Anda di halaman 1dari 37

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. MAKSUD
Maksud penulis menulis laporanPraktek Pengolahan Kelapa Sawit ini
ialah :
1. Untuk mengetahui lebih dalam lagi dan terjun langsung ke lapangan
(pabrik) untuk mengenal proses pengolahan kelapa sawit berdasarkan
stasiun-stasiun produksinya.
2. Untuk lebih mengetahui bagaimana proses pemecahan dan pemisahan
cangkang dan inti kelapa sawit pada stasiun Ripple Mill.
3. Untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang apa itu stasiun
Ripple Mill dan fungsinya.

1.2. TUJUAN
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah :

1. Untuk mengenal lebih jauh lagi alat-alat sertastasiun-stasiun yang ada


pada pabrik kelapa sawit terutama stasiun Ripple Mill.
2. Mengetahui fungsi alat serta perananstasiunRipple Mill dalam
memproduksi minyak kelapa sawit.

1
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. PENGERTIAN RIPPLE MILL

Mesin ripple mill adalah mesin pabrik kelapa sawit yang ada di stasiun
pengolahan inti sawit. Sebelum dipisahkan menjadi nut oleh ripple mill pks (nut
cracker), Buah sawit harus mengalami proses yang cukup panjang. Buah Kelapa
sawit harus melewati beberapa stasiun pengolahan hingga akhirnya dipisahkan
menjadi nut untuk kemudian dipecahkan , sekarang ini demand cangkang sawit di
kalimantan meningkat pesat . Biasanya setiap pabrik pengolahan sawit memiliki
standar kualitas tertentu yang harus dipenuhi sebelum sawit diolah. Tahap
penyeleksian sawit hingga pemisahan buah dari tandan harus dilakukan terlebih
dahulu sebelum sawit dipisahkan menjadi nut dan dipecahkan, banyak industri di
luar sawit yang memerlukan cangkang sawit mura. Kegunaan cangkang
sawit yang sangat besar membuat pengolahan sawit tidak menimbulkan limbah
yang cukup banyak.Semua bagian sawit yang tidak mengalami pengolahan dapat
dimanfaatkan terutama cangkang nut sawit ini. Selain itu harga cangkang
sawit yang cukup mahal, membuat proses pemecahan nut harus dilakukan dengan
baik.

Salah satu komponen mesin ripple mill yang sangat penting adalah rotor
bar. Bagian ini terdiri dari batang-batang besi yang bergerak mandiri untuk
memecahkan nut dari cangkang . Selain rotor bar, terdapat ripple plate yang
memiliki plat dengan gerigi untuk memastikan proses pemecahan berlangsung
sempurna. Sayangnya tidak semua nut dapat dipecahkan dalam ripple mill. Nut
berukuran kecil akan lebih sulit dipecahkan. Tentunya akan sulit untuk
mendapatkan manfaat cangkang sawitnya.

2
Komponen Ripple Mill

Komponen utama Ripple Mill terdiri dari beberapa bagian yaitu :

a. Rotor

Rotor adalah bagian mesin yang berputar yang terdiri dari beberapa bagian
komponen, yaitu sebagai berikut :

1) Rotor As
Rotor as adalah poros yang digunakan sebagai penumpu beban komponen lain
pada rotor. Akibat putaran Rotor as maka Rotor akan berputar, putaran Rotor
as adalah akibat motor yang mentransmisikan putarannya ke Rotor as melalui
puli dan sabuk.

Gambar 2.2 : Rotor As

2) Piringan
Piringan adalah salah satu komponen Rotor yang digunakan sebagai
kedudukan dari Rotor bar. Piringan digunakan sebagai pengapit Rotor bar
agar tetap pada posisinya .

3
Gambar 2.3 : Piringan

3) Rotor Bar/Rotor Rod


Rotor bar adalah poros pejal yang berbentuk di sekeliling Rotor yang
digunakan tempat biji sawit yang masuk ke Ripple Mill.Selanjutnya Rotor
membawa biji berputar bersama putaran Rotor untuk dipecah.

4
Gambar 2.4 :Rotor Bar

b. Spacer ring

Spacer ring digunakan sebagai kopling antara as dengan piringan sehingga


piringan berputar bersamaan dengan putaran Rotor as.

Gambar 2.5 :Spacer Ring


c. Baut dan mur

Baut dan mur merupakan alat pengikat yang sangat penting pada bagian
Rotor. Baut dan mur memiliki fungsi sebagai pengikat antara Spacer
Ringdengan piringan.

5
Gambar 2.6 : Baut dan Mur

d. Ripple plate
Ripple Plate disebut dengan dinding pemecah biji. Biji yang dibawa berputar
oleh rotor akan terlempar mengalami tekanan ke dinding ini sehingga
mengakibatkan biji terpecah. Ripple Plate dibuat bergerigi pada dindingnya
untuk menciptakan tekanan yang terjadi pada biji.

Gambar 2.7 :Ripple Plate

e. Bantalan
Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga
putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman
dan panjang umur. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros
serta elemen lainnya bekerja dengan baik, jika bantalan tidak berfungsi
dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja
semestinya.

6
Gambar2.8 : Bantalan

f. Ripple side
Ripple Side adalah penutup Ripple Mill agar biji yang masuk kedalam Ripple
Mill dapat keluar sebelum terjadi pemecahan.

Gambar2.9 :Ripple Side

g. Motor listrik
Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi
energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai

7
slip antara medan stator dan medan rotor. Pada sistem kerja Ripple Mill, rotor
akandiputar sehingga menimbulkan tekanan untuk memecah biji dan
menghasilkan gaya sentrifugal. Sementara sentrifugal sendiri adalah gaya
percepatan yang muncul secara sederhana dari percepatan rotasi kerangka
acuan, yang berarti benda akan bergerak menjauhi pusat lingkaran. Dalam hal
ini Ripple Milldapat berputar akibat digerakkan oleh sebuah motor yang pada
porosnya dikaitkan sebuah belt atau sabuk yang saling keterkaitan pada
porosRipple Mill.

