Anda di halaman 1dari 7

1 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

PROYEK RUMAH TINGGAL 3 LANTAI

2018
LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR
PROYEK RUMAH TINGGAL 3 LANTAI
2 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

1. Umum
Proyek pembangunan ini adalah suatu proyek pembangunan Rumah Tinggal
bertingkat 2 lantai yang berlokasi di daerah Bandung, Jawa Barat. Pada laporan ini
disajikan perhitungan struktur atas yang melandasi dokumen perencanaan yang
diajukan.

2. Deskripsi Bangunan dan Sistem Struktur


Gedung merupakan bangunan bertingkat 2 lantai dan sistem struktur adalah
sistem beton bertulang dengan Struktur Rangka Penahan Momen Khusus (SRPMK)
beton.

3. Metodologi Perencanaan
Menggunakan metode Elemen Hingga dengan pemodelan struktur rangka /
portal 3 dimensi serta elemen membran untuk pelat lantai. Analisa gempa
menggunakan analisa gempa statik. Analisa menggunakan paket program ETABS.

4. Peraturan yang Digunakan


Peraturan yang digunakan dalam proses perencanaan ini adalah :
1. PUBI-1982, Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
2. PBIUG-1983, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung
3. SNI 03-1727-1989, Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung
atau penggantinya
4. SNI 03-1726-2012, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan dan
Gedung
5. SNI 03-2847-2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan dan
Gedung
6. SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.

5. Spesifikasi Pembeban
Jenis Beban yang bekerja pada gedung meliputi :
a. Beban Mati Sendiri Elemen Struktur (Self Weight)
Meliputi : Balok, Kolom, Shear Wall, dan Plat
b. Beban Mati Elemen Tambahan (Superimposed Dead Load)
Meliputi : Dinding, Keramik, Plesteran, Plumbing, ME (Mechanical Electrical), dll.
c. Beban Hidup (Live Load)
3 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

Meliputi : Beban luasan per m2 yang ditinjau berdasarkan fungsi bangunan.


d. Beban Gempa (Earthquake Load)
Meliputi : Beban Gempa statik Equivalen dan Dinamik (Respons Spectrum).

A. Perhitungan Beban Mati (Dead Load)


Beban mati adalah beban dari semua elemen gedung yang bersifat permanen
termasuk peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
gedung. Jenis jenis beban mati pada gedung ditunjukan pada tabel 1 berikut :

Tabel 1 Jenis Beban Mati Pada Gedung


Nomor Jenis Beban Mati Berat Satuan
1 Baja 78,5 kN/m3
2 Beton 24 kN/m3
3 Pasangan Batu Kali 22 kN/m3
4 Mortar, Spesi 22 kN/m3
5 Beton Bertulang 24 kN/m3
6 Pasir 16 kN/m3
7 Lapisan Aspal 14 kN/m2
8 Air 10 kN/m3
9 Dinding pas. 1/2 Bata 2,5 kN/m2
10 Curtain Wall Kaca + Rangka 0,6 kN/m2
11 Langit - langit dan Penggantung 0,2 kN/m2
12 Clading Metal Sheet + Rangka 0,2 kN/m2
13 Finishing Lantai ( Tegel atau keramik ) 0,22 kN/m2
14 Marmer, Granit per cm tebal 0,24 kN/m2
15 Instalasi Plumbing (ME) 0,25 kN/m2
16 Penutup Atap Genteng 0,5 kN/m2

Beban Mati Pada Plat Lantai :


- Screed 3cm =0,03x22 kg/m2 = 0,66 kN/m2
- Pasir 1 cm = 0,01X16 = 0,16 kN/m2
- Mekanika dan Elektrikal = 0,25 kN/m2
- Penutup Lantai Ubin = 0,22 kN/m2
- Penggantung langit-langit = 0,20 kg/m2
Total = 1.49 kN/m2
4 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

Beban Mati Pada Plat Atap :


- Mekanika dan Elektrikal = 0,25 kN/m2
- Penggantung langit-langit = 0,20 kN/m2
Total = 0.45 kN/m2

Beban Mati Pada Balok :


- Beban dinding pasangan bata ½ bata = 4 x 0,65 = 2,6 kN/m2
- Beban tangga = 13,65 kN/m2

