Anda di halaman 1dari 18

Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 1

PENUNTUN PRAKTIKUM
Manajemen Sumberdaya Perairan (GMKB602)
Analisis Limpasan Permukaan
(Studi Kasus di Kabupaten Banjarbaru)

Disusun Oleh :
Abdur Rahman, S.Pi., M.Sc

FAKULTAS PERIKANAN & KELAUTAN


MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2016

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 2

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Penulis panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas berkah,
rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga Penuntun Praktikum ini dapat diselesaikan.
Praktikum ”ANALISIS LIMPASAN PERMUKAAN DI KABUPATEN
BANJARBARU” merupakan Penuntun Praktikum yang dilaksanakan dalam rangka
memenuhi SKS Mata Kuliah Manajemen Sumberdaya Perairan. Pemahaman yang
lebih mendalam terhadap konsep-konsep manajemen perairan terutama analisis terhadap
variabel-variabel pembentuk limpasan permukaan di daerah perkotaan (Kabupaten
Banjarbaru).
Penulis menyadari bahwa Penuntun Praktikum ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu kritik dan saran ke arah perbaikan sangat praktikan harapkan.
Akhirnya semoga laporan Penuntun Praktikum ini dapat dijadikan pelengkap
referensi dan bermanfaat bagi kita semua, Amiin.

Banjarbaru, April 2016

Penulis,

ii

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 3

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .................................................................................. i

DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... 4

BAB II. MANAJEMEN GEODATABASE ............................................. 7

BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT PRAKTIKUM .............................. 12

BAB V. METODE PRAKTIKUM ......................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 18

iii

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 4

BAB
PENDAHULUAN

Abdur Rahman
1
Banjir merupakan permasalahan umum yang terjadi di sebagian wilayah
Indonesia. Banjir yang terjadi akan menimbulkan kerugian. Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (2011), banjir merupakan limpasan air yang tinggi muka air
normal, sehingga melimpas dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada
lahan rendah di sisi sungai. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya
banjir diantaranya adalah curah hujan dalam jangka waktu yang lama, terjadi erosi tanah
yang menyisakan batuan dan tidak ada resapan air, tersumbatnya aliran air karena
penanganan sampah yang buruk dan justru dibuang ke dalam air, bendungan dan saluran
air yang rusak, penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali, topologi suatu
wilayah, kiriman atau karena banjir bandang, alih fungsi lahan dan tanah menjadi
pemukiman dan perkantoran.
Untuk menangani masalah tersebut dan sebagai langkah antisipasi dini terhadap
bahaya banjir perlu dibuat sebuah penanggulangan dini dengan membuatkan sebuah
pemetaan penentuan wilayah-wilayah di Kabupaten Banjarbaru yang sekiranya rawan
terkena banjir, sehingga dapat memperkecil resiko di daerah tersebut sebagai akibat
terjadinya banjir. Untuk pembuatan pemetaan ini penerapan Sistem Informasi Geografis
(SIG) merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan, karena SIG memiliki
kemampuan yang sangat luas baik dalam proses pemetaan maupun analisis. Sistem
informasi geografis (Geographic Information System, GIS) adalah sebuah sistem yang
mampu membangun, memanipulasi dan menampilkan informasi yang memiliki referensi
geografis. Beberapa penelitian yang telah melakukan analisa wilayah rawan banjir
dengan menggunakan sistem informasi geografis (SIG) sudah dilakukan oleh beberapa

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 5

peneliti diantaranya adalah Andriyani, dan Emi Sukiyah. Andriyani (2010) dalam
penelitiannya yang berjudul aplikasi sistem informasi geografis (SIG) kerawanan bahaya
banjir DAS bengawan solo hulu berbasis web melakukan penelitian di Solo dengan
metode analisis data teknik tumpang susun (overlay), hasil penelitiannya adalah
dihasilkan informasi fisik wilayah rawan banjir dan estimasi jumlah rumah yang harus
dievakuasi akibat banjir. Sukiyah (2004) dalam penelitiannya yang berjudul aplikasi
sistem informasi geografis dalam penetapan kawasan rawan banjir di Kabupaten
Bandung bagian selatan dengan metode analisis data teknik tumpang susun (overlay),
hasil penelitiannya adalah dihasilkan informasi bahwa analisis rawan banjir dengan SIG
tidak jauh berbeda dengan kondisi di lapangan bahwa daerah Bandung Selatan adalah
wilayah rawan banjir.

