Anda di halaman 1dari 5

TUGAS UJIAN

TIMPANOMETRI

OLEH:
KRESNA ADHI NUGRAHA
I4061152067

PEMBIMBING:
dr. Hj. Eva Nurfarihah, M. Kes, Sp.THT-KL

SMF ILMU TELINGA HIDUNG DAN TENGGOROKAN


RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2019
TIMPANOMETRI

Timpanometri merupakan suatu metode pemeriksaan fungsi telinga tengah


yang aman dan cepat pada anak-anak maupun orang dewasa, dimana tekanan
udara didalam liang telinga luar diubah untuk mengukur nilai imitans akustik pada
permukaan lateral membran timpani.1
Timpanometri adalah suatu teknik pemeriksaan yang objektif dari
membran timpani, perubahan tekanan udara pada liang telinga tengah,
timpanometri menilai mobilitas membran timpani, yang dipengaruhi tekanan
udara di belakang membran timpani. Pemeriksaan timpanometri dilaksanakan
selama lebih kurang tiga detik sampai pemeriksaan selesai, posisi probe
ditempatkan sedemikian rupa pada liang telinga luar.1
Dua komponen timpanometri yang menjadi parameter dalam interpretasi
hasil pemeriksaan yaitu Compliance (mobilitas) membran timpani dan tekanan
(dalam satuan decaPascals (daPa)). Parameter lain pada pemeriksaan
timpanometer seperti volume liang telinga (Ear Canal Volume) Acoustic Reflexes
(AR) dan Gradients (GR).1

Gambar Skema Alat yang Digunakan untuk Pemeriksaan Timpanometri1

 Volume liang telinga


Volume liang telinga merupakan pengukuran jumlah berisi volume udara
dalam rongga antara ujung probe timpanometer dan membran timpani. Jika
ukuran volume liang telinga < 0.3, ini mengindikasikan bahwa probe harus
diletakkan secara benar di liang telinga. Ada kalanya pengukuran liang telinga
lebih sempurna dengan menggunakan wax, hasil yang dicapai lebih rendah pada
pengukurannya. Ukuran volume lebih dari 2.0 ml merupakan indikasi bahwa
ukuran rongga lebih besar dibanding volume liang telinga. Hal ini terjadi pada
perforasi membran timpani. Nilai untuk dewasa normal normal: 0.6 – 1.5 ml.2
 Compliance (mobilitas)
Sistem telinga tengah yang normal dengan membran timpani dan rantai
ossicular lebih mudah bergetar, transmisi energy suara ke telinga dalam diubah
menjadi gelombang suara oleh gerakan mekanik Pada timpanometri, gerakan
dengan bebas (mobilitas atau compliance) dari membran timpani dan rantai
osikular dibedakan oleh jumlah ukuran energy yang penting untuk
menggerakkannya. Timpanogram merupakan representasi dari tinggi gelombang
dalam satuan millimeter (ml). Beberapa kondisi dari telinga tengah menyebabkan
mobilitas sebagian atau keseluruhan dari sistem telinga tengah menjadi berkurang.
Kondisi lain dapat diikuti terjadinya gerakan yang berlebihan. Mobilitas yang
sangat rendah ataupun sangat tinggi diindikasikan bahwa memerlukan perhatian
yang lebih.2
Ukuran compliance ( Peak Ytm ) 0.3 – 1.4 untuk dewasa, bila kecil dari 0.3
menunjukkan bahwa telinga tengah lebih kaku dibanding normal. Ukuran
compliance lebih besar dari 1.5 menunjukkan bahwa membran timpani lebih
lentur. Nilai yang lebih besar dari 3.0 ml menunjukkan disartikulasi rantai
osikular.2
 Tekanan Udara
Pada telinga tengah yang normal, tuba eustachius akan terbuka diikuti
udara yang bergerak masuk dan keluar dirongga telinga tengah. Hal ini untuk
menjaga tekanan udara di belakang membran timpani sama dengan tekanan
atmosfer atau tekanan udara di liang telinga. Jika tuba Eustachius tidak berfungsi
secara normal, normal atau tekanan positif akan terjadi didalam telinga tengah.
Hasil pengukuran didalam satuan daPa (decaPascal) atau mmH2O (millimeter air
raksa). Pada umumnya hasil pengukuran timpanometri mulai dari +200 daPa
sampai -400 daPa. Ukuran untuk dewasa normal +50 sampai -250 daPa.2

 Interpretasi hasil timpanometri1


1. Tipe A
Terdapat udara dalam telinga tengah (keadaan normal) tetapi tekanan
udara hamper sama atau diatas tekaan udara diluar (1 atmosfer) sehingga
pada timpanogram akan menghasilkan garis yang naik. Tipe ini merupakan
kondisi yang normal.
2. Tipe B
Terdapat cairan dalam telinga tengah sehingga tidak terjadi getaran pada
membrane timpani dan memberikan gambaran flat (garis mendatar) pada
timpanogram.
3. Tipe C
Terdapat udara dalam telinga tengah (keadaan normal) tetapi tekanan udara
lebih rendah daripada tekanan udara di luar (1 atmosfer) sehingga pada
timpanogram akan menghasilkan garis yang turun. Tipe ini menunjukkan
adanya gangguan fungsi tuba namun belum ada cairan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Shahnaz N, Bork K, 2008. Comparison of Standart and Multi Frequency
Tympanometric Measures Obtained With the Virtual 310 System and The
Grason Stadler Tympstar. Canadian Journal of Speeach Pathology and
Audiology, Vol 32 no 4,hal: 146-157.
2. MDH (2010) Adverse Health Events in Minnesota. Sixth Annual Public
Report. Minnesota Department of Health.