Anda di halaman 1dari 18

CRITICAL BOOK

WUJUD,UNSUR DAN BENTUK KEBUDAYAAN

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

DI SUSUN OLEH :

MUHAMMAD RIZKI AFIF BATUBARA


( 4161121016 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelaesaikan tugas mata kuliah Ilmu
Sosial Budaya Dasar ini yang berjudul “Critical Book”. Penulis berterima kasih kepada
Bapak dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena
itu penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 25 Oktober 2017

Muhammad Rizki Afif batubara

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………........................................ ii

DAFTAR ISI……………...………………………………………………………... iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………..………….. 4

Rasionalisasi Pentingnya CBR……..…………………………….….. 4

Tujuan Penulisan CBR………………………………………….…..….. 5

Manfaat CBR……………………………………………....………………. 5

Identitas Buku…………………………....……………....………………. 5

BAB II RINGKASAN BUKU………….……....…………………………….... 6

Ringkasan Buku..…………………….....……………....……….............. 6

BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………… 15

Pembahasan Isi Buku…………………………………………………... 15

Kelebihan dan Kekurangan Buku………...………………………... 16

BAB IV PENUTUP…………………………………........……………………… 17

Kesimpulan…...........................................……...………………………... 17

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………… 18

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR

Mengkritik buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk


memberikan tanggapan dan penilaian terhadap isi sebuah buku. Adapun tujuan dari
kritikal buku ini adalah memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif
tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku. Selain itu juga
memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu pantas mendapat
sambutan dari masyarakat atau tidak. Kritikal buku bermanfaat untuk dapat
menambah pengetahuan intisari dari buku yang dikritik. Pembaca yang ingin
mengetahui lebih lanjut tentang keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan
mencari di toko-toko atau situs yang menjual buku-buku itu.

Dalam “Book report” ini, penulis melaporkan dan menganalisa buku yang
berjudul “Teori-teori Kebudayaan”. Buku ini ditulis oleh beberapa peneliti dalam
dunia pendidikan, yaitu Dr.h.sulasman, M.Hum. dan Setia Gumilar M.Si. Yang di
diterbitkan pada tahun 2013 oleh. CV.PUSTAKA SETIA Buku setebal 360 halaman

Penjelasan singkat mengenai isi ketiga bab tersebut di atas akan disajikan
pada bab II dari “Book Report” ini.

4
B. Tujuan Penulisan CBR

Critical Book Review ini bertujuan :

a. Mengulas isi sebuah buku.

b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.

c. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh
setiap bab dari buku

C. Manfaat CBR

a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Komputer.

b. Untuk menambah pengetahuan tentang Microsoft office 2007 dan 2013.

D. Identitas Buku
1. Judul : Teori-teori Kebudayaan
2. Pengarang : Dr.h.sulasman, M.Hum. dan Setia Gumilar M.Si
3. Penerbit : CV.PUSTAKA SETIA
4. Kota Terbit : BANDUNG
5. Tahun Terbit : 2013
6. Jumlah Halaman : 360 Lembar

