Anda di halaman 1dari 77

Analisis Isu Kontemporer

Diklat Latsar CPNS Gelombang 2 Tahun 2018


Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN
BIODATA
Nama : Ir. Hadi Arnowo, MAppSc
NIP : 19651312 199003 1 002
Pengalaman Tugas :
• Provinsi Lampung : 1990 – 2002
• Provinsi Jawa Barat : 2003 – 2006
• BPN Pusat : 2006 – 2011
• Provinsi Kalimantan Barat : 2011 – 2014
• Widyaiswara Agustus 2014 - ....

Alamat email : h_arnowo@yahoo.com


No. HP : 0852 9400 8662
HASIL BELAJAR
Setelah mengikuti pembelajaran ini, Peserta
Pelatihan Dasar Calon PNS dapat :

1. Memahami konsepsi perubahan lingkungan


strategis;
2. Memahami wawasan strategis PNS; dan
3. Mampu berpikir kritis dalam menghadapi
prubahan lingkungan strategis dalam
menjalankan tugas jabatan sebagai
pelayanan masyarakat.
INDIKATOR HASIL BELAJAR
Setelah mengikuti pembelajaran ini, Peserta
dapat:

1. Menjelaskan konsepsi perubahan


lingkungan strategis;
2. Mengidentifikasi isu-isu strategis
kontemporer ;
3. Menerapkan teknik analisis isu-isu dengan
menggunakan kemampuan berpikiran
kritis.
Isu
”Sebuah masalah yang belum terpecahkan
yang siap diambil keputusannya. Isu
merepresentasikan suatu kesenjangan antara
praktik korporat dengan harapan-harapan
para stakeholder”.

“Isu adalah suatu hal yang terjadi baik di


dalam maupun di luar organisasi yang apabila
tidak ditangani secara baik akan memberikan
efek negatif terhadap organisasi dan
berlanjut pada tahap krisis.
Barry Jones & Chase
Kontemporer

“Sesuatu hal yang modern yang


eksis dan terjadi dan masih
berlangsung sampai sekarang atau
segala hal yang berkaitan dengan
saat ini”.
PERUBAHAN LINGKUNGAN
STRATEGIS

• PERUBAHAN
sesuatu yang tidak bisa dihindari dan
menjadi bagian dari perjalanan peradaban
manusia.

“PERUBAHAN ITU MUTLAK DAN KITA


AKAN JAUH TERTINGGAL JIKA TIDAK
SEGERA MENYADARI DAN BERPERAN
SERTA DALAM PERUBAHAN TERSEBUT”
1.DUNIA BERKEMBANG DG PESAT KRN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

2.PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA


CENDERUNG MENURUN

3.HARAPAN 20 TH KEDEPAN INDONESIA


SEPULUH BESAR DUNIA ???????
KELANGKAAN ENERGI

KELANGKAAN
GLOBAL WARMING PANGAN & AIR
KELANGKAAN
PANGAN & AIR 9
PETA KONFLIK DUNIA 2013

Libya Mesir
Iran
1.250.000 600.000 Irak 3.200.000
barrel per hari barrel per hari 3.200.000 barrel per hari
barrel per hari
Algeria
1.500.000 Pakistan
barrel per hari 70.000
barrel per hari
Ukraina
Kuwait
10.000.000
3.200.000
barrel per hari
barrel per hari

Nigeria
2.400.000
barrel per hari Suriah
Kolombia 153.000
200.000 Kongo Sudan barrel per hari
barrel per hari 2.000.000 200.000
barrel per hari barrel per hari
10
Sumber: http://migasreview.com/
SISA CADANGAN
MINYAK DUNIA
TINGGAL 52 TAHUN (2065)*
• British Petroleum, 2011,
• BP Stastistical Review of World Energy June 2013, Pureprint Group Ltd., UK.
1 British Petroleum, BP Stastistical Review of World Energy June 2013, Pureprint Group Ltd., UK.
2 British Petroleum, BP Energy Outlook 2035 Fact Sheet, http://www.bp.com/energyoutlook
14,5 M
2056

12,6 M
2045

11,6 M
2039

8M
2017

7,2 M
2013 13
TEORI MALTHUS 1798

3Malthus, 15
T.R., An Essay on the Principle of Population, London, 1798
9M
PERTUMBUHAN 2023

PENDUDUK 7M

DUNIA4 2017

6M
1999

DALAM 6 5M

TAHUN
BERTAMBAH 1 4M
1987

MILIAR 3M
1975

1960
2M
1M 1930
1800
4Smith, L.C., The World in 2050, Four Forces Shaping Civilization’s Northern Future, London, Penguin Books Ltd., 2011 16
9M
2023

