Anda di halaman 1dari 66

i

PRAKTIK BELAJAR LAPANGAN


WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASEMROWO SURABAYA
Jl. Asem Raya No. 8 Kecamatan Asemrowo Surabaya

Oleh :
1. Lidya Mufidah P27833116001
2. Nila Lovita A P27833116009
3. Monica Bella P27833116011
4. Rahmawati Rofiah P27833116039

KEMENTERIAN KESEHTAN RI
POLITEKNIK KESEHATANKEMENKES SURABAYA
PRODI DIII JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
TAHUN 2019
i

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Prakter Belajar Lapangan Puskesmas Yang Telah dilaksanakan pada Tanggal
4 s/d 23 Februari di Puskesmas Asemrowo di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota
Surabaya, Telah Diperiksa Dan Disetujui Oleh Pembimbing Praktek Lapangan.

Surabaya, 23 Februari 2019

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Pembimbing Lapangan

dr. Ratnaika Wahdini Urifa Susana, Bsc


NIP.19680104200212002 NIP.196410261987022001
ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT dengan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Praktik Belajar Lapangan
di Puskesmas Asemrowo Surabaya yang dimulai dari tanggal 4-23 Februari 2019.
Kegiatan Praktik Belajar Lapangan di Puskesmas Asemrowo Surabaya ini
diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara
langsung kepada peserta didik untuk menerapkan bekal ilmu pengetahuan kesehatan
lingkungan, sehingga dihasilkan lulusan Program Studi Diploma III Kesehatan
Lingkungan yang berkemampuan, mandiri, dan berjiwa wirausaha, khususnya dalam
upaya pemecahan masalah kesehatan lingkungan di Wilayah Kerja Puskesmas.
Dalam penyusunan laporan Kegiatan Praktik Belajar Lapangan ini tentunya
tidak lepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pidak yang terlibat baik berupa
materi, moral, dan spiritual. Adapun pihak-pihak yang membantu yaitu :
1. Bapak Ferry Kriswndana, SST, MT. Selaku Ketua Jurusan Kesehatan
Lingkungan Surabaya.
2. Ibu Nurhaidah, SKM, M.Kes selaku Ketu Program Studi D III Kesehatan
Lingkungan Surabaya.
3. Ibu AT Diana Nerawati, SKM., M.Psi selaku dosen penanggungjawab
mata kuliah Klinik Sanitasi.
4. Bapak Setiawan, SKM., M.Psi selaku dosen penanggungjawab mata
kuliah Promosi Kesehatan.
5. Seluruh pegawai atau karyawan Puskesmas Asemrowo Surabaya yang
telah banyak membantu dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan di
Puskesmas Asemrowo Surabaya.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya, oleh
karena itu apabila ada kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi
kesempurnaan laporan Praktik Belajar Lapangan Puskesmas ini dengan tangan
terbuka kami menerimanya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa
program studi kesehatan lingkungan dan masyarakat pada umumnya. Akhir kata
kami ucapkan terima kasih.

Surabaya, Februari 2019

Penyusun
iii

DAFTAR ISI

COVER
LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................................1
B. Tujuan................................................................................................................2
C. Manfaat..............................................................................................................3

BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA PUSKEMAS...............................39


A. Lokasi dan Waktu Kegiatan.............................................................................39
B. Rencana Kegiatan............................................................................................39
C. Realisasi Jadwal Kegiatan...............................................................................43
D. Sasaran Kegiatan.............................................................................................45
E. Bentuk Kegiatan..............................................................................................46
F. Profil Puskesmas Asemrowo...........................................................................47
G. Kegiatan Selama Di Puskesmas Asemrowo.....................................................51

BAB III HASIL KEGIATAN...................................................................................87


A. Klinik Sanitasi.................................................................................................87
B. Promosi Kesehatan........................................................................................100

BAB IV PENUTUP.................................................................................................101
A. Kesimpulan....................................................................................................101
B. Saran..............................................................................................................102

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................103
DOKUMENTASI....................................................................................................104

DAFTAR TABEL
iv

Tabel II.1 Rencana Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Di Wilayah


Kerja Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari – 23 Februari 2019...............4
Tabel II.2 Rencana Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Di Wilayah
Kerja Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari – 23 Februari 2019...............8
Tabel II.3 Sasaran Kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Wilayah Kerja
Puskesmas Asemrowo Surabaya.............................................................................10
Tabel II.4 Bentuk kegiatan Praktek Belajar lapangan (PBL) di Wilayah kerja
Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari -23 Februari 2019...........................11
Tabel II.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin................14
Tabel II.6 Hasil PE di Asemrowo Kali Tahun 2019...............................................17
Tabel II.7 Hasil PE Tambak Mayor Tahun 2019...................................................18
Tabel II.8 Hasil PE Asem Mulyo Tahun 2019........................................................19
Tabel II.9 Hasil PE Tambak Mayor Barat II/15....................................................20
Tabel II.9 Hasil Pemeriksaan Jentik Oleh Petugas Puseksmas Asemrowo di
Wilayah Kecamatan Asemrowo..............................................................................22
Tabel II.10 Rekap Hasil Angka Bebas Jentik (ABJ) PSN Serentak di Kecamatan
Asemrowo..................................................................................................................24
Tabel II.11 Pengambilan Sampel Depot Air Minum (DAM)................................26
Tabel II.12 Data Pengambilan Sampel Air PDAM................................................28
Tabel II.13 Rekapitulasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan Pasar........................31
Tabel II.14 Data Hasil Pengukuran Lalat..............................................................34
Tabel II.15 Data Pengambilan Sampel Makanan dan Minuman Serta Usap Alat
Makan pada PKL dan Kantin Sekolah...................................................................37
Tabel III.1 Data Umum Penderita Penyakit TBCPuskesmas Asemrowo............41
Bulan Februari 2019.................................................................................................41
Tabel III.2 Data Umum Penderita Penyakit scabies Puskesmas Asemrowo Bulan
Februari Tahun 2019................................................................................................43
Tabel III.3 Data Umum Penderita Penyakit DBD Puskesmas Asemrowo Bulan
Februari Tahun 2019................................................................................................46
Tabel III .4 Data Umum Penderita Penyakit Kecacingan Puskesmas Asemrowo Bulan
Februari Tahun 2019...................................................................................................49
v
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam
meningkatkan derajat kesehatan. Melalui sistem ini tujuan pembangunan
kesehatan dapat tercapai dengan cara efektif, efisien dan tepat sasaran.
Keberhasilan sistem pelayanan kesehatan tergantung dari berbagai komponen
yang masuk dalam pelayanan diantara perawat dokter atau tim kesehatan lain
yang satu dengan yang lain saling menunjang. Sistem ini akan memberikan
kualitas pelayanan kesehatan yang efektif dengan melihat nilai-nilai yang ada di
masyarakat.
Pembangunan kesehatan merupakan bentuk aktivitas dalam rangka
mengisi kemerdekaan bangsa supaya dapat mewujudkan masyarakat yang sehat
dan kuat. Salah satunya adalah dengan melakukan penyelenggaraan pelayanan
kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah sebuah kegiatan yang diberikan kepada
individu maupun masyarakat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencegah
dan menyembuhkan penyakit individu maupun masyarakat.Pelayanan kesehatan
dapat berbentuk pelayanan individu yang dilakukan oleh dokter praktik maupun
pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh sebuah organisasi. Semua jenis
pelayanan kesehatan tersebut pada umumnya mempunyai tujuan yang sama
yaitu memberikan pelayanan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan
kesehatan perseorangan maupun masyarakat.
Salah satu wujud nyata penyediaan layanan publik di bidang kesehatan
adalah adanya Puskesmas. Tujuan utama dari adanya Puskesmas adalah
menyediakan layanan kesehatan yang bermutu namun dengan biaya yanng
relatif terjangkau untuk masyarakat, terutama masyarakat dengan kelas ekonomi
menengah ke bawah. Puskesmas adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan lingkungan dalam upaya
peningkatan kesehatan masyarakat. Sehingga dengan adanya peningkatan
kesehatan masyarakat, dapat mendorong kualitas hidup dimasyarakat.
Peningkatan kesehatan masyarakat tidak bisa terlepas dari upaya
penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas. Hal ini
1
2

bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan mencegah


penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan.
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan harus dilakukan secara
berkelanjutan. Di samping itu dalam proses pembangunan masa datang,
diperlukan adanya teknologi kesehatan lingkungan yang menitik beratkan
upayanya dalam mengukur dampak kesehatan dari pencemaran yang
ditimbulkan oleh adanya pembangunan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan
lingkungan di Puskesmas Kedungmundu dalam bentuk konseling, inspeksi
kesehatan lingkungan dan intervensi kesehatan lingkungan tersebut, harus diteliti
apakah telah memenuhi unsur dari isi Permenkes No 13 tahun 2015 tentang
penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas. Sehingga dari
kegiatan ini diharapkan dapat meningkatan kesehatan masyarakat di lingkungan
wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Permenkes No 13 Tahun 2015 Tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas yang
diundangkan di Jakarta pada tanggal 18 Maret 2015 menyebutkan bahwa “untuk
mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat dan mencegah penyakit dan/atau
gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan serta dalam rangka
mendukung pencapaian standar pelayanan minimal Kabupaten/Kota dibidang
kesehatan, perlu diselenggarakan pelayanan kesehatan lingkungan di
Puskesmas”. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan di Puskesmas.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung kepada
peserta didik untuk menerapkan bekal ilmu pengetahuan kesehatan
lingkungan, sehingga dihasilkan lulusan Program Studi Diploma III
Kesehatan Lingkungan yang berkemampuan, mandiri, dan berjiwa
wirausaha, khususnya dalam upaya pemecahan masalah kesehatan
lingkungan di wilayah kerha puskesmas.
3

2. Tujuan Khusus
a. Melakukan konseling bidang kesehatan lingkungan terkait dengan
Penyakit Berbasis Lingkungan
b. Melakukan Inspeksi Sanitasi Lingkungan
c. Melakukan intervensi kesehatan lingkungan.
d. Menyusun laporan pelaksanaan Praktek Kerja Puskesmas.
e. Melakukan Presentasi hasil pelaksanaan Praktek Kerja Puskesmas.

C. Manfaat
1. Bagi Mahasiswa
Memperoleh pengalaman belajar kerja langsung di lapangan, dapat
mengembangkan dan menerapkan teori yang telah didapat di bangku kuliah,
dapat mengetahui kondisi lingkungan rumah pasien yang menderita
penyakit berbasis lingkungan, serta dapat melakukan pelayanan kesehatan di
klinik sanitasi. Selain itu, dapat memecahkan masalah kesehatan lingkungan
dari masalah yang ditemukan selama melakukan pengawasan rumah sehat
dan lingkungan pemukiman.
2. Bagi Puskesmas
Menganalisa dan merencanakan kegiatan kesehatan lingkungan
sesuai dengan kondisi yang ada di wilayah kerja Puskesmas.
3. Bagi Lembaga
Dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan system lintas
sektoral.
BAB II

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA PUSKEMAS

A. Lokasi dan Waktu Kegiatan


1. Lokasi Kegiatan
Lokasi kegiatan Praktek Belajar Lapangan Puskesmas berada di Puskesmas
Asemrowo di Jalan Asem Raya No. 8 Kecamatan Asemrowo Surabaya.
2. Waktu Kegiatan
Waktu kegiatan Praktek Belajar Lapangan terprogram dilaksanakan mulai
dari persiapan, pelaksanaan sampai penyusunan laporan pada tanggal 4
Februari 2019 – 23 Februari 2019, dengan rincian masuk selama 6 hari kerja
yaitu :
Senin – Kamis : 07.30 – 14.30 WIB
Jumat : 07.30 – 11.30 WIB
Sabtu : 07.30 – 13.00 WIB

B. Rencana Kegiatan
Dalam melaksanakan kegiatan PBL di Puskesmas Asemrowo telah disusun
jadwal rencana kegiatan untuk selama 18 hari. Penyusunan jadwal kegiatan
disusun berdasarkantugas yang didapatkan dari institusi digabung dengan
kegiatan terprogram dari puskesmas terutama yang berhubungan dengan sanitasi
atau kesehatan lingkungan. Adapun rencana kegiatan yang telah disusun adalah
sebagai berikut :

Tabel II.1 Rencana Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Di Wilayah


Kerja Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari – 23 Februari
2019
No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaa Ket.
1 2 3 4 5
Minggu I
1. Senin,04 Februari  Pengenalan Mahasiswa Puskesmas
2019 dan orientasi dan Asemrowo
Puskesmas pembimbing
Asemrowo puskesmas
 PE
(Penyelidikan
Epidemiologi)
39
40

 Fogging

2. Rabu, 06 Februari  Pengumpulan Mahasiswa, - Puskesm


2019 data sekunder pembimbing as
 Klinik sanitasi puskesmas dan Asemrow
 Fogging kader o
- Rumah
warga
(luar
gedung)
3. Kamis,07Februari  Pemeriksaan Mahasiswa, Rumah
2019 Jentik pembimbing warga (Luar
puskesmas dan gedung)
kader
4. Jumat,08 Februari  Klinik sanitasi 1. Lidia M Puskesmas
2019 2. NilaLovita Asemrowo
3. Monica B
4. Rahmawati
41

No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaa Ket.


1 2 3 4 5
Minggu I
5. Sabtu,09 Februari  Klinik sanitasi Mahasiswa, -puskesmas
2019  Fogging pembimbing Asemrowo
puskesmas dan Rumah
kader warga
Minggu II
1. Senin,11 Februari  Pengumpulan 1. Lidia M Puskesmas
2019 data sekunder 2. Nila Lovita Asemrowo
 Klinik sanitasi 3. Monica B
4. Rahmawati
2. Selasa,12Februari  Pengumpulan 1. Lidia M Puskesmas
2019 data sekunder 2. Nila Lovita Asemrowo
 Klinik sanitasi 3. Monica B
4. Rahmawati
3. Rabu, 13 Februari  Klinik sanitasi Mahasiswa Puskesmas
2019  Pengambilan dan Asemrowo
dan pembimbing dan Luar
pengiriman puskesmas gedung
sampel DAM
dan PDAM
4. Kamis 14 Februari  Penilaian Mahasiswa Luar
2019 STTU dan gedung
Sekolah pembimbing
 Pengambilan puskesmas
sampel
Makmin
42

No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaa Ket.


1 2 3 4 5
Minggu II
5. Jumat, 15 Februari  Inspeksi Mahasiswa, Luar gedung
2019 Sanitasi pembimbing
Rumah puskesmas
pasien DBD dan kader
 Fogging
6. Sabtu, 16 Februari  Pengambilan Mahasiswa Luar gedung
2019 sampel DAM dan
dan PDAM pembimbing
 Inspeksi puskesmas
Sanitasi
Rumah
pasien
Kecacingan
dan TBC
Minggu III
1. Senin,18 Februari 2019  Inspeksi Mahasiswa Luar gedung
Sanitasi dan
Rumah pembimbing
pasien puskesmas
Scabies
2. Selasa,19Februari 2019  Klinik Mahasiswa Puskesmas
sanitasi dan Asemrowo
 Pembuatan pembimbing
laporan puskesmas

No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaa Ket.


1 2 3 4 5
Minggu III
3. Rabu, 20 Februari 2019  Pembuatan 1. Lidia M Puskesmas
laporan 2. Nila Lovita Asemrowo
 Klinik 3. Monica B
sanitasi 4. Rahmawati
4. Kamis,21 Februari 2019  Klinik 1. Lidia M Puskesmas
sanitasi 2. Nila Lovita Asemrowo
 Pembuatan 3. Monica B
laporan 4. Rahmawati
5. Jumat,22 Februari 2019  Pembuatan 1. Lidia M Puskesmas
laporan 2. Nila Lovita Asemrowo
3. Monica B
43

No. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaa Ket.


1 2 3 4 5
Minggu III
4. Rahmawati
6. Sabtu,23 Februari 2019  Presentasi Mahasiswa Puskesmas
laporan Asemrowo

C. Realisasi Jadwal Kegiatan


Tabel II.2 Rencana Kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Di Wilayah Kerja
Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari – 23 Februari 2019

No. Waktu Kegiatan Pelaksanaa Ket.


Pelaksanaan
1 2 3 4 5
Minggu I
1. Senin, 04  Pengenalan Mahasiswa Puskesmas
Februari 2019 dan orientasi dan Asemrowo
Puskesmas pembimbing
Asemrowo puskesmas
2. Rabu, 06 Februari  Pengumpulan Mahasiswa, - Puskesmas
2019 data pembimbing Asemrowo
sekunder puskesmas dan - Rumah
 Klinik kader warga
sanitasi (luar
 Fogging gedung)
3. Kamis,07Februari  Pemeriksaan Mahasiswa, Rumah warga
2019 Jentik pembimbing (Luar gedung)
puskesmas dan
kader
4. Jumat,08  Klinik 1. Lidia M Puskesmas
Februari 2019 sanitasi 2. Nila Asemrowo
Lovita
3. Monica B
4. Rahmawati
5. Sabtu,09 Februari  Klinik Mahasiswa, -Puskesmas
2019 sanitasi pembimbing Asemrowo
 Fogging puskesmas dan Rumah warga
kader
Minggu II
1. Senin,11 Februari  Pengumpulan 1. Lidia M Puskesmas
2019 data 2. Nila Asemrowo
sekunder Lovita
 Klinik 3. Monica B
sanitasi 4. Rahmawati
44

No. Waktu Kegiatan Pelaksanaa Ket.


Pelaksanaan
1 2 3 4 5
2. Selasa,12Februari  Pengumpulan 1. Lidia M Puskesmas
2019 data 2. NilaLovita Asemrowo
sekunder 3. Monica B
 Klinik 4. Rahmawati
sanitasi
3. Rabu, 13 Februari  Klinik Mahasiswa Puskesmas
2019 sanitasi dan Asemrowo
 Pengambilan pembimbing dan Luar
dan puskesmas gedung
pengiriman
sampel DAM
dan PDAM
4. Kamis 14  Penilaian Mahasiswa Luar gedung
Februari 2019 STTU dan
Sekolah dan pembimbing
perkantoran puskesmas
 Inspeksi
Sanitasi
Rumah
pasien TBC
5. Jumat, 15  Klinik Mahasiswa Luar gedung
Februari 2019 sanitasi dan
 Inspeksi pembimbing
sanitasi PBL puskesmas
Scabies dan
DBD
 Penyuluhan
luar gedung
6. Sabtu, 16  Klinik Mahasiswa Puskesmas
Februari 2019 sanitasi Asemrowo
Minggu III
1. Senin,18 Februari 2019  Pengambilan Mahasiswa Luar
sampel makmin dan gedung
kaki lima pembimbing
puskesmas
2. Selasa,19 Februari  Usap alat Mahasiswa Luar
2019 makanan dan gedung
 Pengambilan pembimbing
sampel puskesmas
makanan dan
minuman
kantin sekolah
 Pengambilan
45

No. Waktu Kegiatan Pelaksanaa Ket.


Pelaksanaan
1 2 3 4 5
sampel DAM
3. Rabu, 20 Februari 2019  Inspeksi Mahasiswa Luar
sanitasi PBL dan gedung
Kecacingan pembimbing
 UKS Sehat puskesmas
4. Kamis, 21 Februari  Pengukuran Mahasiswa Puskesmas
2019 lingkungan dan Asemrowo
fisik ruangan pembimbing
puskesmas puskesmas
 Mengukur
kepadatan lalat
di pasar
5. Juma’at, 22 Februari  UKS Keliling Mahasiswa Luar
2019 dan petugas Gedung
puskesmas
6. Sabtu, 23 Februari  Presentasi Mahasiswa
2019 Laporan

D. Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan PBL di Puskesmas Asemrowo merupakan kegiatan yang
berkaitan langsung dengan upaya sanitasi di Puskesmas Asemrowo meliputi
klinik sanitasi.
Tabel II.3 Sasaran Kegiatan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Wilayah Kerja
Puskesmas Asemrowo Surabaya

No JENIS KEGIATAN SASARAN KEGIATAN


Kegiatan di Dalam Gedung
1. Klinik Sanitasi Penderita penyakit berbasis
lingkungan (DBD, Scabies, TB,
Kecacingan) yang datang berobat ke
Puskesmas Asemrowo.
2. Pelayanan kesehatan Pasien/pengunjung yang datang ke
Puskesmas Asemrowo
3. Pendataan pasien dari Penderita penyakit berbasis
Puskesmas lingkungan (DBD, Tb, scabies,
kecacingan)
Kegiatan di Luar Gedung
1. Penyuluhan DBD Peserta posyandu di RW 2 Kelurahan
Asemrowo
2. Klinik sanitasi Penderita penyakit berbasis
lingkungan (DBD, Scabies, TB,
46

No JENIS KEGIATAN SASARAN KEGIATAN


Kegiatan di Dalam Gedung
Kecacingan) yang dirujuk ke klinik
sanitasi

E. Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan Praktek Belajar


Tabel II.4
lapangan (PBL) di Wilayah kerja
Puskesmas Asemrowo Surabaya 4 Februari
-23 Februari 2019
NO JENIS KEGIATAN BENTUK KEGIATAN
Kegiatan didalam gedung
1. Pembekalan PBL Pembekalan dilakukan pada hari jum’at di
kampus kesehatan lingkungan Surabaya
dengan materi terkait pembelajaran yang
telah diberikan oleh pihak institusi
2. Klinik sanitasi Melakukan bimbingan konseling kepada
penderita penyakit berbasis lingkungan
(DBD, TBC, Scabies, kecacingan) dengan
menggunakan panduan wawancara kemudian
memberikan saran dan rekomendasi. Jika
akan dilakukan tindak lanjut, maka akan
ditentukan kesepakatan hari dan jam
kunjungan antara petugas dan penderita
3. Pendataan pasien dari Pendataan dilakaukan engan cara mencatat
puskesmas data pasien yang berobat ke puskesmas
Asemrowo khususnya penderita yang
mengalami penyakit berbasis lingkungan
(DBD, TBC, scabies, kecacingan)
Kegiatan diluar Puskesmas
1. Program puskesmas
Penyuluhan dilakukan di Posyandu yang
Penyuluhan dihadiri oleh pengunjung/peserta di wilayah
kerja Puskesmas Asemrowo
2. Program dari institusi
Klinik Sanitasi Melakukan pelacakan penderita penyakit
berbasis lingkungan dengan melakukan
kunjungan rumah penderita
a. Kunjungan rumah penderita DBD
b. Kunjungan rumah penderita TBC
c. Kunjungan rumah penderita scabies
d. Kunjungan rumah penderita
47

kecacingan

F. Profil Puskesmas Asemrowo


1. Identitas Puskesmas
a. Nama Puskesmas : Asemrowo
b. No. Kode Puskesmas : 133 000 304
c. Alamat Puskesmas : Jl. Asem Raya No 8 Surabaya
d. Nomer Telepon : 031-5456122
e. Kecamatan : Asemrowo
f. Tahun Berdiri : 1987
g. Nama Kepala Puskesmas : dr. Ratnaika Wahdini
h. Tipe Puskesmas : Biasa/Sore
2. Visi Puskesmas
Mewujudkan masyarakat Asemrowo yang Sehat,Cerdas dan Mandiri
3. Misi Puskesmas
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung
b. Terciptanya lingkungan kerja yang bersih,aman dan sehat
c. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan
4. Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Asemrowo agar tercipta
masyarakat yang sehat dan mandiri.
5. Tata Nilai
a. Aktif
Aktif melayani masyarakat tidak hanya di dalam gedung tetapi juga
melayani di luar gedung.
b. Semangat
Selalu semangat dalam bekerja.
c. Ramah
Dalam melayani pasien selalu bersikap ramah.
d. Orientasi
Dalam melakukan pelayanan selalu berorientasi pada kebutuhan dan
harapan masyarakat.
6. Budaya Kerja
Senyum, Salam, Sapa, Santun
7. Kebijakan Mutu
Puskesmas Asemrowo bertekad dan sepenuh hati memberi pelayanan
kesehatan yang bermutu demi kepuasan pelanggan.
8. Wilayah Kerja Puskesmas
a. Data Geografis
Luas wilayah kerja Puskesmas Asemrowo adalah 13,92 km².
Kecamatan Asemrowo terdiri atas 3 kelurahan yaitu:
48

1) Kelurahan Asemrowo (terdiri 8 RW dan terdiri 82 RT)


2) Kelurahan Genting Kalianak (terdiri 3 RW dan terdiri 17 RT)
3) Kelurahan Tambak Sarioso (terdiri 6 RW dan terdiri 20 RT)
4) Kecamatan Asemrowo merupakan dataran rendah dengan ketinggian ±
2,5 meter diatas permukaan laut, dimana sebagian besar wilayahnya
merupakan rawa-rawa, tambak dan daerah pergudangan.

b. Batas Wilayah
Batas wilayah Kecamatan Asemrowo sebagai berikut:
Sebelah Utara : Selat Madura
Sebelah Barat : Kecamatan Benowo dan Kecamatan
Tandes
Sebelah Selatan : Kecamatan Sukomanunggal
Sebelah Timur : Kecamatan Bubutan dan Kecamatan
Sawahan
9. Data Kependudukan
a. Jumlah Penduduk Seluruhnya : 46.304 orang
b. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin
Laki-laki : 23587 orang
Perempuan : 22717 orang
c. Jumlah penduduk menurut golongan umur

Tabel II.5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin

Golongan Umur Laki-laki Perempuan Jumlah


(Orang) (Orang)

0-4 th 1641 1581 3222

5-9 th 2041 1966 4007

10-14 th 2047 1972 4019

15-19 th 1934 1862 3796

20-24 th 1901 1831 3732

25-29 th 1865 1797 3662

30-34 th 2099 2021 4120

35-39 th 2263 2179 4442

40-44 th 1959 1887 3846


49

40-49 th 1725 1661 3386

50-54 th 1266 1219 2485

55-59 th 1061 1022 2083

60-64 th 736 709 1445

65-69 th 444 428 872

70-74 th 267 257 524

>74 th 338 325 663

Jumlah 23.587 22.717 46.304

Sumber : Kecamatan Asemrowo dalam Angka

Dapat diketahui dari tabel jumlah penduduk menurut umur , dari data
menurut umur sebagaian termasuk usia produktif terbanyak 15-24 sebesar
7528 dan usia 25-40 tahun sebsar 16.070 dengan jumlah laki laki terbanyak.
a) Jumlah Sarana Pendidikan
1) SD / MI
a. Negeri :4
b. Swasta :5
2) SLTP / MT
a. Negeri :1
b. Swasta :2
3) SMU / MA
a. Negeri :0
b. Swasta :1
4) SMK
a. Negeri :0
b. Swasta :1
5) Akademi :0 buah
6) Perguruan Tinggi :0 buah
7) Jumlah Ponpes :0 buah
b) Sarana Kesehatan
1. Rumah Sakit Umum
2. Rumah Bersalin
3. Puskesmas Pembantu
4. Poli klinik/Balai Pengobatan Swasta
5. Praktek Dokter / Dokter Gigi Swasta
6. Praktek Bidan Swasta
7. Apotek
8. Laboratorium Klinik
9. Poskeskel
50

10. Pos kesehatan

c) Jumlah Transportasi
1. Sepeda motor : 3 unit
2. Mobil ambulan : 1 unit

G. Kegiatan Selama Di Puskesmas Asemrowo


1. PE (Penyelidikan Epidemiologi)
a. Penyelidikan Epidemiologi
Adalah kegiatan pencarian penderita atau tersangka lainnya serta
pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD dirumah penderita atau tersangka
dan rumah-rumah sekitarnya dalam radius sekurang-kurangnya 100 meter.
b. Penderita DBD
Pada bulan februari 2019 sampai saat ini di Puskesmas Asemrowo terdapat 4
penderita kasus DBD, berikut data penderita yang telah dilakukan
penyelidikan epidemiologi :
1) Nama : Alena Nathalia
Umur : 9 bulan
Alamat : Asemrowo kali 71B
2) Nama : Rendra Bintang Wicaksono
Umur : 14 tahun
Alamat : Tambak mayor baru II 45b
3) Nama : Elisabeth Dea Angelia
Umur : 14 tahun
Alamat : Asem mulyo RT 04 RW 03
4) Nama : Melany Safitri
Umur : 12 tahun
Alamat : Tambak mayor barat II/15
c. Dari seluruh penderita DBD dilakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar
rumah seluruh penderita yaitu :
1) Alena Nathalia (Asemrowo kali 71B) dilakukan PE disekitar rumah
penderita sebanyak 20 rumah.
51

Tabel II.6 Hasil PE di Asemrowo Kali Tahun 2019

Keberadaan Jentik
No. Nama KK
Positif Negatif
1 2 3 4
1. Saroni √
2. Walyono √
3. Rudi √
4. Samsul √
5. Suprapto √
6. Mujiz √
7. Hisan √
8. Munasik √
9. Heru √
10. Sunipah √
11. Sadi √
12. Kholik √
13. Amin √
14. Punijan √
15. Maidah √
16. Muzamil √
17. Askak √
18. Madekan √
19 Riris √
20. Supriyanto √
Jumlah 13 17
Angka Bebas Jentik (ABJ) 85%
52

2) Rendra Bintang Wicaksono (Tambak mayor baru II timur 45b) dilakukan


PE disekitar rumah penderita sebanyak 20 rumah.
Tabel II.7 Hasil PE Tambak Mayor Tahun 2019

Keberadaan Jentik
No. Nama KK
Positif Negatif
1 2 3 4
1. Mujib √
2. Sholichah √
3. Ali √
4. M. Rojikin √
5. Tarmi √
6. M. Muklis √
7. Sutikno √
8. Herman √
9. Fauzi √
10. Umar Faruq √
11. M. Sholeh √
12. Hariyanto √
13. Musholin √
14. Ismail √
15. Budi √
16. Faisal √
17. Murdianto √
18. Lasno √
19 Heri √
20. Tohirudin √
Jumlah 3 17
Angka Bebas Jentik (ABJ) 85%

3) Elisabeth Dea Angelia (Asem mulyo RT 04 RW 03) dilakukan PE


disekitar rumah penderita sebanyak 20 rumah.
53

Tabel II.8 Hasil PE Asem Mulyo Tahun 2019

Keberadaan Jentik
No. Nama KK
Positif Negatif
1 2 3 4
1. Kusmiyanto √
2. Mulyanto √
3. Dadang √
4. Jupri √
5. Matra’i √
6. Supriyadi √
7. Saru Siswoyo √
8. Budiono √
9. Hadi √
10. Mujiarto √
11. Oki √
12. Irawan √
13. Muzaki √
14. Pudji √
15. Hasyim √
16. Topan √
17. Dodik √
18. Sopyan √
19 Madi √
20. Semi √
Jumlah 4 16
Angka Bebas Jentik (ABJ) 80%
54

4) Melany Safitri (Tambak mayor barat II/15) dilakukan PE disekitar rumah


penderita sebanyak 20 rumah.
Tabel II.9 Hasil PE Tambak Mayor Barat II/15

Keberadaan Jentik
No. Nama KK
Positif Negatif
1 2 3 4
1. Rohim √
2. Narto √
3. Mastur √
4. Nisman √
5. Pausi √
6. Basir √
7. Mashur √
8. Rokip √
9. Dohlawi √
10. Jaelan √
11. Hasun √
12. Sumirto √
13. Mattri √
14. Paisol √
15. Karmin √
16. Supriadi √
17. Bari √
18. Maeran √
19 Mustakim √
20. Mahfud √
Jumlah 6 14
Angka Bebas Jentik (ABJ) 70%
55

d. Kesimpulan :
Dari 4 penderita selama bulan februari terakhir di kecamatan
Asemrowo tingkat ABJ yang paling rendah di daerah Tambak mayor barat
II/15 sebesar 70%. Tingkat ABJ yang rendah juga dipengaruhi oleh faktor
lingkungan diantaranya masih terdapat sampah atau barang bekas yang tidak
terpakai, genangan air, selokan yang mampet atau banyak terdapat sampah
disekitar lingkungan. Selain itu, perilaku individu juga mempengaruhi
seperti kebiasaan menguraas bak mandi, ridak mengubur atau membuang
barang bekas, kebiasaan menggantung pakaian kotor.
e. Saran
a) Melakukan kerja bakti setiap minggu atau membuat jadwal sesuai
kesepakatan warga untuk menjaga kebersihan.
b) Melakukan 3M+ secara rutin.
c) Tidak menggantung pakaian kotor.
56

1. PSJN (Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk)


Kegiatan Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk (PSJN) dilaksanakan
pada hari/tanggal kamis/7 Februari 2019 pukul 08.00-selesai. PSJN dilakukan
serentak dan dibagi berdasarkan wilayah yang sudah ditentukan di kecamatan
asemrowo.

