Anda di halaman 1dari 10

MATA KULIAH KEPEMIMPINAN DAN BERFIKIR SISTEM

MAKALAH “TEAM LEARNING”


DOSEN : Dr. SYLVA FLORA NINTA TARIGAN, S.H., M.Kes

DISUSUN OLEH:

KELAS D (2017)

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga makalah “Team Learning” ini dapat terselesaikan. Penyusunan laporan ini
dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kepemimpinan dan Berfikir
Sistem Kesehatan Masyarakat.
Sehubungan dengan penyelesaian penyusunan makalah ini, dengan rasa
rendah hati disampaikan rasa terimakasih yang setulus-tulusnya kepada semua
pihak yang terlibat, semoga amal baik dari semua pihak mendapat pahala yang
berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin.
Disadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan guna
penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Gorontalo, 27 Februari 2019


Penyusun

Kelas D 2017
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun
dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama,
Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi
adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah
struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang
pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai
tujuan tertentu.
Organisasi pada dasarnya seperti mahluk hidup, kelangsungan hidupnya sangat
ditentukan oleh kemampuannya untuk beradapatasi dengan lingkungan. Perubahan
lingkungan strategik organisasi yang sangat cepat dalam berbagai dimensi, seperti
teknologi, sosial, ekonomi, perundangan, globalisasi, dll. menuntut organisasi
untuk mampu beradaptasi pada perubahan itu. Apabila organisasi terlambat untuk
berubah maka sangat besar kemungkinan organisasi akan mundur kinerjanya
bahkan, dapat Punah. Oleh karena itu suatu hal yang harus dilakukan oleh
organisasi untuk tetap bertahan dan berkembang adalah organisasi senantiasa
mempelajari perubahan lingkungan strategic dan segera beradaptasi pada
perubahan itu. Dalam dinamika organisasi tersebut muncul istilah Organisasi
Pembelajaran/Belajar dan Pembelajaran Organisasi.
Setiap kelompok dalam satu organisasi yang di dalamnya terjadi interaksi antara
satu dengan yang lainnya, mempunyai kecenderungan timbulnya suatu konflik
yang tidak dapat di hindarkan. Konflik terjadi karena di satu sisi orang-orang yang
terlibat dalam suatu organisasi mempunyai karakter, tujuan, visi dan misi yang
berbeda-beda. Konflik merupakan peristiwa yang wajar dalam suatu kelompok dan
organisasi, konflik tidak dapat disingkirkan tetapi konflik bisa menjadi kekuatan
positif dalam suatu kelompok dan organisasi agar menjadi kelompok dan organisasi
berkinerja efektif.
Bekerja bersama tim merupakan bagian penting dari tugas seorang menejer,
apakah ia seoramg pemimpin tim tunggal atau menegar beberapa tim. Kerja dalam
tim dengan cepat menjadi cara yang lebih disukai diberbagai organisasi, sejalan
dengan tergesernya hirarki tradisional oleh metoda kerja multi keterampilan yang
sejajar. Managemen tim adalah panduan yang penting dan praktis untuk memimpin
tim dengan baik. Buku ini meliputi aspek-aspek seperti menjabarkan keterampilan
yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, menumbuhkan kepercayaan
antara anggota tim dan memaksimalkan kinerja tim.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi team learning?
2. Apa tujuan team learning?
3. Bagaimana memaksimalkan kinerja team?
4. Apa saja kegiatan yang membangun team learning?
5. Apa saja kendala dalam team learning?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi team learning
2. Untuk mengetahui tujuan team learning
3. Untuk mengetahui cara memaksimalkan kinerja team
4. Untuk mengetahui kegiatan yang membangun team learning
5. Untuk mengetahui kendala dalam team learning
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Team Learning