7M
2017

6M
1999

5M
1987

4M
1975
3M
POPULASI 2M
1960

1M 1930
1800
4 THEForces
Smith, L.C., The World in 2050, Four WORLD INCivilization’s
Shaping 2050, LAURENCE C. SMITH
Northern Future, London, Penguin Books Ltd., 2011
17
18 18
* Current Population is Three Times the Sustainable Level, http://www.worldpopulationbalance.org
2043 : PREDIKSI 12,3 MILIAR
PENDUDUK DUNIA
CANADA

9,8 MILIAR JIWA DI DAERAH NON


USA
ARAB SAUDI,
RUSIA

YAMAN, OMAN,
KAZAHKSTAN
EKUATOR UNI EROPA

MAROKO, MALI,
KUWAIT, IRAK,
YORDANIA, IRAN,
TURKI, YUNANI PAKISTAN
MONGOLIA

CHINA
JEPANG

ALGERIA, NIGERIA,
KORUT,
LIBYA, MESIR, KORSEL
SOMALIA, ETIOPIA,
ALJASAIR, LIBERIA KENYA, TANZANIA

2,5 MILIAR JIWA DI DAERAH


NAMIBIA, BOSWANA,
EKUATOR ZIMBABWE, AFRIKA
SELATAN,
MADAGASKAR,
CHILI AUSTRALIA

MENCARI PANGAN, AIR & ENERGI SELANDIA


BARU

DI DAERAH EKUATOR 19
KOLOMBIA, MEKSIKO, REP. KONGO, INDONESIA, VIETNAM,
VENEZUELA, GUATEMALA, KONGO, GHANA, KAMBOJA, LAOS,
BRASIL, GUYANA, KHAD, ANGOLA, MYANMAR, MALAYSIA,
NIKARAGUA, PANAMA, KAMERUN, FILIPINA, THAILAND,
BOLIVIA, EKUADOR PANTAI GADING, PAPUA NUGINI
NIGERIA, LIBERIA

MEMILIKI POTENSI VEGETASI (COCOK TANAM)

SEPANJANG TAHUN 20
TEMPAT KONFLIK PANGAN AIR DAN ENERGI
BERGESER KE DAERAH EKUATOR

21
22
23
LUAS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
7,9 JUTA HEKTAR

PENYUMBANG DEVISA NEGARA


TERBESAR KEDUA SETELAH MIGAS
USD 14,1 MILIAR (RP 160,7 T)
25
Peningkatan jumlah middle class
Indonesia telah menyalip Malaysia
sebagai negara pengekspor minyak
sawit terbesar di dunia sejak 2012*

Sumber: Stott, D., 2014, Indonesia’s Elections of 2014: Democratic Consolidation or Reversal?, 26
The Asia-Pacific Journal, Volume12, Jilid 10, No. 2.
40 JUTA TON CPO PER TAHUN
FOKUS UNTUK ENERGI HAYATI (BIOFUEL)
MENGURANGI EMISI KARBON 62%

INDONESIA MENJADI NEGARA PRODUSEN


BIOFUEL TERBESAR DI DUNIA

27
KEKAYAAN ALAM NON HAYATI

28
CADANGAN GAS ALAM 153,45 TCF
(TRILLION CUBIC FEET)

CADANGAN BATUBARA 136


MILIAR TON

29
30
INDONESIA
REKLAMASI PANTAI KEARAH INDONESIA
DAN PENOLAKAN NAMA KRI USMAN-
HARUN
PENYADAPAN TELEPON
PEJABAT NEGARA
KONFLIK SIPADAN-
LIGITAN DAN BLOK
AMBALAT

Dikepung oleh Five Power Defence Arrangement (FPDA), yaitu


perjanjian kerjasama pertahanan negara-negara
persemakmuran Inggris 31
32
BRGESER DARI PERANG
ENERGI

MENJADI PERANG PANGAN, AIR DAN


ENERGI (BIO ENERGI)
DISEKITAR KHATULISTIWA 33
PERANG KONVENSIONAL

PERANG NON KONVENSIONAL

SAAT INI ANCAMAN NYATA INDONESIA BUKAN LAGI PERANG


KONVENSIONAL, MELALUI INVASI KUAT MILITER NEGARA ASING . PERANG
SAAT INI MERUPAKAN PERANG NON KONVENSIONAL YANG MENYERANG
SELURUH ASPEK KEHIDUPAN ( IPOLEKSOSBUD, ILPENG,
TEKNOLOGI DAN INFORMASI)

