Anda di halaman 1dari 7

6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

0   Lainnya    Blog Berikut» diahistiani28@gmail.com   Dasbor   Keluar

Laporan Praktikum Biokimia Lipid

SENIN, 02 DESEMBER 2013 ARSIP BLOG
▼  2013 (1)
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA LIPID ▼  Desember (1)
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA
LIPID
LAPORAN PRAKTIKUM
BIOKIMIA
MENGENAI SAYA
LIPID harry

DPP/DPJ        : Ir. Apul Sitohang, Msi Lihat profil lengkapku

ASISTEN       : GEMI NASTITI GULO
                          ARNIS WATI LAURA SIMANJUNTAK

OLEH :
HARRY PRANATA PURBA
120410005
I

LABORATORIUM BIOKIMIA
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS KATOLIK SANTO THOMAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Dikehidupan sehari hari kita mengenal lemak atau lipid, Lemak dan minyak ditemui
dalam kehidupan sehari­hari, yaitu sebagai mentega dan lemak hewan. Minyak umumnya
berasal  dari  tumbuhan,  contohnya  minyak  jagung,  minyak  zaitun,  minyak  kacang,  dan
lain­lain.  Walaupun  lemak  berbentuk  padat  dan  minyak  adalah  cairan,  keduanya
mempunyai  struktur  dasar  yang  sama.  Lemak  dan  minyak  adalah  triester  dari  gliserol,
yang dinamakan trigliserida.

http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 1/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

 Lipid  (Yunani,  lipos  =  lemak)  adalah  segolongan  besar  senyawa  tak  larut  air  yang
terdapat di alam. Lipid cenderung larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform.
Sifat  inilah  yang  membedakannya  dari  karbohidrat,  protein,  asam  nukleat,  dan
kebanyakan  molekul  hayati  lainnya.  Lipid  adalah  senyawa  biomolekul  yang  digunakan
sebagai  sumber  energi  dan  merupakan  komponen  struktural  penyusun  membran  serta
sebagai  pelindung  vitamin  atau  hormon.  Lipid  dapat  dibedakan  menjadi  trigliserida,
fosfolipid, dan steroid. Trigliserida sering disebut lemak atau minyak. Disebut lemak jika
pada  suhu  kamar  berwujud  padat.  Sebaliknya,  disebut  minyak  jika  pada  suhu  kamar
berwujud cair.
Perannya pada kehidupan sehari hari yang cukup banyak maka kita harus mengetahui
lemak atau lipid ini lebih mendalam, Karena ini dianggap penting dalam bahan pangan,
maka  pada  praktikum  ini  akan  menguji  berbagai  bahan  yang  mengandung  lipid  pada
beberapa pelarut.

