet-ring 2001.
dengan inklusi lemak yang banyak dan bingkai
sitoplasma yang mengandung mitokondria.
Mitokondria berbentuk sferis dan filamen
tampak pada sel dewasa. Perhatikan kedekatan Kemudian tergantung pada lingkungan,
hubungan kapiler dan sel adiposa. X 17.000. genetik, nutrisi, hormonal, serta jenis adipo-
Sumber: Napolitano, 1963. kin yang akan menstimulasi atau menginhi-
bisi menjadi sel adiposa.8,20
Keadaan obesitas disertai oleh pening-
Kedua sel ini mengekspresikan αvβ3 katan jumlah adiposit. Spalding et al, 2008,
integrin serta mengekpresi dan menyekresi dengan menggunakan marker C14 memper-
PAI-1. yang mengatur migrasi preadiposit lihatkan bahwa adiposit secara berlanjut
dan sel endotel in vitro. Produksi dan mengalami turn over pada manusia dewasa.
sekresi PAI-1 oleh preadiposit menjamin Dengan diterimanya adiposit sebagai sel
koordinasi adipogenesis dan angiogenesis.16 pasca mitotik, maka sangat diduga bahwa
Adiposit yang teraktivasi menghasikan terdapat populasi sel prekursor adiposit di
berbagai jenis faktor angiogenik, baik seca- dalam jaringan adiposa yang bertahan se-
ra tunggal maupun bersama-sama mensti- panjang hidup. Penelitian mengenai regulasi
mulasi neovaskularisasi selama perluasan massa jaringan lemak menemui kesulitan
jaringan adiposa.5 oleh karena sel prekursor adiposit yang
fisiologik belum diketahui pasti, sehingga
Asal adiposit jaringan adiposa pemahaman proses tumbuh kembang ja-
ringan adiposa dan mekanisme pengontrol
Sampai saat ini sel asal yang pasti dari
regulasi jumlah adiposit in vivo menjadi
adiposit masih diperdebatkan. Salah satu
sangat terbatas.3
pendapat yaitu sel adiposa berasal dari sel
fibroblas jaringan ikat. Selain itu terdapat
Proliferasi dan diferensiasi adiposit
pendapat yang mengatakan bahwa sel–sel
tersebut berasal dari sel mesenkim, apakah Tumbuh kembangnya jaringan adiposa
sel mesenkim multipoten13 atau sel mesen- meliputi hipertrofi selular (pertambahan u-
kim sistem retikuloendotelial, oleh karena kuran sel) dan hiperplasia (pertambahan
ternyata jaringan adiposa primordial me- jumlah sel). Hipertrofi dihasilkan oleh aku-
miliki struktur yang mirip dengan organ mulasi trigliserida yang berlebihan dalam
retikuloendotelial.2,20 Berbagai studi lanjut adiposit yang telah ada oleh karena asupan
mengemukakan bahwa adiposit dapat ber- energi melebihi penggunaannya, sedangkan
asal baik dari fibroblas maupun sel mesen- hiperplasia, yang merupakan adipogenesis
kim yang multipoten (Gambar 2). sesungguhnya, dihasilkan oleh pembentuk-
Wangko,Wangko; Adipogenesis Tumbuh Kembang Adiposit 157

an adiposit baru dari sel prekursor dalam (signet ring cell). Akumulasi lemak meru-
jaringan adiposa, yang meliputi proliferasi pakan kriteria yang jelas untuk membeda-
dan diferensiasi preadiposit. Baik hipertrofi kan stadium maturasi adiposit.
maupun hiperplasia terjadi oleh adanya ke- Diawali oleh adanya sel stem mirip
seimbangan energi yang positif selama per- fibroblas dengan empat sampai lima juluran
tumbuhan normal dan perkembangan obe- protoplasma searah dengan sumbu panjang
sitas, dimana hipertrofi sering mendahului sel. Juluran tersebut panjang halus dan
hiperplasia secara siklik.2,4,21 umumnya tidak mengandung inklusi. Sito-
Proses utama pada adipogenesis adalah plasma perinuklear kaya dengan organela
proliferasi sel stem dan diferensiasi sel-sel dan terdapat banyak retikulum endoplasma.