5
BAB II

Ringkasan Isi Buku

A. wujud dan Unsur/Komponen Kebudayaan

wujud Kebudayaan Konsep kebudayaan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, konsep
ebudayaan yang bersifat materialistis, yang mendefinisikan kebudayaan sebagai sistem hasil
adaptasi di lingkungan alam atau sistem untuk mempertahankan kehidupan masyarakat.
Kajian ini lebih menekankan ada pandangan positivisme atau metodologi ilmu pengetahuan
alam. edua, konsep kebudayaan yang bersifat idealistis, yang memandang semua fenomena
eksternal sebagai manifestasi suatu sisteminternal.Kajian lebih dipengaruhi oleh pendekatan
fenomenologi. Menurut JJ.Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga wujud,
yakni gagasan, aktivitas, dan artefak. Gagasan (wujud ideal) wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya
yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh.wujud kebudayaan ini terletak dalam
kepala atau alam pikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan
gagasannya dalam bentuk tulisan, lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan
dan buku buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. wujud ideal dapat pula
disebut sebagai ideologi. Istilah ideologi mengacu pada kawasan ideasional dalam suatu
budaya. demikian istilah ideologimeliputinilai,norma,falsaf religius, sentimen, kaidah etis,
pengetahuan atau wawasan tentar dunia, etos, dan semacamnya. Dalam penggunaan yang
lebih moder memb dan sempit, ideologi biasanya mengacu pada sistem gagasan yang dapat
digunakan untuk merasionalisasikan, memberikan tegura memaafkan, menyerang, atau
menjelaskan keyakinan, keper tindak, atau pengaturan kultural tertentu. Dengan demikian,
apabi sekarang orang berkata bahwa suatu sistem gagasan bersifat id ini berarti gagasan-
gagasan tersebut bersifat partisan, artinya ti terlalu objektif, tetapi disusun untuk mendukung
suatu misi atau maksud tertentu. Dalam pengertian ini, nuans khusus tersebut dipertentangkan
dengan kenetralan pengetahua dalam arti yang murni. Dikatakan pula bahwa ideolog
mengguna atau bahkan mencocok-cocokkan fakta demi mendukung sila ideologisnya, dan
bukan membenahi sistem gagasannya sendiri ket fakta menghendaki demikian, oleh sebab
itu, banyak peneliti mode sungguh-sungguh berupaya untuk membedakan gagasan-sebagi
Dalar pengetahuan di satu pihak, dengan ideologi di pihak lain Kaplan sa Manners, 2002)

b. Aktivitas (tindakan)

Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai tindakan berpola manusia dalam


masyarakat itu. Sebagai perwujudan gagasan kebudayaan, aktivitas (perilak dibagi menjadi
perilaku verbal da laten da dan tulisan) dan nonverbal (artefak dan alam), wujud perilaku sera
datta berbentuk sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri atas aktivitas manu yang saling
berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul den manusia lainnya menurut pola-pola
tertentu yang berdasarkan tata kelakuan sifatnya konkret terjadi dalam kehidupan sehari-ha
dan dapat diamati dan didokumentasikan Sistem sosial terkait pula dengan struktur sosial,

6
Evans mengemukakan bahwa struktur sosial merupakan konfigur kelompok-kelompok yang
manta Talcort Parsons menyebuta bahwa struktur sosial merupakan sistem
harapandekspektasi (normative expectations); Leach mengatakannya sebagai se norma atau
aturan ideal, sedangkan Levi-Strauss berpendapat bah struktur sosial adalah model. Beberapa
strukturalis-sosial berupa menjelaskan struktur kemasyarakatan dengan merumuskan
beberapa

kaidah tertentu yang menjadi landasan organisasi. Sejumlah antropolog Inggris-misalnya


dalam menganalisis masyarakat yang l memberlakukan garis keturunan segmentaris sering
berbicara tentang kaidah segmenter" itu hingga terkesan seolah-olah warga masyarakat itu
memiliki cetak biru dalam pikiran mereka tentang masyarakatnya sendiri, yang kemudian
mereka laksanakan. Radcliffe- Brown mengajukan beberapa prinsip struktural macam itu
untuk menyoroti beberapa ihwal dalam sistem kekerabatan: kaidah kuivalensi saudara
sekandung, kaidah solidaritas garis keturunan dan seterusnya (Kaplan & Manners, 2002)
c. Artefak (karya )
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan,
dan karya semua manusia dalam masyarakat, berupa benda atau hal-hal yang dapat diraba,
dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan
dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan
memberi arah pada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.Sebagai perwujudan
gagasan dalam kebudayaan, perilaku dibagi menjadi perilaku verbal an dan tulisan) dan
nonverbal (artefak dan alam). Keduanya membentuk kebudayaan material. Materi dalam
yang dimaksud dalam kebudayaan material meliputi benda- benda tak bergerak yang disebut
artefak itu Secara lebih terperinci, Woodward (2007:3) mengatakan bahwa istilah
kebudayaan material menekankan cara benda-benda tak bergerak didalam lingkungan
berperan bagi manusia dan diberi peran oleh manusia, untuk melaksanakan fungsi sosial,
mengatur hubungan sosial, dan memberika makna simbolis kepada kegiatan manusia.
Dengan demikian, i kebudayaan material adalah materi dan hubungannya dengan manusia
bisa menjadi alat untuk memahami kehidupan manusia pada masa lalu Keistimewaan materi
dibandingkan dengan 1994: 393). Pada pihak bisur materi dapat "bertahan secara fisik"
(Hodder, lain, perilaku verbalitas bahasa dari masa lalu hanya bisa diperoleh jejaknya melalui
tulisan yang terpatri pada artefak (sudah berupa mater).walaupun begitu, sebenarnya
hubungan antara bahasa dan ilmu kebahasaan (linguistik) engan kebudayaan material lebih
luas dan dalam lagi.