1.2.    Tujuan

1. Untuk Mengetahui Uji Kelarutan 

2. Untuk Mengetahui Reaksi Penyabunan 

1.3.     Waktu / Tempat Praktikum 

WAktu                    : 15.00 WIB 

Tempat Praktikum  : Laboratorium BIOKIMIA Fakultas Pertanian Universitas Katolik

Santo    

                                 Thomas Sumatera Utara. 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Suatu lipid didefinisikan sebgai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta
tak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non polar seperti suatu hidrokarbon
atau  dietil  eter.  Lipid  adalah    senyawa  yang  merupakan  ester  dari  asam  lemak  dengan
gliserol yang kadang­kadang mengandung gugus lain. Lipid tidak larut dalam air, tetapi
larut dalam pelarut organic se[erti eter, aseton, kloroform, dan benzene.
Lipid tidak memiliki rumus molekul yang sama, akan tetapi terdiri dari beberapa
golongan yang berbeda. Berdasarkan kemiripan struktur kimia yang dimiliki, lipid dibagi
menjadi beberapa golongan, yaitu Asam lemak, Lemak dan fosfolipid.
Lemak dan minyak adalah trigliserida atau triasilgliserol, kedua istilah ini berarti
“triester  (dari)  gliserol”.  Perbedaan  antara  suatu  lemak  dan  minyak  bersifat  sebarang:
pada  temperatur  kamar  lemak  berbentuk  padat  dan  minyak  bersifat  cair.  Sebagian  besar
gliserida  pada  hewan  adalah  berupa  lemak,  sedangkan  gliserida  dalam  tumbuhan
cenderung berupa minyak (fessenden & fessenden, 1982)
Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Adapun
penggolongannya  adalah  asam  lemak  jenuh  dan  tak  jenuh  Lemak  yang  mengandung
asam­asam  lemak  jenuh,  yaitu  asam  lemak  yang  tidak  memiliki  ikatan  rangkap.  Dalam
lemak  hewani  misalnya  lemak  babi  dan  lemak  sapi,  kandungan  asam  lemak  jenuhnya
lebih  dominan.  Asam  lemak  tak  jenuh  adalah  asam  lemak  yang  mempunyai  ikatan
rangkap.  Jenis  asam  lemak  ini  dapat  di  identifikasi  dengan  reaksi  adisi,  dimana  ikatan
rangkap akan terputus sehingga terbentuk asam lemak jenuh (Salirawati et al,2007).
Terdapat  berbagai  macam  uji  yang  berkaitan  dengan  lipid  yang  meliputi  analisis
http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 2/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

kualitatif maupun kuantitatif. Uji­uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut: 
UJI KELARUTAN LIPID
Uji  ini  terdiri  atas  analisis  kelarutan  lipid  maupun  derivat  lipid  terdahadap
berbagai  macam  pelarut.  Dalam  uji  ini,  kelarutan  lipid  ditentukan  oleh  sifat  kepolaran
pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak
akan  larut.  Hal  tersebut  karena  lipid  memiliki  sifat  nonpolar  sehingga  hanya  akan  larut
pada pelarut yang sama­sama nonpolar. (Garjito,M.1980)

UJI  ACROLEIN
Uji  kualitatif  lipid  lainnya  adalah  uji  akrolein.  Dalam  uji  ini  terjadi  dehidrasi
gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau
akrolein.  Menurut  Scy  Tech  Encyclopedia,  uji  akrolein  digunakan  untuk  menguji
keberadaan  gliserin  atau  lemak.  Ketika  lemak  dipanaskan  setelah  ditambahkan  agen
pendehidrasi (KHSO4) yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke
dalam  bentuk  aldehid  tidak  jenuh  atau  dikenal  sebagai  akrolein  (CH2=CHCHO)  yang
memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih. ( Ketaren, 1986 )

UJI KEJENUHAN PADA LIPID 
Uji  ketidakjenuhan  digunakan  untuk  mengetahui  asam  lemak  yang  diuji  apakah
termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. Iod
Hubl  ini  digunakan  sebagai  indikator  perubahan.  Asam  lemak  yang  diuji  ditambah
kloroform sama banyaknya. Tabung dikocok sampai bahan larut. Setelah itu, tetes demi
tetes  pereaksi  Iod  Hubl  dimasukkan  ke  dalam  tabung  sambil  dikocokdan  perubahan
warna yang terjadi terhadap campuran diamati. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari
asam  lemak  tidak  jenuh  dengan  cara  melihat  strukturnya.  Asam  lemak  tidak  jenuh
memiliki  ikatan  ganda  pada  gugus  hidrokarbonnya.  Reaksi  positif  ketidakjenuhan  asam
lemak ditandai dengan timbulnya warna merah asam lemak, lalu warna kembali lagi ke
warna  awal  kuning  bening.  Warna  merah  yang  kembali  pudar  menandakan  bahwa
terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.  
  Trigliserida  yang  mengandung  asam  lemak  yang  mempunyai  ikatan  rangkap  dapat
diadisi  oleh  golongan  halogen.  Pada  uji  ketidakjenuhan,  pereaksi  iod  huble  akan
mengoksidasi  asam  lemak  yang  mempunyai  ikatan  rangkap  pada  molekulnya  menjadi
berikatan  tunggal.  Warna  merah  muda  yang  hilang  selama  reaksi  menunjukkan  bahwa
asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble. ( Budha,K.1981 )
UJI KETENGIKAN   
Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. Dalam uji ini, diidentifikasi lipid
mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid.
Minyak  yang  akan  diuji  dicampurkan  dengan  HCl.  Selanjutnya,  sebuah  kertas  saring
dicelupkan ke larutan floroglusinol. Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak.
Setelah  itu,  kertas  digantungkan  di  dalam  erlenmeyer  yang  berisi  minyak  yang  diuji.
Serbuk  CaCO3  dimasukkan  ke  dalam  erlenmeyer  dan  segera  ditutup.  HCl  yang
ditambahkan  akan  menyumbangkan  ion­ion  hidrogennya  yang  dapat  memecah  unsur
lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Kedua bentuk
radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida
(Syamsu 2007). 

