Anda di halaman 1dari 17

MINI RISET

MEKANIKA

DI SUSUN OLEH :

MUHAMMAD RIZKI AFIF BATUBARA ( 4161121016 )

MAULANA TRI AGUNG ( 4161121015 )

PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelaesaikan tugas mata kuliah
MEKANIKA ini yang berjudul “MINI RISET ”. Penulis berterima kasih kepada Bapak dosen
yang bersangkutan yang sudah memberikan bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan
kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 10 April 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………........................................ ii

DAFTAR ISI……………...………………………………………………………... iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………..………….. 4

Latar Belakang........……………...……..…………………………….….. 4

Tujuan.......................…......………...……..…………………………….….. 4

BAB II LANDASAN TEORI….....…...............…..…………………………… 5

Landasan Teori.........................…....……………………………………... 5

BAB III METODE PENELITIAN….......….........…..…………..…………… 14

Metode..............................…………...……………………………………... 14

BAB IV PEMBAHASAN….....….........…..…………………………………… 15

Hasil Pembahasan.....................………………………………………... 15

BAB V PENUTUP….....….........…..……………………………………...……… 16

Kesimpulan.....................…………...……………………………………... 16

Saran..................................…………...……………………………………... 16

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………. 17

iii
BAB I

Pendahuluan
Latar Belakang

Di zaman atau era globalisasi ini, teknologi semakin bertambah


canggih dengan pesat. Mulai dari peralatan rumah tangga, transportasi, alat
komunikasi, dan sistem keamanan atau pertahanan negara, semuanya bertambah
canggih dan efisien. semua ini tidak lepas dari campur tangan ilmu pengetahuan
pasti (Exact Knowladge). Contoh dari ilmu pengetahuan pasti terebut salah satunya
adalah Fisika, khususnya fisika mekanika.

Banyak hal yang dipelajari di dalam Ilmu Fisika, dan di Ilmu Fisika tidak
hanya sekedar teori, namun juga ada pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari.
Contoh hal yang dipelajari dalam Ilmu Fisika

hampir disetiap aktivitas yang kita lakukan di kehidupan ini pasti memiliki
prinsip-prinsip fisika, sebagai contohnya: transportasi yang memiliki sistem
pengereman (break system). di Makalah/Karya Tulis Fisika yang kami susun
terfokus pada materi ini, yaitu pengereman pada transportasi darat, khususnya
kereta api. hubungan sistem pengereman dengan Ilmu Fisika adalah pada
Kinematika dan Hukum Newton (Gaya/force).

Tujuan
1. Agar mahasiswa lebih menambah wawasannya di dunia IPTEK (Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi).
2. Agar mahasiswa dapat memahami pengaplikasian teori-teori fisika
mekanika

3. Agar mahasiswa dapat lebih memahami teori yang ada dalam Fisika
Mekanika

4
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Teori Dasar

A. Seputar Kinematika Secara Mendasar

Kinematika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana gerak dapat terjadi


tanpa memperdulikan penyebab terjadinya gerak tersebut.
Sedangkan dinamika adalah ilmu yang mempelajari gerak dengan
menganalisis seluruh penyebab yang menyebabkan terjadinya gerak tersebut.
Seperti apa yang menyebabkan sebuah bulu ayam jatuh tidak bersamaan
dengan kertas yang diremas. Padahal menurut Galileo semua benda akan jatuh
bersamaan jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama.

B. Gerak Lurus

Gerak lurus adalah gerakan suatu benda/obyek yang lintasannya berupa


garis lurus (tidak berbelok-belok). Dapat pula jenis gerak ini disebut sebagai
suatu translasi beraturan. Pada rentang waktu yang sama terjadi perpindahan
yang besarnya sama. Seperti gerak kereta api di rel yang lurus.

1. Posisi

Posisi atau kedudukan adalah suatu kondisi vektor yang


merepresentasikan keberadaan satu titik terhadap titik lainnya yang bisa
dijabarkan dengan koordinat kartesius, dengan titik (0,0) adalah titik yang
selain dua titik tersebut namun masih berkolerasi atau salah satu dari dua titik
tersebut.

5
2. Jarak dan Perpindahan

Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh


suatu benda dalam waktu tertentu mulai dari posisi awal dan selesai pada
posisi akhir. Jarak merupakan besaran skalar karena tidak bergantung
pada arah. Oleh karena itu, jarak selalu bernilai positif. Besaran jarak
adalah ‘s’.

Perpindahan adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dari


keadaan awal ke keadaan akhirnya. Perpindahan merupakan besaran
vektor(untuk lebih jelasnya, simak gambar di bawah). Perpindahan hanya
mempersoalkan jarak antar kedudukan awal dan akhir suatu objek. Besaran
perpindahan adalah ‘d’. Untuk mengetahui perbedaan antara jarak dan
perpindahan, mari kita simak gambar dibawah ini:

6
Heri dan Dita setiap pagi berangkat sekolah bersama-sama. Heri menempuh
jarak 700 m, yaitu menempuh 300 m dari rumahnya menuju rumah Dita dan
menempuh lagi 400 m dari rumah Dita menuju sekolah. Namun, perpindahan
Heri sejauh 500 m dari rumahnya menuju sekolah.

3. Kelajuan dan Kecepatan


Kelajuan adalah besarnya kecepatan suatu objek. Kelajuan tidak
memiliki arah sehingga termasuk besaran skalar. Rumus kelajuan adalah
sebagai berikut:

Keterangan:
v = kelajuan rata-rata (m/s)
s = jarak (m)
t = waktu tempuh (s)

Satuan diatas menggunakan SI. Sedangkan jika anda ingin menggunakan


satuan km/h. Maka rubah saja satuan jarak menjadi ‘k’ dan waktu tempuh
menjadi ‘h’.

Kecepatan adalah besaran vektor yang menunjukkan seberapa cepat benda


berpindah. Kecepatan juga bisa berarti kelajuan yang mempunyai arah. Misal
sebuah mobil bergerak ke timur dengan kecepatan 60 km/jam. Rumus
kecepatan tidak jauh berbeda dengan rumus kelajuan bahkan bisa dikatakan
sama. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Keterangan:
v = kecepatan rata-rata (m/s)
s = perpindahan (m)
t = selang waktu (s)

7
4. Gerak Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak yang lintasannya lurus dan
kecepatannya tetap. Cara menghitung jarak dari suatu gerak beraturan.
Yaitu dengan mengalikan kecepatan(m/s) dengan selang waktu(s).

Keterangan:
v = kecepatan rata-rata (m/s)
s = perpindahan (m)
t = selang waktu (s)

5. Gerak Lurus Berubah Beraturan


Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak yang
lintasannya lurus dan kecepatannya berubah secara beraturan/berpola.
Ada dua kemungkinan GLBB, yaitu GLBB dipercepat dan GLBB
diperlambat. Rumus GLBB dituliskan sebagai berikut.

Keterangan:
vt = kecepatan akhir atau kecepatan setelah t sekon (m/s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
a = percepatan (m/s2)
t = selang waktu (s)
s = jarak tempuh (m)

8
Selain itu, anda juga bisa menghitung jarak tempuh yang dialami benda yang
bergerak lurus berubah beraturan dengan rumus luas matematika.
Selengkapnya baca artikel Materi Pelajaran tentang Gerak Lurus Berubah
Beraturan.

Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu.


Percepatan termasuk besaran vektor. Satuan SI percepatan adalah m/s2.
Percepatan bisa bernilai positif dan negatif. Bila nilai percepatan positif, hal ini
menunjukkan bahwa kecepatan benda yang mengalami percepatan positif ini
bertambah (dipercepat). Sedangkan bila negatif, hal ini berarti kecepatannya
menurun (diperlambat). Jika gerak suatu benda lurus dan kecepatannya tidak
berubah, maka resultan percepatannya adalah 0. Rumus percepatan adalah
sebagai berikut.

Keterangan:
a = percepatan rata-rata (m/s2)
= perubahan kecepatan (m/s)
= selang waktu (s)

C. GLBB dalam Kehidupan

1. Gerak Jatuh Bebas

Gerak jatuh bebas adalah gerak sebuah objek yang jatuh dari ketinggian
tanpa kecepatan awal yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Benda-benda
yang jatuh bebas di ruang hampa mendapat percepatan yang sama.
Benda-benda tersebut jika di kenyataan mungkin disebabkan karena gaya
gesek dengan udara. Rumus-rumus gerak jatuh bebas adalah sebagai
berikut.

9
Keterangan:
vt = kecepatan saat t sekon (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (9,8 m/s2)
h = jarak yang ditempuh benda (m)
t = selang waktu (s)

2. Gerak Vertikal ke Bawah

Gerak Vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang dilemparkan


vertikal ke bawah dengan kecepatan awal dan dipengaruhi oleh
percepatan. Rumus-rumus gerak vertikal ke bawah adalah sebagai
berikut.

Keterangan:
h = jarak/perpindahan (m)
v0 = kecepatan awal (m/s)
vt = kecepatan setelah t (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
t = selang waktu (s)

10
3. Gerak Vertikal ke Atas

Gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar vertikal
ke atas dengan kecepatan awal tertentu (v0) dan percepatan g saat kembali
turun. Rumus gerak vertikal ke atas adalah sebagai berikut.

Di titik tertinggi benda, kecepatan benda adalah nol. Persamaan yang berlaku
di titik tertinggi adalah sebagai berikut.

Keterangan:
tnaik = selang waktu dari titik pelemparn hingga mencapai titik tertinggi (s)
v0 = kecepatan awal (m/s)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
hmaks = jarak yang ditempuh hingga titik tertinggi (m)

Saat mulai turun, persamaannya sama seperti gerak jatuh bebas. Rumusnya adalah:

Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu saat naik sama dengan waktu saat turun.

11
D. Seputar Gaya Gesek (friction)

. Gaya gesek adalah gaya yang melawan gerak benda pada suatu
permukaan. Gaya gesek terjadi akibat adanya pergerakan benda-benda yang
saling bersentuhan. Gaya gesek tersebut bekerja pada permukaan benda-benda
yang bersentuhan dengan arah berlawanan. Ada kalanya gaya gesek begitu
besar sehingga benda yang bergerak segera berhenti. Ada kalanya pula gaya
gesek yang terjadi tidak besar sehingga benda masih sempat bergerak jauh
sebelum berhenti. Berdasarkan pengertian tadi, maka dapat diartikan bahwa
gaya gesek adalah gaya yang menahan gerak benda agar benda itu dapat
berhenti bergerak. Besar dan kecilnya gaya gesek bergantung pada kekasaran
permukaan kedua benda yang bergesekan. Semakin kasar suatu permukaan,
semakin besar gaya geseknya dan semakin "sulit" benda bergerak di atas
permukaan tersebut. Sebaliknya, semakin halus permukaan, semakin kecil gaya
geseknya dan semakin "mudah" benda untuk bergerak di atasnya.

Berikut 4 contoh kemungkinan yang terjadi pada benda yang bergerak di atas
permukaan bidang tertentu.

 Benda yang memiliki permukaan kasar bergerak pada permukaan yang


kasar, contohnya mendorong balok di atas karpet.
 Benda yang memiliki permukaan kasar bergerak pada permukaan yang
halus, contohnya ban sepeda yang bergerak di atas lantai keramik.
 Benda yang memiliki permukaan halus bergerak pada permukaan yang
kasar, contohnya es balok yang bergerak sesaat setelah didorong di atas
jalan yang berkerikil.
 Benda yang memiliki permukaan halus bergerak pada permukaan yang
halus, contohnya gelas yang menggelinding di atas kaca.

Gaya gesek memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 Arah gaya gesek selalu berlawanan arah dengan gaya luar yang
menggerakkan benda sehingga gaya gesek bersifat menghambat gerak

12
benda. Jadi, jika arah gaya luar ke kiri, arah gaya gesek ke kanan.
Sebaliknya. jika gaya luar ke kanan, arah gaya gesek ke kiri.
 Gaya gesek tidak mampu menggerakkan benda.
 Besar gaya gesek bergantung pada kekasaran permukaan dua benda
yang bergesekan.

Gaya gesekan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gaya gesekan statis dan
gaya gesekan kinetis. Gaya gesekan statis adalah gaya gesek yang bekerja pada
benda selama benda tersebut masih diam. Sedangkan, gaya gesek kinetis adalah
gaya gesek yang bekerja pada saat benda dalam keadaan bergerak. Gaya ini
termasuk gaya disipatif yaitu gaya dengan usaha yang dilakukan akan berubah
menjadi kalor.