Gambar 2.10 : Motoran Ripple Mill

8
Proses Kerja Mesin Ripple Mill Secara Maksimal

Cara kerja ripple mill sip kinerja mesin ripple mill dipertanyakan karena sekarang
ini banyak kalangan yang merekomendasikan mesin ripple mill untuk industry
minyak kelapa. Kelapa sawit adalah salah satu komoditi yang utama di Indonesia.
Indonesia itu sendiri di kenal sebagai salah satu produsen dan eksportir untuk
minyak sawit. Maka itu, diperlukan alat-alat canggih supaya produksi minyak
sawit dapat maksimal serta memberikan keuntungan yang besar. Kemudian
bagaimana cara kerja alat ripple mill tersebut? Anda tidak harus khawatir karena
akan banyak mengetahui bagaimana cara kerja dari mesin ripple mill serta apa
keuntungan yang di dapatkan pada saat anda menggunakan alat ripple mill.

Harga mesin ripple mill tergantung terhadap mereknya. Anda harus mencari yang
berkualitas dan terbaik. Fungsi ripple mill alat yang digunakan untuk dapat
memecahkan biji sawit. Semakin bagus alat digunakan. Tentunya akan dapat
menghemat banyak hal misalnya menghemat waktu serta tenaga hingga produksi

9
minyak sawit dapat lebih ditingkatkan lagi. Keunggulan dari mesin ini dengan
teknologi terbaru yaitu bekerja secara maksimal karena dengan menggunakan dua
buah ripple plate pada bagian kanan juga kiri. Hal tersebut tetunya akan dapat
meminimalisir kerusakan serta resiko penurunan produksi sawit. Kemudian
mengapa banyak kalangan pabrik yang menggunakan mesin pemecah sawit?

Mesin tersebut memang dapat langsung memecah biji basah berasal dari nut
polishing drum tanpa melalui pemrosesan pengeringan dahulu hingga dapat
menghemat waktu serta konsumsi listrik yang dapat anda tekan. Biaya perawatan
dari alat serta semua proses produksi minyak kelapa sawit ini juga dapat irit.
Selain itu tersedianya penghematan uap akan di rasakan pada saat anda
menggunakan mesin yang satu ini.

Dengan proses kerja mesin ripple mill akan lebih efisiensi dalam memecahkan biji
sawit sampai 98%. Anda juga bisa membandingkan dengan alat lain serta akan
merasakan perbedaannya pada saat menggunakan ripple mill.

Presentasi biji kelapa sawit yang telah hancur dan ini dapat memperbesar
keuntungan terutama masih baru terhadap bisnis minyak sawit tersebut. Anda
tidak perlu takut rugi karena biji sawit akan hancur sebelum proses berikutnya.

Biasanya produsen sawit banyak kehilangan minyak di stasiun press pabrik sawit.
Hal tersebut sebenarnya dapat diminimalisir apabila mengetahui banyak hal
mengenai kapasitas ripple mill dan alat-alat yang harus digunakan ada bagian
yang satu ini. Di bagian ini akan menemukan dua alat. Alat yang pertama yaitu
digester serta alat kedua yaitu mesin screw press kelapa sawit. Kedua alat tersebut
memang bekerja berkesinambungan hingga produksi minyak dapat lebih banyak
untuk di dapatkan.

Banyak mekanisme kerja kedua alat tersebut perlu juga untuk dipelajari oleh anda
baru saja berkecimpung pada bisnis minyak sawit hingga tidak akan banyak
mengalami kerugian. Tidak semua kalangan mengetahui bagaimana kedua alat
tersebut bekerja. Proses bekerjanya dua alat tersebut dimulai dari brondolan sawit
masuk pada below threasher converyoy kemudian menuju pada bagian bottom
cross converyoy. Nanti brondolan itu akan masuk pada bagian lainnya sebelum
akhirnya masuk pada digester.

Mengenai proses kerja mesin ripple mill banyak dibicarakan pada makalah
tentang mesin ripple mill apalagi yang sedang menempuh pndiddikan bagian
mesin. Wajib tahu tentang cara mesin ripple mill secara maksimal. Selain itu,
terdapat pembahasan mengenai digester. Cara kerja digester yatiu mencacah
semua brondolan sawit yang menjadi bagian lebih kecil dan dapat diaduk sampai
menjadi lumat. Bagian ini merupakan bagian yang penting karena apabila proses
pencacahan di lakukan tidak secara maksimal maka produksi minyaknya juga
tidak akan maksimal. Sesudah selesai bagian digester tersebut nanti akan masuk
pada screw press untuk dapat dipisahkan antara minyak serta bagian padat lain.

10
Digester yang terbaik yaitu digester yang dpat digunakan untuk dapat mencacah
bagian daging buah sawitnya, cangkang biji serta inti biji. Banyakk mesin digester
ditawarkan dengan memiliki variasi kualitas berebeda serta tentunya dengan harga
jauh lebih beragam. Sekarang ini sudah banyak yang mengetahui mengenai alat
ripple mill, sampai alat digester untuk dapat menunjang produksi sawit di pabrik
kelapa sawit.Demikian yang dapat disampaikan mengenai ulasan tentang cara
kerja ripple mill semoga dapat dijadikan referensi. Semoga bermanfaat. Salam.

Proses pemecahan biji pada pabrik kelapa sawit merupakan suatu proses yang
sangat berpengaruh untuk keberhasilan pengolahan inti. Ripple mill
merupakan salah satu alat pemecah biji yang sering digunakan pada pabrik
kelapa sawit. Stasiun pengolahan biji di pabrik kelapa sawit dapat dilihat pada
gambar flow proses pengolahan biji dibawah ini :

Gambar2.1 : Flow Proses Pengolahan Biji

11
Keuntungan Mesin Ripple Mill

Mesin ripple mill (pemecah nut) merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan
untuk pengolahan kelapa sawit. Dan juga biasanya mesin ini juga membantu
proses kelapa sawit sebelum menjadi sebuah nut yang nantinya akan dihancurkan.
Kelapa sawit merupakan sebuah bisnis yang bisa dikatakan sangatlah
menguntungkan, karena kita tahu bahwa dalam sebuah kelapa sawit terkandung
beberapa hal yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Seperti yang
dikatakan padamakalah-makalah kelapa sawit bahwa sebenarnya pada sebuah nut
yang ada pada kelapa sawit memiliki sejuta nilai ekonomi yang bisa dikatakan
cukup tinggi, bilamana diproses dengan baik serta hati-hati. Tentu kita tahu bahwa
pada umumnya kelapa sawit bisa dijadikan sebuah minyak yang dimana ternyata
banyak yang menyukai minyak ini, sehingga tidak salah bila banyak orang yang
meminati minyak kelapa sawit. Tapi tentu kita tahu bahwa proses sebelum
menjadi sebuah minyak tentulah sangat panjang dan membutuhkan alat-alat
khusus yang membantu menjadikannya sebuah minyak yang diminati oleh banyak
orang karena kegunaannya. Proses kerja mesin ripple mill pada umumnya adalah
membuat kelapa sawit yang besar menjadi sebuah cacahan kecil yang dimana
nanti akan memudahkan saat proses pelumatan. Tentu kita tahu bahwa sangatlah
sulit untuk mengerjakannya sendiri oleh sebab itu banyak pabrik yang
mengandalkan alat ini untuk membantu proses pengolahan kelapa sawit. Dan
tentunya karena harga mesin ripple mill ini tidak terlalu mahal sehingga banyak
pabrik yang bertumpu pada mesin ini dalam proses pengolahannya. Dan karena
cara kerja mesin ripple mill ini bisa dikatakan sangat membantu para pabrik oleh
sebab itu biasanya mereka menjadikan alat ini dan meletakkannya dalam pabrik
utama. Dengan kemampuan kapasitas ripple mill yang mampu memuat banyak
kelapa sawit untuk diolah sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan hasil
yang cepat serta banyak. fungsi ripple mill ini pada umumnya adalah untuk
mencacah bagian besar pada kelapa sawit untuk bisa menjadi sebuah cacahan
kecil yang dimana nantinya akan memudahkan para pekerja untuk melanjutkan
keproses selanjutnya yaitu proses pencacahan. Dengan memakai alat ini
sebenarnya memberikan banyak sekali manfaat yang bisa dikatakan sangatlah
membantu para pekerja pabrik dalam melaksanakan tugasnya. Dan berikut adalah
beberapa manfaat dari memakai mesin ripple mill (nut cracker) :

1. Tingkat Efisiensi Pengolahan Mencapai 98%

Tentu kita tahu bahwa efisiensi dalam bekerja sangatlah dibutuhkan untuk
mencapai sebuah keberhasilan dari produksi. Dan dengan memakai mesin ini
ternyata dipercaya dapat meningkatkan tingkat efisiensi yang dimana sangatlah
jarang bisa didapatkan bila kita menggunakan mesin lain. Tingkat pengolahan
serta biji yang didapatkan ketika memakai alat ini ternyata bisa dikatakan hanya
sedikit dari biji kelapa sawit yang terbuang selebihnya sekitar 98% dapat
digunakan dengan baik serta fungsional sehingga bukan tidak mungkin dengan
memakai hal ini dapat menambah demand dari setiap pabrik yang
menggunakannya.

12
2. Mempermudah Proses Bongkar pasang

Tentu kita tahu bahwa setiap mesin pastilah harus diservice secara berkala demi
kelangsungan dari kinerjanya dan sepertinya hal ini sangatlah diperhatikan oleh
para pembuat dari mesin ripple mill yang dimana mereka ternyata membuatkan
sebuah konstruksi yang memudahkan setiap pemakainya untuk melakukan
bongkar pasang bilamana memang ingin diservice atau mengalami sebuah
kerusakan sehingga pabrik tidak mengalami gangguan dalam produksi yang
dihasilkan oleh kelapa sawit ini

3. Memecahkan Jenis Biji Dalam Ukuran Apapun

Tentu bagi kita yang sering mengalami kebingungan dalam melakukan


pemecahan dari biji kelapa sawit yang selalu memiliki ukuran berbeda-beda dari
setiap buahnya tentu terkadang menjadi sebuah masalah yang cukup mengganggu
produksi dalam sebuah perusahaan. Tapi sepertinya hal ini tidak berlaku bagi
mesin yang satu ini karena hanya dengan memakai mesin ini maka segala jenis
apapun dari biji yang ada pada kelapa sawit bisa dipecahkan dengan mudah oleh
mesin ini dan tentu dengan cepat tanpa harus membuang-buang biji yang ada.
Sehingga tingkat penghasilan produk dari suatu pabrikan itu menjadi lebih
meningkat dan terus terjaga.

LAJU Ripple Mill dirancang untuk mendapatkan efisiensi pemecahan biji buah
kelapa sawit yang lebih tinggi dan sempurna.