Tabel II.9 Hasil Pemeriksaan Jentik Oleh Petugas Puseksmas Asemrowo di


Wilayah Kecamatan Asemrowo
No Tanggal Nama Petugas Periksa + - Prosentase
ABJ
1. 7 Februari 2019 Dr Indrawati Munawan 
Manap  66,67%
Juini 
2. 7 Februari 2019 Ana Karunia Warah 
Heji  100%
Hj Romli 
3. 7 Februari 2019 Rusita Abbas 
Abdurrahman  100%
Hendro 
4. 7 Februari 2019 Heni Sahudi 
As’ad  100%
Agus 
5. 7 Februari 2019 Rifqi A B Mujaiyah 
B Watini  33,33%
B Jumiah 
6. 7 Februari 2019 Anna H Balai RW II 
(P. Sulis) 66,67%
Abah Ribut 
Hj Wasilah 
7. 7 Februari 2019 Linda Susilo Rini 
Pak Jerry  100%
Wahyu Utami 
8. 7 Februari 2019 Rekenali Bu Ayu 
Bu Yulia 
Bu Anis 
Bu Lisa 
Bu Tri 
100%
Bu Yuyun 
Bu Chusasti 
Bu Tiza 
57

No Tanggal Nama Petugas Periksa + - Prosentase


ABJ
Bu Misiani 
Bu Tas 
9. 7 Februari 2019 Urifa Susana Pak Mathori 
Pak Husein  75%
Pak Abdul 
Majid
Pak Edy 
10. 7 Februari 2019 Ariningsih Pak Eko 
Budiyono
Bu Sumiati 
Pak Teguh  80%
Santoso
Pak Robertus 
Pak Stevanus 
11. 7 Februari 2019 Hartik Pak Suparno 
Bu  100%
Ambarwati
Bu Isnaini 
12. 7 Februari 2019 Raravia Pak Astedi 
Pak Paerah  100%
Pak Yati 
13. 7 Februari 2019 Suci Pak Nur 
Hasim
Pak Siswanto  100%
Bu Novianto 
14. 7 Februari 2019 Bambang P. Pak Malik  66 %
Pak Abdul 
Hakim
Pak Muhsari 
15. 7 Februari 2019 Susanti Pak 
Chasmani
Pak H. Ismail  100%
Pak H. Moch 
Tohar
16. 7 Februari 2019 Rais Jatmiko Pak Wardoyo 
Pak Mudofi  100%
Pak Sujono 
58

Tabel II.10 Rekap Hasil Angka Bebas Jentik (ABJ) PSN Serentak di Kecamatan
Asemrowo
Jumlah
Jentik Jentik
No Wilayah Rumah Yang Abj (%)
Negaif Positif
Diperiksa
1. Kelurahan
22 20 2 90%
Asemrowo
2. Kelurahan Genting
24 20 4 83%
Kalianak
3. Kelurahan Tambak
12 11 1 92%
Sarioso
Jumlah 58 51 7 88%

Dari rekap hasil Angka Bebas Jentik PSN serentak di kecamatan asemrowo
diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Jentik positif sebanyak 7 rumah dari 58 rumah yang diperiksa dengan nilai ABJ
rata-rata sebanyak 88%, yang berarti belum memenuhi persyaratan nilai ABJ
dimana ABJ >95%.
2. Kelurahan asemrowo terdapat 2 rumah yang positif jentik dari 22 rumah yang
diperiksa dengan nilai ABJ 90%.
3. Kelurahan genting kalianak terdapat 4 rumah yang positif jentik dari 24 rumah
yang diperiksa dengan nilai ABJ 85%.
4. Kelurahan tambak sarioso terdapat 1 rumah yang positif jentik dari 12 rumah
yang diperiksa dengan nilai ABJ 92%.
59

2. Pengambilan Sampel Depot Air Minum (DAM)


Hari / tanggal : Rabu, 13 Februari 2019
Jumlah dan jenis pemeriksaan :5, Pemeriksaan kimia dan
mikrobiologi
Prosedur pengambilan :
Alat dan Bahan :
A. Mikrobiologi
- Korek api - Gunting
- Spirtus - Masker
- Botol sampel steril (dari BBLK) - Sarung tangan
- Kertas coklat - Kapas
- Tali rami - Tas sampling
- Etiket - Solasi
B. Kimia
- Botol plastik 1,5 liter
- Etiket
Langkah Kerja :
A. Mikrobiologi
1. Menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan
2. Meminta izin kepada pemilik DAM untuk melakukan pengambilan
sampel
3. Membersihkan tangan dari kotoran yang menempel lalu mengguakan
handscoon
4. Membasahi kapas dengan spiritus lalu membakarnya dengan korek
api
5. Memflambir mulut pipa DAM
6. Memuka penutup botol lalu memflambir mulut botol
7. Menyalakan tombol ON pipa/kran DAM
8. Mengalirkan air dari pipa ke dalam botol sampel hingga memenuhi ¾
botol
9. Memflambir mulut botol lalu menutupnya kembali dengan kertas
coklat dan tali rami
10. Memberikan etiket pada bagian badan botol
11. Memasukkan kembali botol sampel ke dalam tas sampling
B. Kimia
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Menghomogenkan botol
3. Menyalakan tombol ON pada pipa DAM
4. Mengalirkan air dari pipa DAM kedalam botol sampel hingga penuh
5. Memberikan etiket pada bagian botol
60

Tabel II.11 Pengambilan Sampel Depot Air Minum


(DAM)
No Nama Pemilik Nama DAM Alamat Jam
Sarana Pengambilan
1. Alfi Laili Tirta Alami Greges Timur no. 7 09.28
2. Kuswoyo Barokah Greges Timur no. 37 09.43
3. Fiki Saifudin Sumber Alam Greges Barat no. 12 09.59
4. M.Ali Ja’far Barokah Tambak Langon 7B/2 10.16
5. M. Choirul ASP Tambak Langon no. 10.33
Huda 34
6. A. Muzaku Zaenab Fresh Tambak Mayor 08.20
Madya I/8
7. Abdul Rochman Suci Murni Tambak Pring Utama 08.50
Barokah IIA/16
8. Abdul Haris 99 Water Fresh Asem raya No.60 11.28
9. Wafi Makmur Tambak Mayor 11.53
Madya
61

3. Pengambilan Sampel Air PDAM


Hari / tanggal : Rabu, 13 Februari 2019
Jumlah dan jenis pemeriksaan: 1, Kimia dan Mikro
Prosedur pengambilan :
Alat dan Bahan :
A. Mikrobiologi
a. Korek api i. Sarung tangan
b. Spirtus j. Solasi
c. Botol sampel k. Kapas
d. Kertas coklat l. Tas sampling
e. Tali rami
f. Etiket B. Kimia
g. Gunting a. Botol plastik 600ml
h. Masker b. Etiket

A. Mikrobiologi
1) Menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan
2) Meminta izin kepada pemilik air PDAM untuk melakukan pengambilan
sampel
3) Membersihkan tangan dari kotoran yang menempel lalu menggunakan
handscoon
4) Membasahi kapas dengan spirtus lalu membakarnya dengan korek api
5) Memflambir mulut pipa
6) Membuka penutup botol lalu memflambir mulut botol
7) Menyalakan kran air PDAM
8) Mengalirkan air dari pipa ke dalam botol sampel hingga memenuhi ¾ botol
9) Memflambir mulut botol lalu menutupnya kembali dengan kertas coklat dan
tali rami
10) Memberikan etiket pada bagian badan botol
11) Memasukkan kembali botol sampel ke dalam tas sampling

B. Kimia
1) Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2) Menyalakan kran dan biarkan air mengalir selama 2 menit
3) Setelah 2 menit, ambil sampel air hingga ¾ bagian botol
4) Tutup botol lalu beri etiket pada bagian botol

Tabel II.12 Data Pengambilan Sampel Air PDAM

No. Nama Pemilik Sarana Nama PDAM Alamat Jam


Pengambilan
1 Siti Rofiah PDAM Jl Greges Barat 9.56
Surabaya 39
62

4. Inspeksi STTU (Sanitasi Tempat-Tempat Umum) Sekolah, Perkantoran


dan Pasar
A. Sekolah
1. SDN Asemrowo
a) Identitas Sekolah
1) Jenis Bangunan Umum : Sekolah
2) Nama Sekolah : SDN Asemrowo
3) Lokasi/Alamat : Jl. Asem Raya No 6
4) Tanggal Penilaian : Kamis, 14 Februari 2019
b) Hasil Pengamatan
Sekolah Dasar Negeri atau SDN Asemrowo ini terletak di Jl.
Asem Raya No 6, Asemrowo, Surabaya. Berdasarkan hasil inspeksi
yang telah kami lakukan pada hari Kamis, 14 Februari 2019 diketahui
bahwa sekolah ini terdiri dari 6 kelas yaitu kelas I hingga kelas VI.
Halam sekolah ini cukup bersih. Karena SDN Asemrowo merupakan
sekolah Adiwiyata sehingga para siswa-siswinya diwajibkan untuk
membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah. Dari kebiasaan
inilah membuat SDN Asemrowo bebas dari sampah plastik. Dan
terdapat pengelolahan sampah organik. Lalu untuk ruang kelas. Pada
lantainya terbuat dari bahan yang kedap air yaitu kramik, dindingnya
juga terbuat dari bahan yang kuat dan antara ruangan satu dengan
ruangan lain terdapat sekat. Lalu untuk atap terbuat dari bahan yang
kuat dan tidak bocor.
Pencahayaan di dalam kelas juga cukup baik. Luas ventilasi
dalam kelas juga sudah cukup yaitu, >20% dari luas lantai. Pengelolaan
sampah di sekolah sangat baik. Karena setiap siswa membawa tempat
makan dan minum sendiri dari rumah. Sehingga mengurangi sampah
plastik dan sterofom di sekolah. Di masing-masing kelas juga terdapat
tempat sampah. Tetapi sayang sekali karena dari beberapa tempat
sampah tidak memiliki tutup. Untuk pemusnahan sampahnya diolah
sendiri di takakura dan sekolah SDN Asemrowo memiliki lubang
biopori tetapi belum dimaksimalkan. Untuk kamar mandi siswanya
tidak dipisah antara laki-laki dan perempuan. Untuk kamar mandinya
sudah cukup bersih dan tidak berbau. Penggunaan airnya menggunakan
air PDAM. Persediaan air bersihnya juga sudah cukup memenuhi.
63

Tetapi di kamar mandi siswa terdapat jentik di beberapa kamar mandi.