UJI SALKOWSKI UNTUK KOLESTEROL
Uji  Salkowski  merupakan  uji  kualitatif  yang  dilakukan  untuk  mengidentifikasi
keberadaan  kolesterol.  Kolesterol  dilarutkan  dengan  kloroform  anhidrat  lalu  dengan
volume  yang  sama  ditambahkan  asam  sulfat.  Asam  sulfat  berfungsi  sebagai  pemutus
ikatan  ester  lipid.  Apabila  dalam  sampel  tersebut  terdapat  kolesterol,  maka  lapisan
kolesterol  di  bagian  atas  menjadi  berwarna  merah  dan  asam  sulfat  terlihat  berubah
menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau (Pramarsh 2008). 
http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 3/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

UJI LIEBERMAN BUCHARD 
Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. Prinsip uji ini
adalah  mengidentifikasi  adanya  kolesterol  dengan  penambahan  asam  sulfat  ke  dalam
campuran.  Sebanyak  10  tetes  asam  asetat  dilarutkan  ke  dalam  larutan  kolesterol  dan
kloroform  (dari  percobaan  Salkowski).  Setelah  itu,  asam  sulfat  pekat  ditambahkan.
Tabung dikocok perlahan  dan  dibiarkan beberapa menit. Mekanisme yang terjadi dalam
uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol,
maka  molekul  air  berpindah  dari  gugus  C3  kolesterol,  kolesterol  kemudian  teroksidasi
membentuk  3,5­kolestadiena.  Produk  ini  dikonversi  menjadi  polimer  yang  mengandung
kromofor yang menghasilkan warna hijau. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif
 Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya
warna  pink  kemudian  menjadi  biru­ungu  dan  akhirnya  menjadi  hijau  tua.(WikiAnswers
2013).

UJI BILANGAN IOD
Lemak  hewan  pada  umumnya  berupa  zat  padat  pada  suhu  ruangan,sedangkan
lemak yang barasal dari tumbuhan berupa zat cair. Lemak  yang mempunyai titik lebur 
tinggi  mengandung  asam  lemak  jenuh,sedangkan  lemak  cair  atau  yang  basa  disebut
minyak mengandung asam lemak tidak jenuh. Lemak hewan dan tumbuhan mempunyai
susunan asam lemak yang berbeda­beda. Untuk menentukan derajat ketidakjenuhan asam
lemak  yang  terkandung  didalamnya  diukur  dengan  bilangan  iodium.  Iodium  dapat
bereaksi  dengan  ikatan  rangkap  dalam  asam  lemak.  Tiap  molekul  iodium  mengadakan
reaksi  adisi  pada  suatu  ikatan  rangkap.  Oleh  karenanya  makin  banyak  ikatan
rangkap,makin banyak pula iodium yang dapat bereaksi.
Dikehidupan sehari hari kita mengenal lemak atau lipid, Lemak dan minyak ditemui
dalam kehidupan sehari­hari, yaitu sebagai mentega dan lemak hewan. Minyak umumnya
berasal  dari  tumbuhan,  contohnya  minyak  jagung,  minyak  zaitun,  minyak  kacang,  dan
lain­lain.  Walaupun  lemak  berbentuk  padat  dan  minyak  adalah  cairan,  keduanya
mempunyai  struktur  dasar  yang  sama.  Lemak  dan  minyak  adalah  triester  dari  gliserol,
yang dinamakan trigliserida. (Hart, 1987)

