Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1

1.2 Tujuan Penelitian ................................................................................... 2

1.3. Manfaat Penelitian ................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 3

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 4

3.1 Desain Penelitian ................................................................................... 4

3.2 Subjek Penelitian ................................................................................... 5

3.3 Waktu dan Tempat................................................................................. 5

3.4 Instrumen Penelitian .............................................................................. 5

3.5 Teknik Pengumpulan Data .................................................................... 5

3.6 Teknik Analisis Data ............................................................................. 5

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 6

4.1 Hasil Penelitian ...................................................................................... 6

4.2 Pembahasan ........................................................................................... 10

BAB V PENUTUP ............................................................................................... 13

5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 13

5.2 Saran ...................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 14

LAMPIRAN

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Setiap kegiatan belajar harus diketahui sejauh mana proses belajar tersebut
telah memberikan kemampuan bagi siswa. Salah satu cara untuk melihat
peningkatan kemampuan tersebut adalah dengan melakukan tes hasil
belajar. Tes hasil belajar merupakan salah satu bentuk yang digunakan untuk
mengukur perkembangan belajar siswa setelah mengikuti proses
pembelajaran.
Sebagai pendidik yang professional, maka sebaiknya mengetahui
penyusunan dan pengembangan tes hasil belajar yang baik dan benar sehingga
tes dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya. Dalam menyusun dan
mengembangkan tes hasil belajar matematika terdapat hal-hal yang harus
diperhatikan sehingga pendidik dapat mengukur tujuan instruksional khusus
pada pembelajaran matematika dan memberikan informasi mengenai
keberhasilan belajar siswa.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai bentuk tes hasil belajar,
penyusunan kisi-kisi instrumen tes hasil belajar dan proses validasi instrumen,
serta analisis butir instrumen tes hasil belajar dengan itemen. Oleh karena itu,
kita sebagai pendidik bisa melakukan evaluasi pembelajaran dengan menyusun
tes yang valid dan bisa mengukur kemampuan peserta didik.
1.2. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui


langkah-langkah pengembangan instrumen tes hasil belajar kognitif mata pelajaran
fisika pada pokok bahasan elastisitas dan hukum hooke SMA PAB kelas X dan
untuk mengetahui kualitas instrumen tes hasil belajar kognitif mata pelajaran fisika
pada pokok bahasan elastisitas dan hukum hooke

3
1.3. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan memberi manfaat sebagai berikut :


a. Kegunaan Ilmiah
Untuk Menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan bagi penulis
khususnya dan bagi para pendidik umumnya mengenai tes.

b. Kegunaan Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini dapat bermanfaat :
a. Bagi guru : Meningkatkan profesionalisme guru dan sebagai bahan masukan
bagi guru agar pembelajaran IPA khususnya Fisika yang akan datang,
perangkat tes ini dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Bagi sekolah : Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang baik
bagi sekolah dalam mengembangkan tes sehingga dapat meningkatkan hasil
belajar siswa.
c. Bagi peneliti: Memberikan wawasan dan pengalaman pada peneliti sebagai
calon pendidik mengenai perangkat tes yang dapat diterapkan nantinya ketika
menjadi guru.

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat


ketercapaian kompetensi. Selain itu, instrumen juga diartikan sebagai alat bantu
yang dipilih dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran mengumpulkan agar
kegiatan pembelajaran tersebut, menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
Berdasarkan defenisi tersebut suatu instrumen berfungsi untuk menjaring hasil
pembelajaran. Instrumen juga diartikan sebagai alat bantu, merupakan saran yang
dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket (questionnaire), daftar cocok
(check list), pedoman wawancara (interview guide atau interview schedule), soal tes
(test), inventori (inventory), dan skala (scale).
Ada keterkaitan antara metode dan instrumen penilaian, dimana instrumen
penilaian merupakan alat bantu bagi guru dalam menggunakan metode evaluasi
(penilaian) proses dan produk pembelajaran. Pemilihan satu jenis metode kadang-
kadang dapat memerlukan lebih dari satu jenis instrumen dapat digunakan untuk
berbagai jenis metode. Misalnya apabila penilaian menggunakan tes tertulis uraian,
tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

