Anda di halaman 1dari 3

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

A. Kegiatan dalam gedung


Kegiatan klinik sanitasi dilakukan di ruang Pelayanan Klinik Sanitasi. Kegiatan yang
dilakukan adalah melakukan konseling dari pasien yang memiliki penyakit berbasis
lingkungan dank lien yang mempunyai masalah tentang lingkungan.
Karena penderita DBD mendapatkan surat dari Rumah Sakit, maka klinik sanitasi di
Puskesmas Asemrowo melakukan inspeksi ke rumah penderita dengan Penyelidikan
Epidemiologi dan Fogging. Informasi penderita DBD diperoleh dari data penderita DBD
pada bulan februari tahun 2019 yang terdapat wabah DBD sebanyak 3 orang di daerah
kecamatan asemrowo. Berikut adalah data penderita DBD di Puskesmas Asemrowo
Surabaya.
Tabel III.1 Data Umum Penderita Penyakit DBD Puskesmas Asemrowo Bulan Februari Tahun 2019

Jenis
No Nama Pasien Penyakit Umur Alamat
Kelamin
1. Alena Nathalia DBD 9 bulan P Asemrowo kali 71B
2. Rendra Bintang DBD 14 tahun L Tambak mayor baru II timur 45b
3. Elisabeth Dea DBD 14 tahun P Asem mulyo RT 04 RW 03

B. Kegiatan diluar gedung


Melakukan tindak lanjut atau intervensi berupa penyelidikan epidemiologi dan
melakukan fogging di sekitar wilayah penderita. Kegiatan penyelidikan epidemiologi dan
fogging dilakukan yaitu dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
1) Penyelidikan Epidemiologi
a. Nama penderita : Elizabeth Dea
Umur : 14 tahun
a) Pelaksanaan : 31 Januari 2019
b) Tempat: Asem mulyo RT 04 RW 03
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah penderita
sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya radius 100 meter)
d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 4 rumah yang
positif jentik dan 16 rumah yang negatif jentik. Angka Bebas Jentik (ABJ)
berkisar 80%.
b. Nama penderita : Alena Nathalia
Umur : 9 bulan
a) Pelaksanaan : 1 Februari 2019
b) Tempat: Asemrowo kali 71B
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah penderita
sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya radius 100 meter)
d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 3 rumah yang
positif jentik dan 17 rumah yang negatif jentik. Angka Bebas Jentik (ABJ)
berkisar 85%.
c. Nama penderita : Rendra Bintang
Umur : 14 tahun
a) Pelaksanaan : 3 Februari 2019
b) Tempat: Tambak mayor baru II timur 45b
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah penderita
sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya radius 100 meter)
d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 3 rumah yang
positif jentik dan 17 rumah yang negatif jentik. Angka Bebas Jentik (ABJ)
berkisar 85%.
2) Pelaksanaan Fogging
a. Nama penderita : Elizabeth Dea
a) Pelaksanaan : 1 Februari 2019
b) Tempat : Asem mulyo RT 04 RW 03
b. Nama penderita : Alena Nathalia
a) Pelaksanaan : 2 Februari 2019
b) Tempat : Asemrowo kali 71B
c. Nama penderita : Rendra Bintang
a) Pelaksanaan : 4 Februari 2019
b) Tempat : Tambak mayor baru II timur 45b
C. Pembahasan
Dari hasil intervensi yang telah dilakukan berupa penyelidikan epidemiologi didapatkan
persentase Angka Bebas Jentik yang rendah yaitu di daerah rumah penderita Elizabeth Dea
dengan persentase 80%. Hal ini dikarenakan kebiasaan untuk menguras bak mandi dan
membuang penampungan air yang tidak terpakai cukup kurang. Karena, larva nyamuk
Aedes Aegypti bisa berkembang biak didalamnya. Tidak hanya itu, kebiasaan menggantung
pakaian kotor pun bisa menjadi tempat nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk memnghindari penyakit DBD diantaranya
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Abatesasi dan penyuluhan DBD untuk memberantas
penyakit DBD.
D. Kesimpulan
Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi terdapat rumah yang positif jentik
dikarenakan kebiasaan tidak teratur menguras bak mandi, suka menggantung pakaian kotor,
dan tidak membuang atau mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai. Oleh sebab
itu, dilakukan fogging disekitar rumah penderita agar penyakit DBD tidak menyebar.
E. Saran
Perlunya kesadaran bagi masyarakat agar selalu rutin menguras bak mandi, tidak
menggantung pakaian kotor, dan memperhatikan ventilasi yang terbuka agar dipasang kassa.