Team learning merupakan salah satu bagian dari lima disiplin ilmu yang
membuat suatu organisasi menjadi organisasi pembelajar. Team learning
merupakan proses mentransformasikan keterampilan komunikasi dan keahlian
berpikir (thinking skill), sehingga suatu kelompok dapat menyelaraskan dan
mengembangkan kapasitas anggota tim yang lebih besar dibandingkan ketika
masing-masing anggota kelompok bekerja sendiri.
Team learning sangat penting karena team bukanlah individu, sehingga ini
merupakan unit pembelajaran dasar dalam suatu organisasi modern. Disiplin
tentang team learning memiliki tujuan yang baik yaitu untuk mengintensifkan
proses transfer pengetahuan antar sesama anggota team. Team learning adalah
keterampilan yang dikembangkan untuk pemecahan masalah (problem solving)
kelompok dan pembelajaran. Dalam team learning dibutuhkan suatu komponen
agar menjadi efektif, diantaranya yaitu: diskusi dan dialog (Senge, 1990).
Peter Senge (1990) juga menekankan pentingnya dialog dalam organisasi,
khususnya dengan memperhatikan pada disiplin belajar tim (team learning). Maka
dialog merupakan salah satu ciri dari setiap pembicaraan sesungguhnya dimana
setiap orang membuka dirinya terhadap yang lain, benar-benar menerima sudut
pandangnya sebagai pertimbangan berharga dan memasuki yang lain dalam batasan
bahwa dia mengerti tidak sebagai individu secara khusus, namun isi
pembicaraannya. Tujuannya bukan memenangkan argumen melainkan untuk
pengertian lebih lanjut. Belajar tim (team learning) memerlukan kapasitas anggota
kelompok untuk mencabut asumsi dan mesu ke dalam pola “berfikir bersama” yang
sesungguhnya.
B. Tujuan Team Learning
Untuk apa adq tim? Pertanyaan ini mungkin tampak tidak perlu, namun penting
untuk menentukan keberhasilan sebuah tim. Pastikan bahwa masalah yang harus
ditangani tim dijabarkan dengan jelas.
1. Mencapai konsensus
Rapat adalah cara terbaik untuk memupuk semangat kelompok dan kebiasaan
bekerjasama. Serangkaian rapat pendahuluan para anggota saling mengenal dan
menyamakan pandangan mengenai tujuan tim. Pastikan tugas tim dan masalah-
masalah yang akan dihadapi telah dipahami sepenuhnya oleh setiap anggota.
Akhirnya, bicarakan dan tentukan batas waktu yang dapat dicapai untuk setiap
elemen dalam proyek
2. Menganalisa Tujuan
Tujuan berbeda-beda, tergantung pada keberadaan tim untuk mengusulkan
suatu langkah atau menjalankan sesuatu. Misalnya, suatu gugus tugas yang
membuat suatu usulan dapat mengukur keberhasilan lewat umpan balik dari
organisasi induknya. Misal bidang manufaktur, harus yang memenuhi target
biaya dan kepuasan konsumen. Sementara tim untuk menjalankan roda
pemasaran harus bekerja dengan anggaran dan jadwal yang ketat.
3. Melecut Motivasi
Tujuan yang ambisius dan menantang lebih mendorong motivasi daripada
yang kecil dan khusus. Misalnya, menjadi yang terbesar dan terbaik dibidang jasa
keuangan lebih memotivasi daripada mempercepat proses persetujuan kredit
menjadi dua hari. Jika mungkin, tentukan tujuan umum dan khusus; buat sasaran
yang tinggi namun realistis. Pastikan setiap orang berpartisipasi menentukan
tujuan sendiri maupun tim. Cari kombinasi optimal dari kerja sama yang kuat dan
kemampuan teknis.