ini menjadi adiposit atau sel vaskular.2,3 Mitokondria kecil, bulat dengan struktur
Proliferasi adalah peningkatan jumlah internal yang sederhana. Nukleus bulat
sel adiposa (disebut juga hiperplasia yang sampai ovoid dan mempunyai satu-dua
berasal dari sel prekursor adiposit. Preadi- nukleoli dengan distribusi matriks intra-
posit dipercaya tetap ada sepanjang kehi- nuklear yang homogen. Tidak terdapat peru-
dupan. Adiposit dewasa yang berisi lemak bahan yang bermakna dari morfologi inter-
merupakan sel diferensiasi terminal yang nal nukleus selama proses diferensiasi. Ja-
umumnya tidak dapat membelah lagi. ringan interstisial mengandung sejumlah
Walaupun penelitian cell line mengasumsi- besar serat kolagen terutama dekat sel
kan bahwa proliferasi preadiposit terjadi disertai meningkatnya vaskularisasi.20
sebelum diferensiasi, studi yang mengguna- Dengan bertambahnya akumulasi lemak
kan preadiposit manusia menunjukkan bah- sel adiposa yang berdiferensiasi mengalami
wa sebagian sel-sel yang berdiferensiasi serangkaian tahap dimana terjadi modifikasi
tetap mampu untuk bereplikasi.2,3 organela dan inklusi tertentu. Sel yang ter-
Diferensiasi adalah transisi dari preadi- muda berbentuk lonjong dengan nukleus di
posit yang mirip fibroblas belum berdiferen- sentral. Terdapat banyak droplet lemak yang
siasi (undifferentiated fibroblast-like pre- kecil pada ke dua sisi nukleus menuju kutub
adipocyte) menjadi sel adiposa dewasa yang sel. Droplet lemak ini tidak dibungkus oleh
bulat berisi lemak, ditandai oleh perubahan membran. Membran plasma memperlihat-
morfologik fibroblastik menjadi adiposit kan pembentukan vesikel pinositosis.20
dewasa unilokuler. Terjadinya diferensiasi Sel bertambah besar menjadi bentuk
juga ditandai oleh ekspresi faktor-faktor ovoid. Jumlah sitoplasma bertambah, juga
transkripsi yang mengatur terjadinya eks- kandungan lemaknya. Umumnya droplet
presi gen penyerta adiposa dan peningkatan lemak telah bergabung membentuk satu
kapasitas lipogenik dari sel.2 droplet lemak. Pada tahap ini sejumlah
glikogen tampak di sekitar droplet lemak.
Pada stadium akhir diferensiasi sel berben-
Perubahan morfologik yang terjadi
tuk hampir bulat dengan nukleus yang
selama proliferasi dan diferensiasi sel
terletak di perifer. Lemak terkumpul dalam
jaringan adiposa.
satu droplet besar pada bagian tengah sel
Napolitano 196320 melakukan penelitian dan menggeser nukleus ke perifer. Terjadi
mikroskop elektron pada jaringan adiposa penurunan yang drastis dari jumlah retiku-
daerah inguinal dan epididimis pada tikus lum endoplasma. Mitokondria berbentuk
yang baru lahir sampai berusia sembilan filamen atau bulat, jumlah kristanya tidak
hari. Jaringan adiposa mengandung sel-sel banyak. Sitoplasma tetap mengandung se-
dengan berbagai variasi morfologik ter- jumlah besar vesikel pinositosis pada mem-
gantung pada lokasi depot dan usia hewan bran plasma.17,20
coba. Terdapat sel-sel yang tersebar jarang Adiposit dewasa (signet ring cell) mem-
dengan struktur fibroblas berbentuk kum- punyai droplet lemak sentral yang besar
paran, mengandung sedikit lemak, sampai sehingga mengerdilkan organela lainnya.