Pada kantin sekolah masih belum memenuhi syarat karena masih tahap
renovasi. Lalu terdapat wastafel tapi belum difungsikan dengan baik.
Untuk pemeliharaan halaman, ruang kelas dan kamar mandi dilakukan
oleh petugas khusus(Penjaga sekolah).
c) Kesimpulan
SDN Asemrowo memiliki sanitasi yang perlu diperhatikan lagi
mengenai kamar mandi siswa yang belum dipisah antara laki-laki dan
perempuan, Lalu mengenai bak mandi yang masih terdapat jentik
nyamuk di dalamnya. Untuk pencahayaan di dalam kamar mandi
sebaiknya perlu dperhatikan karena kurang dalam pencahayaannya.
Kantin yang di bawah tangga membuat kantin belum memenuhi syarat
karena dalam pencahayaannya sangat kurang sekali dan lantainya
terlihat kotor karena tahap renovasi. Wastafel pun belum difungsikan
dengan baik. Pada beberapa tempat sampah pun juga tidak terdapat
tutupnya.
d) Saran
 Sebaiknya perlu membersihkan kamar mandi minimal 1 minggu
sekali atau sudah terlihat kotor maka perlu dikuras. Dan Membuat
pemisah antara kamar mandi laki-laki dan perempuan.
 Menambah pencahayaan pada kamar mandi.
 Menambah pencahayaan pada kantin sekolah.
 Memberi tutup pada masing-masing tempat sampah agar tidak
mengundang vektor penyakit.
 Memaksimalkan penggunaan wastafel dengan semestinya.

2. Kantor Kecamatan
a) Identitas Perkantoran
1) Jenis Bangunan Umum : Perkantoran
2) Nama : Kecamatan Asemrowo
3) Lokasi/alamat : Jl. Asem raya 2-A
4) Nama Pengelola : Drs. Hari Tjahyono, MM
5) No Telp : (031) 5326564
6) Tanggal Penilaian : Kamis, 14 Februari 2019
b) Hasil Pengamatan
Kantor Kecamatan Asemrowo pada aspek sanitasi berupa penyediaan
air bersih menggunakan PDAM, memiliki tandon dengan kapasitas ±700
m3 sebanyak 1 buah untuk pemeriksaan kualitas air di kelurahan tersebut
64

sudah memenuhi syarat karena menggunakan air PDAM yang dikelola


oleh pemerintah.
Kecamatan Asemrowo tidak memliki instalasi pengelola air limbah,
limbah yang dihasilkan langsung mengalir ke dalam selokan dan di buang
ke sungai. Limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan kelurahan dikelola
oleh Dinas Kebersihan Kota dan tersedia tempat sampah yang cukup.
Ventilasi bangunan menggunakan ventilasi mekanik dan alami,
penerangan menggunakan lampu dengan aliran listrik dari PLN dan
genzet apabila aliran listrik dari PLN bermasalah, namun pada ruang
genzet tidak kedap suara. Kecamatan Asemrowo memiliki toilet yang
tersedia WC dan urinoir yang cukup, tersedia air bersih yang cukup, dan
masih terdapat jentik didalam kamar mandi.
Kecamatan Asemrowo terdapat upaya pengendalian vektor. Tidak
terdapat kotak PPPK namun tersedia tabung pemadam api. Serta memiliki
halaman parkir yang cukup untuk berparkir kendaraan bermotor.
c) Kesimpulan
Kantor Kecamatan Asemrowo dalam penilaian sanitasi masih belum
memenuhi ketentutan yaitu salah satunya pada toilet masih terdapat
jentik, sedangkan untuk fasilitas keselamatan kerja sudah memenuhi
ketentuan yaitu sudah tersedia tabung pemadam api.
d) Saran
Sebaiknya Kantor kecamatan Asemrowo rutin membersihkan toilet agar
terbebas dari jentik, membangun instalasi pengolahan limbah agar
pencemaran limbah tidak meluas ke daerah lainnya dan pada pengolahan
sampah padat sebaiknya Kecamatan Asemrowo mengelola secara mandiri
contohnya membuat sampah padat sebagai bahan daur ulang guna
meningkatkan ekonomi warga di sekitar Kecamatan Asemrowo.
Sebaiknya disediakan kotak PPPK lengkap dengan obat-obatan
3. Pasar
a. Hari/tanggal : Sabtu, 16 Februari 2019
b. Tempat : Pasar Asemrowo
c. Hasil kegiatan :
Tabel II.13 Rekapitulasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan Pasar

No. Variabel Skore % Kategori


I LOKASI 200 40% Kurang
II BANGUNAN PASAR
65

No. Variabel Skore % Kategori


1. Umum 50 100% Baik
2. Penataan ruang dagang 0 0% Kurang
3. Ruang kantor pengelola 0 0% Kurang
4. Tempat penjualan bahan 32 8,69% Kurang
pangan makanan
5. Tempat penjualan bahan 60 25% Kurang
pangan kering
6. Tempat penjualan makanan 60 21,50% Kurang
matang/siap saji
7. Area parkir 20 20% Kurang
8. Atap 0 0% Kurang
9. Dinding 0 0% Kurang
10. Lantai 0 0% Kurang
III SANITASI
Air bersih 80 20% Kurang
Kamar mandi dan toilet 100 25% Kurang
Pengelolaan sampah 148 46,25% Kurang
Binatang penular 0 0% Kurang
penyakit/vektor
IV PERILAKU HIDUP BERSIH
DAN SEHAT
Pedagang dan pekerja 600 40% Kurang
Pengunjung 500 50% Kurang
Pengelola 0 0% Kurang
V KEAMANAN
pemadam kebakaran 0 0% Kurang
Keamanan 200 100% Baik
VI FASILITAS LAIN
Tempat / sarana ibadah 0 0% Kurang
TOTAL PENILAIAN 2050 68,33% Cukup
1. Rumus Perhitungan menurut Eko Widoyoko (2012)
 Nilai minimal : 10
 Nilai maksimal : 100
 Jumlah bobot : 100
2. Perhitungan
 Skor maksimal : Σ bobot x Nilai maksimal
: 100 x 100 = 10.000

 Skor minimal : Σ bobot x Nilai minimal


: 100 x 10 = 1.000
 Kelas interval : 3 (Baik, Cukup, Kurang)

 Jarak interval :

3. Kriteria Penilaian
66

 Baik : 100% - 70%


 Cukup : 69% - 57%
 Kurang : <57%

d. Kesimpulan
Hasil rekapitulasi penilaian inspeksi kesehatan lingkungan pasar di
atas, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan lingkungan di Pasar
Asemrowo secara keseluruhan memperoleh skor 2.050 atau 68,33%
dengan kategori cukup. Penilaian inspeksi kesehatan lingkungan pasar
memiliki 6 variabel. Dari ke enam variabel tersebut hanya dua yang
memiliki kategori baik yakni variabel Bangunan pasar terletak pada sub
variabel Umum yang memperoleh skor 50 atau 100% dengan kategori
baik. Dan untuk variabel Keamanan terletak pada sub variabel keamanan
yang memperoleh skor 200 atau 100% dengan kategori baik.
e. Saran
Sebaiknya pihak pengelola pasar lebih memperhatikan lingkungan
pasar agar tercipta lingkungan pasar yang bersih, aman dan sehat bagi
penjual maupun pengunjung dengan cara mengadakan inspeksi sanitasi
lingkungan pasar setiap 6 bulan sekali dan jika terdapat kekurangan
segera diperbaiki guna mencapai lingkungan pasar yang sehat.

4. Kepadatan Lalat
Perhitungan Kepadatan Lalat Di Pasar Asemrowo

a) Hari/tanggal kegiatan : Kamis, 21 Februari 2019


b) Lokasi : Pasar Asemrowo
c) Prosedur pengukuran
1) Alat dan Bahn
a. Counter
b. Stopwatch
c. Fly gril
2) Prosedur Kerja
a. Siapkan alat yang akan digunakan
b. Tentukan titik pengukuran sampel
c. Letakkan fly grill di tempat penampungan sampah
67

d. Nyalakan stopwatch dan hitung dengan menggunakan counter


e. Setiap 30 detik lalat dihitung
f. Pengukuran dilakukan sebanyak 10x
d) Hasil pengukuran
1) Lokasi : Pasar Asemrowo
2) Kelurahan : Asemrowo
3) Titik : Titik I dan titik II

Tabel II.14 Data Hasil Pengukuran Lalat


Hasil pengukuran 5 nilai tertinggi
Titik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
I 2 1 4 4 7 3 2 2 1 0

II 8 19 16 7 11 12 14 12 14 9
= 15

Keterangan standart penilaian :


0-2 ekor : rendah
3-5 ekor : sedang
6-20 ekor : cukup
≥20 ekor : sangat

e) Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan kepadatan lalat yang dilakukan pada hari kamis
tanggal 21 februari 2019 yang dilakukan di Pasar Asemrowo didapatkan hasil
untuk pengukuran pada titik I jumlah kepadatan lalat 4 ekor yang berarti
berada pada posisi kepadatan lalat yang sedang dengan perlunya tindakan
pengamanan. Sedangkan, untuk titik ke II jumlah kepadatan lalat meningkat
mencapai 15 ekor hal ini yang berarti berada pada posisi kepadatan yang
cukup dengan perlunya dilakukan penanganan pada tempat
berkembangbiaknya dan jika perlu dilakukan pengendalian. Perbedaan
terhadap jumlah lalat dikarenakan pada titik I di daerah penjualan bahan
pangan siap jadi sehingga lalat tidak hinggap pada fly grill, sedangkan untuk
68

titik II di daerah penjualan bahan pangan mentah sehingga mengundang lalat


untuk hinggap.
f) Kesimpulan
Untuk kepadatan lalat pada pasar asemrowo di daerah titik I jumlah
kepadatan lalat 4 ekor yang berarti berada pada posisi kepadatan lalat yang
sedang dengan perlunya tindakan pengamanan. Sedangkan, untuk titik ke II
jumlah kepadatan lalat meningkat mencapai 15 ekor hal ini yang berarti
berada pada posisi kepadatan yang cukup dengan perlunya dilakukan
penanganan pada tempat berkembangbiaknya dan jika perlu dilakukan
pengendalian.
g) Saran
Sebaiknya pihak pengelola pasar melakukan kegiatan pengamanan
serta pengendalian lalat untuk mencapai tingkat kepadatan lalat yang rendah
dan menghimbau pedagang pasar untuk lebih memperhatikan barang
dagangannya terutama penjual bahan pangan mentah agar lebih tertutup dan
tidak mengundang lalat.