Contoh Gaya Gesek


Contoh gaya gesek dapat ditemukan pada benda yang bergerak, tidak hanya
benda yang bergerak di darat, tetapi juga di udara dan air. Gesekan di
permukaan air terjadi pada burung yang mendarat di permukaan air. Burung
yang mendarat akan mengembangkan kakinya sehingga menghasilkan gesekan
dengan air dan menyebabkan burung itu berhenti. Gesekan di udara terjadi pada
olahraga terjun payung. Ketika parasut membuka, parasut akan mengembang
membentuk payung. Parasut yang berbentuk payung menghasilkan gaya gesek
yang besar terhadap udara. Gaya gesek yang terjadi berlawanan dengan gaya
gravitasi yang menarik parasut ke bawah.

Contoh gaya gesek lainnya antara lain sebagai berikut:

 Gaya gesek antara sol sepatu dengan lantai.


 Gaya gesek antara ban kendaraan dengan aspal.
 Gaya gesek antara gear dalam mesin kendaraan.
 Gaya gesek antara papan sky dengan salju.
 Gaya gesek pada pengereman kendaraan.

13
BAB III
METODE PENELITIAN

 Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam mini riset dengan menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang
mendeskriptifkan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan
kalimat-kalimat penjelas secara kualitatif.

 Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat penelitian dilakukan di lingkungan Universitas Negri Medan dan waktu
pelaksanaan peletian pada 16 April 2018 pada pukul 15.30-16.30 WIB.

 Populasi dan Sampel


Yang menjadi sampel pada penelitian ini ialah.

 Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan
dengan bentuk wawancara

 Teknik Analisi Data


Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan cara meminta
sampel penelitian untuk menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Metode
wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab
sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian
Dalam hal ini penulis menggunakan sebuah tes atau observasi serta tanya jawab
“sepihak” dalam membantu proses penelitiannya.

14
BAB IV
PEMBAHASAN

Fisika adalah salah satu ilmu pasti yang dalam kajiannya terbatas pada fisik
benda. Salah satu kajian dalam fisika ialah mengenai gerak benda yang istilah
fisikanya disebut mekanika. Dalam bahasan mekanika, gerak suatu benda
dispesifikasi menjadi dua ranting bahasan yakni kinematika dan dinamika.
Kinematika menjabarkan mengenai gerakan benda tanpa mengaitkan apa
penyebab benda tersebut bergerak. Sedang dinamika mengulas mengenai gerakan
benda dengan menghubungkan apa menyebabkan benda tersebut bergerak. Jadi
dalam mengulas tentang gerakan suatu benda, dapat dilakukan dengan dua
pendekatan yakni pendekatan kinematika atau dinamika.
Untuk mengetahui apakah mahasiswa memahami mengenai konsep fisika
mekanika, maka penulis melakukan penelitian kepada mahasiswa - mahasiswa
Universitas Negri Medan. penelitian dilakukan dengan memberikan beberapa
pertanyaan adalah sebagai berikut :

 Apa itu MEKANIKA ?

 Apa saja pembagian dari MEKANIKA ?

 Adakah peran Fisika khususnya MEKANIKA dalam kehidupan sehari-hari


?

 Kesulitan mempelajari MEKANIKA ?

 Apa Solusinya ?

Bedasarkan hasil penelitian sebagian besar mahasiswa sudah memahami konsep dari
Mekanika.Mereka hanya menerapkan rumus-rumus yang mereka ketahui. Dari penelitian
terlihat mahasiswa hanya mampu memindahkan nilai kedalam sebuah rumus tidak benar
benar memahani konsep yang ada pada Mekanika.

15
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil penelitian dengan cara wawancara hasil dari mahasiswa
Universitas Negri Medan, dengan jumlah responden yang diteliti adalah beberapa
mahasiswa cenderung dikatakan mahasiswa cukup mampu memahami konsep dari
Mekanika. Tetapi kebanyakan dari mereka lebih cenderung untuk menghapal
rumus dan memasukkan suatu nilai kedalam rumus tidak dengan pemahaman
konsep materi Mekanika.

Saran
Saran untuk mahasiswa agar untuk meningkatkan pemahamn terhadap konsep
materinya tidak hanya menghapal rumus karena akan dapat menyebabkan banyak
miskonsepsi yang akan terjadi.

16
DAFTAR PUSTAKA

Halliday-Resnick. 1991. Fisika Jilid 1 (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.


Kanginan, Marthen. 1997. Seribu Pene Fisika SMU Kelas 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Supriyono, SPd., dkk. 2009. Buku Pintar Belajar Fisika untuk Siswa SMA / MA. Penerbit
Sagufindo Kinarya

17