BAB III METODE

3.1.    Bahan dan Alat

3.1.1 Bahan
                     Minyak Kelapa
                     Minyak kelapa sawit
                     Mentega
                     Margarin
                     Vitamin E ( tokoferol )

2.     Pelarut :                  
                     Eter
                     Kloroform
                     Alkohol panas
                     Alkohol dingin

http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 4/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

                     Basa encer
                     Asam encer
                     Aquadest

3.1.2 Alat                                      
                     Gelas piala
                     Erlenmeyer
                     Buret
                     Batang pengaduk
                     Pipet tetes
                     Aluminium foil
                     Timbangan

3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1 Uji kelarutan
1.                          Dimasukkan  5  ml  pelarut  atau  pereaksi  ke  dalam  tabung  reaksi  yang  sudah  di
bersihkan.
2.                          Dimasukkan  bahan percobaan  sebanyak 0,5  gram ke dalam tabung yang sudah
berisi bahan pelarut.
3.             Kemudian dikocok isi tabung dengan kuat­kuat dan diamati apa yang terjadi.
4.             Kemudian untuk dapat melihat apakah terlarut, maka pelarut diuapkan.
3.2.2. Reaksi Penyabunan
1.              Dimasukkan 10 ml minyak kedalam beaker gelas dan ditambahkan 15 ml 0,1 N
NaOH.
2.             Kemudian dipanaskan sampai mencapai suhu 80 °C sambil diaduk dan di amati apa
yang terjadi.
3.             Lalu didiamkan selama 24 jam dan di amati keesokan hari nya.
3.2.3.      Terjadinya Emulsi
1.                          Dimasukkan 3 ml air kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 3 tetes Na₂CO₃ 
0,5N.
2.                          Dimasukkan  1 ml minyakke dalam, kemudian dikocok dan dicatat waktu yang
dibutuhkan sampai terjadi emulsi. Percobaan ini diulangi untuk minyak tengik.lalu
dilihat lah dan sekaligus buat pembahasan dari dua contoh ini.
3.             Disediakan 2 buah tabung reaksi, lalu masing­masing diisi dengan 2 ml minyak dan
tambahkan 3 ml air. Diamati apa yang terjadi
4.                          Kemudian  dimasukkam  1  ml  putih  telur  pada  tabung  pertama  dan  pada  tabung
kedua  dimasukkan  1  ml  kuning  telur.  Selanjutnya  kocok  dan  diamati  apa  yang
terjadi.
3.2.4.      Uji ketidakjenuhan
1.                          Dimasukkan 1 ml masing­masing bahan percobaan kedalam tabung reaksi yang
bersih,kemudian tambahkan 1 ml benzena.
2.             Dikocok tabung raksi hingga semua bahan larut.
3.             Ditambahkan tetes demi tetes larutan yodium 0,1 N sambil dikocok.
4.             Lalu dilihat perubahan dan perbedaan yang terjadi antara bahan yang satu dengan
yang lain.
3.2.5.      Ekstraksi dan Uji kholestrol
1.             Diambil otak sapi dengan cara menggores dengan menggunakan kaca halus. Lalu
dimasukkan  kedalam  erlenmeyer  dan  ditambahkan  eter  secukupnya  dan  ditutup
dengan kertas aluminium foil.
2.                          Kemudian  dikocok  dengan  menggunakan  magnetik  stirrer  selama  1  jam  dan
selanjutnya disaring.
3.              Selanjutnya filtratnya diuapkan pada kaca arloji pada ruang asam. Keristal yang
diperoleh merupakan kholestrol.
4.             Untuk menguji kholestrol, kristal tadi yang diperoleh tambahkan 2­3 ml kloroform.
Melalui  dinding  tabung  ditambahkan  10  tetes  asam  asetat  anhidrat  perlahan­lahan
serta ditambahkan 3 tetes asam sulfat oekat. Kemudian diamati dan dicatat apa yang
terjadi.

http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 5/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

BAB IV PEMBAHASAN

4.1.            Data ( Terlampir )
4.2.            Pembahasan
Dari hasil percobaan pada uji kelarutan, uji penyabunan, uji noda, dan asam basa
terlihat jumlah dan perbedaan lipid/lemak memilki sifat­sifat tersendiri pada bahan yang
diujikan,  yaitu  minnyak  kelapa  sawit,  minyak  kelapa,  margarin  dan  mentega  akan
berubah  warnanya  setelah  ditetesi  oleh  zat­zat  yang  telah  dilakukan  pada  percobaab
diatas. Komponen bahan yang pertama minyak kelapa  ,di tambahkan eter 5 ml kemudian
di  kocok  kuat­kuat  setelah  itu  dimasukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan
menghasilkan  warna  kuning,  Aroma  berbau  eter,  dan  teksturnya  terlarut.  Kemudian
minyak  kelapa  di  tambahkan  klorofrom  5  ml  lalu  di  kocok  kuat­kuat  setelah  itu  di
masukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan  menghasilkan  warna  bening,  aroma
berbau  kloroform,dan  teksturnya  terlarut.  Lalu  minyak  kelapa  di  campurkan  dengan
alkohol  dingin  sebanyak  5  ml  kemudian  dikocok  kuat­kuat  seielah  itu  dimasukkan
kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan  menghasilkan  warna  putih  susu,aroma  tidak
berbau,dan teksturnya mengendap.dan yang terakhir alkohol panas ditambahkan alkohol
panas sebanyak 5 ml lalu dikocok kuat­kuat setelah itu dimasukkan kedalam oven dengan
suhu  80  °C  dan  menghasilkan  warna  putih  susu,  aroma  berbau  alkohol,  dan  teksturnya
mengendap.  Kemudian  bahan  kedua  minyak  kelapa  sawit,  di  tambahkan  eter  5  ml
kemudian  di  kocok  kuat­kuat  setelah  itu  dimasukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C
dan menghasilkan warna kunning, Aroma berbau eter, dan teksturnya terlarut. Kemudian
minyak kelapa sawit di tambahkan klorofrom 5 ml lalu di kocok kuat­kuat setelah itu di
masukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan  menghasilkan  warna  bening,  aroma
berbau kloroform,dan teksturnya terlarut. Lalu minyak kelapa sawit di campurkan dengan
alkohol  dingin  sebanyak  5  ml  kemudian  dikocok  kuat­kuat  seielah  itu  dimasukkan
kedalam oven dengan suhu 80 °C dan menghasilkan warna pitih kekuningan,aroma tidak
berbau,dan teksturnya mengendap.dan yang terakhir alkohol panas ditambahkan alkohol
panas sebanyak 5 ml lalu dikocok kuat­kuat setelah itu dimasukkan kedalam oven dengan
suhu 80 °C dan menghasilkan warna putih , aroma tidak berbau, dan teksturnya terlarut.
Bahan ketiga margarin, di tambahkan eter 5 ml kemudian di kocok kuat­kuat setelah itu
dimasukkan kedalam oven dengan suhu 80 °C dan menghasilkan warna kuning, Aroma
berbau  eter,  dan  teksturnya  terlarut.  Kemudian  margarin  di  tambahkan  klorofrom  5  ml
lalu  di  kocok  kuat­kuat  setelah  itu  di  masukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan
menghasilkan  warna  kuning,  aroma  berbau  kloroform,dan  teksturnya  terlarut.  Lalu
margarin  di  campurkan  dengan  alkohol  dingin  sebanyak  5  ml  kemudian  dikocok  kuat­
kuat seielah itu dimasukkan kedalam oven dengan suhu 80 °C dan menghasilkan warna
bening kekuningan,aroma berbau margarin,dan teksturnya mengendap.dan yang terakhir
alkohol panas ditambahkan alkohol panas sebanyak 5 ml lalu dikocok kuat­kuat setelah
itu  dimasukkan  kedalam  oven  dengan  suhu  80  °C  dan  menghasilkan  warna  bening
kekuningan  ,  aroma  berbau  margarin,  dan  teksturnya  mengendap.dan  pada  percobaan
yang kedua yaitu menentukan reaksi penyabunan dengan bahan percobaan minyak kelapa
sawit  dan  minyak  kelapa.  Percobaan  pertama  dimasukkan  10  ml  minyak  kelapa  sawit
kedalam beaker glas  dengan  penambahan  bahan  larutan  15  ml  0,1  N  NaOH  kemudian
dipanaskan  sampai  suhu  80  °C  sambil  diaduk  dan  diamati  apa  yang  terjadi.  Apabila
belum  terjadi  apa­apa  terhadap  bahan  tersebut  maka  dibiarkan  dulu  hingga  dingin  lalu
beaker  glas  yang  berisi  minyak  kelapa  sawit  yang  diuapkan  tadi  di  tutup  dengan  kertas
aluminium  foil  dan  disimpan  hingga  besok  dan    hasilnya  kelihatan.  Percobaan  ke  dua
dimasukkan  10  ml  minyak  kelapa  kedalam  beaker  glas    dengan  penambahan  bahan
larutan 15 ml 0,1 N NaOH kemudian dipanaskan sampai suhu 80 °C sambil diaduk dan
diamati  apa  yang  terjadi.  Apabila  belum  terjadi  apa­apa  terhadap  bahan  tersebut  maka