7
2. unsur Komponen Kebudayaan

Para pakar banyak mengemukakan unsur komponen atau kebudayaan, antara lain
Melville J Herskovits, Bronislaw Malinowski Cateorai Melville J. Herskovits yang
menyebutkan bah kebudaya memiliki empat unsurpokok, yaitu:

a, alat-alat teknologi
b. sistem ekonomi keluarga:
c.keluarga
d. kekuasaan politik.
Bronislav Malinowskimengatakan empat unsur pokok yang meliputi

a. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antarangg masyarakat untuk
menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya;
b. organisasi ekonomi;
c. c, alat dan lembaga atau petugas untuk pendidikan (keluarga adal lembaga
pendidikan utama);

d. ganisasi kekuatan (politik).

Sementara itu menurut Cateora (antropolog, berdasarkan wujudn tersebut budaya


memiliki beberapa elemen atau komponen sebagai berikut
a. Kebudayaan materiil Kebudayaan materiil mengacu pada semua ciptaan
masyarakat ya nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan materiil adalah temu
temuan yang dihasilkan dari penggalian arkeologi: mangkuk tan liat, perhiasan,
senjata, dan seterusnya. Kebudayaan materiil ju mencakup barang-barang, seperti
televisi, pesawat terbang, stadid olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan
mesin cuci.
b. b, Kebudayaan nonmateriil Kebudayaan nonmateriil adalah ciptaan abstrak yang
diwariskan di generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat dan la
atau tarian tradisional.
c. Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran yang bany dalam konteks
berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarak Sistem sosial yang terbentuk
dalam suatu negara akan menjadi das dan konsep yang berlaku pada tatanan
sosialmasyarakat, Dilndones misalnya, kota dan desa di beberapa wilayah,wanita
tidak perlu sekolahtinggi apalagi bekerja di satu instansi atau perusahaan. Akan
tetapi, di kata ota besar, seorang wanita yang memiliki karier dianggap sesuatu
yang wajar.
d. Sistem kepercayaan
Cara masyarakat mengembang an dan membangun sistem keperayaan atau
keyakinan terhadap sesuatu akan mernengaruhi sistem penilaian yang ada dalam
masyarakat Sistem keyakinan ini akan mernengaruhi dalam kebiasaan, cara
memandang hidup den kahidupan, cara berkonsumsi, sampai cara bericomunikasi.
e. Estetika

8
Estetika berhubungan dengan senidankesenian musik,cerita dongeng, hikayat
drama dan taritarian, yang berlaku dan berkembang dalarn masyarakat
DiIndonesia, misalnya, setiap masyarakatnya mernilik nila estetika sendiri. Melai
esterika ini perlu dipahami dalam segala peran agar Pesan yang akan disampaikan
mencapai tujuan dan efeknif Misalkan di beberapa wilayah dan berifat
kedaerahan, setiap membangun bangunan jenis apa saja, masyarakatnya
meletakkan janur kuning dan buah-buahan, sebagai simbol yang arti di setiap
daerah berbeda Akan tetapi,dikota besar seperti Jakarta,masyarakatnia tidak
menggunakan cara tersebut.
f. Bahasa
bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi. Setiap wilayah, bagian,
dan negara memiliki perbedaan bahasa yang sangat kompleks. Dalam ilmu
komunikasi, bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami.
Bahasa memiliki sifat unik dan kompleks yang hanya dapat dimengerti oleh
pengguna bahasa tersebut Jadi keunikan dan kekompleksan bahasa ini harus
dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan
memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.