13
Keunggulan

 Desain baru Laju Ripple Mill Generasi ke-III ini lebih praktis dengan
menggunakan 2 buah Ripple Plate pada kedua sisi kanan & kiri, sehingga
kerusakan Ripple Plate pada sisi sebelah kanan dapat menggantikan
putarannya menggunakan Ripple plate yang sebelah kiri.

( Jenis Ripple Plate yang bersatu-jiwa yang di timpa las pada permukaan Gerigi
Trapezium dengan kawat las baja-tinggi )

 Rotor Ripple Mill yang kokoh menggunakan 38-40 batangan besi (Rod)
mutu baja-tinggi, di proses sepuh keras yang tersusun pada permukaan
Rotor, Rotor di balanzing sehingga mndapatkan hasil pemecahan yang
tetap baik.
 Konstruksi yang sangat sederhana mudah dalam perawatan.
 Penyetelan celah antara Rotor dan Ripple Plate untuk biji ukuran
bervariasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

Beberapa keuntungan dengan menggunakan mesin Ripple Mill seperti:

1. langsung memecahkan biji basah dari Polishing Drum tanpa proses


pengeringan melalui Nut Silo, Heater dan Fan sehingga konsumsi listrik
dan biaya perawatan untuk Dapat peralatan tambahan dapat diiritkan,
begitu juga terhadap penghematan uap yang mana dapat dipergunakan
untuk stasiun yang lebih penting seperti untuk Rebusan buah ( Sterilizer
FFB ) dan lain-lainnya.

14
2. Efisiensi memecahkan biji dapat mencapai 98% sehingga kerugian akibat
dari banyak terbuangnya biji yang belum dipecahkan, ataupun separuh
pecah dalam proses Clay Bath atau Hydrocyclone dapat dihemat.
3. Persentasi inti yang hancur karena biji yang terlampau kering menjadi
lebih sedikit. Abu dan kotoran berkurang karena cangkang dan inti hancur
relatip sedikit.
4. Kapasitas mesin dapat mencapai 3-5 ton per jam untuk Type RM-4000
dan 6-8 ton per jam untuk Type RM-6000, sebanding dengan dua atau tiga
unit mesin merengkah biji yang konvensionil.
5. Sangat cocok dipakai untuk memecahkan segala jenis ukuran biji,
terutama untuk memecahkan biji berkulit tebal atau jenis Dura.
6. Konstruksi yang sederhana mempermudah bongkar pasang mengurangi
masa stagnasi.
7. Mesin yang konstruksinya sederhana dapat dipasang dimana saja tanpa
melakukan perombakan besar-besaran pada konstruksi pabrik yang sudah
ada.
8. Desain Ripple Plate ada dua jenis, antara satu jenis Ripple Plate yang
bersatu-jiwa yang di timpa las pada permukaan Gerigi Trapezium dengan
kawat las baja-tinggi. Sebagai pilihan, Ripple Plate yang menggunakan 18
batangan besi (rod) mutu baja-tinggi di proses sepuh keras yang tersusun
pada permukaan Ripple Plate dapat di supplai atas permintaan end-users.

( Jenis Ripple Plate yang menggunakan batangan besi (Rod) mutu baja-tinggi
di proses sepuh keras. Dapat diganti sebagian Rod yang rusak dengan cara
mencabut keluar dari samping satu persatu )

15
Stasiun Kernel

Saat sawit dilepaskan dari tandannya, sebelum mengalami pemecahan


dengan ripple mill, sawit terlebih dulu harus melewati stasiun pengempaan
(kempa ulir sawit / mesin screw press). Di sini sawit akan diambil minyak
pericarp nya melalui proses pengempaan dan pelumatan (digester) . Proses ini
bertujuan memisahkan pericarp dengan biji sawit yang nanti akan dipecah
dengan ripple mill msb. Sehingga dapat diambil minyak secara maksimal
dari pericarp. Sementara pericarp dilumatkan dan dipress hingga didapatkan
minyak kasar dan dikirim ke stasiun pemurnian, biji akan dikirim ke stasiun
karnel untuk dipecah oleh ripple mill cb dan dimanfaatkan untuk menjadi turunan
minyak.

Stasiun kernel pabrik kelapa sawit adalah salah satu stasiun pengolah yang
wajib dimiliki pabrik pengolah kelapa sawit. Dalam stasiun ini, biji atau nut akan
mengalami pemecahan untuk memisahkan inti dan cangkang sawit 2014.
Pemecahan dilakukan dengan ripple mill cb 6t king cracker untuk memastikan
efektifitas pemecahan mencapai 95% sementara kernelnya cukup rendah. Hingga
di stasiun ini, tidak hanya mesin pemecah nut tapi juga banyak mesin lainnya
yang juga sama bermanfaatnya dengan alat pemecah nut sawit.

1. Mesin depericarper. Fungsi dari mesin depericarper adalah memisahkan nut


dengan serabut. Dalam mesin ini terdapat alat hisap yang akan menghisap
serat-serat nut untuk bahan bakar boiler. Sementara nut yang masih kotor dan
tercampur batu justru akan jatuh ke bawah ke dalam nut polishing drum

2. Nut polishing drum. Mesin ini akan memutar batu-batu kecil campuran nut
sehingga batu jatuh ke dalam lubang yang akan dibawa ke nut inclined
conveyor langsung menuju destoner column.

3. Destoner column. Mesin ini akan kembali memisahkan batu dan nut. Batu yang
lebih berat jatuh ke dalam lubang sementara nut akan dibawa ke ripple mill
untuk dipecahkan cangkang sawitnya.

16
4. Ripple mill. Dalam mesin inilah nut yang telah dipisahkan dari batu dan
dibawa destoner column akan dipisahkan cangkang kelapa sawitnya dengan
inti. Namun sebelum sampai di ripple mill, nut akan lebih dulu berada di nut
hopper. Dalam ripple mill, nut akan dipecahkan dari mengalami banyak proses
melalui beberapa komponen.