B. Perhitungan Beban Hidup (Live Load)


Beban hidup adalah beban yang bekerja pad lantai bangunan tergantung dari
fungsi ruang yang digunakan. Besarnya beban hidup lantai bangunan menurut
Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung PPPURG 1987
ditunjukan pada tabel dibawah ini :

Tabel 2 Jenis Beban Hidup Pada Gedung


Nomor Jenis Beban Mati Berat Satuan
1 Dak atap bangunan 1 kN/m2
2 Rumah tinggal 2 kN/m2

3 Kantor, Sekolah, Hotel, Pasar, Rumah Sakit 2,5 kN/m2

4 Hall, Tangga, Koridor, dan Balkon 3 kN/m2

Ruang olah raga, pabrik, bioskop, bengkel,


5 4 kN/m2
perpustakaan, tempat ibadah, parkir, aula

6 Panggung penonton 5 kN/m2

Reduksi beban dapat dilakukan dengan cara mengalikan beban hidup dengan
koefesien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan bangunan.
Besarnya koefesien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal dan gempa di
tentukan pada tabel 3 berikut:
5 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

Tabel 3 Faktor Koefesien Reduksi Portal dan Gempa

Faktor
Faktor Reduksi
Nomor Fungsi Bangunan Reduksi Untuk
Untuk Gempa
Portal
Perumahan : Rumah Tinggal, Asrama,
1 0,7 0,3
Hotel, Rumah Sakit, perkantoran
Gedung Pendidikan : Sekolah, Ruang
2 0,9 0,5
Kuliah
Tempat Pertemuana Umum, tempat
3 Beribadah, Bioskop, Restoran, Ruang 0,9 0,5
Dans, Ruang Pagelaran
4 Gedung Perkantoran : Kantor, Bank 0,6 0,3
Gedung perdagangan dan ruang
5 penyimpanan : toko, toserba, pasar, 0,8 0,8
gudang, ruang arsip, perpustakaan
Tempat Kendaraan : garasi, gedung
6 0,9 0,5
parkir
7 Bangunan industri : pabrik, bengkel 1 0,9

Dari tabel diatas, beban hidup yang bekerja untuk rumah tinggal adalah sebagai
berikut :
Beban Hidup Ruang Kerja =2 kN/m2
Beban Hidup Lantai Atap =1 kN/m2

C. Kombinasi Pembebanan
6 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai

Struktur gedung dirancang mampu menahan beban mati, hidup, dan gempa
sesua SNI Gempa 03-1726-2012 pasal 4.1.1 dimana gempa rencana ditetapkan
mempunyai periode ulang 500 tahun, sehingga probabilitas terjadinya terbatas
pada 10% selama umur gedung 50 tahun. Kombinasi pembebann yang digunakan
mengacu pada SNI Beton 03-2847-2002 pasal 11.2 sebagai berikut :
Kombinasi 1 = 1,4 D + 1,4 SW
Kombinasi 2 = 1,2 D + 1,2 SW + 1,6 L
Kombinasi 3 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L + 1 Eqx
Kombinasi 4 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L - 1 Eqx
Kombinasi 5 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L + 1 Eqy
Kombinasi 6 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L - 1 Eqy

6. Spesifikasi Bahan dan Penampang


SPESIFIKASI MATERIAL DAN DATA STRUKTUR BETON
Spesifikasi Material Untuk Struktur Beton Bertulang
 Mutu Beton :
 Pelat : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Balok : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Tie Beam : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Kolom : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Keterangan = (1 Mpa = 1000 kN/m2)
K200 Specified Conc. Comp Strenght, f’c = 0.083 x 𝜎𝑏𝑘
= 0.083 x 300
= 24,9 Mpa

Modulus of elasticity (SNI 03-2847-2012 pasal 10.5)


K300 = 4700 √𝑓′𝑐 Mpa
= 4700 x (24,9^0,5) x 1000
= 23452952,90

ᵧ beton : 24 kN/m2
 Mutu Baja Tulangan :
 Fys : 2400 𝑘𝑔⁄𝑐𝑚2 (240 Mpa), untuk Ø < 10mm (BJTP 24)
 Fy : 4000 𝑘𝑔⁄𝑐𝑚2 (400 Mpa), untuk Ø ≥ 10mm (BJTP 40)
 Phi Controled
7 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Rumah Tinggal 3 Lantai