Anda di halaman 1dari 14

PEMBUATAN PREPARAT ALGA

LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Mikroteknik Tumbuhan
yang diampu oleh Drs. Sulisetijono, M.Si
dan Dra. Nursasi Handayani, M.Si

Oleh
NUR AZIZAH
100342400923

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
Mei 2013
PEMBUATAN PREPARAT ALGA

A. Tujuan pembuatan preparat


Tujuan kegiatan pembuatan preparat alga ini ialah:
1. Membuat preparat alga hijau utuh benuk filamen dengan glycerin jelly
2. Mendeterminasi bentuk kloroplas alga pada preparat yang dihasilkan
3. Mendeterminasi nama alga preparat yang dihasilkan
4. Mempelajari struktur talus alga pada preparat yang dihasilkan

B. Latar belakang
Alga ditinjau dari jumlah sel penyusun tubuhnya dapat digologkan
menjadi alga uniselular dan alga yang membentuk koloni. Alga yang membentuk
koloni beragam bentuk koloninya. Koloni alga ada yang berbentuk bola, bentuk
lempeng, dan ada pula yang berbentuk filamen atau benang.
Alga ditinjau dari pigmen yang dominan dalam selnya menimbulkan
penggolongan alga menjadi alga biru, alga coklat, alga pirang, dan alga hijau.
Kloroplas pada alga hijau beragam bentuknya, misalnya ada kloroplas yang
berbentuk mangkuk, bentuk sabuk, bentuk jala, dan bentuk spiral.
Pembuatan preparat utuh (whole mount) biasanya dilakukan untuk spora,
polen, dan tumbuhan bertalus. Dalam kegiatan pembuatan preparat alga ini akan
dilakukan pembuatan alga hijau yang berbentuk filamen. Preparat alga ada yang
berupa preparat sementara dan ada pula yang berupa preparat permanen.

C. Dasar teori
Alga hijau air tawar dapat ditemukan di kolam, parit, dan sungai yang
aliran airnya tidak deras. Alga hijau air tawar ada yang hidup bebas, tetapi ada
pula yang menempel pada substrat. Permukaan air kolam yang berbuih dan
nampak ada benang-benang berwarna hijau atau coklat kehijauan dapat diduga di
sana dapat ditemukan alga hijau bentuk benang.
Tubuh alga hijau ada yang bersifat uniselular dan ada pula yang tersusun
dari sel-sel yang membangun koloni. Alga hijau bentuk filamen mempunyai
kloroplas dalam sel-sel penyusunnya. Kloroplas mempunyai bentuk yang
beragam, kloropla bentuk spiral terdapat pada Spirogyra, bentuk jala misalnya
terdapat pada Cladophora, bentuk sabuk misalnya terdapat pada Ullothrix.
Spirogyra dapat berkembang biak melalui konjugasi. Biasanya Spirogyra
yang berada di lingkungan dengan kondisi kering melakukan konjugasi, Spirogyra
yang mengalami konjugasi pada pengamatan langsung di alam nampak sebagai
benang-benang berwarna pirang kecoklatan.
Dalam sel penyusun pita /benang alga hijau dapat ditemukan nukleus
berjumlah satu atau lebih dari satu. Pad Spirogyra terdapat dua macam nukleus,
yaitu makronukleus dan mikronukleus dai dalam selnya. Klorofil dalam sel alga
harus diawetkan agar preparat yang dihasilkan dapat memperlihatkan warna hijau
kloroplasnya. Kupri sulfat (terusi) akan mempertahankan warna hijau pada
preparat yang diawetkan.

D. Alat dan Bahan


Alat Bahan
- Botol bertutup - Aquades
- Cawan arloji - Kupri Sulfat
- Kain kasa - Asam Cuka Glasial
- Kaca benda - Formaldehyde
- Kaca penutup - Ethyl alcohol
- Penangas air - Xylol
- Lampu spiritus - Gliserin
- Jarum preparat - Jelly
- Gelas ukur - Phenol
- Silet - Balsam Kanada/Entelan
- Mikroskop
- Kayu penjepit
- Lap pembersih

E. Cara Kerja
a. Persiapan
Menyiapkan semua alat dan bahan kimia yang diperlukan untuk pembuatan
preparat alga

Menyiapkan alat penampung misalnya botol bermulut lebar

Mengambil spesimen alga di lingkungan


b. Tahap pembuatan preparat
Membuat campuran kupri sulfat dengan air dengan formula 0,2 g kupri sulfat dan
35 cc air

Menyiapkan FAA jenuh dengan kupri sulfat dengan formula FAA (asam cuka
glasial, Formaldehyde, Ethyl alcohol)

Merendam alga dalam FAA jenuh kupri sulfat selama 3-4 hari

Mencuci spesimen dengan alkohol 70%

Menyimpan spesimen dalam alkohol 70%

Merendam spesimen dalam campuran gliserin murni dan alkohol 70% dengan
perbandingan 1:9 (gliserin:alkohol 70%)

Membiarkan sampai kental

Memindahkan alga pada gliserin jelly yang diberi beberapa tetes fenol, pada
penangas air

Mengambil alga dengan menggunakan batang kaca, meletakkan dan mengatur


pada kaca benda, dan menutup dengan kaca penutup

F. Data
Tabel 1. Hasil pembuatan preparat Alga
No. Spesies Gambar Keterangan
1 Spirogyra sp. Perbesaran 400x

4 Spirogyra sp. Perbesaran 400x

2 Cladophora Perbesaran 400x


sp.

