Anda di halaman 1dari 12

POTENSI PELEPAH DAUN PISANG KEPOK

SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI

PUBLIKASI ILMIAH

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Oleh:

Nur Lailatul Fadhilah


A 420 130 077

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
i
ii
iii
POTENSI PELEPAH DAUN PISANG KEPOK
SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI

Abstrak
Pelepah daun pisang mengandung senyawa kimia antara lain saponin, tannin dan flavanoid.
Senyawa-senyawa tersebut berfungsi dibidang pengobatan. Sedangkan getah pelepah
pisang mengandung saponin, antakruinon dan kuinon yang merupakan antibakteri, sehingga
dapat dimanfaatkan sebagai hand sanitizeralami.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui
potensi pelepah daun pisang sebagai hand sanitizer alami serta mengetahui efektivitas dalam
penurunan jumlah koloni bakteri dengan perbedaan jeda waktu setelah penggunaan. Penelitian
ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL) 1 faktor yaitu jenis hand sanitizer, inokulasi bakteri dilakukan dengan metode replika
pada media Nutrient Agar (NA)yang selanjutnya diinkubasi selama 24 jam. Setelah
inkubasi, kolonibakteri dihitung dan diuji statistik menggunakan Post Hoc Test dengan uji
Sceffe. Hasilnya Hand sanitizer pelepahdaun dengan jeda waktu 5 menit mampu mngurangi
jumlah koloni bakteri lebih banyak dibandingkan dengan hand sanitizerA.Hand sanitizerA
dengan jeda waktu 3 menit mempunyai aktivitas antibakteri paling baik. Sehingga
disimpulkan bahwaekstrak pelepahdaun pisang kepok dapat menurunkan jumlah koloni
bakteri secara konstan dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan hand sanitizerA.

Kata kunci: Musa Paradisiaca L., Hand sanitizer, Koloni bakteri

Abstract
Banana leaf plants contain chemical compounds such as saponins, tannins and flavonoids.
Such compounds to function in the field of medicine. While the sap of banana bark contains
saponins, antakruinon and quinones which is antibacterial, so it can be used as a natural
hand sanitizer. The purpose of this study is to determine the potential of banana leaf as a
natural hand sanitizer as well as determine the effectiveness in decreasing the number of
bacterial colonies with different lag time after use. This study was an experimental study
using a completely randomized design (CRD) 1 factor is the type of hand sanitizer, bacterial
inoculation was conducted using a replica of the media Nutrient Agar (NA) which are further
incubated for 24 hours. After incubation, bacterial colonies are counted and statistically
tested using Post Hoc Test by test Sceffe. The result Hand sanitizer leaf midrib with a lag time
of 5 minutes can reduce the number of bacterial colonies more than the hand sanitizer A.
Hand sanitizer A with a lag time of 3 minutes has the most excellent antibacterial activity. So
it concluded that kepok banana leaf extract can lower the number of colonies of bacteria are
constantly in a longer period of time than hand sanitizer A.

Keywords: Musa Paradisiaca L., Hand sanitizer, bacteria colonies

1. PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Salah satu cara menjaga
kesehatan tubuh yang mudah ialah dengan mencuci tangan. Sehat juga menjadi salah satu investasi
untuk meningkatkan produktivitas kerja guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menjaga
kesehatan tubuh dan memelihara kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.Menurut data

iv
1
Kesehatan Riset Dasar (Kementrian Kesehatan RI, 2001), berdasarkan pola penyebab kematian
semua umur, diare menduduki peringkat ke -13 dengan proporsi kematian sebesar 3,5%. Sementara
dengan mencuci tangan dapat menurunkan potensi diare sebesar 47%.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi penyakit gangguan pencernaan yang


disebabkan oleh mikroba mulai dari pencegahan hingga penggobatan. Salah satu upaya pencegahan
yang dilakukan yaitu dengan penggunaanhand sanitizer (Miller, 2006; Myers, 2008). Hand sanitizer
umumnya mengandung Ethyl Alkohol 62 %, pelembut, dan pelembab. Selain alkohol dan pelembut,
hand sanitizerjuga mengandung anti bakteri lain seperti tryclosan, gliserol, tannin, saponin dan agen
antimikroba lainnya.Beberapa sediaan gel handsanitizer banyak tersedia di pasaran dan banyak
mengandung alkohol serta antibakteri lain. Senyawa fenol merupakan komposisi terbanyak yang
digunakan, karena senyawa tersebut tidak hanya terdapat pada antibiotik sintetik, namun juga
terdapat pada senyawa alam yang dikenal dengan polifenol.