5
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Model Pengembangan instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini
mengacu pada model 4-D. Prosedur pengembangan instrumen tes hasil belajar
kognitif menggunakan model 4-D yang terdiri dari pendefinisian (define),
perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate)
sebagaimana dikemukan oleh Thiagarajan.
1. Tahap define (tahapan analisis kebutuhan, need assessment) dilakukan untuk
menyusun rancangan awal dan dilakukan melalui studi pustaka dan analisis
standar isi mata pelajaran fisika. Dan tahap ini dilaksanakan peneliti saat peneliti
melakukan magang 2 di SMA PAB Medan. Tahap pendefinisian terdiri dari 4
langkah, yaitu :
a. Analisis Ujung Depan (Front-End-Analysis)
Analisis ujung depan atau analisis awal bertujuan untuk memunculkan dan
menetapkan masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran fisika. Dengan
analisis ini akan didapatkan gambaran fakta, harapan, dan alternatif penyelesaian
masalah dasar yang memudahkan dalam pemilihan bahan pembelajaran yang
dikembangkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
b. Analisis peserta didik (Learner Analysis)
Analisis peserta didik dilakukan untuk mendapatkan gambaran karakteristik
peserta didik, antara lain meliputi tingkat perkembangan dan kemampuan kognitif
peserta didik.
c. Analisis tugas (Task Analysis)
Pada tahap ini menentukan isi pembelajaran yang mengacu pada Standar
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum
2013. Adapun materi yang dikembangan dalam instrumen adalah usaha dan energi.
d. Analisis tugas (Task Analysis)
Pada tahap ini menentukan isi pembelajaran yang mengacu pada Standar
Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum
2013. Adapun materi yang dikembangan dalam perangkat pembelajaran berbasis
Pictorial Riddle adalah usaha dan energi.
2. Tahap pengembangan
Adalah tahap untuk menghasilkan instrumen yang dilakukan melalui
validasi ahli yang dilakukan oleh dosen pengampu matakuliah Evaluasi Proses dan
Hasil Belajar Fisika sehingga diperoleh hasil validasi serta komentar dan saran
untuk perbaikan perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran dan instrumen
pengumpulan data yang sudah melalui tahap validasi diperbaiki berdasarkan saran
dan validator kemudian dihasilkan revisian.

3. Tahap Penyebaran

6
Pada tahap ini produk penelitian berupa angket soal dalam bentuk essay
disebarkan dalam jumlah terbatas yaitu kepada siswa-siswi SMAN PAB Medan.

3.2. Subjek Penelitian


Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X IPA yang berjumlah
38 orang.
3.3. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Sekolah yang digunakan
adalah SMA Negeri PAB Medan.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa angket soal yang
terdiri dari 10 soal Essay dengan materi Elastisitas dan Hukum Hooke
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang telah dibuat dan telah divalidasi oleh dosen pengampu mata
kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Fisika, disebarkan ke kelas X IPA SMA
PAB Medan.
3.6. Teknik Analisis Data
Validitas hasil tes peserta didik dianalisis untuk mengetahui daya beda dan
tingkat kesukarannya menggunakan teori klasik dan aplikasi ANBUSO.
Perhitungan teori klasik diperoleh dengan cara sebagai berikut :
1. Taraf kesukaran butir soal (Index Difficulty)
Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengetahui sukar atau
mudahnya suatu soal. Taraf kesukaran suatu butir soal ialah perbandingan
jumlah jawaban yang benar untuk suatu item dengan jumlah siswa (Arikunto,
2001:207). Taraf kesukaran dihitung dengan rumus :
𝐵
𝑃 = 𝐽𝑠
Keterangan :
P : Taraf Kesukaran
B : banyak siswa menjawab benar
Js : Jumlah seluruh siswa Tes
Indeks kesukaran diklasifikasikan seperti tabel berikut :

Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar.
Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha untuk
memecahkannya. Sebaliknya, soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa

7
menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena di
luar jangkauannya.

8
BAB IV

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan