Anda di halaman 1dari 17

BAB II

TINJAUAN UMUM

A. Sejarah Ringkas Perusahaaan

PT. Multi Harapan Utama didirikan pada tahun 1986 yang merupakan

perusahaan patungan antara New Hope Coorporation Ltd dari Australia dan

PT. Asminco Bara Utama serta Bapak Ibrahim Risjad Group dari Indonesia.

Jumlah kepemilikan sahamnya adalah Bapak Ibrahim dan Napan Group 50 %

New Hope Indonesia Pty. Ltd 40 % dan PT. Asminco Bara Utama 10 %.

Pada tanggal 31 Desember 1986 telah ditanda tangani perjanjian kerjasama

antara PT. Multi Harapan Utama dengan PT. Tambang Batubara Bukit Asam

untuk mengadakan penyelidikan mengenai potensi pengembangan batubara di

Kalimantan Timur selama 30 tahun. Luas konsesi semula adalah 189.953,60 Ha

terdapat dalam KP Eksplorasi No. DU 441/Kaltim dan sesuai dengan perjanjian

tersebut sebagian daerahnya telah diciutkan menjadi ± 25 % dari luas daerah

semula atau seluas 47.232,35 Ha.

Berdasarkan kontrak kerja status PT. Multi Harapan Utama adalah

Perjanjian Karya Pengusahaan dan Penambangan Batubara (PKP2B). Namun

pada kenyataannya PT. Multi Harapan Utama belum bisa meningkatkan status

seluruh KP tersebut, karena beberapa daerahnya tumpang tindih dengan


II-2

perusahaan lain. Sampai saat ini status PT. Multi Harapan Utama telah ditetapkan

menjadi tahap kegiatan Operasi Produksi dan Penetapan Wilayah Pertambangan

(Mining Area) melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum

No. 857 K/20.01/DJP/2000 tanggal 29 Desember 2000.

B. Lokasi dan Kesampaian daerah

Secara geografis areal penambangan PT. Multi Harapan Utama terletak di

daerah khatulistiwa, tepatnya pada 1160 35’ BT – 1170 05’ BT dan 000 25’ 34” LS

– 000 26’ 39” LS. Lokasi penambangan PT. Multi Harapan Utama terletak di desa

Bukit Harapan, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Propinsi

Kalimantan Timur (Gambar 2.1). PT. Multi Harapan Utama berbatasan dengan

PT. Tanito Harum Sebelah Utara, PT. Bukit Baiduri Enterprise sebelah Timur, PT.

Kartika Selabumi Mining sebelah Barat dan Bukit Suharto sebelah Selatan. Akses

jalan menuju ke lokasi Mine Site PT. Multi Harapan Utama berupa jalan aspal

yang berjarak 60 Km sebelah Barat Kota Samarinda atau sekitar ± 19 Kilometer

dari kota Tenggarong. Untuk mencapai lokasi ini dapat di tempuh dengan

menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

Sedangkan tempat pencucian dan pemuatan ke ponton batubara PT. Multi

Harapan Utama terletak di tepian sungai Mahakam di desa Beloro yang berjarak

± 19 kilometer dari arah mine site PT. Multi Harapan Utama desa Bukit Harapan

dengan akses jalan berupa jalan tanah yang telah diperkeras oleh perusahaan.

Pada saat hujan kondisi jalan sangat licin sehingga dapat menggaanggu aktivitas
II-3

transportasi batubara dari tambang ke stockpile. Sedangkan pada musim kemarau

jalan sangat berdebu sehingga sering dilakukan penyiraman.

C. Keadaan Topografi, Iklim dan Cuaca

Topografi daerah penambangan umumnya merupakan daerah perbukitan

dengan ketinggian puncak antara 30 – 80 m diatas permukaan laut. Daerah ini

umumnya ditutupi oleh hutan dan semak belukar.

Lokasi penambangan beriklim tropis dengan suhu udara berkisar antara

26 – 31 0C dan suhu tahunan rata-rata 27 0C. Sebagaimana umumnya daerah

tropis maka dilokasi tambang mempunyai dua musim yakni musim kemarau dan

musim hujan.

Curah hujan tahunan termasuk tinggi, berkisar antara 4000 – 5000 mm

dengan variasi curah hujan dari bulan ke bulan hampir merata sepanjang tahun..

Curah hujan tertinggi terdapat pada bulan Desember – Januari sedangkan curah

hujan terendah terdapat pada bulan Juni - Juli.

D. Kondisi Geologi Daerah Penelitian

a. Morfologi

Morfologi daerah tambang batubara PT. Multi Harapan Utama

merupakan daerah perbukitan rendah dengan lereng yang landai dan hanya

sebagian kecil berupa rawa-rawa. Daerah penelitian termasuk daerah

penambangan termasuk pada umumnya adalah daerah perbukitan dengan


II-4

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2.1

PETA LOKASI PENAMBANGAN


PT. MULTI HARAPAN UTAMA
II-5

ketinggian antara 30 – 80 m diatas permukaan laut dengan punggung –

pungung bukit mengarah ke Barat Laut – Tenggara sampai Utara – Selatan.

Pola aliran sungai di daerah ini termasuk pola denritik.

b. Stuktur Geologi

Struktur Geologi yang banyak dijumpai di Kalimantan Timur,

khususnya daerah penelitian adalah struktur lipatan. Daerah kuasa

pertambangan PT. Multi Harapan Utama sebagian besar merupakan endapan

delta yang terdapat pada cekungan Kutai, dimana cekungan ini berbatasan

dengan dataran tinggi Meratus dan Sub Cekungan Pasir disebelah Selatan,

sedangkan disebelah Utara berbatasan dengan dataran Tinggi Kucing.

c. Stratigrafi

Secara regional wilayah PKP2B PT. Multi Harapan Utama termasuk

dalam cekungan Kutai (Gambar 2.2). Cekungan ini terbentuk pada awal

Tertier dan terisi oleh endapan delta Mahakam.

Adapun urutan stratigrafi cekungan Kutai dari yang berumur tua ke

muda (Gambar 2.3) adalah sebagai berikut:

1. Formasi Pamaluan (Miosen Bawah)

Formasi ini terbentuk pada era Miosen Bawah. Tersusun dari batuan shale

atau mudstone, kadang dibeberapa tempat terdapat sisipan napal dan

batupasir.
II-6

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2.2

CEKUNGAN KUTAI

2. Formasi Bebuluh (Miosen Tengah)

Formasi ini terbentuk pada era Miosen Tengah Terdiri dari batu gamping

terumbu dan batu gamping pasiran, lingkungan pengendapan laut dangkal

dengan ketebalan 300 meter.

3. Formasi Pulau Balang (Miosen Tengah -Atas)

Formasi ini terbentuk pada era Miosen Tenagh sampai Atas. Tersusun atas

batu lempung, napal dan sisipan tipis batu pasir, batubara dan lensa-lensa

batu gamping.
II-7

4. Formasi Balikpapan (Miosen Atas)

Formasi ini terbentuk pada era Miosen Atas Terdiri dari beberapa seri

batuan antara lain batupasir abu-abu yang sangat lunak dan berwarna putih

bila lapuk, shale, lapisan-lapisan batubara, napal dan batugamping.

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2.3

URUTAN STATIGRAFI CEKUNGAN KUTAI


II-8

5. Formasi Kampung Baru (Pliosen)

Formasi ini terbentuk pada era Pliosen. Merupakan endapan danau,

terutama terdiri dari batuan lempung, pasir beberapa lapisan lignit dan

batu gamping koral. Di beberapa tempat terdapat sisipan tufa dan pumice.

E. Cadangan dan Kualitas Batubara

1. Cadangan Batubara

Cadangan adalah bahan-bahan galian yang dapat ditambang secara

ekonomis dari suatu endapan yang telah diketahui. Menurut Meadl. Jensen &

Alan M .Batemen cadangan batubara dapat dibedakan menjadi empat yaitu

cadangan terukur (measured reserve), cadangan terunjuk (indicated reserve),

cadangan tereka (inferred reserve) dan cadangan terduga (hypothetical

reserve). Hal utama yang membedakan jenis cadangan batubara diatas hanya

terletak pada derajat keyakinan geologis dan ekonomis cadangan tersebut

untuk ditambang.

Cadangan terukur merupakan cadangan dengan derajat keyakinan

geologis paling tinggi, selanjutnya derajat keyakinan geologis akan berkurang

sesuai dengan urutan jenis cadangan diatas. Jumlah cadangan batubara yang

terdapat pada lokasi Kuasa Pertambangan PT. Multi Harapan Utama sebesar

46.217.000 ton (Tabel II. 1).


II-9

TABEL II. 1

JUMLAH CADANGAN BATUBARA


PT. MULTI HARAPAN UTAMA

CADANGAN
Area (000Ton) Jumlah
Terukur Terunjuk Tereka
Busang 8.650 12.356 13.448 34.454
Jonggon 1.887 4.886 5.000 11.763
Jumlah 10.537 4.886 5.000 46.217
(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

2. Kualitas Batubara

Jenis batubara yang dimiliki oleh PT. Multi Harapan Utama termasuk

dalam jenis Mahakam Coal. Kualitas batubara yang dihasilkan oleh PT. Multi

Harapan Utama sangat variatif sehingga sering disebut dengan “Multi Brand

Coal” (Tabel II.2). Karena kualitas batubara PT. Multi Harapan Utama sangat

variatif maka perusahaan ini mempunyai kebijakan mengelompokkan kualitas

batubaranya dalam beberapa kelompok yaitu :

a. Low Sulfur (L/S), apabila kandungan sulfurnya kurang dari 0.9 % dan

kandungan abunya kurang dari 7 %

b. Medium Sulfur (L/S), apabila kandungan sulfurnya antara 1 – 1.5% dan

kandungan abunya kurang dari 7 %.

c. High Sulfur (H/S), apabila kandungan sulfurnya diatas 1.5 % dan

kandungan abunya kurang dari 7 %.

d. High Sulfur Spesial (H/S Sp), apabila kandungan sulfurnya diatas 1.5 % dan

kandungan abunya lebih dari 7%.


II-10

TABEL II.2

KUALITAS BATUBARA
PT. MULTI HARAPAN UTAMA

Coal product is as follows


Total moisture (as) 16,00 % Max
Moisture(adb) 11,00 % Approx
Volatile matter (adb) 40,00 % Approx
Fixed carbon (adb) 46,00 % Approx
Total sulphur (adb) 1,00 % Max
Calorific value (adb) 6400,00 +/- 50
Ash (adb) 5,00% max
Hardgrove grindability 45,00 min
index KCa/Kg
Ultimate analysis Ash analysis
Carbon 76,30% SiO2 33,50%
Hydrogen 5,60% Al2O3 27,30%
Nitrogen 1,70% CaO 9,30%
Oxygen 15,70% MgO 4,80%
Chlorine 0,01% TiO2 0,74%
Phosphorous 0,013% K2O 1,70%
carbonate 0,24% Na2O 1,22%
Mn3O4 0,10%
Coal size distribution SO3 10,25%
0,50 mm 100% P2O3 0,33%
2 mm and below 20 % Max Fe2O3 11,20%
0,5 mm and below 6 % max
(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

F. Kegiatan Penambangan Secara Umum

Kegiatan penambangan batubara yang dilakukan oleh PT. Multi Harapan

Utama dengan menggunakan metode tambang terbuka, dimana sistem

pengerjaannya dilakukan dengan sistem back filling karena material penutup

batubara akan ditimbunkan kembali pada daerah bekas penambangan. Adapun

kegiatan penambangan yang dilakukan di PT. Multi Harapan Utama meliputi:


II-11

1. Pembukaan lokasi tambang dan pembersihan lantai (land clearing)

Pembukaan lokasi penambangan merupakan kegiatan awal untuk

mempersiapkan medan kerja yang baik untuk kegiatan penambangan.

Kegiatan pembukaan lokasi penambangan meliputi pekerjaan pembersihan

lahan dari vegetasi (land clearing), pengupasan tanah penutup dan pembuatan

jalan masuk ke medan kerja. Pembersihan lahan dari semak-semak dan pohon

besar (clearing) dengan menggunakan bulldozer Komatsu D375A, bulldozer

Komatsu D 85 SS, dan bulldozer D 155.

2. Pengupasan lapisan penutup : Top Soil dan Overburden

Setelah kegiatan penggusuran selesai dikerjakan, selanjutnya yang

dilakukan adalah pengupasan lapisan penutup yang terdiri dari tanah dan

batuan. Penanganan tanah penutup berupa top soil dan sub soil berbeda

dengan penanganan batuan penutup yang terdiri dari batupasir dan clay.

Top soil ini kaya dengan unsur hara (humus) dan tebalnya sekitar 50-

70 cm. Pembongkaran dan pemuatannya dilakukan oleh Back Hoe PC 750,

dan dimuat ke dalam Dumptruck nisssan CWB. Penimbunan top soil tersebut

berbeda dengan overburden lainnya agar memudahkan dalam hal reklamasi

nantinya. Ada dua cara penanganan lapisan overburden yang dilakukan oleh

PT. Multi Harapan Utama yakni dengan menggunakan kombinasi bulldozer

yang dilengkapi ripper tipe D 375 A, D 85 S dan excavator PC 1100, PC 1250

dan PC 750 dan HD 465 sebagai alat angkutnya (Gambar 2.4).

.
II-12

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2. 4

KOMBINASI EXCAVATOR DAN BULLDOZER


MENGUPAS LAPISAN OVERBURDEN

Untuk penanganan lapisan overburden yang relatif keras seperti batu

pasir maka PT Multi Harapan Utama melakukan aktifitas peledakan dengan

menggunakan Hydraulic Rock Drill (Tamrock) dan bahan peledak (Gambar

2.5), karena apabila menggunakan alat mekanis hasil yang didapatkan tidak

maksimal dan waktu pengerjaannya juga relatif lebih lama


II-13

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2.5

AKTIVITAS PELEDAKAN DENGAN MENGGUNAKAN HYDRAULIC


ROCK DRILL (TAMROCK) DAN BAHAN PELEDAK

3. Penggalian dan Pengangkutan Batubara dari "Pit ke ROM-stockpile"

Setelah kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup, kemudian

dilakukan penggalian batubara dengan alat gali Hydraulic Excavator Komatsu

PC 200 dengan alat angkut Nissan CWB dengan kapasitas 18 - 20 ton ke

tempat stockpile di Bloro yang berjarak ± 20 – 30 km dari areal

penambangan.

4. Penimbunan Batubara di Stockpile

Batubara dari areal penambangan yang diangkut oleh dump truck akan

ditimbun terbebih dahulu di ROM stockpile sebelum di proses lebih lanjut.


II-14

Penimbunan batubara ini berbeda beda berdasarkan kualitas dari batubara

tersebut.

5. Pengolahan Batubara

Batubara yang ditimbun akan diproses sesuai dengan kualitasnya agar

dapat memudahkan dalam proses pencucian dan penimbunannya di stockpile

clean coal. Adapun proses pencucian batubara yang dilakukan adalah sebagai

berikut: (Gambar 2.6)

Setelah batubara dari lokasi penambangan terkumpul di raw coal,

batubara didorong dengan bulldozer dan wheel loader masuk ke Stamler

Feeder Breaker. Kapasitas Stamler Feeder Breaker yaitu 50 ton. Didalam ini

batubara akan dihancurkan dengan ukuran -120 mm. material yang lolos akan

masuk ke dalam Vibrating Divergator. Setelah masuk Vibrating Divergator,

material yang keluar dengan ukuran -75 mm akan langsung diteruskan ke

Launder, sedang material berukuran +75 mm terlebih dahulu masuk ke

Double Roll Crusher, sehingga material dihancurkan dengan ukuran -75 mm

dan diteruskan ke Launder.

Di dalam Launder ini material dicuci. Setelah material tercuci kemudian

masuk ke Desliming Screen. Alat ini mempunyai sistem penyemprotan air

dengan kekuatan tinggi. Material yang keluar dari Desliming Screen dengan

ukuran +50 mm akan diteruskan ke Double Roll Crusher (tahap dua). Material

yang keluar dengan ukuran +1 mm akan langsung ditimbun ke Clean Coal

Stockpile.
II-15

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2. 6

PROSES PENCUCIAN BATUBARA


PT. MULTI HARAPAN UTAMA

Sedangkan material berukuran -1,0 mm terlebih dahulu masuk ke Sump

kemudian di alirkan ke Desliming Cyclone dan masuk ke proses terakhir yaitu

ke dalam Slurry Screen. Material yang keluar dengan ukuran +0,25 mm akan

masuk ke Clean Stock Pile, sedang yang berukuran -0,25 mm akan terbawa

air dan dialirkan lagi ke Sump. Air bekas pencucian dari Desliming Cyclone

akan ditampung di Head Tank. Dari Head Tank ini air akan dialirkan ke

Tailling Pond, dan sebagian akan dialirkan kembali ke Launder.

6. Sistem Penirisan

Berdasarkan pengamatan di lapangan sistem penirisan yang digunakan

adalah sistem represif kuratif, yaitu suatu sistem dengan cara mengendalikan
II-16

aliran air yang masuk ke dalam tambang ditampung di dalam sump atau

sumuran kemudian dipompakan keluar areal tambang. Tetapi setelah diamati

ada beberapa kekurangan dalam penerapannya yang dapat mengganggu

proses produksi dimana ukuran sump yang digunakan sudah tidak memadai

dengan catchment yang semakin luas dan juga penggunaan dua buah pompa

tipe sykes pump HH-150 yang sudah tidak effisien lagi.

7. Pemuatan ke Pontoon

Apabila ada pemuatan batubara maka akan dilakukan pembongkaran

batubara yang berasal dari stockpile batubara bersih baik yang berada di areal

CC-5 atau CC-3. Batubara tersebut akan didorong oleh bulldozer ke hooper

yang akan diangkut oleh belt conveyor yang mampu mengangkut batubara

sebesar 800 ton/jam ke dalam ponton

8. Pemasaran Batubara

Pemasaran Batubara yang dilakukan oleh PT. Multi Harapan Utama

umumnya dilakukan keluar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Malaysia,

Philiphina dan negara lainnya sementara untuk pasar lokal dipasarkan ke

PT. INCO Soroako, PT. Tjiwi Kimia Surabaya dan lain-lain (Gambar 2.7).
II-17

(Sumber : PT. Multi Harapan Utama)

GAMBAR 2.7

DAERAH PEMASARAN BATUBARA


PT. MULTI HARAPAN UTAMA