Pemilihan pelepah pisang sebagai bahan untuk pembuatan handsanitizer adalah karena
adanya kandungan senyawa polifenol yang tinggi. Hal ini didukung oleh hasil penelitian
(Ariningsih,. Dkk, 2015) yang melaporkan bahwa pelepah pisang mengandung tiga zat yang
berperan dalam menyembuhkan luka dan sebagai antibakteri, yaitu saponin, flavonoid, dan asam
askorbat. Adapun fungsi Saponin yaitu bermanfaat untuk meningkatkan pembuluh darah baru
pada luka. Flavonoid bermanfaat untuk memperpendek waktu peradangan /inflamasi. Asam
askorbat bermanfaat untuk memperkuat dan mempercepat pertumbuhan jaringan ikat/kolagen
baru. Selain itu saponin dan tanin merupakan zat antiseptik alami.

Pendapat yang berbeda dikemukakan oleh Budi 2008 dalam (Priosoeryanto et al., 2006)
yakni getah pelepah pisang mengandung saponin, antrakuinon, dan kuinon yang dapat berfungsi
sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit. Selain itu, terdapat pula kandungan lektin yang
berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit. Kandungan-kandungan tersebut dapat
membunuh bakteri agar tidak dapat masuk pada bagian tubuh kita yang sedang mengalami
luka. Oleh karena itu ekstrak getah pelepah daun pisang dapat digunakan untuk membuat
handsanitizer.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antiseptik hand sanitizer pelepah daun
pisang. Selanjutnya hand sanitizer dari pelepah daun pisang dibandingkan dengan hand
sanitizermerk A yang beredar dipasarandengan perlakuan perbedaan waktu setelah penggunaan hand
sanitizer. Pengujian daya antiseptik dilakukan dengan metode replika dalam media nutrient
agar(NA).Hasil penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi tentangpotensi pelepah daun
pisang sebagai hand sanitizer alami dan efektivitasnya dibandingkan hand sanitizermerk A.

25
2. METODE
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman (KJT) Pendidikan
Biologi UMS Pada bulan Desember 2016 sampai dengan Januari 2017. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yaitu jenis hand
sanitizer(pelepah daun pisang dibandingkan merk A) dengan variasi perlakuan yaitu jeda waktu 3
menit dan 5 menit setelah penggunaan hand sanitizer. Inokulasi bakteri dilakukan dengan metode
replika pada media Nutrient Agar (NA)yang selanjutnya diinkubasi selama 24 jam. Setelah
inkubasi, koloni bakteri dihitung. Analisis data penelitian ini mengunakan menggunakan uji Post
Hoc Test dengan uji Sceffe.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Hasil pembuatan ekstrak pelepah daun pisang sebagai hand sanitizer alami dengan
menggunakan metode replika dan dilakukan dengan 2 kali ulangan, menunjukkan adanya
pengaruh penurunanan jumlah koloni bakteri setelah penggunaan hand sanitizer dengan
jeda waktu yang berbeda adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Rerata Jumlah Koloni Bakteri Pada Tangan
Jumlah
Perlakuan Keterangan Koloni
Bakteri
Kontrol Akuades 191
J1 Hand sanitizer A dengan jeda waktu 3 menit 14,5

J2 Hand sanitizer A dengan jeda waktu 5 menit 70,5


Hand sanitizer pelepah daun pisang dengan
J3 57,5
jeda waktu 3 menit
Hand sanitizer pelepah daun pisang dengan
J4 48
jeda waktu 5 menit

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa ekstrak pelepah daun pisangdapat
mengurangi pertumbuhan bakteri di tangan. Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan
jumlah koloni bakteri pada tangan sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan
hand sanitizer. Rerata jumlah koloni bakteri dari yang terbanyak sampai terkecil yaitu kontrol
yang menggunakan akuades steril, hand sanitizer A dengan jeda waktu 5 menit setelah
penggunaan, hand sanitizer pelepah daun pisang dengan jeda waktu 3 menit setelah
penggunaan, hand sanitizer pelepah daun pisang dengan jeda waktu 5 menit setelah
penggunaan dan hand sanitizer A dengan jeda waktu 3 menit setelah penggunaan.
Hasil uji Post Hoc Tests dengan uji sceffemenunjukkan bahwa:
1. Hand sanitizer A dengan jeda waktu 3 menit setelah penggunaan memiliki aktivitas
antibakteri yang paling baik dibandingkan kontrol dan tiga perlakuan lain.
2. Hand sanitizer pelepah daun pisang dengan jeda waktu 5 menitmemiliki aktivitas
antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol, hand sanitizer pelepah daun

6 3
1
pisang dengan jeda waktu 3 menit dan hand sanitizer A dengan jeda waktu 5 menit
setelah penggunaan.
3. Hand sanitizer pelepah daun pisang dengan jeda waktu 3 menit memiliki aktivitas
antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol dan hand sanitizer A dengan
jeda waktu 5 menit setelah penggunaan.
4. Hand sanitizer A dengan jeda waktu 3 menit setelah penggunaan memiliki aktivitas
antibakteri yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol.
3.2 Pembahasan
Daya antibakteri ekstrak pelepah daun pisang terhadap bakteri di tangandapat
diketahui dengan menghitung jumlah koloni sebelum dan sesudah mencuci tangan
menggunakan hand sanitizer. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat penurunan
jumlah koloni bakteri sesudah mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dengan bahan
aktif ekstrak pelepah daun pisang maupun hand sanitizer A. Pengujian antiseptik dalam
penelitian ini menggunakan aquades steril sebagai kontrol. Pemilihan aquades steril
dikarenakan untuk membuktikan bahwa aquades steril yang digunakan sebagai pelarut tidak
mempunyai efek antibakteri sehingga tidak mempengaruhi hasil uji antibakteri.
250
Jmlah koloni baktteri

191
200

150

100 70.5
57.5 48
50
14.5
0
Kontrol Merk A 3 menit Handsang 3 menit Merk A 5 menit Handsang 5
menit

Perlakuan
Gambar 4.1 Rerata jumlah koloni bakteri ditangan dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan) yang
diberi ekstrak pelepah daun pisang dengan jeda waktu yang berbeda.

Rerata jumlah koloni bakteri yang paling banyak terdapat pada perlakuan kontrol
menggunakan aquades steril yaitu sebanyak 191 koloni jika dibandingkan dengan perlakuan
hand sanitizer A maupun hand sanitizer pelepah daun pisang. Hal ini dikarenakan pada
aquades steril tidak memiliki kandungan zat aktif dan tidak mampu membunuh bakteri,
sehingga tidak akan mempengaruhi hasil uji bakteri. Pada perlakuan penggunaan hand
sanitizer setelah 3 menit, rerata jumlah koloni bakteri hand sanitizer A sebanyak 14,5 koloni
dan hand sanitizer pelepah daun pisang sebanyak 57,5 koloni. Artinya pada perlakuan ini
hand sanitizer A mampu mengurangi jumlah koloni bakteri lebih baik dibandingkan dengan
hand sanitizer pelepah daun pisang. Akan tetapi pada perlakuan dengan jeda waktu 5 menit
setelah penggunaan, hand sanitizer pelepah daun pisang mampu mengurangi jumlah koloni
bakteri lebih baik dibandingkan dengan hand sanitizer A, dengan rerata jumlah koloni
bakteri hand sanitizer A sebanyak 70,5 koloni dan hand sanitizer pelepah daun pisang

74
sebanyak 48 koloni (Gambar 4.1). Perbedaan jumlah koloni tersebut jika dibandingkan
dapat dilihat dengan kasat mata, akan tetapi untuk mengetahui apakah ada perbedaan
yang berarti antara perlakuan maka dilakukan uji statistic menggunakan uji Post Hoc
Testsdengan uji scheffe.
Hasil uji statistik menggunakan post hoc tests dengan uji scheffe, dapat diketahui
perbedaan antara dua perlakuan. Jika kelompok perlakuan dibandingkan dengan
kelompok kontrol diketahui yang mempunyai hasil perbedaan yang signifikan adalah
kelompok kontrol dengan hand sanitizer A jeda waktu 3 menit setelah penggunaan.
Perlakuan cuci tangan dengan hand sanitizer A jeda waktu 5 menit, hand sanitizerpelepah
daun pisang dengan jeda waktu 5 menit dan hand sanitizerpelepah daun pisang dengan jeda
waktu 3 menit setelah penggunaan hasilnya tidak signifikan, hal tersebut berarti dapat
disimpulkan bahwa mencuci tangan dengan perlakuan tersebut tidak efektif, sedangkan
kelompok perlakuan cuci tangan dengan hand sanitizer A jeda waktu 3 menit setelah
penggunaan efektif dalam penurunan jumlah koloni bakteri, hal ini bisa dilihat dari rerata
jumlah koloni bakteri dari keempat perlakuan tersebut yang lebih rendah dibandingkan
dengan kelompok kontrol. Perlakuan cuci tangan dengan hand sanitizer A dan hand
sanitizerpelepah daun pisang secara statistik sama-sama efektif, akan tetapi secara
deskriptif perlakuan cuci tangan dengan hand sanitizer A jeda waktu 3 menit setelah
penggunaan, lebih efektif karena rerata jumlah angka kumannya paling rendah.
Hasil dari uji aktivitas antibakteri ekstrak daun pelepah pisang dan hand sanitizerApada
bakteri di tangan.