34
PERANG DIMANA
SALAH SATU PIHAK
M’GUNAKAN PIHAK
KETIGA ATAU
KELOMPOK LAIN
UTK BERPERANG
MELALUI BERBAGAI
ASPEK (IPOLEKSOSBUD)
DAN ASPEK LAINYA
35 35
TIDAK BISA TERLIHAT SIAPA
LAWAN ATAU KAWAN
Dilakukan NON STATE ACTOR Tapi
dikendalikan oleh state

36
37 37
GREATER
SUNRISE

38 38
* Cleary, P., 2007, Shakedown: Australia’s Grab for Timor Oil, Allen & Unwin Publishing, Australia.
39
15.000 jiwa meninggal tiap tahun
2015 diperkirakan 5,1 juta penduduk menyalahgunakan
narkoba
Diskotek Stadium Mei 2014:
45.000 pil ekstasi, 600 gr sabu & 55 pil Happy Five
Polda Sumut 15 September 2014:
25 Kg sabu dan 30.000 pil ekstasi
selundupan dari Malaysia

GENERASI YANG TIDAK BERKUALITAS


LOST GENERATION 40 40
Diskusi Kelompok
1. Carilah contoh kondisi
“Persatuan dan kesatuan di
lingkungan masyarakat”.
2. Diskusikan dalam kelompok
(per_meja) Saudara.
43 43
INDONESIA

44 44
www.phylopop.com
Gambaran Jenis
dan Dampak
Korupsi seperti
membuat
sebuah komik
Bacalah Semua tujuan anda, tujuan organisasi, tujuan nasional
tulisan ini : hanya akan menjadi mimpi belaka selama korupsi masih
menyertai dalam setiap proses pencapaiannya.
48
49
Peran dan fungsi PEGAWAI ASN
# Iron Stock
Pegawai ASN itu harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di
pemerintahan nantinya, yang berarti Pegawai ASN akan menjadi generasi penerus
untuk memimpin bangsa ini nantinya.

# Agent Of Change
dituntut untuk menjadi agen perubahan. Disini maksudnya, jika ada sesuatu yang
terjadi di lingkungan sekitar dan itu ternyata salah, Pegawai ASN dituntut untuk
merubahnya sesuai dengan harapan yang sesungguhnya.

# Social Control
harus mampu mengontrol sosial yang ada di lingkungan sekitar (lingkungan masyarakat). Jadi…
selain pintar di bidang akademis, Pegawai ASN harus pintar juga dalam bersosialisasi dengan
lingkungan.

#Moral Force
diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang sudah ada. Jika di lingkungan sekitarnya terjadi
hal-hal yang tak bermoral, maka Pegawai ASN dituntut untuk merubah serta meluruskan
kembali sesuai dengan apa yang diharapkan.
Issue Scan
• Media scanning, yaitu penelusuran sumber-sumber informasi isu dari media
seperti surat kabar, majalah, publikasi, jurnal profesional dan media lainnya
yang dapat diakses publik secara luas.
• Existing data, yaitu dengan menelusuri survei, polling atau dokumen resmi
dari lembaga resmi terkait dengan isu yang sedang dianalisis.
• Knowledgeable others, seperti profesional, pejabat pemerintah, trendsetter,
pemimpin opini dan sebagainya
• Public and private organizations, seperti komisi independen, masjid atau
gereja, institusi bisnis dan sebagainya yang terkait dengan isu-isu tertentu
• Public at large, yaitu masyarakat luas yang menyadari akan satu isu dan secara
langsung atau tidak langsung terdampak dengan keberadaan isu tersebut.
KEMAMPUAN MENETAPKAN ISU

# Enviromental Scanning
peduli terhadap masalah dalam organisasi dan mampu memetakan
hubungan kausalitas.

# Problem Solving
mampu mengembangkan dan memilih alternatif, dan mampu
memetakan aktor terkait dan perannya masing-masing.

# Analysis
mampu berpikir konseptual (mengkaitkan dengan substansi Mata
Pelatihan), mampu mengidentifikasi implikasi / dampak / manfaat dari
sebuah pilihan kebijakan / program / kegiatan/ tahapan kegiatan.
PENILAIAN KUALITAS ISU
Kriteria isu :
1.Aktual
Benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat.
2. Kekhalayakan
Isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik
Isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan segera
solusinya.
4.Kelayakan
Isu yang masuk akal dan realistis serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.
PENILAIAN KUALITAS ISU

Teknik analisis yang digunakan :


URGENCY
Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis
dan ditindaklanjuti.
SERIOUSNESS
Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan.
GROWTH
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak ditangani sebagaiamana mestinya.

