Anda di halaman 1dari 8

Mata Pelajaran : Matematika

Materi : Program Linear


Sub Materi : Pertidaksamaan Linear Dua Variabel
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tahun Ajaran : 2018/2019

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar Indikator Pencapain Kompetensi


3.2 Menjelaskan program linear dua variabel 3.2.1 Menjelaskan konsep pertidaksamaan
dan metode penyelesaiannya dengan linear dua variable
menggunakan masalah kontekstual 3.2.2 Menentukan penyelesaian suatu
pertidaksamaan linear dua variable

Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan konsep pertidaksamaan linear dua
variabel
2. Siswa dapat menjelaskan konsep sistem pertidaksamaan
linear dua variabel
3. Siswa dapat membedakan pertidaksamaan linear dua variabel
dengan sistem pertidaksamaan linear dua variabel
4. Siswa dapat menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan
linear dua variable

Petunjuk Penggunaan :

1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang untuk mengerjakan


LKS ini.
2. Berdoalah sebelum mengerjakan.
3. Selesaikanlah kegiatan-kegiatan pada LKS ini sesuai petunjuk

Kelompok :
Anggota :

1. 4.
2. 5.
3.
PENDAHULUAN

Aljabar adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dari bidang
aritmatika. Aljabar berasal dari Bahasa Arab "al-jabr" yang berarti "pertemuan", "hubungan" atau bisa
juga "penyelesaian". Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar
dalam sebuah bidang.
Menurut catatan sejarah yang ada, penggunaan aljabar sudah dikenal sejak ribuan tahun
yang lalu. Aljabar telah dipergunakan oleh matematikawan pada sekitar 3500 tahun yang lalu pada
peradaban Mesopotamia. Awal mula dikenalnya nama Aljabar adalah ketika al-Khawarizmi
menuliskannya di dalam buku karangannya yang berjudul The Compendious Book on Calculation by
Completion and Balancing. Kemudian istilah tersebut menyebar setelah karya tersebut diterjemahkan
ke berbagai bahasa Eropa oleh muridnya yang bernama Omar Khayyam. Sejak saat itulah
perkembangan ilmu aljabar terus dipelajari dan terus disempurnakan sampai pada saat sekarang ini.
Ada beberapa unsur yang membentuk aljabar, seperti dapat didefinisikan sebagai berikut:
1) Variabel
Variabel dapat diartikan sebagai lambang atau simbol yang digunakan untuk mewakili suatu
bilangan yang nilainya belum diketahui dengan jelas. Variabel sering juga disebut sebagai
peubah. Variabel biasa disimbolkan dengan huruf kecil a, b, c, d, e, f, g, …, z. Sebagai contoh,
pada persamaan (3x + 14 y) variabelnya adalah x dan y.
2) Suku
Suku merupakan nilai yang menyusun sebuah bentuk aljabar baik berupa variabel dengan
koefisiennya dan juga konstanta. Berikut adalah penjelasan macam-macam suku aljabar: Suku
Satu merupakan bentuk aljabar yang tidak memiliki tanda operasi hitung atau selisih.
Contohnya: 2x, 4c2, 3xy
Suku Dua merupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya satu tanda operasi hitung
atau selisih. Contohnya: x + y, 2a + 3c, 4×2 – y2
Suku TigaMerupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya dua tanda operasi hitung
atau selisih. Contohnya: 3x – 4y + z, 2a2 + 3b + c
3) Konstanta
Konstanta adalah suku aljabar yang bentuknya berupa sebuah bilangan yang bediri sendiri
tanpa diikuti variabel. Sebagai contoh pada persamaan (3×2 + 4y – z + 12) maka konstantanya
adalah 12.
Tanpa disadari, kita sering menggunakan perhitungan aljabar dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak manfaat yang dapat diambil. Kita bisa dengan cepat menyelesasikan masalah persamaan
dan pertidaksamaan linear satu variabel, masalah aritmetika sosial, bahkan kita juga bisa
menggunakan perbandingan untuk menyelesaikan suatu masalah

Coba perhatikan gambar di atas. Aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang pada gambar di
atas banyak sekali, ada yang melakukan aktifitas jual-beli menggunakan uang. Dengan cepat
mereka bisa menghitung keuntungan ataupun kerugian yang mereka dapat. Selain contoh di atas kita
juga bisa mengambil contoh lainnya. Misalnya saja ada seorang developer yang ingin membeli tanah
untuk membangun perumahan, developer itu bisa memperkirakan berapa luas tanah yang harus
dibeli, dan berapa jumlah rumah yang harus dibangun supaya bisa mendapat keuntungan
Kejadian-kejadian seperti itu dapat kita perhitungkan dengan menerapkan aljabar. Materi-
materi yang bisa diterapkan yaitu tentang PLSV dan PtLSV dalam menentukan model matematika
dari masalah yang mau kita cari pemecahan masalahnya, kemudian tinggal ditentukan
penyelesaiannya
KEGIATAN 1
Cerita Pertama

Kasus
Lahan parkir yang ada mampu menampung maksimal
100 kendaraan yang terdiri dari mobil dan bus. Dengan
kata lain, banyaknya kendaraan yang dapat ditampung
yaitu kurang dari 100 atau sama dengan 100
Buatlah model PtLSV nya?

Jawaban :

Cerita Kedua

Seorang pedagang buah ingin menjual apel dan salak. Jika harga beli apel Rp25.000,00
dan salak Rp10.000,00 setiap kg serta pedagang tersebut hanya memiliki modal
Rp1.000.000,00. Juga diketahui bahwa tempat berdagang buahnya hanya mampu
menampung tidak lebih 80 kg buah. Tuliskan permasalahan di atas dalam pertidaksamaan
jika apel = x dan salak = y !

Jawaban :
Berdasarkan kedua cerita tersebut, apa yang dapat kalian simpulkan tentang konsep
pertidaksamaan dan sistem pertidaksamaan dua variabel?”

KEGIATAN 2
Cerita

Seorang pedagang buah ingin menjual apel dan salak. Jika


harga beli apel Rp25.000,00 dan salak Rp10.000,00 setiap
kg serta pedagang tersebut hanya memiliki modal
Rp1.000.000,00. Tuliskan permasalahan di atas dalam
pertidaksamaan jika apel = x dan salak = y !

1. Berdasarkan pada kegiatan 1


Jika apel = x
salak = y
Maka didapat pertidaksaman : ……………………

2. Kemudian gambarlah grafik pertidaksamaan tersebut sehingga dapat menentukan


daerah penyelesaiannya
Langkah-langkah menggambar grafik :

a. Menentukan titik potong garis

1) Titik potong sb x  y = 0, maka y = ……

Sehingga titik potong sb x adalah ( … , … )

2) Titik potong sb y  x = 0, maka y = ……

Sehingga titik potong sb y adalah ( … , … )


b. Gambarlah garisnya

c. Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan tersebut


Titik uji :

1) Ambil sembarang titik P(x1,y1) yang terletak di luar garis ax + by = c


2) Substitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan
a) Jika benar (memenuhi) maka daerah penyelesaiannya merupakan daerah yang
terdapat titik tersebut, lalu arsirlah.
b) Jika salah (tidak memenuhi) maka daerah penyelesaiannya yang tidak terdapat titik
tersebut., lalu arsirlah
KESIMPULAN

Langkah-langkah dalam menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan lnear dua


variabel adalah sebagai berikut :

SOAL
Tentukan daerah penyelesaian dari :

1. 2x  y  6

2. -2x + 5y  10
Kesimpulan Akhir

Pertidasamaan Linear dua variabel adalah ………………………………………………………………………………..

Bentuk pertidaksamann Linear Dua Variabel yaitu :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Langkah-langkah dalam menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan lnear dua


variabel adalah sebagai berikut :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Anda mungkin juga menyukai