3 menit

A B C

5 menit

Gambar 4.2Koloni bakteri pada cawan petri yang diberi perlakuan (A) Kontrol (B) hand sanitizer A (C)
hand sanitizer pelepah daun pisang

58
Hand sanitizerA merupakan produk antiseptik yang memiliki kandungan bahan aktif
berupa alkohol 70%, sehingga mampu mengurangi jumlah bakteri ketika digunakan.hal ini
sesuai dengan teori yangmenyatakan bahwa Alkohol mempunyai aktifitas sebagai
bakterisid yang membunuh bakteri dalam bentuk vegetatifnya. Selain itu alkohol termasuk
kedalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C2H5OH dan rumus empiris C2H6O
(Noviansari, dkk, 2013).Sedangkan menurut Siswandono (1995) alkohol dapat membunuh
bakteri gram positif dan gram negatif, termasuk pathogen yang multi drug resistant,
Mycobacterium tuberculosis, virus dan jamur.Turunan alkohol dapat menghambat
fosforilasi dan efeknya terlihat jelas pada mitokondria, yaitu terjadi hubungan substrat-
nikotinamid adenine dinukleotida (NAD) yang dapat menimbulkan denaturasi protein sel
bakteri.Sebagai antiseptik alkohol memiliki kelebihan yang mudah menguap, sehingga tidak
membutuhkan waktu yang lama untuk mengering ketika diaplikasikan di tangan.Akan tetapi
ini juga menjadi kelemahan, karena efektivitasnya hanya dalam jangka pendek, sehingga
bakteri hanya dapat dikurangi dalam waktu singkat setelah penggunaan antiseptik.
Hand sanitizerpelepah daun pisang juga mempunyai kemampuan antibakteri,
terbukti dengan menurunnya jumlah koloni bakteri setelah penggunaan hand sanitizer dan
setelah 5 menit penggunaan, hand sanitizerpelepah daun pisang mampu mengurangi jumlah
bakteri lebih banyak dibandingkan hand sanitizerA. Adanya efek antibakteri pada hand
sanitizerpelepah daun pisang karena pada pelepah daun pisang mengandung beberapa jenis
fitokimia yaitu saponin dalam jumlah banyak, flavonoid dan tanin (Priosoeryanto et
al., 2006).
Saponin merupakan senyawa metabolik sekunder yang mempunyai fungsi
sebagai antiseptik sehingga mampu sebagai antibakteri. Senyawa saponin akan
membentuk senyawa kompleks dengan membran sel melalui ikatan hidrogen, sehingga
sifat permeabilitas dinding sel dapat dihancurkan dan menimbulkan kematian sel (Nur,
2013). Flavonoid jugamerupakan senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai
antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur. Flavonoid dalam menghambat
pertumbuhan jamur yakni dengan menyebabkan gangguan permeabilitas membran sel
jamur. Gugus hidroksil yang terdapat pada senyawa flavonoid menyebabkan perubahan
komponen organik dan transport nutrisi yang akhirnya akan mengakibatkan timbulnya
efek toksik terhadap jamur (M. Herry et al., 2013), begitu pula dengan tanin yang berfungsi
untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan memunculkan denaturasi protein dan
menurunkan tegangan permukaan, sehingga permeabilitas bakteri meningkat serta
menurunkan konsentrasi ion kalsium, menghambat produksi enzim, dan mengganggu
proses reaksi enzimatis pada bakteri (Alka, et al, 2003).
Pada penelitian ini terdapat perbedaan pada kemampuan mengurangi jumlah bakteri
dengan selang waktu 3 menit dan 5 menit setelah penggunaan.Hand sanitizerA mampu
mengurangi jumlah koloni bakteri lebih banyak dibandingkan hand sanitizerpelepah daun
pisangdalam waktu 3 menit setelah penggunaan dan hand sanitizerpelepah daun pisang
mampu mengurangi jumlah koloni bakteri lebih banyak dibandingkan hand sanitizerA
dalam waktu 5 menit setelah penggunaan (Gambar 4.1). Hal ini dikarenakan, perbedaan
kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam produk hand sanitizer.Hand sanitizerA
mengandung senyawa aktif berupa alkohol 70% yang mampu membunuh bakteri dalam
waktu singkat tetapi juga mudah menguap, sehingga bakteri hanya akan mati sesaat setelah