Setiap isu dinilai dengan memberikan skor antara 1-5.


1 = sangat tidak urgent
5 = sangat urgent.
Judul Isu Kontemporer :
Pemilihan Isu
No. Pokok Bahasan Identifikasi
Isu Isu USG (Urgent, Seriously, Total Isu
Growth) terpilih
(dari USG)
U S G
CONTOH PENGGUNAAN ALAT BANTU ANALISIS
ISU
Fishbone, langkah 1

• Menyepakati pernyataan masalah


• Grup menyepakati sebuah pernyataan masalah (problem statement) yang
diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam fishbone diagram
digambarkan seperti “kepala ikan”.
• Tuliskan masalah tersebut pada whiteboard atau flipchart di sebelah paling
kanan, misal: “Bahaya Radikalisasi”.
• Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut
dan buat panah horizontal panjang menuju ke arah kotak.
Fishbone, langkah 1
Fishbone, langkah 2

• Mengidentifikasi kategori-kategori
• Dari garis horisontal utama berwarna merah, buat garis diagonal yang
menjadi “cabang”. Setiap cabang mewakili “sebab utama” dari masalah yang
ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai “penyebab”, atau secara visual
dalam fishbone seperti “tulang ikan”.
• Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga
masuk akal dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:
• Kategori 6M yang biasa digunakan dalam industri manufaktur, yaitu machine (mesin
atau teknologi), method (metode atau proses), material (termasuk raw
material, konsumsi, dan informasi), man Power (tenaga kerja atau pekerjaan fisik)
/ mind Power (pekerjaan pikiran: kaizen, saran, dan
sebagainya),measurement (pengukuran atau inspeksi), dan milieu / Mother
Nature (lingkungan).
• Kategori 8P yang biasa digunakan dalam industri jasa, yaitu product (produk/jasa),
price (harga), place (tempat), promotion (promosi atau hiburan),people (orang),
process (proses), physical evidence (bukti fisik), dan productivity & quality (produktivitas
dan kualitas).
• Kategori 5S yang biasa digunakan dalam industri jasa, yaitu surroundings (lingkungan),
suppliers (pemasok), systems (sistem), skills (keterampilan), dan safety (keselamatan).
Fishbone, langkah 2
Fishbone, langkah 3

• Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming


• Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui
sesi brainstorming.
• Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama di mana sebab
tersebut harus ditempatkan dalam fishbone diagram, yaitu tentukan di
bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan, misal:
“Mengapa bahaya potensial? Penyebab: pendidikan agama tidak tuntas!”
Karena penyebabnya sistem, maka diletakkan di bawah “system”.
• Sebab-sebab tersebut diidentifikasi ditulis dengan garis horisontal sehingga
banyak “tulang” kecil keluar dari garis diagonal.
• Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang” lebih
kecil (sub-sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “Mengapa
pendidikan agama tidak tuntas? Jawab: karena tidak diwajibkan” (lihat
Gambar).
• Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan
dengan beberapa kategori.
Fishbone, langkah 3
Fishbone, langkah 4

• Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin


• Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua
sebab-sebab dan sub-subnya.
• Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan
merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.
• Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling
memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa ini sebabnya?”
• Pertanyaan “Mengapa?” akan membantu kita sampai pada sebab pokok dari
permasalahan teridentifikasi.
• Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau
sudah sampai ke situ sebab pokok telah terindentifikasi.
• Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkin pada fishbone diagram.
• Diskusikan pula bukti-bukti yang mendukung pemilihan sebab-sebab dan sub
sebabnya. Jika perlu bisa menggunakan matriks atau tabel untuk membantu
mengorganisasi ide.
• Fishbone diagram ini dapat diendapkan untuk beberapa waktu, sehingga memberi
kesempatan kepada siapapun yang membaca untuk menggulirkan ide atau
gagasan baru, sehingga merevisi ulang cara memetakan penyebabnya.
Analisis SWOT

• Strategi S-O (Strengths – Opportunities)


• Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang bersifat memanfaatkan
peluang dengan mendayagunakan kekuatan/kelebihan yang dimiliki. Strategi ini
dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
• Strategi W-O (Weaknesses – Opportunities)
• Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi
kelemahan. Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS
lebih kecil atau sama dengan 2.
• Strategi S-T (Strengths –Threats)
• Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau mendayagunakan kekuatan
untuk mengatasi ancaman. Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama
dengan 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
• Strategi W-T (Weaknesses –Threats)
• Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas kelemahan dan
ancaman yang dihadapi, atau usaha menghindari ancaman untuk mengatasi
kelemahan. Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan
skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2.
Analisis TOWS

