Anda di halaman 1dari 16

PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI : PROSEDUR AKHIR PERIODE

I. PRINSIP MEMPERTEMUKAN

Maksud dari prinsip mempertemukan (matching) dalam akuntansi adalah biaya


yang dipertemukan dengan pendapatan yang diterima dengan tujuan menentukan
besar/kecilnya laba bersih setiap periode. Contohnya pada transaksi pendapatan diterima
di muka. Prinsip ini sangat tergantung pada penentuan pendapatan, jika pengakuan
pendapatan ditunda maka pembebanan pada biaya juga tidak bisa dilakukan.

II. PENYESUAIAN
Apabila kita amati akun-akun yang tercantum dalam neraca saldo, maka akan kita
jumpai bahwa kebanyakan akun dapat dikutip langsung dari neraca saldo ke dalam laporan
keuangan tanpa perubahan. Namun beberapa akun yang lain memerlukan penyesuaian
terlebih dahulu. Tujuan proses penyesuaian adalah:
1. Agar setiap akun nominal (akun-akun pendapatan dan akun-akun beban) menunjukkan
pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode akuntansi.
2. Agar setiap akun riil, khususnya akun-akun aset dan akun kewajiban, menunjukkan
jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
Penyesuaian atas saldo-saldo akun di buku besar dilakukan dengan membuat jurnal
yang disebut jurnal penyesuaian.

III. JURNAL DAN POSTING PENYESUAIAN

3.1 Jurnal Penyesuaian


Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan
saldo dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Secara
umum, fungsi jurnal penyesuaian adalah menetapkan saldo catatan akun buku besar
pada akhir periode, serta menghitung pendapatan dan beban selama periode yang
bersangkutan.
3.2 Akun yang Memerlukan Penyesuaian di Akhir Periode
1. Beban Dibayar di Muka
Terdapat 2 metode pencatatan pada saat pembayaran beban, yaitu metode
aset/harta dan beban.
Misal:
Pada tanggal 3 Agustus 2010, perusahaan membayar asuransi sebesar Rp
900.000 untuk 6 bulan ke depan.
a. Metode Harta
Jurnal Umum :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 3 Asuransi dibayar di Rp 900.000
Agustus
Muka
Rp 900.000
Kas
*Asuransi per bulan = 900.000/6 = 150.000, sehingga beban asuransi yang
dibayar sampai akhir bulan Desember :
Beban Asuransi = 5 x 150.000 = 750.000.
Jurnal Penyesuaian :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Beban Asuransi Rp 750.000
Desember Asuransi Dibayar Rp 750.000
di Muka

b. Metode Beban
Jurnal Umum :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 3 Beban Asuransi Rp 900.000
Agustus Kas Rp 900.000
*Asuransi terhitung pada bulan yang belum dijalani yaitu bulan Januari 2011
Asuransi Dibayar di Muka = 1 x 150.000 = 150.000
Jurnal Penyesuaian :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Asuransi Dibayar di Rp 150.000
Desember
Muka
Rp 150.000
Beban Asuransi

2. Pendapatan Diterima di Muka


Pendapatan diterima dimuka adalah utang yang berubah menjadi penghasilan
seiring berjalannya waktu. Pendapatan diterima di muka merupakan utang karena
pada saat terjadinya transaksi perusahaan belum memberikan jasa tetapi sudah
menerima kas. Pada akhir periode perusahaan menetapkan besarnya pendapatan
diterima di muka yang telah berubah menjadi penghasilan
Misal:
Tanggal 1 September 2010 perusahaan menerima pembayaran untuk reparasi bus
Rp 3.500.000 dengan jangka waktu 5 bulan
a. Metode Utang
Jurnal Umum :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 1 Kas Rp 3.500.000
September Pendapatan Rp 3.500.000
Diterima di Muka
*Pendapatan per bulan = 3.500.000/5 = 700.000, sehingga pendapatan yang
diperoleh sampai akhir bulan Desember :
Pendapatan Usaha = 4 x 700.000 = 2.800.000.
Jurnal Penyesuaian :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Pendapatan Diterima Rp 2.800.000
Desember
di Muka
Rp 2.800.000
Pendapatan Usaha

b. Metode Pendapatan
Jurnal Umum :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 1 Kas Rp 3.500.000
September Pendapatan Usaha Rp 3.500.000

*Pendapatan yang belum diakui yaitu bulan Januari 2011


Pendapatan Diterima di Muka = 1 x 700.000 = 700.000
Jurnal Penyesuaian :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Pendapatan Usaha Rp 700.000
Desember Pendapatan Rp 700.000
Diterima di Muka

3. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima


Perusahaan telah mengakui pendapatan atas jasa yang diberikan, walaupun
perusahaan belum menerima kas (uang)
Misal:
Pendapatan yang masih harus diterima dari pelanggan sampai akhir periode 31
Desember 2010 adalah Rp 4.500.000
Jurnal penyesuaiannya:

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Piutang Usaha Rp 4.500.000
Desember Pendapatan Rp 4.500.000
Jasa

4. Beban Yang Masih Harus Dibayar


Jika pada akhir periode diketahui masih ada beban yang masih harus dibayar
maka diperlukan penyesuaian.
Misal: Gaji karyawan pada bulan Desember 2010 baru akan dibayar tanggal 2
Januari 2011 sebesar Rp 6.500.000 maka ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31
Desember 2010 :

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Beban Gaji Rp 6.500.000
Desember Utang Gaji Rp 6.500.000

5. Penyusutan aktiva tetap


Aktiva tetap umumnya mengalami penurunan manfaat karena digunakan
perusahaan dalam kegiatan operasi. Pencatatan penyesuaian ditulis pada akun
Beban Penyusutan di sisi Debet dan Akumulasi Penyusutan di sisi Kredit
Misal:
Penyusutan kendaraan per tahun ditetapkan sebesar 10 % dari harga perolehan
yaitu Rp 150.000.000.
Jurnal penyesuaiannya:

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit


2010 31 Beban Rp 15.000.000
Desember penyusutan
Rp 15.000.000
Akumulasi
Penyusutan

6. Pemakaian perlengkapan
Pencatatan terhadap pengurangan perlengkapan bias dilakukan setiap kali
pemakaian, namun lazimnya perusahaan melakukan pencatatan pada akhir periode
dengan pertimbangan kepraktisan
Misal:
Tanggal 30 Desember dilakukan perhitungan terhadap perlengkapan kantor yang
telah terpakai senilai Rp 450.000
Jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
2010 31 Beban Perlengkapan Rp 450.000
Perlengkapan Rp 450.000
Desember

3.3 Cara Membuat Jurnal Penyesuaian


Contoh soal 3.3 :
Perusahaan Jasa Bermuda mempunyai neraca saldo yang belum disesuaikan pada
tanggal 30 November 2010 sebagai berikut :

Perusahaan Jasa Bermuda


Neraca Saldo
30 November 2010
Kode Akun Nama Akun Debet Kredit
111 Kas Rp 4.600.000
112 Piutang Usaha Rp 3.800.000
113 Asuransi Dibayar di Muka Rp 960.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 320.000
121 Peralatan Kantor Rp 7.200.000
211 Utang Usaha Rp 3.330.000
212 Pendapatan Diterima di Muka Rp 800.000
31 Modal, Tuan Barry Rp 9.000.000
32 Prive, Tuan Barry Rp 1.400.000
411 Pendapatan Komisi Rp 27.410.000
511 Beban Gaji Rp 19.200.000
512 Beban Sewa Rp 1.800.000
513 Beban Perjalanan Rp 920.000
514 Beban Lain-lain Rp 340.000
Total Rp 40.540.000 Rp 40.540.000
Informasi Tambahan :
a. Beban asuransi untuk bulan November adalah Rp 160.000.
b. Berdasarkan perhitungan fisik, diperoleh informasi bahwa persediaan
perlengkapan kantor pada akhir periode berjumlah Rp 140.000.
c. Gaji karyawan bulan November yang belum dibayar berjumlah Rp 300.000.
d. Pada tanggal 1 November, perusahaan menerima pendapatan yang diterima di
muka dari Toko Angsa sebesar Rp 800.000. Pendapatan tersebut merupakan
pendapatan untuk bulan November dan Desember.
e. Peralatan kantor diperkirakan memiliki umur ekonomis 8 tahun tanpa nilai sisa.

Dari contoh soal tersebut dapat disusun jurnal penyesuaian sebagai berikut.

Jurnal Penyesuaian

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit


2010 30 Beban Asuransi 515 Rp 160.000
November Asuransi Dibayar di Muka 113 Rp 160.000

(Penyesuaian asuransi dibayar


di muka)
30 Beban Perlengkapan 516 Rp 180.000
Perlengkapan Kantor 114 Rp 180.000

(Penyesuaian pemakaian
perlengkapan kantor)
30 Beban Gaji 511 Rp 300.000
Utang Gaji 213 Rp 300.000

(Penyesuaian beban gaji yang


masih harus dibayar)
30 Pendapatan Diterima di Muka 212 Rp 400.000
Pendapatan Komisi 411 Rp 400.000

