Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

POLIGON

Disusun Oleh :

Jihan Agustin (18062035)

Dosen Pengampu :

Rizky Indra Utama, S.T, M.T, M.Pd T

PRODI D3 TEKNIK SIPIL BANGUNAN GEDUNG

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PADANG

2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................ i

BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................... 1

1.1. LATAR BELAKANG ................................................................................... 1

1.2. RUMUSAN MASALAH ............................................................................... 1

1.3. TUJUAN PENULISAN ................................................................................. 2

BAB 2 PEMBAHASAN .............................................................................................. 3

2.1. PENGERTIAN POLIGON ............................................................................ 2

2.2. MACAM-MACAM POLIGON..................................................................... 2

2.3 CARA PENGUKURAN POLIGON .............................................................. 8

BAB 3 PENUTUP ....................................................................................................... 9

3.1. KESIMPULAN .............................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 10

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam pembuatan bentuk dan jarak suatu wilayah dilakukan pengukuran antar patok,
data yang di dapatkan dalam pengukuran jarak tersebut kemudian dipindahkan ke dalam bentuk
gambar dengan menghubungkan antar patok yang satu dengan patok yang lainnya. Gambar
ataupun hasil dari penyambungan patok tersebut dinamakan polygon. Praktikum ini diberikan
pengetahuan mengenai polygon, cara pembuatan polygon, perhitungan, syarat dan macam-
macam polygon. Untuk membuat polygon dilakukan menggunakan alat ukurtheodolite.

Praktikum ilmu ukur wilayah, polygon sangat diperlukan karena wilayah tersebut akan
diketahui titik awal dan kemudian diukur jarak serta sudut yang ditemui. Dengan demikian dari
titik yang diukur dirangkai sesuai dengan jarak yang ditemui.

Poligon umumnya digunakan dalam posisi horizontal, sama-sama diketahui bahwa polygon
merupakan salah satu cara menentukan posisi horizontal dimana titik satu dengan yang lainnya
dihubungkan sehingga dari hubungan titik tersebut akan membentuk suatu sudut .

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan poligon?


2. Apa saja macam-macam poligon?

1.3 Tujuan Pembahasan

1. Mengetahui pengertian poligon.


2. Mengetahui macam-macam poligon

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Poligon

Poligon adalah serangkaian titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus sehingga
titik-titik tersebut membentuk sebuah rangkaian (jaringan) titik atau poligon. Pada pekerjaan
pembuatan peta, rangkaian titik poligon digunakan sebagai kerangka peta, yaitu merupakan
jaringan titik-titik yang telah tertentu letaknya di tanah yang sudah ditandai dengan patok,
dimana semua benda buatan manusia seperti jembatan, jalan raya, gedung maupun benda-benda
alam seperti danau, bukit, dan sungai akan diorientasikan. Kedudukan benda pada pekerjaan
pemetaan biasanya dinyatakan dengan sistem koodinat kartesius tegak lurus (X,Y) di bidang
datar (peta), dengan sumbu X menyatakan arah timur – barat dan sumbu Y menyatakan arah
utara – selatan. Koordinat titik-titik poligon harus cukup teliti mengingat ketelitian letak dan
ukuran benda-benda yang akan dipetakan sangat tergantung pada ketelitian dari kerangka peta.

2.2 Macam-Macam Poligon

A. Poligon Menurut Bentuknya

Berdasarkan bentuknya poligon dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu :

a) Poligon terbuka adalah poligon yang titik awal dan titik akhirnya merupakan titik yang
berlainan (tidak bertemu pada satu titik).

b) Poligon Tertutup
Poligon tertutup atau kring adalah poligon yang titik awal dan titik akhirnya bertemu
pada satu titik yang sama. Pada poligon tertutup, koreksi sudut dan koreksi koordinat
tetap dapat dilakukan walaupun tanpa titik ikat.

2
c) Poligon Bercabang
Poligon cabang adalah suatu poligon yang dapat mempunyai satu atau lebih titik simpul,
yaitu titik dimana cabang itu terjadi.

d) Poligon Kombinasi
Bentuk poligon kombinasi merupakan gabungan dua atau tiga dari bentukbentuk poligon
yang ada.

3
B. Poligon Menurut Titik Ikatnya

a) Poligon Terikat Sempurna


Suatu poligon yang terikat sempurna dapat terjadi pada poligon tertutup ataupun poligon
terbuka, suatu titik dikatakan sempurna sebagai titik ikat apabila diketahui koordinat dan
jurusannya minimum 2 buah titik ikat dan tingkatnya berada diatas titik yang akan
dihasilkan.
 Poligon tertutup terikat sempurna : Poligon tertutup yang terikat oleh azimuth dan
koordinat.
 Poligon terbuka terikat sempurna : Poligon terbuka yang masing-masing ujungnya
terikat azimuth dan koordinat.

b) Poligon Terikat Tidak Sempurna


Suatu poligon yang terikat tidak sempurna dapat terjadi pada poligon tertutup ataupun
poligon terbuka, dikatakan titik ikat tidak sempurna apabila titik ikat tersebut diketahui
koordinatnya atau hanya jurusannya.

Poligon tertutup tidak terikat sempurna : Poligon tertutup yang terikat pada koordinat atau
azimuth saja.

Poligon terbuka tidak terikat sempurna :

1) Poligon terbuka yang salah satu ujungnya terikat oleh azimuth saja, sedangkan ujung
yang lain tidak terikat sama sekali. Poligon semacam ini dapat dihitung dari azimuth awal
dan yang diketahui dan sudut-sudut poligon yang diukur, sedangkan koordinat dari
masingmasing titiknya masih lokal.
2) Poligon terbuka yang salah satu ujungnya terikat oleh koordinat saja, sedangkan ujung
yang lain tidak terikat sama sekali.Poligon semacam ini dapat dihitung dengan cara
memisalkan azimuth awal sehingga masing-masing azimuth sisi poligon dapat dihitung,
sedangkan koordinat masing-masing titik dihitung berdasarkan koordinat yang diketahui.
Oleh karena itu pada poligon bentuk ini koordinat yang dianggap betul hanyalah pada
koordinat titik yang diketahui (awal) sehingga poligon ini tidak ada orientasinya.
3) Poligon terbuka yang salah satu ujungnya terikat oleh azimuth dan koordinat, sedangkan
ujung yang lain tidak terikat. Poligon jenis ini dapat dikatakan satu titik terikat secara
sempurna namun belum terkoreksi secara sempurna baik koreksi sudut maupun koreksi
koordinat, tetapi sistim koordinatnya sudah benar.
4) Poligon terbuka yang kedua ujungnya terikat oleh azimuth. Pada poligon jenis ini ada
koreksi azimuth, sedangkan koordinat titik-titik poligon adalah koordinat lokal.
5) Poligon terbuka yang kedua ujungnya terikat oleh koordinat. Jenis poligon ini tidak ada
koreksi sudut tetapi ada koreksi koordinat.

4
6) Poligon terbuka yang salah satu ujungnya terikat oleh koordinat, sedangkan ujung yang
lain terikat azimuth. Pada poligon ini tidak ada koreksi sudut dan koreksi koordinat.
7) Poligon terbuka yang salah satu ujungnya terikat oleh azimuth dan koordinat saja,
sedangkan ujung yang lain terikat koordinat. Jenis poligon ini tidak ada koreksi sudut
tetapi ada koreksi koordinat.
8) Poligon terbuka yang kedua ujungnya terikat oleh azimuth dan koordinat, sedangkan
ujung yang lain tidak terikat azimuth. Poligon ini ada koreksi sudut tetapi tidak ada
koreksi koordinat.
9) Poligon terbuka yang kedua ujungnya terikat oleh azimuth dan koordinat, sedangkan
ujung yang lain tidak terikat azimuth. Jenis poligon ini ada koreksi sudut tetapi tidak ada
koreksi koordinat.

C. Poligon Tidak Terikat/Bebas

1. Poligon tertutup tanpa ikatan sama sekali (poligon lepas)

Poligon terbuka tanpa ikatan sama sekali (poligon lepas), pengukuran seperti ini akan terjadi
pada daerah-daerah yang tidak ada titik tetapnya dan sulit melakukan pengukuran baik dengan
cara astronomis maupun dengan satelit. Poligon semacam ini dihitung dengan orientasi lokal
artinya koordinat dan azimuth awalnya dimisalkan sembarang.

Rumus Umum Perhitungan Poligon

Pada Gambar diatas, untuk mendapatkan koordinat titik 1, 2, 3 dan 4 maka dilakukan
pengukuran sudut (β1, β2,β3, β4) dan jarak (dB1, d12, d23, d34, d4C)

5
Rumus koordinat secara umum :

Syarat Geometris Hitungan Koordinat

1. Syarat Sudut

Apabila dipakai pada poligon tertutup dimana titik awal dan titik akhir sama maka rumus diatas
akan berubah :

6
Untuk poligon tertutup yang diukur sudut dalamnya maka :

1) syarat sudut :

2) syarat absis :

3) syarat ordinat :

Untuk poligon tertutup yang diukur sudut luarnya maka :

1) syarat sudut :

2) syarat absis

3) syarat ordinat

Toleransi Pengukuran

7
2.3 Cara Pengukuran

1. Memasang alat theodolit pada titik awal dan aturlah alat tersebut.
2. Posisi teropong biasa arahkan alat pada titik sebelumnya (titik tetap, bila ada) dan
kemudian pada titik selanjutnya, putarlah teropong pada posisi luar biasa arahkan ke titik
seperti pada posisi teropong biasa.
3. Ukurlah jarak antar titik secara langsung dengan pita ukur.
4. Kemudian pindahkan alat theodolit ke titik selanjutnya, lakukan langkah 1 s.d 3,
demikian seterusnya sampai titik terakhir apabila poligon terbuka dan kembali ke titik
awal apabila poligon tertutup.

8
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Poligon adalah serangkaian titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus sehingga
titik-titik tersebut membentuk sebuah rangkaian (jaringan) titik atau poligon.

Berdasarkan bentuknya poligon dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu :

1. poligon terbuka,
2. tertututup,
3. bercabang dan
4. kombinasi.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://tianjemeduson.wordpress.com/2012/10/08/pengantar-ilmu-ukur-tanah-poligon/
https://www.ilmutekniksipil.com/ilmu-ukur-tanah/pengukuran-poligon

10