ke sel dewasa berbentuk cincin stempel Nukleus berbentuk bulan sabit, terletak di
158 Jurnal Biomedik, Volume 2, Nomor 3, November 2010, hlm. 153-161

perifer dan hanya dikelilingi oleh sedikit Stimulator angiogenesis juga turut berperan
sitoplasma. Masih ditemukan banyak mito- untuk mempertahankan kelangsungan hi-
kondria dengan bentuk bervariasi tanpa dup adiposit. Termasuk disini adalah
struktur internal yang jelas. Sitoplasma interleukin-8 (IL-8), hepatocyte growth
mengandung komponen vesikel agranular factor (HGF), plasminogen activator
dan sedikit retikulum endoplasma. Organela inhibitor (PAI-1), matrix metalloproteinases
sel banyak ditemukan pada daerah peri- (MMPs), leptin, dan vascular endothelial
nuklear atau pada sitoplasma perifer. Sel di- growth factor (VEGF).2,5 Faktor trans-
kelilingi oleh jala kolagen dan membran kripsional seperti famili peroxisome pro-
endotel dan sel adiposa sangat berdekatan.20 liferator-activated receptors (PPARs) dapat
Dapat disimpulkan bahwa selama mendorong pertumbuhan dan dimulainya
diferensiasi terjadi perubahan bentuk sel adipogenesis yang berawal dari sel fibro-
dari bentuk kumparan menjadi hampir bulat, blas, serta berperan penting dalam peng-
akumulasi lemak mula-mula berbentuk in- aturan diferensiasi adiposit. Famili
klusi kecil di salah satu kutub sel, kemudian CCAAT/enhancer-binding protein (C/EBP)
membesar di bagian sentral sel sebagai hasil dan basic helix-loop-helix (bHLH) berperan
gabungan inklusi-inklusi sedang. Retikulum dalam mengaktifkan program diferensiasi
endoplasma yang pada awalnya terdapat adiposit.18
berlimpah ternyata hampir menghilang selu- Berbagai faktor inhibisi seperti secreted
ruhnya pada tahap akhir dan tampak sebagai protein acidic and rich in cysteine
membran granula tersebar. Glikogen yang (SPARC), Wnt/β-catenin,14 dan inhibitor
awalnya tampak disekitar droplet lemak angiogenesis antara lain angiopoietin-1
pada stadium pertengahan, jarang tampak (Ang-1) dan transforming growth factor-β
pada adiposit dewasa. Perubahan ultrastruk- (TGF-β) turut berperan dalam peng-
tur yang nyata adalah berkembangnya mem- hambatan proliferasi dan diferensiasi sel-sel
bran basalis dan adanya pinositosis pada jaringan adiposa.2,5
membran plasma.20
BAHASAN
Modulasi adipogenesis
Dewasa ini obesitas telah menjadi masa-
Terdapat beberapa faktor yang diyakini lah kesehatan global di negara maju dan di
memodulasi terjadinya adipogenesis, baik negara berkembang.1-4 Obesitas telah me-
pada saat proliferasi maupun diferensiasi sel landa semua usia baik individu dewasa
jaringan adiposa, serta adanya interaksi maupun anak-anak, dengan prevalensi yang
antara faktor-faktor tersebut.2,4 cenderung meningkat secara bermakna dari
Telah dikenal beberapa faktor stimulasi tahun ke tahun.5,7 Hal yang menyangkut
seperti glukokortikoid yang bekerja mening- obesitas dan komorbidnya merupakan masa-
katkan jumlah preadiposit serta diferensiasi lah yang serius baik dalam bidang kesehatan
setiap lini preadiposit dan sel-sel stromavas- maupun sosio-ekonomi.5-7
kular bila terdapat insulin atau growth Terdapat berbagai hal yang menyebab-
hormone.2,4 Penurunan aktivitas simpatis kan pencegahan dan pengobatan obesitas
dapat memicu proliferasi sel adiposa.2 Juga masih sulit untuk dilakukan. Data penelitian
terdapat beberapa faktor yang dilepaskan menunjukkan bahwa dari mereka yang telah
oleh jaringan adiposa yang bekerja secara berhasil menurunkan berat badan, ternyata
autokrin/parakrin terhadap sel-sel sekitar- kurang dari 10% yang dapat tetap memper-
nya.2,7 Faktor-faktor tersebut antara lain tahankan berat badannya.2 Salah satu
insulin-like growth factor-1 (IGF-1), IGF kesulitan yang dihadapi yaitu pemahaman
binding proteins (IGFBPs), transforming mengenai mekanisme yang pasti mengenai
growth factor-β (TGF β), macrophage terjadinya kelebihan berat badan maupun
colony-stimulating factor (MCSF), dan obesitas masih sangat terbatas, terlebih lagi
basic fibroblast growth factor (bFGF).2,4,5,9 aspek biomolekularnya. Juga gaya hidup
Wangko,Wangko; Adipogenesis Tumbuh Kembang Adiposit 159

yang berubah menjadi Western style, faktor ini. Sebagai konsekuensi selular dan sis-
lingkungan, status sosioekonomi, dan un- temik yaitu terjadinya resistensi insulin
derlying illness turut berperan dalam ter- pada adiposit, peningkatan produksi adi-
jadinya hal tersebut.2,4 pokin, asam lemak bebas, dan berbagai
Pada obesitas terjadi pertambahan massa mediator inflamasi.4,11
jaringan adiposa, baik melalui proses hiper- Selain dipicu oleh keadaan hipoksia,
trofi maupun hiperplasia adiposit.2,4 Lester21 pertambahan jumlah sel pada usia dewasa
mengemukakan bahwa terdapat dua jenis diduga juga disebabkan oleh mitosis adi-
obesitas, yaitu yang hiperplasia/hiperselular posit dewasa.7 Hal ini tidak sejalan dengan
dan hipertrofi. Pada jenis hiperplasia dite- pendapat yang telah umum diterima yang
mukan peningkatan jumlah sel-sel jaringan menyatakan adiposit sebagai sel pasca
adiposa berukuran normal atau sedang, ter- mitotik yang tidak dapat membelah lagi.3
utama pada usia dini tahun-tahun pertama Spalding et al 2008,dikutip dari 3 dengan meng-
kehidupan dan sekitar usia 9-13 tahun, se- gunakan marker C14 menunjukkan bahwa
dangkan jenis yang hipertrofi dengan sel-sel adiposit secara berlanjut mengalami turn
berukuran besar terjadi belakangan. Hal ini over pada manusia dewasa. Bila adiposit
mungkin berkaitan dengan peran kontrol adalah sel pasca mitotik, maka sangat di-
hormonal pada usia-usia tersebut. duga bahwa populasi sel prekursor adiposit
Dalam hal modulasi adipogenesis, faktor tetap ada di dalam jaringan adiposa. Pene-
stimulasi dan inhibisi serta angiogenesis, litian untuk regulasi massa jaringan adiposa
kesemuanya harus berkerja bersama-sama menemui kesulitan oleh karena sel pre-
secara berimbang untuk mempertahankan kursor adiposit yang fisiologik belum dite-
tumbuh kembangnya jaringan adiposa yang mukan, sehingga pemahaman proses tum-
normal. Berpatokan pada hipotesis ukuran buh kembang jaringan adiposa dan meka-
kritis adiposit (critical fat cells hypo- nisme pengontrol regulasi jumlah adiposit
thesis)2,7,14 bertambahnya jaringan adiposa in vivo menjadi sangat terbatas.3,13 Terjadi-
selama perkembangan obesitas awal ditan- nya kerancuan di atas antara lain disebabkan
dai oleh hipertrofi adiposit dimana ukuran oleh karena kurangnya pemahaman me-
sel dapat mencapai 140-190µm. Sel-sel ini ngenai asal yang pasti dari adiposit. Selain
mempunyai kapasitas ekspansi yang ter- itu penelitian mengenai tahap proliferasi sel
batas sehubungan dengan batas difusi oksi- jaringan adiposa kurang diminati; umumnya
gen yaitu pada ukuran maksimal 100µm. perhatian dan studi yang dilakukan memba-
Peningkatan ukuran sel bila mencapai ukur- has mengenai diferensiasi preadiposit.2
an kritis akan menyebabkan terjadinya hi- Terjadinya adipogenesis harus ditopang
poksia jaringan adiposa yang selanjutnya oleh angiogenesis yang memadai. Terdapat-
akan memicu terjadinya proliferasi pre- nya stimulator dan inhibitor angiogenesis
adiposit baru.2,7,11 Adanya SPARC yang sangat berperan dalam mengatur angio-
berperan dalam pematangan serat kolagen genesis yang cukup untuk pemeliharaan
dan pembentukan fibrosis dapat membatasi jaringan adiposa.16 Adanya stimulator
pertumbuhan berlebihan dari jaringan angiogenesis ini memungkinkan digunakan-
adiposa.14 nya jaringan adiposa untuk merangsang
Kapasitas ekspansi sel maksimal ter- penyembuhan luka lama dan revaskularisasi
gantung pada spesies, jenis kelamin, dan jaringan iskemik. Selain itu para peneliti
jenis depot jaringan adiposa.dikutip dari 2 mempertimbangkan bahwa bahan antiangio-
Keadaan hipoksia ini akan menyebabkan genesis mungkin dapat berperan sebagai
terjadinya abnormalitas fungsi sel, terutama pengobatan baru untuk pencegahan dan
retikulum endoplasma dan mitokondria. pengobatan obesitas pada manusia dan
Sejumlah protein membran dan sekretorik komorbidnya.5
dibentuk di dalam retikulum endoplasma. Faktor transkripsi PPARs terutama
Akumulasi protein-protein tersebut akan PPAR-γ bila diaktifkan akan menstimulasi
mengakibatkan keadaan stres pada organela terjadinya diferensiasi preadiposit menjadi
160 Jurnal Biomedik, Volume 2, Nomor 3, November 2010, hlm. 153-161

adiposit. Dengan demikian dapat meng- Pemahaman mengenai adipogenesis dan


hambat terjadinya mitosis sel adiposa muda, modulasinya yang masih sangat terbatas
dan secara tak langsung menghambat perlu didukung oleh penelitian lanjut yang
terjadinya obesitas jenis hiperplasia. Thia- mencakup proses adipogenesis secara kese-
zolidinediones, golongan obat antidiabetes luruhan. Hal ini akan memudahkan pence-
yang relatif baru, yang ternyata mening- gahan dan pengobatan obesitas serta komor-
katkan kepekaan insulin, dapat secara lang- bidnya, juga dalam hal aplikasi sel-sel ja-
sung mengikat dan mengaktifkan PPAR-γ ringan adiposa pada penyakit lainnya.
serta telah terbukti dapat menstimulasi
diferensiasi adiposit, yang memberikan nilai
SIMPULAN
tambah dalam pengobatan.15,18
Dengan kemajuan teknologi dan ber- Adipogenesis adalah proses tumbuh
patokan pada perangai sel-sel jaringan kembang jaringan adiposa yang meliputi
adiposa, maka berbagai penelitian telah di- proliferasi sel jaringan adiposa dan diferen-
lakukan untuk mengaplikasikan hal-hal ter- siasinya menjadi adiposit dewasa. Sel pre-
sebut dalam pengobatan. Prosedur bedah kursor adiposit yang fisiologik belum dike-
rekonstruksi dan bedah plastik untuk mem- tahui pasti. Diduga adiposit berasal sel me-
perbaiki kehilangan jaringan adiposa yang senkim multipoten, sel fibroblas, dan sel
diakibatkan oleh antara lain trauma, reseksi prekursor adiposit yang bertahan selama
tumor, atau defek kongenital dengan meng- hidup dalam jaringan adiposa. Selain faktor
gunakan jaringan adiposa autologus masih genetik, lingkungan, nutrisi, dan hormonal,
sangat terbatas. Berkaitan dengan stem cell perlangsungan adipogenesis perlu ditunjang
and adipose tissue engineering, telah dipi- oleh angiogenesis serta faktor modulator
kirkan pengunaan transplantasi preadiposit baik yang bersifat stimulasi maupun inhi-
dan adiposit sebagai sumber sel jaringan bisi.
adiposa.22 Selain itu telah dipertimbangkan
pemanfaatan adiposit sebagai sumber miosit DAFTAR PUSTAKA
jantung. Pengunaan sel punca yang pluri-
poten kurang diminati oleh karena efek 1. Prokesch A, Hackl H, Hakim-Weber R,
Bornstein SR, Trajanoski Z. Novel
teratogeniknya. Walaupun penggunaan sel
insights into adipogenesis from omics
punca multipoten mungkin lebih cocok data. Current Medicinal Chemistry
untuk intervensi autologus, tetapi kemam- 2009;16: 2952-64.
puan berdiferensiasinya menjadi miosit 2. Hausman DB, DiGirolamo M, Bartness
jantung masih diperdebatkan. Pada tahun TJ, Hasuman GJ, Martin RJ. The
2004 sel-sel stroma jaringan adiposa dibuk- biology of white adipocyte proliferation.
tikan dapat berdiferensiasi menjadi miosit Obes rev. 2001;2:239-54.
jantung yang dapat berkontraksi.19 3. Rodeheffer MS, Birsoy K, Friedman JM.
dikutip dari 19 Identification of white adipocyte
Matsumoto et al memperlihatkan
bahwa pada kultur adiposit dewasa manusia, progenitor cells in vivo. Cell
ternyata sel-sel ini kehilangan droplet lemak 2008;135:240-9.
4. Ferranti S, Mozaffarian D. The perfect
dan marker adiposit dewasanya, serta mem-
storm: Obesity, adipocyte dysfunction,
perlihatkan morfologi seperti fibroblas yang and metabolic consequences [online].
berproliferasi, disebut dedifferentiated fat 2008 [cited 2010 May 16]. Available
(DFAT) cells. Temuan ini membuka pelu- from: http://www.clinchem.org/cgi/con-
ang untuk penggunaan sel-sel DFAT dalam tent/full/54/6/945
hal regenerasi miosit jantung autologus, 5. Cao Y. Angiogenesis modulates adipogene-
dibandingkan dengan sel punca atau pro- sis and obesity [online]. 2007 [cited 2010
genitornya.19,23 Untuk itu masih diperlukan May 16]. Available from: http://www.jci.
penelitian lebih lanjut dengan menggunakan org/articles/view/32239/version/1
kultur jaringan adiposa manusia. 6. Trayhurn P, Wood IS. Signalling role of
adipose tissue: adipokines and inflamma-
Wangko,Wangko; Adipogenesis Tumbuh Kembang Adiposit 161

tion in obesity. Biochem society 14. Nie J, Sage H. SPARC functions as an


transactions 2005;33:1078-81. inhibitor of adipogenesis. J Cell
7. Marques BG, Hausman DB, Martin RJ. Commun Signal 2009;3:247-54.
Association of fat cell size and paracrine 15. Lazar M. A fat cell grows up: Stages from
growth factors in development of early to mature cell offer clues for anti-
hyperplastic obesity. Am J Physiol Regul obesity drug development [online]. 2010
Integr Comp Physiol. 1998;275(6): [cited 2010 July 16]. Available from:
1898-1908. www.physorg.com/news193331234.html
8. Mescher A. Junqueira’s Basic Histology 16. Hausman GJ, Richardson RL. Adipose
text and atlas (Twelfth Edition). New tissue angiogenesis. J Anim Sci. 2004;
York: McGraw Hill Education, 2010. 82:925-34.
9. Sakaue H, Konishi M, Ogawa W, Asaki 17. Cinti S. The adipose organ [online]. [cited
T, Mori T, Yamasaki M et al. 2010 July 15]. Available from:
Requirement of fibroblast growth factor http://www.sio-
10 in development of white adipose obesita.org/documenti/baveno003.pdf
tissue. Genes & development 18. Gregoire FM, Smas CM, Sul HS.
2001:16:908-12. Understanding adipocyte differentiation.
10. Schupp M, Lefterova MI, Janke J, Physiol rev. 1998;78:783-801.
Leitner K, Cristancho AG, Mullican 19. Barbuti A. The ‘Hearty’ fat: adipocytes as a
SE et al. Retinol saturase promotes source of functional cardiomyocytes.
adipogenesis and is downregulated in Cardiovasc res. 2010;85:1-2.
obesity. PNAS 2009:106(4);1105-10. 20. Napolitano L. The Differentiation of white
11. Hosogai N, Fukuhara A, Oshima K, adipose cells. J Cell Biol. 1963;18:663-
Miyata Y, Tanaka S, Katsumori S et 78.
al. Adipose tissue hypoxia in obesity and 21. Salans LB, Cushman SW, Weismann RE.
its impact on adipocytokine dysregu- Adipose cell size and number in
lation. Diabetes 2007:56;901-2. nonobese and obese patients. J Clin
12. Clement K, Viguerie N, Poitou C, Carette Inves. 1973; 52;929-41.
C, Pelloux V, Curat CA et al. Weight 22. Gomillion CT, Burg KJL. Stem cells and
loss regulates inflammation-related adipose tissue engineering. Biomaterials
genes in white adipose tissue of obese 2006;27:6052-63.
subjects. FASEB J. 2004;18:1657-58. 23. Jumabay M, Zhang R, Yao Y, Goldhaber
13. Prestwich TC, MacDougald OA. Wnt/β- JI, Bostrom KI. Spontaneously beating
catenin signaling in adipogenesis and cardiomyocytes derived from white
metabolism. Curr Opin Cell Biol. 2007; mature adipocytes. Cardiovasc res
19(6): 612-7. 2010;85: 17-27.

Anda mungkin juga menyukai