(Penyesuaian pendapatan
diterima di muka)
30 Depresiasi Peralatan Kantor 517 Rp 900.000
Akumulasi Depresiasi 122 Rp 900.000
Peralatan Kuantor
(Pembebanan depresiasi
peralatan kantor)

3.4 Posting Buku Besar

Apabila ayat-ayat jurnal penyesuaian tersebut diposting ke Buku Besar maka akan
tampak sebagai berikut.
Asuransi Dibayar di Muka 113

Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 160.000 Rp 960.000
Rp 800.000
Nov

Perlengkapan Kantor 114

Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 180.000 Rp 320.000
Rp 140.000
Nov

Pendapatan Diterima di Muka 212


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 400.000 Rp 800.000
Rp 400.000
Nov

Utang Gaji 213

Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 300.000 Rp 300.000
Nov

Pendapatan Komisi 411


Tanggal Ket. Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2010 30 Rp 400.000 Rp 27.410.000
Rp 27.810.000
Nov

Beban Gaji 511


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 300.000 Rp19.200.000
Rp 19.500.000
Nov

Beban Asuransi 515


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 160.000 Rp 160.000
Nov

Beban Perlengkapan 516


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 180.000 Rp 180.000
Nov

Depresiasi Peralatan Kantor 517


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 900.000 Rp 900.000
Nov

Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor 122


Saldo
Tanggal Ket. Ref Debet Kredit
Debet Kredit
2010 30 Rp 900.000 Rp 900.000
Nov

IV. LAPORAN KEUANGAN SETELAH PENYESUAIAN


4.1 Neraca Saldo Setelah Disesuaikan

Untuk menyusun laporan keuangan setelah penyesuaian maka diperlukan neraca


saldo setelah disesuaikan. Neraca Saldo Setelah Disesuaikan atau Adjusted Trial
Balance adalah saldo-saldo akun buku besar setelah disesuaikan dengan keadaan akhir
tahun atau keadaan saat menyusun laporan keuangan suatu usaha.
Contoh neraca saldo setelah disesuaikan :
Perusahaan Jasa Bermuda
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
30 November 2010
Kode
Nama Akun Debet Kredit
Akun
111 Kas Rp 4.600.000
112 Piutang Usaha Rp 3.800.000
113 Asuransi Dibayar di Muka Rp 800.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 140.000
121 Peralatan Kantor Rp 7.200.000
122 Akumulasi Depresiasi Peralatan Kantor Rp 900.000
211 Utang Usaha Rp 3.330.000
212 Pendapatan Diterima di Muka Rp 400.000
213 Utang Gaji Rp 300.000
31 Modal, Tuan Barry Rp 9.000.000
32 Prive, Tuan Barry Rp 1.400.000
411 Pendapatan Komisi Rp 27.810.000
511 Beban Gaji Rp 19.500.000
512 Beban Sewa Rp 1.800.000
513 Beban Perjalanan Rp 920.000
514 Beban Lain-lain Rp 340.000
515 Beban Asuransi Rp 160.000
516 Beban Perlengkapan Rp 180.000
517 Depresiasi Peralatan Kantor Rp 900.000
Total Rp 41.740.000 Rp 41.740.000
Neraca saldo setelah disesuaikan dapat dikerjakan langsung dari buku besar
setelah jurnal penyesuaian dibukukan ke dalamnya. Apabila buku besar terdiri dari
banyak akun, maka proses posting jurnal penyesuaian dan penyusunan neraca saldo
yang baru, akan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Oleh karena itu agar
penyusunan laporan keuangan dapat segera dikerjakan, maka neraca saldo setelah di
sesuaikan dapat segera diperoleh melalui bantuan suatu kertas kerja yang terdiri atas
tiga pasang kolom.Kolom pertama berisi data neraca saldo sebelum disesuaikan,
kolom kedua memuat pendebetan dan pengkreditan untuk akun-akun yang perlu
disesuaikan, dan kolom ketiga berisi neraca saldo setelah disesuaikan. Apabila hal ini
diterapkan pada Perusahaan Jasa Bermuda,maka neraca saldo setelah disesuaikan
akan nampak seperti kertas kerja di bawah ini.
Perusahaan Jasa Bermuda
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
30 November 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)

