Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH BUDIDAYA UNGGAS

BEBEK

Anggota : 1. Bagaspranawa Tirta B. (11)


2. Frisca Sandra Omega (15)
3. Happy Riska I. (16)
4. Hisyam Dzil Fakhri (17)
5. Kurnia Anindhita M. (22)
6. Maulana Syaki Abdillah (23)

SMA NEGERI 1 BATANG


TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai.Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Prakarya dan Kewirausahaan dengan judul Budidaya Ikan Hias Black Molly.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini.Oleh karena itu,kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Batang, Agustus 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
II. Rumusan Masalah
III. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
I. Klasifikasi Bebek
II. Jenis-jenis Bebek
III. Teknik Budidaya Bebek
IV. Hama, Penyakit dan Penanggulangannya
V. Laba Rugi

BAB III PENUTUP


I. Kesimpulan
II.Daftar Pustaka
Bab I
Pendahuluan
I. Latar Belakang
Itik atau yang lebih dikenal dimasyarakat disebut bebek ( bahasa jawa ), golongan
terdahulunya merupakan itik liar atau anas moscha yang berasal dari amerika utara. Dengan
berkembangnya waktu, itik terus di dibudidayakan oleh manusia sampai akhirnya terbentuk
beranekan ragam jenis itik yang sampai sekarang dipelihara dan diternakan. Dan akhirnya itik
dikenal sebagai itik ternak (anas domesticus ) dan itik manila tau entog (anas muscovy ).
Itik merupakan jenis unggas yang penyebarannya terbilang sangat luar ini karena itik
dapat hidup normal baik didaerah suntropis ataupun daerah tropis. Maka tidak heran jika itik
liar dapat berimigrasi sampai ke negara afrika dan asia seperti Indonesia, malaysia, fhilipina
dan vietnam.
Di Indonesia sendiri itik diperkenalkan pada abad VII oleh orang india. Sebenarnya
orang-orang india ini merupakan tukang bangunan yang sengaja didatangkan oleh Raja
Syailendra untuk membangun candi-candi hindu dan budha di indonesia. Ada beberapa
mitos bahwa yang mendorong itik untuk dibudidayakan adalah ritual keagamaan seperti yang
dilakukan masyarakat bali yang menggunakan itik sebagai salah satu sajian pelengkap
upacara keagaman.
Sejarah perkembangan itik sangat pesat terutama pada jaman keemas kerajaan
majapahit. Nah itulah yang menjadi awal penyebaran itik mulai dikenal luas diindonesia
seperti dikalimantan, sumatra, sulawesi dan bali. Bahkan pemerintah belanda pun ikut andil
dalam penyebaran itik-itik di indonesia, melalui kuli-kuli kontrak yang mereka mukimkan di
sumatra pada tahun 1920 khususnya di daerah lampung dan deli.
Saat ini itik banyak dibudidayakan didaerah sumatra ( NAD ), sumatra utara, sumtra
utara, pulau jawa yang meliputi (cirebon, jawa barat, brebes, tegal jawa timur dan mojosari –
jawa timur ), kalimantan, sulawesi selatan dan bali.

II. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah, dapat di rumuskan masalah penelitian sebagai
berikut:
1. Apa saja jenis-jenis Bebek?
2. Bagaimana cara budidaya Bebek?
3. Bagaimana cara mencegah dan mengobati penyakit pada Bebek?

III. Tujuan
1. Mengetahui berbagai macam jenis Bebek.
2. Mengetahui dan memahami cara budidaya Bebek.
3. Mengetahui cara mencegah dan mengobati penyakit pada Bebek.
Bab II
Pembahasan
A. Klasifikasi Bebek
 Kingdom : Animalia
 Filum : Chordata
 Class : Aves
 Ordo : Anseriformes
 Famili : Anatidae
 Genus : Cairina
 Species : Cairina domesticus (Bebek Ternak), Cairina mpschata (Bebek Liar)

B. Jenis-Jenis Bebek
 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Indian Runneri:
1. Warna bulu kebanyakan merah tua (coklat). Ada pula yang bertotol-totol
coklat (rebruin) yang disebut warna “branjangan”. Warna yang lainnya ialah
putih bersih, putih kekuning-kuningan, abu-abu hitam, dan campuran.
2. Badan langsing, jika dilihat dari depan mulai dari kepala, leher,
badan/punggung, berbentuk seperti botol.
3. Kepala kecil mungil, matanya bersinar terang, terletak di bagian atas dari
kepala.
4. Leher langsing, bulat tegak, disebut leher menjalin.
5. Sayap rapat pada badan dan ujungnya tersusun rapih di atas pangkal ekor.
6. Warna kulit telur dari itik ini ialah hijau kebiru-biruan.
7. Kapasitas produksi: 50-300 butir/tahun (Eropa). 140-250 butir/tahun
(Indonesia). Berat telur antara 65-70 gram/butir.
Sifat-sifat ITIK PETELUR JENIS Indian Runner: Disebut
Indische Loopend sebab pada waktu berjalan hampir berdiri tegak, tidak datar
(horizontal). Dapat berjalan jauh, digiring oleh pengangon-pengangon,
digembalakan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Tidak mengeram dan
mulai bertelur pada umur kurang lebih 6 bulan, asalkan diberi makanan yang
baik dan cukup.
 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Tegal
1. Warna bulu kecoklatan hampir seluruh tubuh bercorak totol-totol kecoklatan
terlihat jelas pada bagian dada, punggung dan pada sayap luar, warna mata
merah.
2. Pada paruh kaki dominan warna hitam.
3. Bentuk paruh panjang serta lebar pada ujungnya.
4. Bentuk kepala kecil.
5. Leher langsing, panjang, bentuk bulat.
6. Sayap menempel pada badan dan ujung bulu-bulu saling menutupi di atas
ekor.
7. Posisi badan hampir tegak lurus, langsing seperti botol, dengan langkah tegap.
Bebek tegal adalah itik petelur yang mempunyai produktifitas telur banyak.
Berasal dari daerah tegal jawa tengah. Jenis bebek ini dapat dijadikan salah satu
pilihan untuk usaha itik petelur. Produksi telur pertahun rata-rata mencapai 200 –
250 telur dengan berat antara 70 – 75 gram tiap telur.
 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Mojosari
1. Warna bulu kemerahan variasi coklat kehitaman, Warna paruh dan kaki hitam.
2. Pada itik jantan terdapat 1-2 bulu ekor melengkung ke atas.
3. Berat badan itik dewasa rata-rata 1,7 kg.
Itik Mojosari adalah itik petelur yang sering di budidaya oleh para petani
karena produksi telurnya banyak. Budidaya itik ini menguntungkan karena mudah
dalam pemasaran dengan telurnya besar dengan rasa telur enak. Berasal dari
Mojosari, Jawa Timur. Produksi telur pertahun rata-rata 230-250 butir.
 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Bali atau Itik Pinguin ( Anas Sp )
Itik Bali disebut juga itik penguin karena bentuk tubuhnya yang hampir tegak
berdiri seperti penguin. Memiliki ciri khas jambul pada bagian kepalanya yang kecil,
itik ini dapat pula dimanfaatkan sebagai unggas hias selain sebagai itik petelur.

Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis bali adalah sebagai berikut.


1. Itik ini biasanya mempunyai gombak atau jambul diatas kepalanya.
2. Warna bulunya biasanya putih atau belang putih.
3. Bentuk badan sama dengan itik tegal (itik hawa), namun lebih langsing dan
lebih tegak.
4. Daya bertelurnya berkisar antara 150 butir sampai 220 butir per itik per tahun.
5. Ukuran telur itik bali tergolong kecil, beratnya sekitar 59 gram per butir.
 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Alabio
1. Warna Bulu:
- Jantan : warna bulu coklat gelap, bulu suri sayap hijau kebiruan.
- Betina : warna bulu coklat kuning keabuan, bintik putih diseluruh badan.
2. Warna Paruh dan kaki kuning terang.
3. Posisi badan tidak terlalu tegak dengan sudut kemiringan 60 derajat.
4. Ciri lain itik alabio jantan dan betina ada garis putih diatas mata seperti alis.
Itik Alabio adalah itik persilangan itik Kalimantan dengan Itik Peking. Nama
itik alabio ini berasal dari sebuah nama daerah di Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kalimantan Selatan yaitu Albio. Nama itik Alabio sendiri diberi nama oleh ilmuan
drh. Saleh Puspo.
Itiik Albio dapat memproduksi pertahun 230 Butir atau 65,5%. Pertama
bertelur umur 24 Minggu dengan berat pertama bertelur 1.761 gram. Berat rata-
rata telur 62 Gram.Bebek Alabio salah satu jenis bebek petelur yang banyak di
budidaya, Anda boleh mencoba jenis unggas ini untuk di budidaya.

 Ciri-ciri itik/bebek petelur jenis Khaki Campbell


1. Warna bulu adalah khaki, seperti warna pakaian tentara Inggris atau hansip.
Pada bulunya dapat dilihat adanya lacing feathers yang hitam.
2. Badan/punggung agak lebar, tetapi tak begitu panjang.
3. Kepala agak tegak dan panjang.
4. Paruh panjang dan agak melebar hampir lurus dari atas ke bawah.
5. Warnanya hijau pekat, sedang bagian bawah berwarna hitam.
6. Mata berwarna cokelat tua, waspada, dan terletak dibagian atas dari kepala.
7. Leher sedikit panjang dan hampir tegak.
8. Sayap terletak tinggi dan rapat di tubuh.
Kaki sedikit panjang, terletak agak di belakang tubuh dan terpisah dengan baik.Itik ini
merupakan hasil silangan itik Jawa dengan itik Roven dari Perancis. Nama itik ini diambil
dari warna bulunya ( warna khaki ) dan nama penemu itik ini yaitu Mrs. Adale Campbell.
Kemampuan bertelur itik ini mencapai 330 butir/ekor/tahun dan memiliki daya tahan
hidup yang kuat.

C. Teknik budidaya Bebek

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan


 Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
 Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
 Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata
kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
 Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan
yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk
perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin
perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

a. Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:


- kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang
box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD
- kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang
kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
- kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang
baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi
( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa
bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

2. Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah
diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
I. Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik
adalah sebagai berikut :
- membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
- memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan
telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
- membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya
maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri
DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning
mengkilap.
II. Perawatan bibit dan calon induk
- Perawatan Bibit. -> Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan,
hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun
penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang
brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang
anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m²
mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai
dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu
ditambah vitamin/mineral.
- Perawatan calon Induk. -> Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk
produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan
keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur
tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.
- Reproduksi dan Perkawinan. -> Reproduksi atau perkembangbiakan
dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik
oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu
itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating
(perkawinan itik secara alami).
3. Pemeliharaan
- Sanitasi dan Tindakan Preventif. -> Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam
pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu
diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
- Pengontrol Penyakit. -> Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta
menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat
pada itik.
- Pemberian Pakan. -> Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase
stater (umur 0– 8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar
(umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari
pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi
pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:

1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan
peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi
mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat
ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung
ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen. Pemberian minuman itik, berdasarkan
pada umur itik juga yaitu :

 umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral,
tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
 umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara
ad libitum (terus menerus).
 umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran
2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

4. PANEN
 Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik.
 Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan
kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga.
5. PASCAPANEN
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan
maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan
pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan
selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera
membusuk.
Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
 Pengawetan dengan air hangat.
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling
sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
 Pengawetan telur dengan daun jambu biji.
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur
selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna
menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
 Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan
pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak
berubah.
 Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat
merupkan cairan kental, tidak berwarna,jernih, dan tidak berbau. Natirum
silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama
hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam
larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
 Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam
dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

D. HAMA DAN PENYAKIT


Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1. Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan
protozoa
2. Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana
perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
 Colera
Penyakit colera menyerang Bebek karena disebabkan oleh bakteri Pasteurella
Avicia. Kandang yang basah dan lembab mempercepat penularan bakteri ini. Colera
banyak menyerang anak bebek usia 4 minggu bisa menimbulkan kematian sampai
50%, sedang pada bebek dewasa menimbulkan kematian kurang dari 50%.
Gejala yang ditimbulkan terlihat gejala sesak nafas, pial bengkak dan panas, jalan
sempoyongan, meratap dan mengeluarkan suara nyaring. Penyakit ini dapat
menyebabkan infeksi darah. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi
Fowl Cholera, penyuntikan serum darah hewan yang mempunyai kekebalan terhadap
penyakit kolera. Sedangkan pengobatan terhadap bebek yang sudah terserang
penyakit ini bisa diberikan obat Chloramphenicol, Tetra Cycline atau preparat sulfa.
 White eye
White Eye pada Bebek sering menyerang bebek disegala umur. Penyebabnya
adalah virus, penyebarannya pun sangat cepat. Bebek yang kekurangan vitamin A
mudah terserang penyakit ini. Kandang Bebek yang lembab dan lantai kandang yang
basah merupakan salah satu faktor bebek mudah terserang penyakit ini. Gejala yang
ditimbulkan adalah keluarnya cairan bening dari mata dan paruh, kotoran yang bening
dalam beberapa jam berubah menjadi kekuningan, sulit bernafas, lemah dan lumpuh.
Pencegahan yang bisa dilakukan dengan memberikan antibiotika yang dapat di
campurkan dalam air minum atau pakannya.
 Coccidiosis bebek
Coccidiosis adalah penyakit berak darah yang menyerang Bebek. Gejala yang
ditimbulkan yaitu kurangnya nafsu makan, berat badan menurun dan akhirnya
lumpuh. Penularan melalui kotoran bebek relatif lebih cepat menyerang Bebek yang
masih berusia anakan. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan
obat-obatan seperti coccidiostat melalui obat yang dicampurkan dalam pakan atau
minum.
 Coryza Bebek
Penyakit coryza disebut juga penyakit pilek menular. Penyakit ini banyak
terjadi pada awal pergantian musim. Gejala yang ditimbulkan adalah keluarnya
kotoran cair kental dari mata dan gejalanya pun mirip dengan penyakit white eye.
Kematian akibat penyakit ini cukup tinggi. Pencegahan yang bisa dilakukan dengan
memberikan antibiotika yang dicampur dalam pakan dan minum dan bisa dengan
menyuntikkan obat streptomycin sulphate. Pada anak Bebek yang berusia anakan bisa
diberikan lewat minum atau makanan.

 Salmonellosis
Penyakit ini banyak menyerang Bebek di segala usia, dan bisa menyebabkan
angka kematian sampai 50%. Gejala yang ditimbukan keluarnya kotoran dari mata dan
hidung dengan disertai mencret. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga
kesehatan dan kebersihan. Sebaiknya dilakukan pembersihan kandang secara berkala agar
kandang bebas dari kuman salmonella.

 Sinusitis
Penyakit ini menyerang Bebek dewasa sehingga menyebabkan kerugian ekonomi
yang tidak kecil. Penyakit ini disebabkan karena tata laksana pemeliharaan yang buruk,
kekurang mineral dalam makanan dan tidak tersedianya kolam air untuk bermain. Gejala
yang ditimbulkan adalah terjadi pembengkakan sinus, dari lubang hidung keluar cairan
jernih dan sekresi mata menjadi berbuih. Pencegahan yang bisa dilakukan dengan tata
laksana pemeliharaan yang baik. Pengobatan bagi bebek yang terserang penyakit ini bisa
dengan menyuntikkan antibiotika.
E. PERHITUNGAN LABA DAN RUGI
Biaya produksi usaha ternak bebek petelur :
 Biaya awal produksi
Pos biaya penyediaan kandang = Rp 150.000
Pos pembelian bebek 50 ekor = Rp 3.500.000

 Biaya operasional
Pos biaya pakan, vitamin dan vaksin 1 bulan = Rp 300.000
Pos biaya tenaga kerja 1 orang 2 bulan = Rp 650.000
biaya total bulanan = Rp 950.000
biaya total 10 bulan = Rp 9.500.000

 Pendapatan usaha ternak bebek petelur


Penjualan 10 bulan (Rp 1.750 x 40 butir x 30 hr x 10 bln) = Rp 21.000.000
Penjualan bebek afkir ( Rp 45. 000 x 50 ekor) = Rp 2.250.000
Total pendapatan = Rp 23.250.000

 Keuntungan 10 bulan
Total pendapatan = Rp 23.250.000

biaya operasional = Rp 9.500.000


Biaya pembelian bebek = Rp 3.500.000
Biaya kandang = Rp 150.000
Total biaya = Rp 13.150.000

Keuntungan 10 bln = Rp 10.100.000


keuntungan perbulan = Rp 1. 010.000
Bab III
Penutup
a) Kesimpulan
Kunci keberhasilan usaha produksi ternak bebek terletak pada pelaksanaan
program tata laksana pemeliharaan itik sampai umur 22 minggu.
Pemberian pakan yang seimbang dapat membantu atau menjaga kualitas itik tetap
terjaga pertumbuhannya.Dalam usaha ternak bebek secara intensif,ada tiga andil
keberhasilan yakni :
1) Bibit bebek : karakteristik ekonominya dalam menunjang keberhasilan usaha
adalah 20 % .
2) Makanan bebek dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil
sebesar 75%.
3) )Tata laksana pemeliharaan,termasuk kandang,cara pemeliharaan dan
ketrampilan memegang peranan yang sangat besar.
4) Pendapatan lebih besar dari biaya.
b) Saran
Dalam beternak itik perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
-Letak tempat peternakan itik.
-Bibit harus benar-benar bagus.
-Kebersihan harus dijaga supaya terhindar dari penyakit.

c) Daftar Pustaka
https://ilmupengetahuanpeternakan.blogspot.com/2016/12/budidaya-bebek-
petelur-lokal.html
http://budidayanews.blogspot.com/2011/01/budidaya-ternak-bebek-petelur.html
https://www.beternak.net/usaha-ternak-bebek-petelur/
http://caraternak-bebekpetelur.blogspot.com/2016/01/6-jenis-bebek-petelur-
ungulan-terbaiik.html
http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-bebek-itik/

Anda mungkin juga menyukai