Tutupan lahan merupakan faktor yang sangat dinamis. Banyak metode yang
telah digunakan untuk mengidentifikasikan perubahan tutupan lahan terkendala akibat
proses perubahan faktor tutupan lahan yang tidak diikuti dengan ketersediaan data dan
informasi yang up todate. Kalaupun ada tingkat kedetailannya kadang belum mampu
mengakomodir berbagai kepentingan, akibat ketidakseragaman sistim klasifikasi tutupan
lahan yang diacu (Danoedoro, 2004). Di sisi lain, tingginya tingkat kerusakan DAS
yang ditandai makin meningkatnya frekuensi banjir, serta cepatnya proses alih fungsi
lahan merupakan kajian yang mendesak dalam analisis DAS. Untuk mengatasi
kelangkaan informasi tersebut, maka pemanfaatan citra satelit dengan terapan teknik
penginderaan jauh, merupakan pilihan yang tepat.
Koefisien limpasan permukaan merupakan faktor penting yang harus
diperhitungkan dalam penentuan volume limpasan. Selain faktor lain berupa relief,
infiltrasi tanah, timbunan air permukaan, besar kecilnya koefisien permukaan suatu DAS
dipengaruhi oleh buruknya tutupan lahan pada DAS tersebut. Salah satu pendekatan
untuk mengetahui perubahan tutupan lahan (landcover) untuk data citra digital
multispektral dapat dilakukan melalui pendekatan pengenalan respon nilai spektral.
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa obyek yang terdapat di permukaan bumi dapat
dibedakan antara yang satu dengan yang lain melalui respon nilai spektralnya. Metode

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 6

klasifikasi multispektral yang digunakan dalam mengklasifikasikan nilai spektral


biasanya merujuk kepada metode-metode konvensional seperti maximum likelihood,
minimum distance, maupun menggunakan metode parallelepiped.

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 7

BAB
MANAJEMEN GEODATABASE

Abdur Rahman
2
1. Sekilas Tentang Arc.Catalog

A rc.Catalog adalah salah satu program dari ArcGIS yang bisa digunakan antara lain
untuk menelusuri atau mencari data (browsing), mengorganisir (organizing),
mendistribusikan (distributing) dan mendokumentasikan (documenting) suatu struktur
data dalam ArcGIS. ArcCatalog menyediakan beberapa fungsi antara lain untuk
menampilkan (preview), membuat dokumen dan mengatur data geografis serta membuat
geodatabase untuk menyimpan data spasial dan tabular.

ArcCatalog merupakan sebuah fasilitas untuk mengatur data dalam jumlah besar yang
disimpan tersebar dalam folder data GIS. Tampilan (views) data di dalam ArcCatalog
sangat membantu Anda agar cepat mencari data yang Anda perlukan walaupun
tersimpan dalam sebuah file. Untuk membangun database pada program ArcGis
terdapat layer-layer seperti di gambar disamping.

Pada Arc.Gis, selain membuat database terdapat


hubungan lain antara lain membangun Attribut,
Geometri, dan Behaviour. File Geodatabase,
digunakan bila kita ingin membuat database yang
berhubungan langsung dengan jaringan skala besar
biasa menggunakan program Oracle, My SQL.
Sedangkan Personal Geodatabase digunakan untuk
membangun Database skala kecil atau diperuntukan
untuk personal, dan biasanya berafiliasi dengan
program MS. Acces pada Microsof Windows. Untuk
membangun database skala kecil disarankan untuk
menggunakan fasilitas database ini. Pada Arc.Gis 9.3,
terdapat 3 layer untuk membangun database, semakin
ke bawah database yang dibentuk mempunyai
kecenderungan semakin lemah (tidak mempunyai
behaviour).

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 8

2. Manajemen Geodatabase Arc. Catalog

Geodatabase merupakan kumpulan data geografis yang digunakan dalam Arc.Gis.


Geodatabase memiliki 3 tipe data set yaitu : feature classes, raster data sets, dan tables.

Langkah-langkah membangun Geodatabase untuk manajemen Database Rawan


Longsor Kabupaten Purworejo adalah sebagai berikut :
1. Buka Arc. Catalog.
2. Buat Folder terlebih dahulu di D:\ dengan nama SIG_Limpasan

Gambar : Memulai Arc. Catalog

Untuk memulai ArcCatalog adalah sebagai berikut:


1. Klik Start > Program > ArcGIS > ArcCatalog
2. Buat Folder terlebih dahulu di D:\ dengan nama SIG_Limpasan
3. Agar Database tetap pada folder, terlebih dahulu connect dengan menggunakan
toolbar

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 9

Gambar : Koneksi ke Folder SIG_Limpasan

4. Buat domain pada Geodatabse dengan cara buat Folder Personal Geodatabase di
dalam folder yang telah dibuat dengan mengklik kanan > New > Personal Database
> Beri nama Limpasan_Permukaan.mdb

Klik Kanan

Gambar : Langkah Kerja Membuat Personal Geodatabase

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 10

5. Buat Feature Dataset di dalam Geodatabase dengan nama Peta Dasar dan Tematik
Feature Kelas dengan nama Tematik dengan cara : Klik Kanan > New > Feature
Dataset > Next > Projected Coordinate System > UTM > WGS 1984 > WGS
1984 UTM Zona 49S > XY Tolerance > Finish. Pada XY toleransi tertulis 0,001
meter, ini mempunyai titik akan melakukan snap pada jarak 0,1 cm.

1
2

Gambar : Pengaturan Sistim Proyeksi Database

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 11

6. Salah satu input data yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan import data.
Cara ini dilakukan untuk data geologi, dan tataguna lahan (landuse). Cara yang
dilakukana yaitu ; pada Tematik > Klik Kanan > Import > Feature Class

akan muncul kotak dialog Feature Class to Feature Class

Pada Kolom Data Type Klik Kanan, Pilih Text, Klik Finish. Lakukan cara yang sama
untuk data Drainage Density, Landuse, dan Slope.

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 12

BAB
TUJUAN DAN MANFAAT PRAKTIKUM

Abdur Rahman
3
3.1. Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dengan

pemahaman terhadap materi praktikum dan studi kasus, melalui fasilitas Sistim

Informasi Geografi dalam memahami konsep Manajemen Sumberdaya Perairan yang

berhubungan dengan Limpasan Permukaan.

3.2. Manfaat Praktikum

Praktikum ini mempunyai manfaat antara lain :

1. Mengetahui dan memahami dasar-dasar teori pengolahan citra digital dengan

menggunakan software Arc Gis 9.3.

2. Memberikan informasi yang cepat berupa data kebumian mengenai ”Limpasan

Permukaan”, yang terjadi di Kabupaten Banjarbaru.

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 13

BAB
METODE PRAKTIKUM

Abdur Rahman
4
4.1. Waktu dan Tempat

Praktikum Pengolahan dan Analisis Citra Digital ini dilaksanakan di Studi

Komputasi dan Penginderaan Jauh Terapan Program Studi Manajemen Sumberdaya

Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat.

4.2. Metode Pengumpulan Data

Data Praktikum terdiri : Peta-peta Tematik Tataguna Lahan (Land use),


Kemiringan Lereng (Slope), curah hujan (format JPEG), dan peta administrasi
Banjarbaru (dalam format SHP).
Data pendukung yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah Peta Rupa Bumi
Digital. Perangkat lunak pengolahan data yang digunakan adalah ; Arc.GIS 9.3, dan,
MS. Excel.

4.3. Analisis Data


Pengolahan data pada Praktikum ini dibagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu :
1. Peta Tematik klasifikasi penggunaan lahan (Land use), klasifikasi kemiringan
lereng (Slope), Klasifikasi curah hujan dalam format JPEG didigitasi dengan
metode Digitasi Layar (On Screen Digitation).
2. Dilakukan operasi pengisian Atribut pada masing-masing peta tematik.
3. Melakukan operasi Weighting Factor (WO), dengan melakukan metode Overlay
dengan memanfaatkan fasilitas Analys Spatial pada tool Raster Calculator.

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 14

START

Landuse.JPEG CH.JPEG Slope.JPEG Batas Adm.Shp

On Screen Digitation

Landuse.shp CH.shp Slope.shp Batas Adm.shp

Atribute dan Atribute dan Atribute dan


Score Score Score

Landuse.lyr CH.lyr Slope.lyr

Overlay

DISTRIBUSI LIMPASAN PERMUKAAN

Keterangan :

