Anda di halaman 1dari 11

KEGIATAN MANAJER KEPERAWATAN PADA

FUNGSI PENGARAHAN

Makalah Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan


Dosen: Rusana, M. Kep., Ns., Sp. Kep. An.

Disusun Oleh

1. Sugiarto Arif Budiman (108116038)


2. Hapsyah Nur Hayati (108116042)
3. Putri Septi Sari (108116046)
4. Vivi Nurafni Septiana (108116051)
5. Anis Isfatun Khoeriyyah (108116055)
6. Arizal Setyawan (108116057)
7. Desy Nur Annisa (108116059)
8. Icha Cahya Puspita (108116065)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “Kegiatan Manajer Keperawatan pada Fungsi
Pengarahan” ini, meskipun masih jauh dari kesempurnaan.
Tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk melengkapi salah satu
tugas pada mata kuliah Manajemen Keperawatan. Dalam kesempatan ini tak
lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaikan makalah ini.
Atas bantuan dan dorongannya, semoga mendapat balasan dari Allah
SWT, dan kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya
serta bagi pembaca pada umumnya.
Karena sifat keterbatasan yang dimiliki, maka saran dan kritik yang
membangun sangat kami harapkan, dan semoga makalah ini dapat menjadi titik
sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya di dunia
keperawatan.

Cilacap, 19 Maret 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar belakang .............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 1
C. Tujuan .......................................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 3
A. Pengertian pengarahan ................................................................................. 3
B. Kegiatan Manajer Keperawatan pada Fungsi Pengarahan ........................... 3
BAB III PENUTUP ............................................................................................... 6
Simpulan .............................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana di dalam manajemen tersebut
mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana
dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen juga diartikan sebagai suatu
organisasi bisnis yang memfokuskan pada produksi dan dalam banyak hal lain
untuk menghasilkan suatu keuntungan (Nursalam, 2003).
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan
mengokoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran
organisasi. Menurut Wijono (2000), mengartikan supervisi sebagai kegiatan
yang merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi,
mendorong, memperbaiki, memercayai, dan mengevalusi secara
berkesinambungan anggota secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan
keterbatasan yang di miliki anggota.
Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua
anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan
manajerial dan usaha-usaha organisasi. Organisasi yang tidak secara maksimal
menerapkan fungsi pengarahan, dapat mengakibatkan antara lain : karyawan
kurang disiplin, karyawan dalam bekerja tidak sesuai dengan standar operasional
prosedur yang telah ditetapkan, atau bahkan karyawan kurang bisa menghargai
peran dan fungsi pimpinan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan pengarahan?
2. Apa sajakah kegiatan manajer keperawatan pada fungsi pengarahan?

1
C. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari pengarahan
2. Mahasiswa dapat mengetahui kegiatan manajer keperawatan pada fungsi
pengarahan?

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian pengarahan
Pengarahan adalah fase kerja manajemen, dimana manajer berusaha
memotivasi, membina komunikasi, menangani konflik, kerja sama, dan
negosiasi (Marquis dan Huston, 2010). Pengarahan yang efektif akan
meningkatkan dukungan perawat untuk mencapai tujuan manajemen
keperawatan dan tujuan asuhan keperawatan (Swanburg, 2000).

B. Kegiatan Manajer Keperawatan pada Fungsi Pengarahan


Pengarahan akan mencapai tujuannya jika dikerjakan dengan baik.
Dauglas dalam Swansburg (2000) mengatakan bahwa ada dua belas aktivitas
teknis yang berhubungan dengan pengarahan pada manajemen, yaitu:
1. Merumuskan tujuan perawatan yang realistis untuk pelayanan keperawatan,
pasien dan perawat pelaksana
2. Memberikan prioritas utama untuk kebutuhan klien sehubungan dengan
tugas- tugas perawat pelaksana
3. Melaksanakan koordinasi untuk efisiensi pelayanan
4. Mengidentifikasi tanggung jawab dari perawat pelaksana. Identifikasi
tanggung jawab semua pekerjaan agar semua staf bekerja dengan benar dan
adil
5. Ciptakan budaya kerja yang aman dan suasana pendidikan berkelanjutan agar
selalu bekerja dengan keilmuan yang kokoh dan mutakhir
6. Memberikan perawatan yang berkesinambungan
7. Mempertimbangkan kebutuhan terhadap tugas-tugas dari perawat pelaksana
8. Memberikan kepemimpinan untuk perawat dalam hal pengajaran, konsultasi,
dan evaluasi
9. Mempercayai anggota. Timbulkan rasa percaya diri anggota yang tinggi,
dengan memberikan reward and punishment yang jelas dan tegas.
10. Menginterpretasikan protocol
11. Menjelaskan prosedur yang harus diikuti

3
12. Memberikan laporan/pengarahan yang ringkas dan jelas
13. Menggunakan proses kontrol manajemen. Gunakan manajemen kontrol yang
baik untuk mengkaji kualitas layanan secara teratur dan rutin
14. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan umum.
Suharsimi arikunto memberikan pengertian pengarahan sebagaipenjelasan,
petunjuk serta pertimbangan dan bimbingan terhadap para petugas yang terlibat,
baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan
dengan lancar. Kegiatan pengarahan dapat dilakukan dengan berbagai cara
antara lain dengan:
a. Melaksanakan orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukan individu atau
kelompok
b. Memberikan petunjuk umum dengan petunjuk khusus baik secara lisan
maupun tertulis,secara langsung ataupun tak langsung.
Muninjaya menyebut tujuan fungsi pengarahan ada lima yaitu :
1) Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
Komunikasi antara atasan dan bawahan berpotensi menjadi lebih
baik, efisiensi kerja dapat tercapai dengan kontribusi kepala ruang dalam
menggerakkan bawahannya, misalnya melalui supervisi tindakan
keperawatan yang dilakukan kepala ruang berdampak pada minimalnya
kesalahan tindakan yang pada akhirnya dapat menghemat bahan, alat dan
waktu dibandingkan jika terjadi kesalahan akibat dari tidak dilakukan
supervisi tindakan keperawatan oleh kepala ruang.
2) Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf
Supervisi, pendelegasian merupakan sebagian kegiatan terkait
dengan fungsi pengarahan. Kegiatan tersebut memberikan peluang bagi
bawahan untuk mengerjakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya
secara mandiri
3) Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
Pengarahan yang dilakukan kepala ruang ketika perawat melakukan
kesalahan, memberi motivasi saat motivasi menurun, memberi apresiasi
saat kinerja baik akan dapat meningkatkan rasa memiliki dan menyukai
pekerjaan

4
4) Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan
motivasi dan prestasi kerja staf
Pemimpin yang baik adalah yang mampu menciptakan suasana
lingkungan yang kondusif dan menciptakan hubungan interpersonal yang
harmonis, kepemimpinan yang adil merupakan kunci sukses dalam
memberikan motivasi kerja dan meningkatkan prestasi kerja perawat
pelaksana
5) Pengarahan bertujuan membuat organisasi berkembang lebih dinamis
Pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruang akan menjadikan hal
yang bermanfaat bagi semua perawat sehingga akan mempermudah
semua perawat untuk mengembangkan diri yang pada gilirannya akan
membuat organisasi berkembang lebih dinamis
Berikut ini beberapa kegiatan yang terkait dengan Fungsi Pengarahan :
a. Menerapkan teori keperawatan
b. Membuat dan menggunakan rencana strategis dan taktis dengan menerima
masukan dari staf keperawatan untuk memudahkan perencanaan operasional.
c. Memudahkan pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi.
d. Memfasilitasi dan mempertahankan sumber-sumber yang ada (SDM,
alat/fasilitas)
e. Menjaga atau mempertahankan moral yang baik.
f. Memfasilitasi dan memberikan program pelatihan atau pendidikan
berkelanjutan untuk mempertahankan kompetensi.
g. Menyediakan dan mempertahankan standar dalam bentuk kebijakan,
prosedur, peraturan dan regulasi.
h. Mengkoordinasikan disiplin dalam semua aspek kegiatan.
i. Memudahkan dan mempertahankan hubungan interpersonal.
j. Memberikan kesempatan untuk konseling.
k. Membangun dan mempertahankan kepercayaan dan kerja tim.
l. Mengatasi atau me-manage konflik.
m. Mengorganisir sumber daya manusia potensial sebagai aset organisasi.
n. Mendelegasikan wewenang.

5
BAB III

PENUTUP
Simpulan
Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial
dan usaha-usaha organisasi.

Melakukan kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau dan suka
bekerja dalam rangka menyelesaikan tugas. Penggerakan mempunyai arti dan
peranan yang sangat penting. Sebab diantara fungsi manajemen lainnya, maka
penggerakan merupakan fungsi secara langsung berhubungan dengan manusia
(pelaksana). Dengan ini fungsi penggerakan inilah, maka ketiga fungsi manajemen
yang lain baru efektif. Penggerakan adalah aktivitas pokok dalam manajemen yang
mendorong dan menjuruskan semua bawahan agar berkeinginan, bertujuan
bergerak untuk mencapai maksud-maksud yang telah ditentukan dan mereka
berkepentingan serta bersatu padu dengan rencana keperawatan.

6
DAFTAR PUSTAKA
Cushway, B. dan Lodge , D. (1999) Organisational behavior and design, perilaku
organisasi
dan desain organisasi, Jakarta : PT Elex Media Indonesia, Terjemahan
Dauglass ,L.A. (1984). The Effective Nurse Leader ang Manager, @ nd .ed. St. Louish :
The CV
Mosby Company
Departemen Kesehatan RI (2002) Standar tenaga keperawatan di Rumah sakit, Jakarta,
Departemen Kesehatan RI
Sitorus, Ratna. (2006) Model Praktek Keperawatan Profesional, Edisi pertama, Jakarta ,
EGC
-------------------(2006) Model Praktek Keperawatan Profesional, Panduan
Implementasi , Edisi pertama, Jakarta , EGC
Swansberg,RC & Swansberg RJ ( 1999) Introductory manajemen and leadership for
nurses:
an interactive text, Second edition., Boston : Jones and Bartlett Publishers.
Tappen GR (2001) Nursing Leadership and Management Consep and Practice , 4 th ed,
FA
Davis, Philadelphia : WB Saunders.
Thoha. M (2008) Perilaku organisasi: Konsep dasar dan aplikasinya. Cetakan ke18 ,
Jakarta :
PT Raja Grafindo Persada
Gillies, D.A. (1994) Nursing management a system approach, Philadelphia : W.B
Sounders
Company
Mariono, (2001). Materi kuliah ketenagaan, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia Jakarta
Dauglass (1992) , The Effective Nurse : Leader and manager, 4th, St Louish : Mosby
years
Book.
Fik- UI dan RSUP CiptpMangunkusumo, (2000), Semiloka : Model Praktek Keperawatan
Profesional II, Jakarta 12 -14 Juli 2000.
Gillies, (1994) Nursing Management a System Approach, Philadelphia : WB Saunders
Kron and Gray, (1987), The Management of Patient Care : Putting Leadership
Skill to Work, 6th, Philadelphia: WB Saunders.

7
Dexter, Akbar. 2012. Fungsi Pengarahan dalam Management.
https://www.scribd.com/doc/96274382/Fungsi-Pengarahan-Dalam-Manajemen
Swamburg, Russel C. 2000. Pengantar kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Jakarta : EGC
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39138/4/Chapter%20ll.pdf
diakses tanggal 15 Maret 2019