96
penggunaan dan dalam jangka waktu yang lebih lama tidak akan mempengaruhi. Sedangkan
dalam hand sanitizerpelepah daun pisang mengandung senyawa aktif berupa saponin yang
memiliki sifat stabil dan tidak mudah terlarut (Burger I et al., 1998), sehingga mampu
mengurangi jumlah koloni bakteri lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih lama
dibandingkan hand sanitizerA.
Hand sanitizerpelepah daun pisang yang dibuat memiliki warna yangcukup bening, warna
ini merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran ekstrak pelepah daun pisang
dengan akuades steril (Gambar 4.3). Ekstrak pelepah daun pisang yang dihasilkan memiliki
warna bening kehijaun, warna ini dihasilkan karena terekstraksinya senyawa pewarna
polar terutama dari polimer fenol atau polifenol seperti tanin, melanin, lignin dan kuinon.

Gambar 4.3Hand sanitizer pelepah daun pisang

Warna adalah sebagian dari pengalaman indra penglihatan. Secara objektif atau fisik,
warna dapat dibentuk oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang
tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang
sempit dari gelombang elektromagnetik (Swasty, 2010). Berdasarkan SNI (Standar Nasional
Indonesia) warna hand sanitizer tidak memiliki standar tertentu, karena hand sanitizerbisa
memiliki warna yang bermacam-macam untuk meningkatkan daya tarik konsumen.
4. PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa:
Ekstrak pelepah daun pisang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap penurunan jumlah
koloni bakteri ditangan dan hand sanitizer pelepah daun pisang efektif mengurangi jumlah
koloni bakteri ditangan dengan jeda waktu yang lebih lama dibandingkan hand sanitizer A.
Berdasarkan pengalaman selama penelitian, ada beberapa saran dari peneliti yang
perlu disampaikan: 1) Dilakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan ekstrak pisangbagian
organ lain, 2) dilakukan penelitian lanjutandengan menggunakan variasi pisang yang berbeda, 3)
dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui stabilitas hand sanitizerpelepah daun pisang
kapok, 4) dilakukan analisis dan isolasi terhadap senyawa murni yang bersifat sebagai
antiseptik pada pelepah daun pisang, 5) dilakukan modifikasi dalam formulasi untuk
memperbaiki fisik sediaan dan penambahan bahan pengawet untuk memperluas spektrum
antimikroba sehingga dapat memperpanjang masa simpan.

10
7
PERSANTUNAN
Terimakasih kepada keluarga, dosen FKIP Pendidikan Biologi UMS, dan teman-teman yang telah
memberi bantuan untuk penelitian skripsi dan penulisan artikel ilmiah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Alka, Jindal. dkk. 2003. Antifungal Activity OfFlavonoid. Majalah Kedokteran Gigi: 111: pp81-7.

Ariningsih,dkk. 2015. Produksi Handsang “Hand sanitizer Berbahan Utama Pelepah Pisang”
Sebagai Program Percontohan UMKM. PKM - K: 2.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Buletin Jendela Data
dan Informasi Kesehatan. ISSN 2088-270X.

Miller, Michael A. 2006. Does the clinical use of ethanol-based hand sanitizer elevate blood
alcohol levels? A prospective study. The American Journal of Emergency Medicine, 24(7):
815–817.

Myers, Ronnie. 2008. Hand Hygiene Among General Practice Dentists A Survey of
Knowledge, Attitudes and Practices. The Journal of the American Dental Association,
139: 948-957.

Priosoeryanto., et al. 2005. Aktifitas Getah Batang Pohon Pisang Dalam Proses Persembuhan
Luka Dan Efek Kosmetiknya Pada Hewan.Skripsi. Bogor: IPB. http://repository.ipb.ac.id.

M. Herrry S., Amy Nindia C., Maharani Laillyza A. 2013. Uji efektivitas antifungi ekstrak
metanol batang pisang mauli terhadap candida albicans. Jurnal PDGI. Vol. 62; 7-10.

Noviansari, R., Sudarmin, Siadi, K. 2013.Transformasi Metil EugenolMenjadi 3-(3,4


DimetoksiFenil)-1-Propanol Dan UjiAktivitasnya Sebagai Antibakteri. Jurnal Jurusan
Kimia FMIPA. Universitas Negeri Semarang. 2(2).

Nur, J et al. 2013. Bioaktivitas getah pelepah pisang ambon Musa paradisiaca L. var
Sapientum terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeroginosa
dan Escherichia coli. Skripsi.Fakultas Biologi, Universitas Hasanuddin.

Swasty, W. (2010). Warna Interior Rumah Tinggal. Bandung: Griya Kreasi.

8
11