2.2. PROSES PENGOLAHAN INTI KELAPA SAWIT


Campuran ampas (fiber) dan biji nut yang keluar dari screw press diproses
kembali di stasiunKernel (inti sawit) untuk menghasilkan :
1.Cangkang (shell) dan fiber yang digunakan sebagai bahan bakar boiler.
2.Kernel (inti sawit) sebagai hail produksi yang siap dipasarkan

Proses Pengolahan KernelPada proses pengolahan di stasiun kernel, biji


dan serabut (fiber) masih menyatu di cakebreaker conveyor, kemudian dengan
uap panas pada conveyor serabut dan biji terpisah. Bijiyang berat tidak mampu
dihisap di depericarper sehingga jatuh ke nut polishing drumsedangkan
serabutnya akan terhisap dan masuk ke fiber cyclone dan diteruskan ke
boilersebagai bahan bakar boiler.

17
Biji yang jatuh di nut polishing drum akan diayak untuk dipisahkan dari
batu-batu kecilyangdapat merusak ripple mill. Setelah terpisah, biji selanjutnya
masuk ke dalam nut hopperdan kemudian masuk ke ripple mill untuk dipecah.
Kemudian cangkang dan kernel akan dipisahdi- LTDS, kemudian kernel yang
sudah bersih dan siap dikirim akan disimpan di Bulk Silo.

2.3. NUT PLANT

Cake Breaker Conveyor (CBC)


Fiber dan cangkang yang berisi inti sawit yang keluar dari press langsung
masuk ke cake breakerconveyor yang terdiri dari satu talang yang mempunyai
dinding rangkap, di tengah talangterdapat As screw yang mempunyai pisau-pisau
pemecah (Screw Blade). Di dalam conveyor,press cake diaduk-aduk sehingga
ampas yang lebih ringan akan mudah dipisahkan dari biji.

Cara Kerja Cake Breaker Conveyor:

18
Ampas dan biji diaduk-aduk hingga gumpalan ampas/serabut dan biji akan
terpisah, sambildipanaskan dengan steam pada suhu 90ºC - 95ºC. Steam yang
dipakai sistem Steam Jacket.Tujuan dari pemanasan tersebut adalah untuk
mengurangi kadar air dalam biji dan serabut agarpada pemisahan proses
Depricarper lebih mudah. Pemeriksaan dan pembersihan dilakukansetiap pagi
sebelum olah.

Cake breaker conveyor berfungsi untuk :


1.Mengantarkan ampas dan biji dari press ke depericarper
2.Memecahkan gumpalan cake dari stasiun press

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dari cake breaker conveyor (CBC)


adalah :

1.kualitas dan kuantitas umpan


2.clearance pedal sebaiknya 6 mm
3.sudut pedal sebaiknya 15-200C
4.putaran cake breaker conveyor sebaiknya sekitar 75 rpm
5.diameter cake breaker conveyor
6. jumlah pedal

Depericarper

19
Depericarper adalah alat yang disertai kipas penghisap (blower) yang
digunakan untukmenghisap fiber sehingga terpisah dari nut dan membawa fiber
untuk menjadi bahan bakarboiler.

Nut Polishing Drum


Nut polishing drum adalah suatu drum yang berputar yang mempunyai
plat-plat pembawa yangdipasang miring pada dinding bagian dalam. Di ujung nut
polishing drum terdapat lubang-lubang penyaring sebagai tempat keluarnya nut
yang kemudian ditransfer melalui nut elevatormasuk ke
bulk silo
.Biji yang telah dipisah dari ampasnya masuk ke dalam nut polishing drum dan
putaran drumtersebut biji-biji akan dipolis untuk melepaskan serat-serat yang
masih tinggal pada biji olehplat-plat yang ada pada dinding dan porosnya.
Kecepatan putaran drum adalah 26-28 rpm.Untuk lebih jelas dapat dilihat pada
gambar berikut.

20
Nut Polishing DrumFungsi dari nut polishing drum adalah :
1.Membersihkan biji dari serabut-serabut yang masih melekat
2.Membawa nut dari depericarper ke nut silo
3.Memisahkan ke nut dari sampah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas nut polishing drum :
1.Kondisi plat pengarah atau pengangkat
2.Kecepatan putaran drum
3.Diameter dan panjang drum
4.Diameter lubang penyaringan
5.Jumlah lubang penyaring
6.Kualitas dan kuantitas feeding

Nut Elevator
Nut elevator berfungsi untuk mengantarkan nut dari nut polishing drum ke
nut silo.Nutelevator dilengkapi dengan timbangan untuk mengangkut nut.

21
Nut Grading Drum
Berfungsi untuk memisahkan nut yang berukuran kecil dan besar agar
diperoleh efisiensipemecahan nut pada ripple mill, nut yang kecil akan masuk
kedalam nut hopper no 1 nut yangmedium akan masuk kedalam nut hopper no 2
dan nut yang besar akan masuk ke nut hopperno 3. Besarnya lubang- lubang oval
pada nut grading drum biasanya untuk ukuran besar(>15mm) medium (13-15
mm) dan ukuran kecil (8-10 mm).

Nut Silo
Nut silo berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara nut sebelum
diolah pada ripple mill.Kebersihan dari pada nut silo harus sangat diperhatikan
kerana dapat mempengaruhi terhadapoutput nut silo agar nut yang diolah sesuai
dengan aturan FIFO (first in first out), nut silo yangdigunakan pada PKS
rambutan berjumlah 2 buah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah
ini.

22
Ripple mill berfungsi untuk memecahkan cangkang dan inti. PKS
Rambutan menggunakan 2buah ripple mill yang terbagi menjadi 2 line. Ripple
mill memecahkan nut dengan cara menjepitnut diantara ripple dan rotor bar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemecahan adalah :


1.Kualitas dan kuantitas umpan
2.Kondisiripple platedanrotor bar
3.Jarak antaraplatdanrotor
4.Kecepatan putaranripplemill

Kualitas umpan dipengaruhi oleh :


1.Kekoplakan nut, kalau nut tidak koplak maka banyak yang lengket pada
cangkang
2.Jenis buah, dura atau tenera
3.Ukuran nut
4.Kadar air yang terkandung dalam inti
5.Umpan yang terlalu banyak (berlebihan)
6.Umpan terlalu kering
7.Persentase nut pecah pada umpan besar

23
Hydro Cylone
Hydro cylone adalah alat yang digunakan memisahkan inti dengan cangkang
yang masihterdapatcracked mixture. Jumlah ada 1 unit, kapsitas tiap unit
60 m3/jam. Alat ini terdiri dari :
1. bak air penampung cracked mixture yang terdiri dari beberapa serat.
2. tabung pemisah yang dilengkapi dengan pompa pengutip dank onus
dibawahnyapompa-pompa
3. dewatering drum utuk inti dan cangkang.

HydrocyloneCracked mixture yang keluar dari kolom pemisah masuk ke


dalam bak air sekat pertama dandihisap dengan pompa dan tekanan ke dalam
tabung pemisah 1 dengan gaya sentrifugal.Benda-benda yang ringan naik ke
bagian atas melalui vortex finder dan masuk ke dalamdewatering drum inti
dimana air tabung melaui konus masuk ke dalam sekat II, dari sekat
IIcangkang yang masih becampur dengan inti yang dipompa dihisap dan
ditekan ke tabungpemisah ke II. Inti yang naik ke atas melalui vortex vinder
dan dikembalikan ke dalam bak airpekat I, sedangkan cangkang melalui konus
masuk dewatering drum cangkang untuk dibuangairnya dengan bantuan
pompa dari sekat III cangkang yang masih mengadung sebagian kecil intihisap.

24
Dry Kernel (sistem kering).Fungsi dari dry kernel adalah fungsi sistem kering.
Faktor –faktor yang mempengaruhi kinerjadari dry kernel adalah :
1.Kualitas dan kuantitas umpan
2.Strainer
3.Kondisi blower/fan

Kernel Silo
Kernel silo berfungsi untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam
inti produksi.Pengeringan dilakukan dengan cara menghembus udara panas ke
steam heater oleh blower kedalam nut silo dengan temperatur kernel silo terbagi 3
tingkatan yaitu 700C, 600C dan 500C.Gambar kernel silo dapat dilhat pada
gambar berikut.Gambar. Kernel SiloPemasakan dilakukan di dalam kernel silo
selama ± 3 jam. Kadar air inti yang terlalu rendahdapat menyebabkan kadar inti
berubah warna. Sebaliknya, jika inti kurang kering maka inti akan
menjamur.Kadar ALB dan minyak inti tinggi. Kadar minyak yang diperoleh lebih
rendah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dari kernel silo, antara lain :
1.Temperatur
2.Waktu pemasakan
3.Kulitas dan kuantitas
4.Kondisi dan kebersihan heater

25
Bulk Silo

Bulk Silo berfungsi sebagai tempat penyimpanan inti produksi sebelum


dikirim keluar untukdiproduksi dan agar uap air yang terkandung di dalam inti
dapat keluar dan tidak menyebabkankondisi dalam storage tidak lembab yang
menyebabkan timbulnya jamur pada inti. Inti darikernel silo diangkut ke bulk silo
dengan menggunakan screw conveyor dan pneumaticconveyor. Gambar dari bulk
silo westel dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

2. Nut Hopper

Fungsi dari pada nut silo adalah untuk menampung nut hasil pemisahan di

depericarper. Disini nut ditimbun dan selanjutnya akan diolah melalui cracker.

Adapun Nut Hopper ada 2 jenis:

1.Nut Hopper tanpa steam atau pengeringan

2.Nut Hopper dengan system pengeringan (Nut Silo)

Adapun maksud dan tujuan dari pada pengeringan nut disini agar semasa

pemecahan biji / nut lebih mudah dan agar kulit nut / cangkang tidak lengket

dengan inti / kernelnya.

Sistem pengeringan nut pada nut silo, nut dikeringkan dengan cara

hembusan panas dari steam kering yang di hembuskan oleh fan blower sebagai

penghantar panas.Namun untuk Nut Silo di Terawan Mill Nut Silo tanpa ada

26
proses pengeringan jadi nut hasil pemisahan tersebut langsung masuk ke nut

silo yang mana kemudian akan diolah di nut cracker. Namun Nut tersebut juga

akan dipisahkan oleh Nut Grading Drum hal tersebut berfungsi untuk

memudahkan akan penyetelan masing-masing cracker dan berguna untuk

menjaga effisiensi dan broken sesuai dengan yang diharapkan.

3. Nut Cracker / Ripple Mill

Nut cracker / pemecah biji kegunaannya untuk memecahkan dan

memisahkan antara shell dengan inti sawitnya (kernel). Di Cracker hal sangat

diperhatikan dan mempengaaruhi umur dari rotor bar maupun rotor plate

adalah sebagai berikut:

a. Benda-benda asing (besi-besi) tapi hal tersebut bisa dihindari ataupun

diminimalkan dengan cara magnetic plate yang dipasang di inlet cracker.

Namun hal yang perlu dijaga agar alat tersebut berfungsi dengan maksimal

dengan cara pengecekan apakah benda-benda asing yang tertangkap di

magnetic tersebut sudah cukup untuk dibersihkan atau tidak.

b. Feeding ke cracker karena jika feeding akan cracker tersebut over maka

cracker tersebut akan sangat cepat aus. Namun hal lain yang akan timbul

bukan masalah itu saja melainkan akan mempengaruhi alat-alat yang lain

juga mengalami hal serupa, dan kernel produk pun akan mengalami

penurunan kwalitas .

27
Dari nut cracker di bagi menjadi dua bagian :

1. Shell / cangkang halus di hisap oleh shell cyclone dan dikirim ke boiler

sebagai bahan bakar.

2. Kernel dan shell yang kasar dimasukan kedalam clay bath.

Satelah nut cracker dan sebelum cracker mixture elevator diambil sample

cracker dari masing – masing nomor cracker setiap dua jam yang kemudian

dianalisa dari masing sample – sample tersebut. Dari analisa tersebut

didapatkan persentasi whole nut, half crack nut, dari dua data tersebut maka

didapatkan effesiensi dari pada nut cracker tersebut. Dari analisa tersebut juga

didapat persentasi kernel pecah ( Broken kernel ).

Adapun tujuan dari analisa tersebut adalah untuk mengontrol effesiency

dari pada alat pemecah nut ( nut cracker ) tersebut.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada nut cracker :

1. Putaran ( rpm ) dari pada nut cracker

Bila kadar kernel pecah sudah melebihi dari ketentuan maka rpm perlu

diperlambat.

2.Dinding cone dari pada nut cracker.

Bila banyak nut tidak pecah ( whole nut ) kemungkinan disebabkan

adanya dinding cone yang bocor, maka segera periksa .

3. Clay Bath

Kegunaan dari pada clay bath adalah sebagai alat untuk memisahkan

antara kernel dan cangkang kasar. Shell basah setelah vibrating claybath setiap

dua jam diambil sample oleh pihak laboratory, adapun tujuannya adalah untuk

mengontrol kehilangan kernel pada shell basah tersebut, dari persentasi

28
kehilangan kernel tersebut dapatlah diketahui keefesienan dan keefektifan dari

pada kerja alat tersebut.

Agar semasa pengolahan di clay bath mendapat hasil yang baik dengan arti

kehilangan kernel rendah dan kadar kotoran pada kernel produksi rendah pula,

maka perlu diperhatikan beberapa hal seperti berikut ini :

1. Density / konsentrasi dari pada air calsium ( antara 1.10 – 1.20 g / cm3 )

2. Tekanan pompa

Perlu diketahui bahwa kerja clay bath adalah sitem centrifugal dengan

konsentrasi air calsium, dengan ketentuan perbedaan berat jenis antara berat

jenis shell dan berat jenis kernel.

5.Kernel Silo

Fungsi dari pada kernel silo adalah sebagai tempat menampung dan

mengeringkan kernel hasil produksi. Pada kernel silo, Kernel juga dipanaskan

dengan sistim udara panas.Temperature pada kernel silo harus dijaga sesuai

dengan temperature yang telah ditentukan.Bila temperature panas terlalu

tinggi, maka kernel akan menjadi gosong dan kadar air menjadi rendah. Dan

bila temperature panas terlalu rendah maka kadar air menjadi tinggi. Mutu

kernel pada kernel silo sangat menentukan, karena mutu kernel adalah menjadi

satu perhatian yang serius bagi para konsumen / pembeli.

Mutu kernel yang dikehendaki oleh para konsumen adalah :

1. Kadar kotoran yang sesuai dengan standard ( 6 % )

2. Kadar air sesuai dengan standard yang ditentukan ( 7 % )

3. FFA yang sesuai standard ( 3 % )

29
Sedangkan bersih atau kotornya kernel yang dihasilkan adalah ditentukan dari

hasil baik buruknya semasa pengolahan di nut cracker dan clay bath.

Hal – hal yang menyebabkan kadar kotoran pada kernel produksi tinggi:

1. Seting hisapan pada shell cyclone terlalu lemah sehingga banyak shell yang

langsung turun di kernel conveyor tanpa terlebih dahulu diproses pada cly

bath.

2. Effecyensi pada cracker rendah.

3. Density / konsentrasi air calsium terlalu tinggi ( > 1)

Hal – hal yang menyebabkan broken kernel pada kernel produksi tinggi:

1.Broken nut pada press cake tinggi ( > 12 % )

2. Broken nut di press tinggi kemungkinan disebabkan karena tekanan pompa

hidrilic yang berlebihan, atua feeding dari digester ke screw press kurang, atau

disebabkan oleh kondisi buah yang diproses itu sendiri.

3. Effecyensi pada cracker tinggi.Dari tingginya effecyensi dikarenakan oleh

tingginya rpm, sehingga mengakibatkan efek yang kurang baik yaitu dengan

tingginya kadar kernel pecah.

6. Fibre Cyclone

Fibre cyclone berfungsi untuk menghisap fibre setelah polising drum.Pada

fibre cyclone juga harus diperhatikan apakah keadaan hisapan sudah cukup

baik.Bila hisapan pada fibre cyclone sudah kurang baik, ini mungkin disebabkan

pada dinding – dinding trangking dan cyclone ada yang bocor.Pada fibre cyclone

30
harus diperhatikan masalah kehilangan kernel, kehilangan kernel disini tidak

boleh melebihi 2 % ( terhadap sample ).

Kemungkinan – kemungkinan yang menyebabkan kehilangan kernel tinggi :

1. Daya hisap pada fibre cyclone berlebihan

2. Broken nut pada press cake tinggi ( > 12 % )

3. Feeding dari digester ke screw press kurang.

6. Dry shell ( LTDS

LTDS ( light tenera dust separating ) adalah kehilangan pada shell kering.