5. Pengambilan Sampel Makanan dan Minuman Serta Usap Alat Makan


pada PKL dan Kantin Sekolah
a) Hari/Tanggal :
- Pemeriksaan kimia (18 Februari 2019)
- Pemeriksaan Mikrobiologi (19 Februari 2019)
- Usap alat makan ( 19 Februari 2019)
b) Jumlah dan jenis pemeriksaan : 8 Kimia, 4 Mikrobiologi, 4 Usap Alat
c) Prosedur pengambilan :
Alat dan Bahan :
1) Korek api
2) Reagen larutan NaCl
3) Plastik sampel
4) Kapas
5) Pinset
6) Spirtus
7) Masker
8) Sarung tangan
9) Cotton swab
10) Gunting
11) Solasi
12) Etiket
69

13) Tas sampling

Mikrobiologi

1) Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


2) Meminta izin pihak sekolah untuk melakukan pengambilan sampel
3) Membersihkan tangan dari kotoran yang menempel lalu mensterilkan
tangan dengan alkohol
4) Gunakan masker dan sarung tangan selama pengambilan sampel
5) Ambil plastik yang akan digunakan sebagai wadah sampel
6) Seterilkan sendok yang digunakan untuk mengambil sampel dengan
menggunakan alkohol
7) Ambil sampel makanan sebanyak ±250 gram dan masukkan kedalam
plastik
8) Tutup bagian mulut plastik lalu berikan etiket pada bagian luar plastik
9) Masukkan sampel kedalam coolbox

Kimia

1) Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


2) Meminta izin kepada pihak sekolah untuk melakukan pengambilan
sampel
3) Membersihkan tangan dari kotoran yang menempel
4) Ambil sampel makakan yang diperiksa sebanyak ±250 gram dan
masukkan kedalam plastik
5) Tutup bagian mulut plastik lalu berikan etiket pada bagian luar plastik
6) Masukkan kedalam coolbox

Usap alat makan

1) Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


2) Meminta izin kepada pihak sekolah untuk melakukan pengambilan
sampel
3) Membersihkan tangan dari kotoran yang menempel lalu mensterilkan
tangan dengan alkohol
4) Gunakan masker dan sarung tangan selama pengambilan sampel
5) Buka penutup botol yang berisi NaCl, lalu flambir mulut botol
6) Lakukan usapan secara merata pada bagian alat yang biasa bersentuhan
dengan makanan
70

7) Flambir mulut botol dan masukkan cotton swab yang telah digunakan
untuk mengusap alat makan, kemudian potong bagian atas cotton swab
aga botol bisa ditutup kembali
8) Flambir mulut botol, kemudian tutup kembali
9) Beri etiket pada bagian badan botol
10) Masukkan kedalam tas sampling

Data Pengambilan Sampel Makanan


Tabel II.15
dan Minuman Serta Usap Alat Makan pada
PKL dan Kantin Sekolah

Nama/Pemili Jenis Jam dan Tanggal Jenis


No Lokasi
k TPM Sampel Pengambilan pemeriksaan

18 Februari 2019
1. Sumadi Mie ayam Kimia
08.59 WIB
Kripik 18 Februari 2019
2. Siti Ainur R Kimia
usus 09.04 WIB
SD Tanwir
Mie 18 Februari 2019
3. Riana Kimia
Goreng 09.06 WIB
18 Februari 2019
4. Komarudin Pempek Kimia
09.15 WIB
18 Februari 2019
5. Kurdi Cimol Kimia
09.20 WIB
18 Februari 2019
6. Imam Hanafi Kornet Kimia
SMP 09.25 WIB
Tanwir Tahu 18 Februari 2019
7. Nuril Kimia
Crispy 09.28 WIB
Pentol 18 Februari 2019
8. Khoiri Kimia
cabe 09.30 WIB
19 februari 2019
Pentol Mikrobiologi
09.35 WIB
Kentang 19 februari 2019
MI Mikrobiologi
telur 09.37 WIB
9. Rahmawati Tarbiyatus
19 februari 2019
Shibyan Garpu Usap alat
09.45 WIB
19 februari 2019
Supit Usap alat
09.49 WIB
71

BAB III

HASIL KEGIATAN
A. Klinik Sanitasi
1. Tujuan Kegiatan
a. Mahasiswa mampu menyusun rencana usaha penyelenggaraan klinik
snaitasi di puskesmas.
b. Mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kegiatan klinik sanitasi yang
sudah ada sebelumnya dengan melaksanakan prosdur tetap penyehatan
rumah pasien penyakit DBD, TBC, Scabies, dan Kecacingan.
2. Hasil Kegiatan
a) Kegiatan dalam gedung
1) Persiapan klinik sanitasi
Menyiapkan buku harian klinik sanitai dan lembar kuisioner sebagai
bahan wawancara penderita yang menderita penyakit berbasis
lingkungan.
2) Pelaksanaan klinik sanitasi
b) Kegiatan klinik sanitasi dimulai sesuai dengan jam operasional
Puskesmas Asemrowo yaitu pada pukul 07.30 WIB sampai selesai.
Pasien dengan penyakit berbasis lingkungan (DBD, TBC, Scabies, dan
Kecacingan) yang telah melewati pemeriksaan di poli umum yang
kemudian dirujuk ke klinik sanitasi untuk dilakukan konseling terkait
penyakit yang dideritanya guna dilakukan dugaan terhadap penyebab
penyakit dari faktor lingkungan penderita. Setelah itu dibuatlah
kesepakatan antara pasien dengan petugas klinik sanitasi untuk
melakukan inspeksi sanitasi terhadap rumah penderita sebagai tindak
lanjut kegiatan klinik sanitasi di dalam gedung.
3. Penyakit TBC
a. Kegiatan di dalam gedung
Berdasarkan data hasil kegiatan konseling yang dilakukan di Klinik
Sanitasi Puskesmas Asemrowo berikut data penderita penyakit TBC :
72

Tabel III.1 Data Umum Penderita Penyakit TBCPuskesmas Asemrowo


Bulan Februari 2019

No Nama Umur Alamat


1. Kasian 75 tahun Asemrowo Gang Mulya No.29
2. Siti Kholifah 21 tahun Tambak Dalam Baru No. 20
3. Mujid 50 tahun Mayor 829
4. Supiyah 60 tahun Greges Timur No 6 Rt 1 Rw 2
5. Ebby Asmana 19 tahun Genting Gang 6 No.20
6. Sumira 53 tahun Genting Baru 38 A
7. Yayan Widari 52 tahun Greges Barat Gang 6 No 9
8. Roha 20 tahun Asemrowo Rt 4 Rw 8
9. Radya Rachmat 21 tahun Tambak Pring 1/5
10. Tahi 60 tahun Tambak Mayor Madya 3/1
11. Sabar Mulyono 43 tahun Genting 11/21
12. Zida Ismatul 15 tahun Tambak dalam baru 4/4
a) Data Umum Pasien
Nama : Zida Ismatul
Nama Orang Tua : Tiyani
Umjur : 15 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat RT/RW/RK : Tambak dalam baru 4/14
Kelurahan/desa : Asemrowo
Berdasarkan hasil data umum penderita dan wawancara yang telah
dilaksanakan, maka kami hanya memilih satu penderita TBC untuk
dilakukan kunjungan kerumah penderita.
Setelah melakukan wawancara dengan orang tua pasien TBC dengan
menggunakan panduan wawancara tentang identifikasi masalah
lingkungan dan perilaku di dapat hasil bahwa :
1) Penderita tertukar teman sekamar pada saat di pondok
2) Penderita telah lama sakit batuk-batuk 2 minggu lebih
3) Kamar penderita ventilasinya kecil dan jarang dibuka pintu
kamarnya
Sehingga akan dilakukan tindak lanjut kungjungan ke rumah
pasien/melakukan inspeksi. Pada saat melakukan konsultasi penderita
diberikan saran meliputi :
1. Pasien tidur terpisah tidak dengan teman atau keluarga.
2. Pintu kamar pasien selalu dibuka setiap pagi agar sirkulasi udara
tertukar dan tidak menyebabkan pengab.
3. Jendela dan pintu rumah selalu dibuka setiap pagi.
73

4. Memperbaiki lubang ventilasi/penghawaan.


5. Menutup mulut saat batu atau bersin dan membuang dahak pada
tempatnya.
Berdasarkan hasil data umum penderita dan wawancara yang telah
dilaksanakan, maka kami hanya memilih satu penderita TBC untuk
dilakukan kunjungan kerumah penderita.
b. Kegiatan di luar gedung
Dari hasil konseling yang telah dilakukan di Puskesmas Asemrowo
kepada pasien TBC, maka telah dibuat perjanjian untuk melakukan
kunjungan rumah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14
Februari 2019. Saat kunjungan ke rumah pasien TBC kegiatan yang
dilakukan adalah observasi keadaan rumah besrta wawancara kepada ibu
dari pasien TBC dengan hasil :
1. Rumah penderita memiliki ventilasi namun tidak berfungsi atau tidak
bisa dibuka.
2. Jendela tidak rutin dibuka setiap hari namun ditutup dengan selambu
3. Pencahayaan rumah pasien kurang terang.
4. Penderita Kamar pasien sangat lembab.
5. Keadaan rumah tidak bersih dan banyak barang berserakan.
6. Luas kamar penghuni memenuhi syarat dan dihuni oleh 1 orang.
7. Perilaku penderita terkadang saat berbicara atau batuk ketika ada
keluarga lupa menggunakan masker atau menutup mulut.
74

c. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di rumah penderita
TBC bahwa keadaan rumah penderita kurang sehat, seperti pencahayaan
yang kurang, jendela tidak dibuka pada saat pagi hari dan ventilasi tidak
berfungsi sehingga menyebabkan rumah terasa pengab dan kurangnya
pertukaran udara di dalam rumah. Hal inilah yang dapat mendukung
perkembangbiakan bakteri penyebab TBC.
d. Saran
1) Membuka jendela setiap pagi.
2) Memperbaiki ventilasi yang tertutup menjadi bisa dibuka dan
berfungsi.
3) Menjaga kebersihan rumah baik di luar maiupun di dalam.
4) Memakai masker saat kontak dengan keluarga.

4. Penyakit Scabies
A. Kegiatan dalam gedung
Kegiatan klinik sanitasi dilakukan diruang pelayanan Klinik Sanitasi.
Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan konseling dari pasien yang
memiliki penyakit berbasis lingkungan dan klien yang mempunyai
masalah tentang lingkungan
Tabel III.2 Data Umum Penderita Penyakit scabies Puskesmas Asemrowo Bulan Februari
Tahun 2019

Jenis
No Nama Pasien Penyakit Umur Alamat
Kelamin
1. Ahmad farel Scabies 7 tahun L Bubutan 2/17
2. Vito ramadhan Scabies 16 tahun L Tambak
pring barat
no 46

B. Kegiatan di luar gedung


Melakukan inspeksi terhadap penderita scabies setelah melakukan
konseling. Penderita yang dipilih adalah sebanyak 1 orang dalam 1
rumah. Inspeksi dan intervensi terhadap penderita scabies dilakukan
denhan rincian kegiatan sebagai berikut:
a) Penderita 1
Nama Penderita : Vito ramadhan
Umur : 16 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
75

Pekerjaan :-
Alamat : Tambak pring barat no 46
Terdapat dua pasien yang merujuk untuk konseling, tetapi yang telah
dilakukan tindak lanjut terdapat 1 pasien, yang beralamat di Tambak pring
barat No 46 yaitu Vito ramadhan (16 tahun). Tindak lanjut untuk pasien
penderita scabies tersebut adalah dengan melakukan kunjungan
rumah.kunjungan rumah dilakukan pada tanggal 16 Februari 2019 untuk
melihat langsung keadaan lingkungan rumah penderita yang mungkin
menjadi penyebab pasien menderita scabies. Wawancara terkait perilaku
penderita scabies dalam beraktivitas dilakukan pada saat melakukan
kunjungan rumah, setelah itu memberikan saran terkait kesehatan
lingkungan rumah penderita scabies serta motivasi perilaku hidup bersih
dan sehat kepada pasien. Berikut identifikasi masalah kesehatan
lingkungan rumah dan perilaku pasien:
1) Kontak dengan keluarga pasien yang telah menderita scabies
2) Pemakaian handuk yang digunakan secara bersama-sama
3) Pemakaian sabun mandi yang digunakan secara bersamaan
4) Tidak menjemur handuk setelah digunakan dan menjemur kasur saat
matahari terik
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil wawancara saat konseling kondisi lingkungan
rumah pasien kurang memenuhi persyaratan, penderita kurang menjaga
kondisi lingkungan rumahnya, serta diduga akibat kurangnya kesadaran
terhadap penyakit scabies dan penyakit berbasis lingkungan sehingga pasien
dapat tertular penyakit scabies. Sehingga badan terasa gatal dan muncul
bercak-bercak merah berisi nanah. Sehingga harus mendapat perawatan dari
Puskesmas Asemrowo.
Pada saat melakukan inspeksi ke rumah pasien, terlihat kondisi rumah yang
lembab, terdapat banyak sekali barang yang tidak tertata dan kurang
pencahayaan.
D. Kesimpulan
Dari hasil kesimpulan kunjungan ke rumah penderita penyebab
penyakit scabies yaitu dikarenakan tertular salah satu keluarga yang lebih
dulu menderita scabies. Penderita mengalami scabies dengan gejala gatal-
gatal pada daerah tangan. Selain itu, rumah penderita tampak lembab dan
76

kuraangnya pencahayaan sehingga cahaya tidak dapat masuk secara


maksimal. Kebiasaan penderita menggunakan handuk secara bersamaan
membuat penyebaran penyakit scabies semakin mudah. Selain itu kesadaran
pasien terhadap pencahyaan dan kesadaran pasien akan kebersihan pada
kondisi lingkungan rumah yang sangat kurang.
E. Saran
Setelah dilakukan kunjungan diberikan saran untuk menunjangn
kondisi lingkungan rumah dan perilaku pasien:
a) Menggunakan sabun dan handuk secara terpisah terutama penderita
scabies
b) Menjemur handuk setelah digunakan
c) Merendam sarung bantal guling dan seprei menggunakan air hangat
semalam kemudian dicuci menggunakan bayclin
d) Menjemur kasur saat matahri terik
e) Membuka jendela rumah pada saat pagi hari hingga siang hari sehingga
cahaya matahari bisa masuk kedalam rumah dan membunuh
perkembangbiakan kuman penyebab scabies.
77

5. Penyakit DBD
A. Kegiatan dalam gedung
Kegiatan klinik sanitasi dilakukan di ruang Pelayanan Klinik Sanitasi.
Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan konseling dari pasien yang
memiliki penyakit berbasis lingkungan dank lien yang mempunyai
masalah tentang lingkungan.
Karena penderita DBD mendapatkan surat dari Rumah Sakit, maka
klinik sanitasi di Puskesmas Asemrowo melakukan inspeksi ke rumah
penderita dengan Penyelidikan Epidemiologi dan Fogging. Informasi
penderita DBD diperoleh dari data penderita DBD pada bulan februari
tahun 2019 yang terdapat wabah DBD sebanyak 4 orang di daerah
kecamatan asemrowo. Berikut adalah data penderita DBD di Puskesmas
Asemrowo Surabaya.
Tabel III.3 Data Umum Penderita Penyakit DBD Puskesmas
Asemrowo Bulan Februari Tahun 2019

Jenis
No Nama Pasien Penyakit Umur Alamat
Kelamin
1. Alena Nathalia DBD 9 bulan P Asemrowo kali
71B
2. Rendra Bintang DBD 14 tahun L Tambak mayor
baru II 45b
3. Elisabeth Dea DBD 14 tahun P Asem mulyo RT
04 RW 03
4. Melany Safitri DBD 12 tahub P Tambak mayor
barat II/15

B. Kegiatan diluar gedung


Melakukan tindak lanjut atau intervensi berupa penyelidikan
epidemiologi dan melakukan fogging di sekitar wilayah penderita.
Kegiatan penyelidikan epidemiologi dan fogging dilakukan yaitu dengan
rincian kegiatan sebagai berikut :
78

1) Penyelidikan Epidemiologi
a. Nama penderita : Elizabeth Dea
Umur : 14 tahun
a) Pelaksanaan : 31 Januari 2019
b) Tempat: Asem mulyo RT 04 RW 03
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah
penderita sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya
radius 100 meter)
d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 4
rumah yang positif jentik dan 16 rumah yang negatif jentik. Angka
Bebas Jentik (ABJ) berkisar 80%.
b. Nama penderita : Alena Nathalia
Umur : 9 bulan
a) Pelaksanaan : 1 Februari 2019
b) Tempat: Asemrowo kali 71B
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah
penderita sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya
radius 100 meter)
d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 3
rumah yang positif jentik dan 17 rumah yang negatif jentik. Angka
Bebas Jentik (ABJ) berkisar 85%.
c. Nama penderita : Rendra Bintang
Umur : 14 tahun
a) Pelaksanaan : 3 Februari 2019
b) Tempat: Tambak mayor baru II timur 45b
c) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah
penderita sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya
radius 100 meter)

d) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 3
rumah yang positif jentik dan 17 rumah yang negatif jentik. Angka
Bebas Jentik (ABJ) berkisar 85%.
d. Nama penderita : Melany Safitri
Umur : 12 tahun
e) Pelaksanaan : 3 Februari 2019
f) Tempat: Tambak mayor barat II/15
79

g) Kegiatan : Pemeriksaan jentik di sekitar rumah


penderita sebanyak 20 rumah (sekurang-kurangnya
radius 100 meter)
h) Hasil PE
Dari hasil pemeriksaan jentik disekitar rumah penderita terdapat 6
rumah yang positif jentik dan 14 rumah yang negatif jentik. Angka
Bebas Jentik (ABJ) berkisar 70%.

2) Pelaksanaan Fogging
a. Nama penderita : Elizabeth Dea
a) Pelaksanaan : 1 Februari 2019
b) Tempat : Asem mulyo RT 04 RW 03
b. Nama penderita : Alena Nathalia
a) Pelaksanaan : 2 Februari 2019
b) Tempat : Asemrowo kali 71B
c. Nama penderita : Rendra Bintang
a) Pelaksanaan : 4 Februari 2019
b) Tempat : Tambak mayor baru II timur 45b
d. Nama penderita : Melany Safitri
c) Pelaksanaan : 16 Februari 2019
d) Tempat : Tambak mayor barat II/15
C. Pembahasan
Dari hasil intervensi yang telah dilakukan berupa penyelidikan
epidemiologi didapatkan persentase Angka Bebas Jentik yang rendah
yaitu di daerah rumah penderita Elizabeth Dea dengan persentase 80%.
Hal ini dikarenakan kebiasaan untuk menguras bak mandi dan
membuang penampungan air yang tidak terpakai cukup kurang. Karena,
larva nyamuk Aedes Aegypti bisa berkembang biak didalamnya. Tidak
hanya itu, kebiasaan menggantung pakaian kotor pun bisa menjadi
tempat nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak. Pencegahan yang
dapat dilakukan untuk memnghindari penyakit DBD diantaranya
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Abatesasi dan penyuluhan DBD
untuk memberantas penyakit DBD.
D. Kesimpulan
Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi terdapat rumah yang
positif jentik dikarenakan kebiasaan tidak teratur menguras bak mandi,
suka menggantung pakaian kotor, dan tidak membuang atau mengubur
80

barang-barang yang sudah tidak terpakai. Oleh sebab itu, dilakukan


fogging disekitar rumah penderita agar penyakit DBD tidak menyebar.
E. Saran
Perlunya kesadaran bagi masyarakat agar selalu rutin menguras bak
mandi, tidak menggantung pakaian kotor, dan memperhatikan ventilasi
yang terbuka agar dipasang kassa.

6. Penyakit Kecacingan
a. Kegiatan di dalam Gedung
Kegiatan klinik sanitasi dilakukan di ruang Pelayanan Klinik Sanitasi.
Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan konseling dari pasien yang
memiliki penyakit berbasis lingkungan dan klien yang mempunyai masalah
tentang lingkungan.
Tabel III .4 Data Umum Penderita Penyakit Kecacingan Puskesmas Asemrowo
Bulan Februari Tahun 2019

No. Nama Sakit Umur Jenis Alamat


Kelamin
1. Subaidah Kecacingan 52 Tahun Perempuan Jl. Genting gg 04
no 14A

b. Kegiatan di Luar Gedung


Hanya terdapat satu orang pasien yang merujuk di klinik sanitasi
sehingga dilakukan tindak lanjut terhadap pasien yang bernama Subaidah
(52 Tahun) dengan melakukan observasi di rumah pasien. Tindak lanjut
untuk pasien penderita kecacingan bernama Subaidah (52 Tahun) tersebut
adalah melakukan kunjungan rumah.
Kunjungan rumah dilakukan pada tanggal 20 Februari 2019 untuk
melihat langsung keadaan lingkungan rumah penderita yang mungkin
menjadi penyebab pasien menderita kecacingan. Wawancara terkait perilaku
penderita dalam beraktivitas dilakukan pada saat melakukan kunjungan
rumah. Lalu memberikan saran membangun terkait kesehatan lingkungan
rumah penderita serta motivasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada
pasien. Berikut identifikasi masalah kesehatan lingkungan rumah dan
perilaku pasien :
1) Saat keluar rumah terkadang lupa tidak memakai alas kaki
81