= Proses
= Hasil

Gambar 4.1. Skema Prosedur Praktikum

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 15

4.4. Prosedur Kerja

Prosedur Kerja untuk menganalisis Limpasan Permukaan di DAS Riam Kanan


diikhtisarkan sebagai berikut :
1. Membangun Geodatabase dan Domain untuk data-data : Penggunaan Lahan (Land
use), Kemiringan Lereng (Slope), Curah Hujan, dan Batas administrasi dengan
menggunakan fasilitas Arc. Catalog.
2. Menganalisis dan Layout Peta dengan menggunakan fasilitas Arc. Map.
3. Peta Tematik Tataguna Lahan (Land use), Kemiringan Lereng (Slope), Curah Hujan,
diolah terlebih dahulu dengan menggunakan fasilitas Geoference, Digitasi layar (On
Screen Digitation), Pengisian attribut dan Field attribut.
4. Memodifikasi Polygon terluar untuk peta-peta tematik ; Tataguna Lahan (Land use),
Kemiringan Lereng (Slope), dan Curah Hujan, agar batas terluar tidak crossing pada
saat overlay.
5. Melakukan proses tumpang susun (Overlay) dengan menggunakan cara overlay
Aritmatik, sesuai dengan tabel arahan untuk analisis limpasan Permukaan pada
wilayah kota Banjarbaru.
6. Hasil Overlay yang diperoleh dilakukan proses Lay Out peta, dengan hasil “Peta
Arahan Limpasan Permukaan di Kabupaten Banjar.

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 16

Tabel 1. Klasifikasi Penggunaan Lahan.

Nilai
No Penggunaan Lahan Bobot Skor
Variabel
1 Lahan terbuka, waduk, rawa, tambak 5 15
2 Pemukiman 4 3 12
3 Pertanian, sawah 3 9
4 Perkebunan 2 6
5 Hutan 1 3
Sumber : Hendriatna, dkk (2013)

Tabel 2. Klasifikasi Penggunaan Lahan


Nilai
No Penggunaan Lahan Variabel Bobot Skor
1 Lahan terbuka, waduk, rawa, tambak 5 15
2 Pemukiman 4 12
3 Pertanian, sawah 3 3 9
4 Perkebunan 2 6
5 Hutan 1 3
Sumber : Hendriatna, dkk (2013)

Tabel 3. Klasifikasi Kemiringan Lereng (Topografi


Nilai
No Topografi Variabel Bobot Skor
1 Datar (0 – 5 %) 5 10
2
2 bergelombang (5 – 10%) 4 8
3 Perbukitan (10 – 30%) 3 6
4 Medan Terjal/Agak kasar (> 30%) 2 4

Sumber : Modifikasi Metode Linsley (1959); Meijerink (1970); Gunawan (1991) dan SCDT (2003)
dalam Pratista (2008).

Penentuan besar kelas interval untuk sistim ini berdasarkan :

range
Rumus Sturges i 
K
Dimana :

Range = nilai data terbesar – nilai data terkecil


K = Jumlah kelas yang dikehendaki

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 17

Tabel 4. Klasifikasi limpasan permukaan


Kelas Kriteria Jumlah Score
I Tidak Rawan Banjir
II Potensial
III Agak Rawan Banjir
IV Rawan Banjir
V Sangat Rawan Banjir
Sumber : Meijerink (1970)

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc


Penuntun Praktikum Inderaja & SIG Perairan Analisis Limpasan Permukaan 18

DAFTAR PUSTAKA

Andriyani, Yusuf M, Al Hidayah, Amin Sri Lestari, Dita Bahaya Banjir DAS
Bengawan Solo Hulu Berbasis Web”.

Asdak, C., 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2011. Indeks Rawan Bencana


Indonesia.

Danoedoro, P. 2004. Klasifikasi Tutupan lahan Secara Rinci : Pengalaman dengan


Citra LANDSAT dan Quickbird. Sains Informasi Geografis, p. 147 – 176.

Gunawan, T. 1991. Penerapan Teknik Penginderaan Jauh untuk Menduga Debit


Puncak Menggunakan Karakteristik Lingkungan Fisik DAS. Disertasi Studi
Kasus di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo Hulu Jawa Tengah. Institut
Pertanian Bogor. (Tidak Diterbitkan).

Hendriana, K. I., Adi, I. G., Yasa, S., Windu, M., Kesiman, A., & Sunarya, I. M. G.
(2013). Sistem Informasi Geografis Penentuan Wilayah Rawan Banjir di
Kabupaten Buleleng, 2, 608–616.

http://bnpb.go.id/website/file/pubnew/111.pdf (diakses tanggal 26 November 2012).

Wismarini, Dwiati, Ningsih Untari Dewi Handayani, Amin Fatkhul. 2011. “Metode
Perkiraan Laju Aliran Puncak (Debit Air) sebagai Dasar

Dosen : Abdur Rahman, S.Pi, M.Sc