Neraca Saldo Sebelum Neraca Saldo Setelah


Kode Penyesuaian
Nama Akun Disesuaikan Disesuaikan
Akun

D K D K D K

111 Kas 4.600 4.600

112 Piutang Usaha 3.800 3.800

113 Asuransi Dibayar 960 160 800


di Muka

114 Perlengkapan 320 180 140


Kantor

121 Peralatan Kantor 7.200 7.200

211 Utang Usaha 3.330 3.330

212 Pendapatan 800 400 400


Diterima di Muka

31 Modal, Tuan 9.000 9.000


Barry

32 Prive, Tuan Barry 1.400 1.400

411 Pendapatan 27.410 400 27.810


Komisi

511 Beban Gaji 19.200 300 19.500

512 Beban Sewa 1.800 1.800

513 Beban Perjalanan 920 920

514 Beban Lain-lain 340 340

40.540 40.540

122 Akumulasi 900 900


Depresiasi
Peralatan Kantor

213 Utang Gaji 300 300

515 Beban Asuransi 160 160

516 Beban 180 180


Perlengkapan

517 Depresiasi 900 900


Peralatan Kantor

1.940 1940 41.740 41.740


IV.2. Laporan Keuangan Setelah Penyesuaian
Setelah semua saldo-saldo akun disesuaikan, data tersebut siap untuk disajikan
dalam laporan keuangan. Laporan keuangan terdiri dari laporan laba rugi, laporan
perubahan modal dan neraca. Berdasarkan neraca saldo yang telah disesuaikan dari
Perusahaan Jasa Bermuda, dapat dibuat laporan keuangan sebagai berikut.

Perusahaan Jasa Bermuda


Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 30 November 2010
Pendapatan :
Pendapatan Komisi Rp 27.810.000
Beban Usaha:
Beban Gaji Rp 19.500.000
Beban Sewa Rp 1.800.000
Beban Perjalanan Rp 920.000
Beban Lain-Lain Rp 340.000
Beban Asuransi Rp 160.000
Beban Perlengkapan Rp 180.000
Depresiasi Peralatan Kantor Rp 900.000
Jumlah Beban (Rp 23.800.000)
Laba Bersih Rp 4.010.000

Perusahaan Jasa Bermuda


Laporan Perubahan Modal
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 30 November 2010
Modal, Tuan Barry 1 Desember 2009 Rp 9.000.000
Ditambah: Laba Bersih Rp 4.010.000
Rp 13.010.000
Dikurangi: Prive, Tuan Barry Rp 1.400.000
Modal, 30 November 2010 Rp 11.610.000

Perusahaan Jasa Bermuda


Neraca
30 November 2010
AKTIVA PASIVA
Kas Rp 4.600.000 Utang Usaha Rp 3.330.000
Piutang Usaha Rp 3.800.000 Pendapatan Rp 400.000
Diterima di Muka
Asuransi Rp 800.000 Utang Gaji Rp 300.000
Dibayar di
Muka
Perlengkapan Rp 140.000 Modal, Tuan Barry Rp 11.610.000
Kantor
Peralatan Rp 7.200.000
Kantor
Akumulasi (Rp 900.000)
Depr.
Rp 6.300.000
Total Rp 15.640.000 Rp 15.640.000
KESIMPULAN

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo
dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Secara umum, fungsi jurnal
penyesuaian adalah menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode, serta
menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan. Akun-akun yang
memerlukan penyesuaian diantaranya : beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka,
pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, penyusutan aktiva tetap,
dan pemakaian perlengkapan. Setelah membuat jurnal penyesuaian selanjutnya ialah memposting
saldo-saldo akun tersebut ke buku besar dan membuat neraca saldo setelah disesuaikan. Laporan
keuangan setelah penyesuaian dibuat berdasarkan saldo-saldo akun pada neraca saldo yang telah
disesuaikan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan laba-rugi, laporan perubahan modal,
dan neraca.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/neraca-saldo-setelah-penyesuaian-perusahaan-jasa-
service-dengan-contoh-jurnal-penyesuaian/

https://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan

https://sleekr.co/blog/contoh-laporan-keuangan-ukm-laba-rugi-neraca-arus-kas-perubahan-modal/

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-neraca-saldo-yang-disesuaikan-atau-adjusted-
trial-balance/3585/2

https://www.jurnal.id/id/blog/2018/mengenal-jurnal-penyesuaian-dan-cara-pencatatannya

https://accounting.binus.ac.id/2015/03/09/lima-prinsip-dasar-akuntansi/

Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 1 Edisi 7. Yogyakarta : Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi.
PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI : PROSEDUR AKHIR PERIODE

SUB PEMBAHASAN :

 PRINSIP MEMPERTEMUKAN
 PENYESUAIAN
 JURNAL DAN POSTING
 LAPORAN KEUANGAN SETELAH PENYESUAIAN

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 7/KELAS A

 AYU SWANDEWI (02)/1802622010512


 LUH PASEK INTAN RAHMAYANI(13)/1802622010523
 NI KADEK WAHYUNI (17)/1802622010527
 NI WAYAN PANCAWATI (33)/1802622010543
 NI WAYAN RISMA PRATAMI (35)/1802622010545

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR