Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya dengan sumber alamnya antara
lain : minyak, gas bumi, batu bara, dan sumber alam lainnya, dimana dari sumber daya
alam tersebut dapat dihasilkan berupa produk – produk atau bahan kimia yang banyak
digunakan sebagai bahan bakar, namun sumber alam ini tidak dapat diperbaharui.
Dengan demikian, jumlah sumber daya alam ini semakin lama akan berkurang, karena
itu pada saat ini banyak sekali penelitian – penelitian yang dilakukan dengan
menggunakan tumbuhan dan lain – lain yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif,
bahan yang digunakan untuk keperluan farmasi ataupun kosmetik.
Sebagai negara tropis, Indonesia menghasilkan tanaman – tanaman penghasil
minyak nabati yang terpenting dan merupakan bahan baku industri adalah kelapa sawit.
Kelapa sawit berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu bahan bakar diesel
atau produk biodiesel.
Penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi polusi tanah serta melindungi
kelestarian perairan sumber air minum, kelebihan ini ditunjang oleh sifat biodiesel yang
dapat teroksigenasi relatif sempurna atau terbakar habis, non toksik, dan dapat terurai
secara alami (biodegradable), disamping itu produksi gas hasil pembakarannya yakni
karbon dioksida (CO2) dapat dimanfaatkan kembali oleh tumbuhan.
Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan kualitas udara lokal dengan
mereduksi emisi gas berbahaya, seperti karbon monooksida (CO), ozon (O3), nitrogen
oksida (NOX), sulfur dioksida (SO2) dan hidrokarbon relatif lainnya, serta asap dan
partikel yang dapat terhirup.
Sumber biomass, terutama sekali minyak nabati sudah menarik banyak perhatian
sebagai suatu sumber energi alternatif karena dapat diperbaharui, banyak tersedia dan
sudah terbukti menjadi bahan bakar yang bersih. Biodiesel bebas dari senyawa sulfur
aromatik.
METODE PELAKSANAAN

Berikut merupakan metode metode pembuatan biodiesel dari minyak CPO secara
sederhana. Adapun beberapa aspek yang diperlukan adalah sebagai berikut:

1. Alat

• Gelas piala

• Pipet tetes

• Gelas ukur

• Tungku pemanas

2. Bahan

• Minyak CPO 100 ml

• Metanol 25 ml

• NaOH 1,2 ml

• Air

3. Prosedur kerja

• Panaskan minyak CPO 100 ml ditambah 25 ml metanol dan 1,2 ml NaOH


dalam gelas piala pada tungku pemanas sampai suhu 60 – 80’C selama 30
menit

• Panaskan juga air dalam gelas piala pada tungku pemanas lainnya sampai suhu
65’ C

• Setelah 30 menit dipanaskan, lakukan pencucian FAME dengan cara


mencampurkan air hangat 65’C sebanyak 25 ml – 50 ml sampai larutan
berwarna jernih

• Panaskan selama 5 menit dengan tungku pemanas, lalu angkat dan diamkan,
sehingga larutan terlihat 2 lapisan
• Pisahkan lapisan atas dengan lapisan bawah dengan pipet tetes. Lapisan
bagian atas merupakan FAME kotor dan trigliserida,dan lapisan bawah
merupakan metanol dan gliserol

• Lapisan atas yang sudah dipisahkan kemudian dicampur dengan air hangat 65’
C setengah dari volume (50 ml), kemudian panaskan sampai volume awal (50
ml) dengan suhu 80’C (selama 1 - 1,5 jam).

• Setelah kelihatan jernih, maka larutan tersebut telah dapat dikatakan sebagai
biodiesel

KOMENTAR

Biodiesel merupakan zat asam yang mengandung gemuk methyl ester. Methyl
ester adalah salah satu jenis ester yang mempunyai rumus senyawa RCOOCH3.
Biodiesel diperoleh dengan mereaksikan secara kimiawi alkohol dengan minyak
tumbuhan, menggunakan NaOH atau KOH sebagai katalis. Proses paling umum dalam
memproduksi biodiesel dari minyak tumbuhan adalah transesterifikasi fatty acid
glycerol esters menjadi methyl ester dengan menggunakan salah satu katalis.
Biodiesel dihasilkan melalui proses pemecahan molekul trigliserida yaitu dengan
melepaskan 3 buah gugus asam lemak terdiri dari tulang punggung trigleserida
tersebut .pemecahan terjadi karena bantuan metanol dan katalisator.
Biodiesel harus disimpan di dalam lingkungan yang tidak terkena matahari secara
langsung, bersih dan kering. Kebanyakan bahan bakar saat ini digunakan sebelum enam
bulan penyimpanan, sedangkan biodiesel masih bisa digunakan setelah enam bulan
disimpan, bahkan biodiesel masih dapat digunakan lagi dalam waktu lebih dari enam
bulan, tetapi hal ini tergantung dari komposisi bahan bakar.
Melihat sumber daya energi baru, seperti biodiesel menjadi arti penting pada
tahun sekarang ini. Biodiesel yang terbuat dari minyak sawit digunakan sebagai
pengganti untuk petroleum-based diesel, karena biodiesel adalah sumber daya energi
yang dapat diperbaharui dan sumber energi yang ramah energi. Biodiesel atau methyl
ester dengan rumus bangunnya RCOOCH3 merupakan senyawa alkyl ester, yang
mempunyai sifat fisiknya berbentuk cairan pada suhu kamar dan berwarna kuning.
Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan kualitas udara lokal dengan
mereduksi emisi gas berbahaya, seperti karbon monooksida (CO), ozon (O3), nitrogen
oksida (NOX), sulfur dioksida (SO2) dan hidrokarbon relatif lainnya, serta asap dan
partikel yang dapat terhirup.
LAPORAN LABORATORIUM
PEMBUATAN BIODIESEL

MENDRA KURNIAWAN
0811123007

JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN


PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERKEBUNAN
POLYTECHNIC AGRYCULTURE OF ANDALAS UNIVERSITY
2010