C. Memaksimalkan Kinerja Tim


Seorang pemimpin tim bertugas mendukung efisiensi. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengambil tanggung jawab atas sejumlah peran.
1. Pastikan semua anggota tim sadar akan tanggung jawab dan tantangan
pekerjaan
2. Dorong anggota memberikan kontribusi terbaik dan tugas yang dihadapi
3. Awasi kerja tim untuk memastikan setiap orang mengarah kesasaran
4. Nilai dan tentu sasaran ada tingkat yang tepat agar motivasi berlanjut
5. Pastikan tumpang tindih tanggung jawab tim dan pribadi tidak
menimbulkan duplikasi tugas
Tugas dari setiap orang adalah berperan dalam upaya menyelesaikan tugas,
serta kunci keberhasilan sebuah tim adalah bekerja sama untuk mencapai sasaran
yang sama.
D. Kegiatan yang Membangun Team Learning
1. Tanamkan Visi Misi Tim pada Anggota Tim
Sebuah kapal dengan banyaknya penumpang di dalamnya akan sampai ke
sebuah dermaga tertentu jika memiliki tujuan dan arahan yang sama.
Demikian halnya juga dengan sebuah perusahaan. Setiap anggota divisi perlu
memiliki visi dan misi yang sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dalam perusahaan tersebut.
Akan menjadi kendala yang sangat berarti jika dari awalnya saja sudah
berbeda visi. Tentu Anda dapat memastikan bahwa anggota tim tersebut tidak
akan bertahan lama di tempat perusahaan tersebut.
Jika Anda seorang pemimpin , tanamkan visi misi perusahaan kepada para
anggota tim agar mereka bekerja melakukan tanggung jawab mereka dengan
memiliki tujuan sesuai dengan arahan perusahaan yang Anda pimpin.
Seorang bawahan yang bertanggung jawab, akan berkiblat pada tujuan
perusahaan dalam memenuhi setiap tugas pekerjaannya, walaupun posisi
jabatannya tidak terlalu tinggi.
2. Saling Percaya
Dalam sebuah Tim, tidak jarang timbul saling sikut karena menginginkan
kenaikan jabatan dan tentu saja kenaikan gaji. Tak jarang kerap timbul
perselisihan dan timbul rasa tidak percaya. Atmosfer kerja seperti ini sangatlah
tidak sehat dan sudah dipastikan kehancuran tim akan terjadi. Jika Anda adalah
seorang pemimpin dalam Tim tersebut, gunakan wewenang Anda sebijak
mungkin. Ada baiknya Standard Operational Procedure (SOP) yang seimbang
antara bagian atau divisi sehingga tidak ada ketimpangan atau ketidakseimbangan
pembagian tugas dan tanggung jawab.
3. Membangun Tim
Tujuan utama setiap tim adalah bekerja sama agar berhasil dalam tugas, bila
setiap anggota terus meningkatkan kemampuannya. Pemimpin yang baik
mengerti bahwa masa depan suatu tim tergantung pada perkembangan. Masing-
masing orang, berlaku lah sebagai pelatih dan penasihat karir bagi anggota tim,
bantu mereka maju. Dengan mengembangkan bakat alam dan beri pelatihan serta
dukungan meningkat tantangan target yang realistis.
4. Membiarkan Orang Tumbuh
Semakin besar dan semakin luas lingkup suatu tim, semakin besar
kemungkinan bagi seseorang untuk mengembangkan karir dengan berlatih peran
atau naik jabatan. Bila promosi biasanya vertikal, karir tim cenderung horizontal:
berpindah ke tim yang lebih besar atau yang menangani proyek yang lebih tinggi.
Jangan menghambat, bantu rekan yang berbakat. Mendapatkan posisi lain yang
lebih tepat, baik didalam atau diluar tim. Dalam organisasi yang sulit untuk
promosi pun, seseorang masih dapat maju dengan berpindah dari tim ke tim.
5. Membangun Karier
Betapun membantunya anda dan rekan yang lebih senior, seorang anggota
harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas karier mereka sendiri.
Dorong setiap anggota memandang kerja dalam tim sebagai bagian dari proses
belajar, setiap pelajaran membuka kesempatan baru, untuk membangun
kualifikasi ke posisi selanjutnya. Membangun karier, seperti juga kerja sama,
selalu lebih efektif bila di targetkan. Dimana anggota ingin berada pada usia
tertentu? Apa yang harus dimiliki untuk posisi tersebut? Bantu mereka
melaksanakan jawaban atas pertanyaan diatas dan berikan batu loncatan menuju
keberhasilan.
E. Kendala Dalam Team Learning
Kendala dalam tim bisa disebabkan oleh orang luar. Tekanan pekerjaan,
konserpatisme kecemburuan, perlindungan diri dan sikap keras kepala bisa
mendorong orang di luar mencob ,merusak disisensi tim walaupun sering
diselesaiakan secara informal, hindari pertentangan langsung. Minta orang
berpengaruh pembuat keputusan atau sponsor untuk menangani kasus serius yang
datang dari luar secara pribadi.
Hal-hal yang membuat kerja sama tim menjadi tidak kompak:
1. Adanya Keegoisan
Setiap orang memang memiliki ego masing-masing. Namun juga ada orang
yang memiliki sikap yang egois dan mementingkan diri sendiri, terutama setiap
keputusannya harus menjadi prioritas bersama, tentu hal ini akan sangat
mengganggu kerja sama tim Anda.
Jika Anda sebagai seorang ketua dari sebuah Tim, Anda perlu menjadi
penengah agar setiap keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama dan
dapat mewakili setiap aspirasi dari anggota.
Hal yang sulit jika ternyata atasan Anda yang memiliki sikap egois ini. Tentu
Anda dan beberapa kawan anggota tim perlu bijak dan berpikir dewasa, walaupun
Anda adalah seorang anggota tim.
2. Adanya Ketidakadilan
Mengindahkan yang satu dan tidak menghiraukan yang lain, tentu akan
menimbulkan ketidakadilan diantara anggota tim. Hal ini akan sangat
menghambat kerja sama tim jika ketua sebuah tim melakukan hal ini.
3. Adanya Persaingan yang Tidak Sehat
Dalam Tim, ada kalanya timbul sebuah persaingan. Jika persaingan tersebut
terjadi secara sehat untuk mencapai prestasi yang baik dalam sebuah tim, tentu
hal tersebut sangat dibenarkan dan diapresiasi penuh.
Namun berbeda halnya jika antar anggota Tim terjadi sebuah persaingan yang
tidak sehat bahkan adanya saling sikut entah itu secara frontal atau juga terjadi
seperti layaknya “perang dingin”.
Sudah dipastikan tim tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan setiap
tujuan tim tidak akan terlaksana sesuai dengan harapan bersama.
4. Saling Menyalahkan Satu dengan yang Lain
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Sebuah tim yang solid tentu
akan mengakui kesalahan salah satu anggota tim menjadi sebuah kesalahan
bersama.Sikap saling menyalahkan tentu membuat kesehatian antar anggota tim
menjadi retak.
Sebuah tim yang kompak akan memiliki rasa saling menopang satu dengan
yang lain. Namun berbeda halnya dengan sebuah tim yang saling menyalahkan
dan melemparkan tanggung jawab.