Kehilangan yang dimaksud adalah kehilangan kernel, sebab LTDS adalah shell

yang dihasilkan dari cracker tetapi tidak melalui cly bath. Pada LTDS target

kehilanagan kernel dari masing – masing cyclone tidak boleh melebihi 1.75 %.

31
BAB III

GAMBAR ALAT

3.1.PROSEDUR KERJA

1. Buah dari digester dibawa ke screw press. Ampas yang keluar dari dalam

screw press jatuh ke cake breaker conveyor (CBC)menuju polishing drum

dan fyber cyclon.

2. Fraksi ringan berupa ampas daging buah yang telah dipress (fiber) terhisap

menuju fiber cyclon.

3. Fraksi ringan yang terhisap oleh fiber cyclon masuk ke dalam shell hopper

dan dibawa menuju blower.

4. Fraksi yang berat berupa biji (kernel) jatuh menuju polishing drum melalui

depericarfer kemudian biji yang keluar dari polishing drum akan dikirim

ke nut silo sebelum masuk ke kernel silo melalui fruit elevator.

5. Dikernel silo biji dipecah dari cangkangnya. Cangkang akan terkelupas

dari inti sehingga didapat produk berupa kernel yang keluar di rippel mill.

6. Kernel yang keluar dari rippel mill di angkut melalui screw conveyer

menuju clay bath.

7. Padaclay bath cangkang dipisah dari inti berdasarkan berat jenisnya.

Cangkang akan masuk melalui saluran vibrating screen.

32
3.3.KETERANGAN GAMBAR

1. CBC (Cake Breaker Conveyor)

2. Elevator

3. Motor Elevator

4. Gear Box Elevator

5. Ripple Mill

6. Polishing Drum

7. Depricaper

8. Motor Polishing Drum

9. Gear Box Polishing Drum

10. Motor Ripple Mill

11. Cyclone

3.4.FUNGSI ALAT

1. CAKE BREAKER CONVEYOR (CBC)

Alat untuk membawa ampas yangkeluar dari crew press.

2. ELEVATOR

Untuk mengangkut kernel ke ripple mill.

3. MOTOR ELEVATOR

Untuk menggerakkan gear box fruit elevator.

4. GEAR BOX ELEVATOR

Untuk meneruskan putaran, merubahkecepatan putaran, merubah arah

putaran fruit elevator.

33
5. RIPPLE MILL

Untuk memecahkan cangkang biji.

6. POLISHING DRUM

Untuk membersihkan fiber yang masihmelekat pada biji.

7. DEFERICAPER

Untuk memisahkan serabut dan kerneldanmembawa serabut untuk

menjadibahan bakarboiler.

8. MOTOR POLISHING DRUM

Untukmenggerakkan gear box polhising drum.

9. GEAR BOX POLISHING DRUM

Untuk meneruskan putaran, merubahkecepatan putaran, merubah arah

putaran polishing drum.

10. MOTOR RIPPLE MILL

Untuk menggerakkan ripple mill.

11. FIBER CYCLON

Tempat penghisapan fiber.

34
3.5. SPESIFIKASI ALAT

Motor Polishing Drum


Western Electric Motor
IP : 55 IMB : 3 38,4 KG BRG DE 6306 C3 BRG NDE : 6306
C3THCL.F

50 HZ 220/380 ∆/𝛾 60 Hz 440 Y

4 KW 15,24/8,82 A 4,8 KW 8,82A

EFF.84% Cos∅0,82 1430r/Min EFF,84% Cos∅ 1716

r/min

210- 230/360-400V ∆/𝑌4POLE 420- 460 ∆/𝑌4 POLE

15.96- 14.58/9.31- 8.38 9,31- 8,38 A


Gear box Polishing Drum
Serial No. 1105850587
WESTAR

WORM GEAR SPEED REDUCER

MODEL TYPE RATIO

WEB 120 30

MEG. NO.1206

Motor Ripple Mill

3-PHASE INDUCTION MOTOR

TYPE BT-1324-4 Fr≠132

4POLE 10 HP 7,5KW CLF IP.55

50Hz 388/660 V 1440 rpm 13,6/6,14 A

BPG.DEG 6208

SERIAL NO. 2013100201 COS T ∆/𝑌

M CODE PT.ELECTRIM
35
BAB IV

PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

1. Cepat lambatnya putaran motor ripple mill sangat menentukan hasil


pemecahan dan pemisahan cangkang dan kernel.
2. Tebal tipisnya cangkang pada kernel sangat mempengaruhi proses
pemecahan cangkang.
3. Ripple Mill adalah mesin pengolahan kelapa sawit yang berfungsi
memecahkan dan memisahkan cangkang kelapa sawit dengan intinya.

4.2. SARAN

1. Agar mendapatkan hasil yang lebih baik, maka kedisiplinan tenaga kerja
harus diperhatikan serta pengoperasian alat agar sesuai dengan standar
operasional pabrik yang telah ditentukan.
2. Sebaiknya dilakukan pengawasan sebelum proses, proses dilakukan
dengan lebih baik dan teliti. Agar rendemen yang diinginkan dapat
tercapai dengan sempurna.

36
DAFTAR PUSTAKA

Adlin U. Lubis, 1992.Kelapa Sawit (Elais Guenensis Jacq) di Indonesia.Pusat


Penelitian Perean Marihat Pematang Siantar, Sumatera Utara
Fauzi Yan, 2002. Budidaya Pemanfaatan Dan Limbah Analisis Usaha dan
Pemasaran, Penebar Suara, Jakarta
Lubis,AU. 1992. Kelapa Sawit (Elais Guenensis Jacq) di Indonesia. Pusat
Penelitian Perean Marihat Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Mashuri, 2010, Standard Operating Procedure Pabrik Kelapa Sawit, Medan

37