3. Hubungan antarunsur Kebudayaan


unsur kebudayaan akan berbeda antara kebudayaan satu dan dayaan lainnya. Hal
ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya sor geografis. Setiap isi dari
unsur kebudayaan tidak bersifat statis, api akan berubah sesuai dengan tingkat
kebutuhan dan proses diperlukan sebab kebudayaan berfungsi mempermudah
eaptif yang manusia. Adaptasi berkenaan dengan cara manusia mengaturhidupnya
untuk menghadapi berbagai kemungkinan di dalam kehidupan sehari hari
Berbagai kebutuha dan hambatan dalam memenuhi menuntut manusia untuk
beradaptasi Manusia harus mampu memelihara keseimbangan yang terus-menerus
berubah antara kebutuhan hidupnyi dan potensi yang terdapat di lingkungan
tempat dia tinggal dan hidup Inilah tugas utama sebuah kebudayaan
Adapun menurut penalaran E, B, Tylor, setiap kebudayaan di man pun akan
mengandung unsur-unsur kebudayaan yang terdiri atas tujuh unsur, yaitu sistem
pengetahuan (kognitif), kekerabatan, sistem teknolog dan peralatan hidup, sistem
religi, sistem mata pencaharian hidup, bahas dan kesenian. Antara unsur satu
dengan lainnya saling berkaitan tida dapat berdiri sendiri. Relasi antarkomponen
atau unsurunsur utama da kebudayaan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut
a. Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) Teknologi merupakan salah
satu komponen kebudayaan, Teknolog sert menyangkut cara-cara atau teknik
memproduksi memakai, memelihara segala peralatan dan perlengkapan,
Teknologi muncul dalan cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat
dan mengekspresika asa keindahan, atau dalam memproduksi has asil
kesenian, Masyaraka kecil yang berpindah pindah atau masyarakat perdesaan
yang hidup dat pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi
tradisio disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu

9
1. alat-alat produktif
2. senjata wadah alat-alat menyalakan api,
3.wadah
4.alat menyalakan api
5. makanan
6 pakaian
7.tempat berlindung dan perumahan
8.alat-alat transportasi

b. Sistem mata pencaharian (aspek ekonomi) b, awal pada sistem mata


pencaharii Perhatian para antropolog masa ni terfokus pada masalah mata
pencaharian tradisional, antaranya:
1. berburu dan meramu
2. beternak
3. bercocok tanam di ladang
4. menangkap ikan

Kemudian, arah kajiannya meliputi sistem ekonomi yang lebih luas. hli antropologi
berasumsi bahwa motivasi seseorang dala melakukan egiatan ekonomi sangat beragam.
Penggunaan sumber daya a dimotivasi oleh berbagai tujuan, antara lain: a subsistence fund
placement fund, a ceremonial fund,a social fund, dan a rent fund

sistem produksi (mode of production) pada dasarnya merupakan trategi adaptasi masyarakat
terhadap lingkungan Faktor-faktor produks means of preduction) meliputi tanah/teritori,
tenaga kerja, teknologi, dan modal. Pertukaran/sistem distribusiyangberkembangdiberbagai
kebudayaan di dunia dapat difokuskan atas tiga prinsip, yaitu prinsip pasar,redistribusi dan
resiprositas (Karl Polanyi, 1957 dalam Kottak 1991). Resiprositas terbagi atas tiga tingkat,
yaitu resiprositas umum (generalized reciprocity, resiprositas seimbang balanced reciprocity),
dan resiprosita negatif negative reciprocity). Salah satu alat pertukaran yang banyak
digunakan di dunia adalah uang. Fungsi uang antara lain sebagai alat pertukaran, tandar nilai,
dan alat pembayaran Mata uang yang memiliki ketiga fungsi ersebut disebut ageneralpurpose
money,sedangkan mata uang yang tidak memenuhi ketiga fungsi disebut a special purpose
money

C. Sistem kekerabatan dan organisasi sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat
penting dalam truktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan uatu
masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang
bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit osial yang terdiri atas beberapa keluarga yang
memiliki hubungan darah tau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah,
ibu, anak menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek, dan seterusnya Dalam
kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok ekerabatan dari yang

10
jumlahnya relatif kecil hingga besar, seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh
masyarakat. Pada masyarakat umum, kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain, seperti
keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral dan keluarga unilateral dalam pembangunan
bangsa dan negara. Sebagai makhluk y hidup bersama-sama, manusia membentuk
organisasi untu mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri Pranata dan
struktur sosial ini berfungsi sebagai pen dalam menjaga keberlangsungan struktur sosial
yang bersumb kebudayaan. Selain itu, kebudayaan memberi warna atau karakte terhadap
struktur sosial yang ada sehingga struktur sosial yang terda pada kebudayaan tertentu akan
tampak khas apabila dibandingkan dengan struktur sosial yang terdapat pada kebudayaan
yang berbed Dengan demikian, struktur sosial merupakan operasionalisasi dari pran sosial-
yang telah disesuaikan dengan lingkungan sosial yang ada dala kehidupan nyata pendukung
kebudayaan yang bersangkutan.

D. Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manua untuk saling
berkomunikasi atau berhubungan, baik melalui tulisan lisa maupun gerakan (bahasa
isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya
atau orang manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat tingkah laku, tau krama
masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengar segala bentuk masyarakat.
Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapa dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus
Secara umum, funge bahasa adalah alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk
mengadakan integrasi dan adaptasi sosial Adapun secara khusus, fungi bahasa adalah
mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari mewujudkan seni (sastra), mempelajari
naskah kuno, dan mengeksploit ilmu pengetahuan dan teknologi Bahasa merupakan hal
yang mendasari banyak dari karya antropolog kognitif. Asumsinya adalah bahwa kategori
itu terkodekan dalam struktu dan ciri-ciri pembeda kebahasaan yang digunakan oleh suatu
bangsa Dengan demikian, telaah tentang julukan dan klasifikasi kebahasaa terkandung
dalam ranah ranah budaya, seperti penyakit, warna, kerab tumbuhan, dan sebagainya, yang
akan langsung mengantar kita pad kategori kognitif yang digunakan oleh warga masyarakat
menata ranas ranah itu, bahkan dalam memikirkannya. Akan tetapi, seperti tela ditunjukkan
oleh banyak penulis, bahasa mungkin sangat kurang anda sebagai petunjuk untuk
mengetahui pola pola pemikiran kognitif parapenggunanya. Alasan pertama
adalah,sepertidikemukakan oleh Harris, ada (ketaksaan) fungsionalyang tak
terhapuskan.Ketaksaan ak awal telah terkandung dalam keseluruhan tuturan seharihari,dan
dalam bentuk komunikasi yang lebih khusus, seperti puisi, kritik sastra, seni dan sebagainya
(Kaplan &Manners, 2002)

E. Kesenian Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi
hasrat manusia terhadap keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai
makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi manusia menghasilkan berbagai corak kesenian
sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

F. Sistem kepercayaan (religi Ada kalanya pengetahuan, pemahaman dan daya tahan fisik
manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara

11
bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagat raya
ini,yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagat raya. Sehubungan
dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat manusia
tidakdapatdilepaskan darireligiatausi kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya sering terintegrasi dengan kebudayaan.
Agama (bahasa Inggris religion, yang berasal dari bahasa Latin religare, yang berarti
menambatkan) adalah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia
Dictionary of Philosophy and Religion Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan agama
sebagai berikut: sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul
bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang
terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan
sejati.
Sebagai akar kata dari religion, unsur religi merupakan salah satu unsur universal dari
kebudayaan. Karakteristik utama religi adalah kepercayaan da makhluk dan kekuatan
supranatural. Masyarakat di dunia memiliki beragam konsepsi tentang makhluk
supranatural, tetapi dapat klasifikasikan atas tiga kategori, yaitu dewa dewi, arwah leluhur,
dan makhluk supranatural lain/bukan manusia. Makhluk makhluk supranatural dianggap
menguasai dunia atau bagian tertentu dari dunia.

g. Institusi keluarga dan pernikahan


Agama sering memengaruhi pernikahan dan perilaku s Banyak gereja Kristen
memberikan pemberkatan kepada pasangan yar menikah; gereja biasanya memasukkan
acara pengucapan janji pernikaha di hadapan tamu, sebagai bukti bahwa komunitas
tersebut menerim pernikahan mereka. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yes
Kristus dengan gerejanya.Gereja Katolik Roma bahwa sebu perceraian adalah salah, dan
orang yang bercerai tidak dapat dinikah kembali di gereja. Sementara agama islam
memandang pernikahan seba suatu kewajiban. lslam menganjurkan untuk tidak
melakukan percerai tetapi memperbolehkannya.

h. Sistem ilmu dan pengetahuan Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang
diketah manusia tentang benda, sifat,keadaan,dan harapan-harapan.Pengetahua dimiliki
oleh semua suku bangsa di dunia.Mereka memperoleh pengetahua melalui pengalaman,
intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, ata percobaan yang bersifat empiris (trial
and error. Sistem pengetahu tersebut dikelompokkan menjadi:
1. pengetahuan tentang alam di sekitarnya
2. pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan
3. pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat da tingkah laku sesama
manusia;

12
4. pengetahuan tentang ruang dan waktu
Di samping itu, terdapat beberapa aspek dari kebudayaan, ya integrasi kebudayaan,
fokus kebudayaan, dan etos kebudayaan. Aspe aspek kebudayaan ini juga menjelaskan
bentuk dan fungsi kebudayaa masyarakat tersebut.

b. Bentuk-bentuk Kebudayaan

Sesungguhnya banyak cara untuk mengklasifikasikan kebudayaan ngan sosiolog


umumnya sepakat bahwa kandungan kebudayaan pada casarnya dapat dibedakan dalam dua
komponen, yaitu material culture budayaan materii) dan nonmaterial culture (kebudayaan
nonmateriil) Untuk istilah yang pertama disepakati oleh semua kalangan, sedangkan ntuk
yang kedua, ada pula yang menyebut immaterial culture. Bertrand a culture includes memberi
pengertian 'material culture sebagai e things which men have created and use which have a
tangible forms nis kebudayaan tempat orang telah menciptakan dan menggunakan ciptaanya
itu untuk memiliki bentuk yang berwujud.Adapun'nonmateri lture sebagai "all those
creationsofman with he uses to explain and guide actions, but with are not foundexceptin his
mind (segala buatan manusia ang ia gunakan untuk menyatakan dan membimbing
tindakannya, tetapi tannya itu tidak bisa didapati kecuali di dalam pikirannya) Adapun Selo
Soemardjan, sosiolog terkemuka di Indonesia, merumus- ankebudayaan sebagai hasil karya
rasa dan cipta masyarakat (pemberian uruf ebal oleh penulis) Karya menghasilkan material
cultur sedangkan acadan cipta culture Rasa menghasilkan segala idah dan nilai nilai
kemasyarakatan dalam arti yang luas: sedangkan pta menghasilkan filsafat dan ilmu
pengetahuan. Bertitik tolak dari embahasan singkat tersebut, patut dicurigai bahwa dalam
kebudayaan dapat adanya oposisi biner (binary oposition sebagaimana pernah uduhkan oleh
antropolog strukturalis Levi-Strauss Jadi, dalam kebudayaan ada unsur kontradiksi, yang
menciptakan tegangan-ketegangan kreatif Dua ketegangan itu memiliki konsekuensi
hwakebudayaan itu tidak pernah mandeg.selalu melakukan rekonstruksi i ataupun
mendekonstruksi diri. Setidaknya ada lima oposisi biner alam diri kebudayaan, yaitu budaya
budaya immaterial budaya versus realitas budaya, budaya seharusnya versus budaya yatanya,
budaya tinggi versus budaya rendahan, budaya eli versus ya massa

1. Kebudayaan Materi
a. Pengertian Kebudayaan Materi Menurut Noerhadi Magetsari, konsep kebudayaan
materimemilikidua istilah in tiah yang berbeda, yaitu konsep kebudayaan dan
materi.dua istilah ini berbeda sangat berbeda satu sama lain. Kata materi
mengandung pengertian das dan benda-benda yang bersifat paragmatis,sementara
kebudayaan sesuatu yang selalu berhubungan dengan hal-hal yang bersifat abstr
dan intelektual. Kedua pengertian ini berpengaruh besar pada fokuskar di antara
keduanya. Peneliti yang berminat pada aspek materi senan mempersoalkan aspek-
aspek sains dan teknologi, serta aspek sosi seputar peristiwa dan
tindakan.Sementara itu, peneliti yang berminat pad kebudayaan menitikberatkan
pada aspek ilmu pengetahuan sosial budaya Menurut Noerhadi Magetsari, secara

13
ontologis, kebudayaan mate mencakup pengaitan antara artefak yang bisu,
dianalisis berdasara atribut, frekuensi, asosiasi, dan distribusinya. Pihak sisi lain
berkait dengan kegiatan insani yang berhubungan dengan pemilihan bah baku,
proses pembuatan, desain,dan penggunaan yang berkaitan denga fungsi dan
efektivitasnya. Pemahaman tentang kebudayaan materi tidak terlepas da
pengategorisasian kebudayaan materi, baik sebagai teks maupun sebag perilaku,
yang mempunyai konsekuensi logis pada aspek teori yang ak marinn masing
mempunyai arah teori
b. Teori Memahami Kebudayaan Materi Setelah berbicara tentang kebudayaan
materi dari aspek ontologi dan epistemologi, bagian ini mencoba mengungkapkan
beberapa teori yang diajadikan alat untuk memahami kebudayaan materi. lan
Hodder Tengungkapkan tiga teori untuk memahami kebudayaan materi, yaitu
teori teknologi, Marxisme, dan strukturalisme. Pertama, teori teknologi
mengungkapkan bahwa penciptaan kebudayaan materi merupakan simbolisasi
terciptanya sebuah kebudayaan sebagai roses untuk memberikan keuntungan bagi
para pencipta kebudayaan materi dengan seefisien mungkin. Kedua, teori Marxis
mengungkapkan bahwa simbol-simbol yang terdapat dalam kebudayaan materi
merupakan il proses dominasi dari kuasa pihak penguasa dan bersifat dialektik.
tiga, teori strukturalis mengungkapkan bahwa kebudayaan materi iciptakan
berdasarkan ruang dan pola tertentu serta mempunyai makna esuai dengan
konteksnya
c. Metodologi Kebudayaan Materi Dalam memahami kebudayaan materi ada dua
pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan idealistis dan pendekatan
materialistis. lan odder mengungkapkan bahwa pendekatan idealistis merupakan
metode untuk memahami kebudayaan materi. Sementara Marvin Harris
engungkapkan bahwa pendekatan materialistis merupakan cara untuk memahami
kebudayaan materi. Pendekatan idealistis berusaha mencari keunikan dari
kebudayaan rateridan berusaha mencari makna dibalik terciptanya kebudayaan
materi
2.kebudayaan nonmateri
Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi,berupa
dongeng,cerita rakyat,dan lain lain

14
BAB II
Pembahasan

A. Pembahasan Isi Buku

Kebudayaan dapat dilihat dari dua sisi,yaitu konsep kebudayaan y adalah idealistis Menuru
bersifat materialistis dan konsep kebudayaan yang bersifat idealistis . Konsep kebudayaan
yang bersifat materialistis mendefinisika kebudayaan sebagai sistem yang merupakan hasil
adaptasi kebudayaan sebagai sistem yang emrupakan hasil adaptasi pada lingkungan alam
atau sistem untuk mempertahankan kehidupan masyarakat. Menurut JJ. Hoenigman, wujud
kebudayaan dibedakan menjadi tiga wujud, yakni gagasan, aktivitas, dan artefak. wujud ideal
ini dapat pula disebut sebagai ideologi. Istilah ideolog mengacu pada kawasan ideasional
dalam suatu budaya. Denga demikian, meliputi nilai, norma, falsafah, dan kepercayaan
religius Untuk sentimen, kaidah etis,pengetahuan atau wawasan tentang dunia,etos dan
semacamnya. Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai tindakan berpola da embangun
manusia dalam masyarakat itu.wujud perilaku sering berbentuk sistem erpretasi sosial, yang
terkait dengan struktur sosial. Struktur sosial merupaka indonesia da konfigurasi kelompok-
kelompok yang mantap. Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari
aktivitas an dan perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda 3 daya
atau ha-hal yang dapat diraba,dilihat,dan didokumentasikan. Sifatn paling konkret di antara
ketiga wujud kebudayaan. Woodward mengatakan bahwa "istilah kebudayaan material
menekankan rupanya benda-benda tak bergerak dalam lingkunga berperan bagi manusia, dan
diberikan peran oleh manusia,

15
B. Kelebihan dan Kelemahan Isi Buku
1. Aspek Kelebihan Buku

 Buku I :
Tampilan buku cukup menarik dan elegan karena menggunakan warna
yang simple dan haromonis dengan gambar yang ada di gambar
sampulnya dan desain nya cukup menarik

2. Aspek Layout Dan Tata Letak

 Buku I :
Pada buku ini susunan dan tata letak sudah memadai karena tata letak dan
susunan yang sistematis dan memudahkan para pembaca

3. Aspek Isi Buku

 Buku I :
Pada buku ini sudah bagus karena dialam buku ini isinya langsung keinti nya
dan memakai permisalan atau contoh membuat si pembaca mudah
memahaminya

4. Aspek Tata Bahasa

 Buku I :
Pada buku ini bagus karena buku ini sudah menggunakan bahasa formal dan
bahsa nya mudah dipahami para pembaca

16
BAB IV
Penutup

Kesimpulan

Kebudayaan dapat dilihat dari dua sisi,yaitu konsep kebudayaan y adalah idealistis
Menuru bersifat materialistis dan konsep kebudayaan yang bersifat idealistis . Konsep
kebudayaan yang bersifat materialistis mendefinisika kebudayaan sebagai sistem yang
merupakan hasil adaptasi kebudayaan sebagai sistem yang emrupakan hasil adaptasi pada
lingkungan alam atau sistem untuk mempertahankan kehidupan masyarakat. Menurut JJ.
Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga wujud, yakni gagasan, aktivitas, dan
artefak. wujud ideal ini dapat pula disebut sebagai ideologi. Istilah ideolog mengacu pada
kawasan ideasional dalam suatu budaya. Denga demikian, meliputi nilai, norma, falsafah, dan
kepercayaan religius Untuk sentimen, kaidah etis,pengetahuan atau wawasan tentang
dunia,etos dan semacamnya. Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai tindakan berpola da
embangun manusia dalam masyarakat itu.wujud perilaku sering berbentuk sistem erpretasi
sosial, yang terkait dengan struktur sosial. Struktur sosial merupaka indonesia da konfigurasi
kelompok-kelompok yang mantap. Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil
dari aktivitas an dan perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda 3
daya atau ha-hal yang dapat diraba,dilihat,dan didokumentasikan. Sifatn paling konkret di
antara ketiga wujud kebudayaan. Woodward mengatakan bahwa "istilah kebudayaan material
menekankan rupanya benda-benda tak bergerak dalam lingkunga berperan bagi manusia, dan
diberikan peran oleh manusia,

17
DAFTAR PUSTAKA

Sulasman, dkk.2013. Teori-teori Kebudayaan. Bandung : Cv Pustaka Setia

18