Anda di halaman 1dari 1

FAKTOR PSIKIS YANG MEMPENGARUHI PROSES PERSALINAN

Setiap proses biologis dari fungsi keibuan dan reproduksi yaitu sejak turunnya bibit ke dalam
rahim sampai saat melahirkan bayi senantiasa dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh psikis tertentu.
Maka ada:
- Interdependensi faktor psikis dan faktor fisik
- Jadi pada fungsi reproduksi yang sifatnya biologis itu selal dimuati pula oleh elemen-elemen
psikis.
Dengan demikian segenap perkembangan psikis dan pengala an emosional di masa silam dari
wanita yang bersangkutan ik berperan dalam kegiatan mempengaruhi mudah atau sukarn proses
melahirkan.

Sangat menarik hati jika kita bisa mendapatkan wawa tentang reaksi-reaksi psikis dari wanita
yang sedang melahirkan sa bayinya secara spontan. Yaitu memperhatikan: Pengalaman femin
kebahagiaan, kepedihan/kesakitan yang paling memuncak da paling mengesankan dalam
hidupnya, terutama pada saat kelahir in, bayi pertamanya.

Secara umum, gangguan psikis ini disebabkan beberapa fakto yaitu

A. Perubahan hormon Perlu diketahui, ketika mengandung bahkan setelah melahirkan terjadi
"fluktuasi" hormonal dalam tubuh. Hal inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya gangguan
psikologis pada ibu yang baru melahirkan. Kurangnya persiapan mental
B. Kurangnya perisapan mental
Yang dimaksud di sini adalah kondisi psikis atau mental yang kurang dalam menghadapi berbagai
kemungkinan seputar peran ganda merawat bayi, pasangan, dan diri sendiri. Terutama hal-hal baru
dan "luar biasa" yang bakal dialami setelah melahirkan. Ini tentunya dapat menimbulkan masalah.
Penderitaan fisik dan beban jasmaniah selama berminggu minggu terakhir masa kehamilan itu
menimbulkan banyak gangguan psikis dan pada akhirnya mereganggkan jalinan hubungan ibu dan
anak yang semula tunggal dan harmonis Maka beban inilah yang menjadi latar belakang dari
impuls- impuls emosional yang diwarnai oleh sika permusuhan terhadap bayinya. Lalu ibu
tersebut mengharapkan jika bayi yang dikandungnya untuk segera dikeluarkan dari rahimnya

C. Keinginan narsistis
Keinginan yang narsistis ini cenderung menolak kelahiran bayinya, dan ingin mempertahankan
bayinya selama mungkin di dalam kandungan. Peristiwa ini di sebabkan oleh :
Fantasi tentang calon bayinya yang akan menjadi objek kasih sayang.
- Beban fisik oleh semakin membesarnya bayi dalam kandungan.

Kedua peristiwa itu menimbulkan Kecenderung kuat untuk cepat-cepat "melemparkan sang bayi
keluar" dari kandungan.