• Strategi SO
• Strategi SO dipakai untuk menarik keuntungan dari peluang yang tersedia dalam lingkungan
eksternal.
• Strategi WO
• Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan
peluang dari lingkungan yang terdapat di luar. Setiap peluang yang tidak dapat dipenuhi
karena adanya kekurangan yang dimiliki, harus dicari jalan keluarnya dengan memanfaatkan
kekuatan-kekuatan lainnya yang tersedia.
• Strategi ST
• Strategi ST digunakan untuk menghindari, paling tidak memperkecil dampak negatif dari
ancaman atau tantangan yang akan datang dari luar. Jika ancaman tersebut tidak bisa diatasi
dengan kekuatan internal maupun kekuatan eksternal yang ada, maka perlu dicari jalan
keluarnya, agar ancaman tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang terlalu besar.
• Strategi WT
• Strategi WT adalah taktik mempertahankan kondisi yang diusahakan dengan memperkecil
kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal. Dengan kata lain, jika sekiranya
ancaman yang akan datang lebih kuat dari upaya pengembangan, maka hal yang perlu
dilakukan, adalah dengan menghentikan sementara usaha ekspansi pengembangan, dengan
menunggu ancaman eksternal yang datang menjadi hilang atau reda.
Tugas Kelompok
Cari dan Identifikasi Isu, topiknya
terkait ;
Kel 1 : Korupsi
Kel 2 : Narkoba
Kel 3 : Terorisme dan Radikalisme
Kel 4 : Money Laundry
Kel 5 : Proxy War
Kel 6 : Cyber Crime
Ke 7 : Hate Speech dan Hoax
Kel 8 : Human trafficking
68
68
2045
INDONESIA
KITA AKANATAU…?????
HARUS BISA…. HILANG
70
MENCERMATI KONDISI
LINGKUNGAN STRATEGIS SERTA
TUJUAN NASIONAL NKRI MAKA
DIBUTUHKAN PARA PEMIMPIN
NASIONAL YG MEMILIKI
INTEGRITAS YG TINGGI

DIKLAT KEPEMIMPINAN BID PEMDA


BAGI SEKRETARIS DPRD TH 2015
KOMITMEN & LOYALITAS

TANGGUNG JAWAB

DAPAT DIPERCAYA, JUJUR & SETIA

KONSISTEN

MENGUASAI & DISIPLIN DIRI

BERKUALITAS
10 KARAKTERISTIK INTEGRITAS
(Andrian Gostik & Dana Telford, The Integrity Advantage, 2003)

1. ANDA MENYADARI BHW HAL-HAL KECIL ITU PENTING


2. ANDA MENEMUKAN YANG BENAR – PUTIH (SAAT ORANG LAIN
HANYA MELIHAT WARNA ABU-ABU)
3. ANDA BERSEDIA MENGAMBIL BERTANGGUNG JAWAB
4. ANDA MENCIPTAKAN BUDAYA KEPERCAYAAN
5. ANDA MENEPATI JANJI
6. ANDA PEDULI TERHADAP KEBAIKAN YANG LEBIH BESAR
7. ANDA JUJUR NAMUN RENDAH HATI
8. ANDA BERTINDAK BAGAIKAN TENGAH DIAWASI
9. ANDA BEKERJA BERDASARKAN INTEGRITAS
10. ANDA KONSISTEN
PIMPINAN MASA DEPAN
(THE FUTURE LEADER)
1. JUJUR, DAPAT DIPERCAYA
2. BERSIH & BERTANGGUNG JAWAB (AKUNTABEL)
3. KOMPETEN & PROFESIONAL
4. MEMPUNYAI PANDANGAN YANG JAUH KE DEPAN (VISIONER)
5. INTEGRITAS : CERDAS & TULUS HATI
6. KOMITMEN
7. KONSISTEN
8. KOOPERATIF, KETERATURAN & KETERBUKAAN
9. BERPENAMPILAN, TEGAS & BERWIBAWA (EXPOSE)
10. MEMILIKI TRACK RECORD, CITRA, REPUTASI & KINERJA
YANG BAIK
BERSAMA MERAIH MIMPI…

BAGAIMANA UNTUK MERAIH


MIMPI?
75
GREAT
PRAYER
DO BY GREAT
HEART DREAMER

KEEP TARGET
LEARNING FOCUS

GREAT
OPTIMIST
NETWORKING

FLEXIBLE ACTION

76
SELAMAT BERJUANG
MERAIH MIMPI
KITA PASTI BISA !!!