2) Tidak membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan


3) Pakaian yang dicuci kurang bersih
Dari hasil kesimpulan kunjungan ke rumah penderita, penyebab
penyakit kecacingan yaitu, kurangnya prilaku bersih dan sehat sehingga
pada saat penderita keluar rumah tidak memakai alas kaki maka kuman akan
menempel pada kaki penderita, saat makan pun tidak membiasakan mencuci
tangan dengan sabun, dan handuk yang dipakai sesudah mandi jarang di
cuci akan mempermudah masuknya cacing dalam tubuh penderita. Maka
penderita akan mengalami gatal-gatal hingga luka pada dubur sehingga
menyebabkan penderita susah BAB.
Saran :
 Mengkonsumsi buah-buahan dengan serat tinggi seperti pepaya dan
pisang
 Membiasakan mencuci tangan dengan sabun
 Melakukan kontrol kesehatan kembali ke Puskesmas
c. Pembahasan
Berdasarkan hasil wawancara saat konseling kondisi lingkungan
rumah pasien belum memenuhi persyaratan, sehingga penyebab penyakit
kecacingan penderita diduga akibat kurang membiasakan mencuci tangan
dengan sabun lalu kontak langsung dengan kulit dengan digaruk. Sehingga
penderita mengalami gatal-gatal hingga luka pada dubur sehinggaa
menyebabkan penderita ausah BAB.
Diduga penderita mengalami kecacingan disebabkan oleh cacing
kremi atau juga disebut Enterobius Vermucukaris memiliki fisik berwarna
putih dan sekilas terlihat seperti benang putih. Umumnya ia akan menyerang
orang dewasa dengan penularan dapat berasal dari makanan atau minuman
yang sudah terkontaminasi, tidak hidup bersih seperti tidak mencuci tangan
dengan sabun maupun jika hendak keluar rumah usahakan memakai alas
kaki atau berada di lingkungan yang kotor. Gejala yang ditimbulkan apabila
seorang anak terinfeksi cacing kremi yaitu si anak merasakan gatal-gatal
disekitar anus/dubur terutama pada malam hari dan pada feses yang
dikeluarkan jugaakan terdapat telur dan cacing kremi yang dapat terlihat
oleh mata.
d. Kesimpulan
82

Berdasarkan survey lingkungan rumah dan wawancara di rumah


penderita, maka dapat disimpulkan bahwa penyebab penyakit yang diderita
pasien Subaidah diakibatkan :
1. Pasien tidak mengenakan alas kaki saat keluar sehingga menyebabkan
cacing yang ada di jalan masuk kedalam kulit pasien
2. Tidak membiasakan mencuci tangan dengan sabun
3. Pakaian yang kurang bersih dicuci
e. Saran
Agar penderita dan anggota keluarga yang lain tidak mengalami kejadian
serupa maka hendaknya perlu diperhatikan saran-saran sebagai berikut :
1. Merendam sarung bantal, sprei dan baju menggunakan bayclean atau air
hangat lalu mencucinya dengan sabun dan dibilas dengan bersih.
2. Memotong kuku tangan dan kaki.
3. Lebih berhati-hati saat mengkonsumsi makanan mentah/lalapan.
4. Perilaku hidup bersih dan sehat mulai dari mencuci tangan dengan sabun.
5. Kebersihan saat mengelolah makanan pada saat mencuci bahan makanan
dengan air bersih yang mengalir.
6. Memasak makanan hingga benar-benar bersih
7. Mengenakan alas kaki saat kemana-mana.
83

B. Promosi Kesehatan
1. Tujuan
a. Mahasiswa mampu melakukan pemberdayaan masyarakat di wilayah
kerja puskesmas
b. Mahasiswa mampu merubah perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat

2. Kegiatan Pokok
a. Mengembangkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi higiene dan
sanitasi
b. Mempersiapkan instrumen pendukung untuk pelaksana penyuluhan
c. Penyusunan laporan sesuai dengan sistematika penulisan

3. Hasil Kegiatan dan Pembahasan


a. Penyuluhan di luar gedung puskesmas
1. Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Lokasi : Tambak Mayor
Hari dan Tanggal : Jum’at, 15 Februari 2019
Materi : Penyakit DBD
Sasaran : Peserta Posyandu Dahlia
a) Instrumen Pendukung
Instrumen pendukung dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan
tentang penyakit DBD di Posyandu Dahlia tentang penyebaran
penyakit DBD dan faktor yang mempengaruhi.
b) Pembahasan
Dari serangkaian acara atau kegiatan, mahasiswa diberikan
kesempatan untuk menyampaikan penyuluhan mengenai penyakit
demam berdarah dangue atau DBD mulai dari cara penularan hingga
faktor yang mempengaruhi penyebab DBD. Kami juga melakukan sesi
tanya jawab kepada peserta posyandu dahlia dan hasilnya peserta dapat
memahami apa yang telah mahasiswa sampaikan.
84

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Klinik Sanitasi
a. Usaha pelayanan kesehatan lingkungan di puskesmas asemrowo telah
berjalan dengan prosedur yang ada yaitu pasien yang mendrita penyakit
berbasis lingkungan dari poli umum dan poli KIA dirujuk ke klinik
sanitasi yang kemudian dilakukan konseling sesuai dengan penyakitnya.
Setelah melakukan kegiatan klinik sanitasi dibuat perjanjian untuk
melakukan inspeksi lingkungan yakni dengan cara berkunjung ke rumah
penderita untuk melihat kondisi lingkungan rumah.
b. Berdasarkan hasil konseling dan inspeksi yang telah dilakukan di rumah
penderita TBC bahwa keadaan rumah penderita kurang sehat, seperti
pencahayaan yang kurang, jendela tidak dibuka pada saat pagi hari dan
ventilasi tidak berfungsi sehingga menyebabkan rumah terasa pengab dan
kurangnya pertukaran udara di dalam rumah. Hal inilah yang dapat
mendukung perkembangbiakan bakteri penyebab TBC.
c. Berdasarkan hasil konseling dan inspeksi ke rumah penderita penyebab
penyakit scabies yaitu dikarenakan tertular salah satu keluarga yang lebih
dulu menderita scabies. Penderita mengalami scabies dengan gejala gatal-
gatal pada daerah tangan. Selain itu, rumah penderita tampak lembab dan
kuraangnya pencahayaan sehingga cahaya tidak dapat masuk secara
maksimal. Kebiasaan penderita menggunakan handuk secara bersamaan
membuat penyebaran penyakit scabies semakin mudah. Selain itu
kesadaran pasien terhadap pencahyaan dan kesadaran pasien akan
kebersihan pada kondisi lingkungan rumah yang sangat kurang.
d. Berdasarkan hasil konseling dan inspeksi di rumah penderita DBD telah
dilakukan penyelidikan epidemiologi terdapat rumah yang positif jentik
dikarenakan kebiasaan tidak teratur menguras bak mandi, suka
menggantung pakaian kotor, dan tidak membuang atau mengubur barang-
barang yang sudah tidak terpakai. Oleh sebab itu, dilakukan fogging
disekitar rumah penderita agar penyakit DBD tidak menyebar.
85

e. Berdasarkan hasil konseling dan inspeksi di rumah penderita, maka dapat


disimpulkan bahwa penyebab penyakit yang diderita pasien Subaidah
diakibatkan :
1) Pasien tidak mengenakan alas kaki saat keluar sehingga
menyebabkan cacing yang ada di jalan masuk kedalam kulit pasien
2) Tidak membiasakan mencuci tangan dengan sabun
3) Pakaian yang kurang bersih dicuci

2. Promosi Kesehatan
a) Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Puskesmas
Asemrowo yaitu penyuluhan. Penyuluhan yang kami lakukan adalah
memberi informasi dan saran mengenai penyakit DBD.
B. Saran
a. Pelayanan Kesehatan Ligkungan atau yang lebih dikenal dengan Klinik
Sanitasi agar lebih mempromosikan atau mensosialisasikan kepada para
pengunjung atau pasien untuk melakukan konseling khususnya penyakit
berbasis lingkungan.
b. Masyarakat hendaknya dapat benar-benar memahami tentang faktor
penyebab penyakit DBD dan lebih menjaga lingkungannya agar
lingkungannya sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.
86

DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1428/MENKES/SK/XII/2006 Tentang


Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Puskesmas
Mukono, 2011, Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan, Airlangga University Press,
Surabaya
Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Di Puskesmas

Profil Puskesmas Kedungmundu, 2016, Profil Puskesmas Kedungmundu, Semarang

Umainatun, Siti (2016) Implementasi Permenkes No 13 Tahun 2015 Tentang


Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Di Puskesmas Dalam
Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Studi Kasus Di Puskesmas
Kedungmundu). Masters Thesis, Unika Soegijapranata
Widoyoko, EP. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta :
Pustaka Pelajar.
87

DOKUMENTASI
1. Kegiatan Penyelidikan Epidemiologi di wilayah Puskesmas Asemrowo

Pemeriksaan PE di RW 2 asemrowo pemeriksaan jentik


88

2. Kegiatan Fogging di wilayah Puskesmas Asemrowo

Menyiapkan alat dan bahan Kegiatan penyemprotan dirumah warga

3. Kegiatan Penyuluhan tentang DBD bersama posyandu di wilayah


Puskesmas Asemrowo

Memberi penyuluhan DBD


89

4. Kegiatan Posyandu dan Survei Jentik serentak di Wilayah Kec. Asemrowo


Surabaya

Kegiatan penimbangan bayi Kegiatan pengukuran tinggi badan

Kegiatan survey jentik di rumah warga

5. Kegiatan pengambilan sampel limbah outlet Puskesmas Asemrowo

Mengambil air di bak penampungan outlet limbah


90

Menuangkan air kedalam botol sampel menutup botol sampel yang sudah terisi

6. Kegiatan penilaian Tempat-Tempat Umum (Perkantoran)

Kantor kecamatan Asemrowo Pemeriksaan jentik di kamar mandi

7. Kegiatan penilaian Tempat-tempat Umum (sekolah Dasar)

Kantin sekolah SD Asemrowo Lingkungan sekolah SD Asemrowo


91

8. Kegiatan penilaian Tempat-tempat Umum (pasar)

Tempat parkir pengunjung pasar kamar mandi pasar

TPS pasar Asemrowo SPAL pasar Asemrowo

Pengukuran kepadatan lalat


92

9. Kegiatan pengambilan sampel DAM

Pengambilan sampel DAM secara kimia Pemberian etiket

Flambir mult botol pengambilan sampel secaramikrobiologi

Flambir mulut botol, kemudian tutup kembali dan diberi etiket


93

10. Kegiatan pengambilan sampel Makanan dan Minuman

Membeli sampel makanan dan minuman kepada pedagang

Menimbang sampel makanan Pemberian etiket pada sampel makmin

11. Kegiatan pengambilan sampel usap alat makanan

Melakukan usap alat pada garpu Memasukkan cotton swab kedalam media
94

Menutup kembali botol media, dan diberi etiket

12. Kegiatan kunjungan rumah


a. Kunjungan pasien scabies b. Kunjungan rumah pasien Tb

c. Kunjungan rumah pasien kecacingan d. Kunjungan rumah pasien


DBD
95

13. Kegiatan konseling didalam gedung

Konseling dalam gedung mengenai Penyakit Berbasis Lingkungan


14. Kegiatan UKS di Sekolah

Pemeriksaan mata, telinga, gigi dan tinggi badan di sekolah