http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 6/7
6/4/2016 Laporan Praktikum Biokimia Lipid

dibiarkan  dulu  hingga  dingin  lalu  beaker  glas  yang  berisi  minyak  kelapa  sawit  yang
diuapkan  tadi  di  tutup  dengan  kertas  aluminium  foil  dan  disimpan  hingga  besok  dan 
hasilnya kelihatan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.  Kesimpulan
1.             Lipid tidak memiliki rumus molekul yang sama, akan tetapi terdiri dari  golongan
yang berbeda.
2.             Lipid cenderung larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform.
3.             lipid didefinisikan sebgai senyawa organik yang terdapat dalam alam serta tak larut
dalam  air,  tetapi  larut  dalam  pelarut  organik  non  polar  seperti  suatu  hidrokarbon
atau dietil eter.
4.             Lipid adalah  senyawa yang merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang
kadang­kadang mengandung gugus lain.
5.              Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Adapun
penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh.

5.2.       Saran
Sedikit saran dari saya kepada asisten lab agar dapat memperhatikan para praktikal
yang  belum  mengerti  dalam  menjalankan  praktikum  tersebut.  Kepada  asisten  lab  agar
tidak bosan mengajari kami, dan selalu mengingatkan kami para praktikal. Harapan saya
semoga praktikum Biokimia ini dapat berjalan dengan baik sampai selesai.

DAFTAR PUSTAKA

Budha,K.1981.  Kelapa  dan  hasil  pengolahannya.Fakultas  teknologi  dan  pertanian       


Universitas Udayana: Denpasar
Fessenden dan Fessenden.1982.Kimia Organik II,edisi ketiga.Jakarta: Erlangga
Garjito,M.1980.Minyak:Sumber,penanganan, pengelolahan, dan pemurnian.         Fakultas
Teknologi pertanian UGM: Yogyakarta
Hart, Harold. 1987. Kimia Organik edisi keenam. Jakarta : Erlangga.
Ketaren.1986. Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan.        UniversitasIndonesia
press: Jakarta
Pramarsh. Dasar­Dasar Biokimia Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Salirawati et al.2007.belajar kimia menarik. Jakarta: Grasindo
Syamsu,2007. Kimia Organik. Edisi I. Binarupa Aksara : Jakarta.
Trilaksani,W.2013.Antioksidan  Jenis,  Sumber,  Mekanisme  Kerja,  dan  peran    terhadap
kesehatan. Laporan penelitian.Bogor:IPB

Diposkan oleh harry di 21.10  Tidak ada komentar: 

Rekomendasikan ini di Google

Beranda

Langganan: Entri (Atom)

Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

http://harrypranatapurba.blogspot.co.id/ 7/7