Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK

PERALATAN TERAPI

(Micro Wave Diathermy)

OLEH

KELOMPOK 6

KETUA KELOMPOK: NURHAFNI AZIZAH

SEKRETARIS : IRDA ARIYANTI

ANGGOTA : MUH. RAHMAT HAFID

MEGA SUTRI

MUH. ZULKIFLI

YAN JAMALUDDIN A.

ST. HADRA

RISKI PUTRA MAULANA

D3 TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI ELEKTROMEDIS


PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
MICRO WAVE DIATHERMY (MWD)

1. Teori dasar

Micro Wave Diathermy (MWD) merupakan suatu alat sebagai


pengobatan yang menggunakan stessor fisis berupa energi elektromagnetik
yang dihasilkan oleh arus bolak-balik ber-frekuensi 2450 MHz dengan
panjang gelombang 12,25 cm.

Pada alat MWD terdapat tiga bagian utama yaitu oscillator, amplifier,
dan elektroda. Yang pertama oscillator menghasihlkan frekuensi tinggi dan
dimana timer berguna untuk membatasi waktu pemakaian. Amplifier
menguatkan arus, lalu outputnya diukur kemudian dihasilkan pada display
atau parameter. Dan yang terakhir Elektroda mengalirkan energy yang dari
amplifier ke pasien selama proses terapi.

MWD memiliki 2 tipe director, yaitu:

 Tipe A : berbentuk cembung dan area sempit. Biasa digunakan untuk terapi
pada area area yang sempit. Contohnya pada area telinga, hidung, area
elbow, wrist, dll.

 Tipe C : berbentuk cekung dan area lebar. Biasa digunakan untuk terapi pada
area yang luas dan diselubungi otot yang tebal. Contohnya pada area
pinggang, punggung, perut, paha.

Penetrasi dari MWD ± 3 cm atau bahwa alat ini hanya bekerja pada kulit,
subcutis & otot. Sehingga sangat efektif untuk terapi dengan permasalahan pada
jaringan lunak.

Efek MWD :

Efek seleksi absorpsi selektive panas terhadap jaringan baik di kulit, subcutis
dan otot. Efek lokal yaitu adanya perubahan p anas pada jaringan sehingga
mningkatkan metabolisme setempat dan terjadi vasodilatasi pmbuluh darah sehingga
meningkatkan aliran darah terhadap area yang dierapi.

Efek sistemik terjadi karena peningkatan aliran darah, volume darah, cardiac
output . adanya vasodilatasi pembuluh darah menyebabkan terjadinya pemanasan /
peningkatan suhu area yang diterapi. Pemanasan ringan menyebabkan penuruan
tekanan darah (sistolik 10 – 20 mmHg), sementara pemanasan kuat menyebabkan
peningkatan tekanan darah (sistolik 10 – 20 mmHg). Efek lain yang lebih yaitu
mengurangi kekakuan sendi, mengurangi spasme otot, mengurangi nyeri, dll.
2. Fungsi
Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu alat terapi yang
memancarkan gelombang micro (micro wave), untuk memanaskan jaringan di
dalam kulit.
Jenis dari alat memiliki fungsi lengkap, mudah dioperasikan. Hal ini
dapat ekstensif penggunaan dalam operasi pada saluran pencernaan,
ginekologi, bedah, wasir, dermatologi, organ-organ indera kelima, organ
kemih, saluran empedu / kantong empedu dan bedah saraf.

3. Gambar fisik alat

Keterangan :

a. Elektroda
Media untuk menyalurkan energy panas selama proses terapi
berlangsung.

b. Kontak Panel Diathermy


Umumnya terdapat alat-alat pengontrol, sebagai berikut:
 Sakelar utama
 Pengontrol lampu
 Timer
 Tombol pengatur output/Intensitas
c. Kabel Koaksial
kabel yang memiliki dua buah konduktor, konduktor yang pertama
copper ditengahnya( pusat inti ) terbuat dari tembaga yang keras
yang dilapisi dengan isolator, konduktor yang kedua melingkar di
luar isolator pertama dan tertutup dengan insulator luar.

Spesifikasi
a) Nama Alat : MWD
b) Merek : OG GIKEN
c) Type : ME-7200
d) Serial Number : 05113E
e) PLN : 220 V AC
f) Power supply : 12 V AC
g) Frekuensi : 50 Hz
h) Daya : 400 VA

4. Blok Diagram Alat


Keterangan :
a) Power Supply
Berfungsi untuk mensupply tegangan pada semua rangkaian.
b) Timer
Berfungsi untuk mengatur lamanya pesawat bekerja.
c) Regulator
Berfungsi untuk mengatur besarnya dosis tegangan (1,5 V – 12 V DC)
d) Rangkaian Intensitas
Berfungsi untuk pengaturan intensitas continous dan intermitten.
e) HTT
Berfungsi untuk penghasil tegangan tinggi (10 KV – 150 KV AC)
f) Tabung HTT (High Tension Transformator
Berfungsi untuk sebagai tempat terjadinya tumbukan electron dari
anode ke katode (filament).
g) Rangkaian Tuning
Berfungsi untuk penghasil frekuensi tinggi.
h) Elektroda
Berfungsi untuk mentransfer hasil berupa panas kepada bagian tubuh
pasien yang ingin diterapi.
i) Pasien
Objek yang akan diterapi

5. Pengoperasian Alat:

a) Tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan/tindakan.


b) Lepaskan penutup debu.
c) Siapkan accessories.
d) Hubungkan alat ke terminal pembumian.
e) Perhatikan protap pelayanan.Tentukan intensitas pemanasan yang
dibutuhkan.
f) Set waktu yang dikehendaki.
g) Lakukan tindakan terapi.
h) Setelah digunakan, kembalikan tombol ke posisi minimun/nol.
i) Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi OFF.
j) Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
k) Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian.
l) Lepaskan elektroda dari alat.
m) Bersihkan alat.
n) Pasang penutup debu.
o) Kembalikan alat ke tempat penyimpanan.

Prinsip kerja :

Setelah alat di On-kan, power supply akan langsung memberi


tegangan pada semua rangkaian. Lalu timer akan membatasi pemakaian alat
sesuai settingan, sekaligus sebagai rangkaian input pada regulator. Dari
regulator masuk ke HTT dan rangkaian intensitas. Output HTT akan
menghasilkan tegangan tinggi dan dialirkan ke tabung HTT yang menjadi
tempat tumbukan dari anoda ke katoda (filament) dan rangkaian intensitas
dihubungkan ke tabung anoda agar bisa mengatur mode untuk jenis terapi
yang kontinyu (continuous) atau berjeda (internmitten).

Kemudian rangkaian tuning akan menghasilkan frekuensi tinggi yang


akan dialirkan ke elektroda, sebagai media untuk menyalurkan energy berupa
panas ke tubuh pasien selama proses terapi.

DAFTAR PUSTAKA
Licho.2013.Microwave Diathermy.Https:/licho.rp.blogspot.co.id
Diakses 2 oktober 2017

Sarang sehat.2013.Micro Wave Diathermy.Https:/sarang-sehat.blogspot.co.id.


Diakses 2 oktober 2017

Sreeraj.2013.Microwave Diathermy.Https:/www.Slideshare.net
Diakses 4 oktober 2017

Anonymous.2013.Pesawat Diathermy.Https:/id.scribd.com
Diakses 4 oktober 2017