3 Cladophora Perbesaran 400x


sp.
5 Alga C Perbesaran 400x

G. Analisis data
Hasil pembuatan preparat alga sesuai pada data pengamatan dalam tabel 1.
Pada tabel tersebut ditunjukkan macam-macam alga yang ditemukan dalam
pembuatan preparat. Alga yang digunakan dalam preparat dipilih jenis alga
berfilamen dan semuanya berasal dari kelas Chlorophyta. Diantaranya spirogyra
dan Cladophora. Pengawetan preparat dilakukan dengan menambahkan gliserin
jelly pada preparat.
Aspek yang dilihat pada pembuatan preparat alga disini adalah ketahanan
warna dari klorofil setelah dijadikan preparat. Preparat alga yang bagus
menghasilkan warna klorofil yang hijau segar. Warna klorofil dari preparat hasil
pembuatan preparat alga kali ini memiliki warna yang cukup bagus pada semua
alga yaitu Spirogyra, Cladophora, dan alga C yang belum diketahui spesiesnya.
Bentuk kloroplas dari alga terlihat jelas berbentuk bulatan warna hijau. Spirogyra
memiliki bentuk kloroplas bulat membentuk untaian seperti jala berbentuk spiral.
Bentuk klorofil pada Cladophora bulatan hijau kecil tak beraturan, sedangkan
bentuk kloroplas pada alga 3 juga bulat hijau tidak beraturan di dalam sel.

H. Pembahasan
Alga mempunyai kelebihan disbandingkan dengan bakteri dan jamur,
yaitu mempunyai pigmen hijau (kloroplas) yang dapat digunakan untuk menyusun
zat makanan sendiri. Untuk penyusunan ini diperlukan cahaya dan peristiwa ini
disebut fotosintesis. Sebagian besar alga ditemukan di perairan, laut maupun air
tawar dan lokasinya tergantung pada keberadaan nutrisi, panjang gelombang
cahaya dan permukaan substrat untuk tumbuh. Namun ada juga alga yang
ditemukan ditanah. Beberapa spesies alga hidup di salju dan es didaerah kutub
dan puncaknya gunung. Beberapa alga hidup pada sumber air panas dengan
temperatur berkisar 70o C, meskipun temperatur optimal untuk alga termal ini
adalah diantara 50-54oC.
Alga mempunyai tiga macam pigmen fotosintetik yaitu klorofil,
karotenoid dan fikobilin. Semua pigmen fotosintesis ini terdapat pada kloroplas.
Seluruh alga memiliki klorofil a yang terdapat pada semua organisme fotosintetik
Tubuh alga disebut thallus dan bersifat haploid. Thallus dapat tersusun
atas satu sel ataupun banyak sel dalam pengaturan yang bervariasi. Ada empat
tipe alga berdasarkan struktur tubuhnya, yaitu alga uniseluler, alga koloni, alga
berfilamen dan alga multiseluler. Alga berfilamen memiliki thallus berbentuk
batang ramping yang tersusun atas berderet-deret sel yang ujungnya terkait satu
sama lain. Beberapa diantaranya memiliki struktur terspesialisasi yang disebut
struktur pemegang ( holdfast ) yang bercabang dan tertanam pada batuan. Alga
multiseluler memiliki thallus serupa daun yang besar dan kompleks dengan
bentuk seperti pisau atau silet. Terdapat pula struktur berupa batang. Thallus tidak
memiliki xilem dan floem. Serta menyerap nutrisi dari air disekelilingnya. Batang
alga tidak memiliki lignin ( tidak berkayu) sehingga tidak berfungsi seperti batang
pada tanaman. Alga mengapung diair dengan adanya struktur daun menyerupai
silet atau pisau yang berisi rongga udara disebut pneumatocyst (Frandian, 2012).
Alga yang ditemukan pada preparat alga yaitu Spirogyra dan Cladophora,
dan juga ada 1 spesies lagi yang belum saya identifikasi. Keduanya merupakan
Chlorophyta atau alga hijau. Alga hijau terutama terdiri dari spesies yang hidup
diair tawar, namun ada pula spesies yang hidup dilingkungan lembab seperti pada
tanah, bebatuan yang lembab atau pada batang pohon. Beberapa spesies hidup
bersimbiosis dengan organisme lain dan disebut lichen. Struktur tubuh alga hijau
bervariasi mulai dari sel tungga, berbentuk koloni hingga multiseluler. Sebagian
besar organisme ini mengandung satu kloroplas dalam setiap sel yang berisi pusat
pembentukan pati yang disebut pirenoid. Dinding sel terbuat dari selulosa. Alga
hijau memiliki flagela, dinding sel selulosa dan berkembang biak dengan
membelah diri, pembentukan zoospora aseksual berflagela atau secara seksual
dengan isogami atau heterogami bahan makanan hasil fotosintesis disimpan dalam
bentuk pati.
Susunan klasifikasi pada Spirogyra adalah bebagai berikut:
Divisio : Chlorophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Zygnematales
Famili : Zygnemataceae
Genus : Spirogyra
Spesies : Spirogyra sp.

Gambar 1. Morfologi Spirogyra


Spirogyra ditemukan di kolam air tawar yang jernih dalam massa yang
sangat besar, biasanya hidup melayang di permukaan air (planktofit). Talus pada
Spirogyra merupakan filamen tidak bercabang.
Koloni Spirogyra berbentuk benang. Panjang sel sampai beberapa kali
lebarnya. Dinding lateral sel terdiri dari tiga lapis. Lapisan terluar dari
pektose, dan dua lapisan dalam dari selulose. Pada beberapa spesies, lapisan
pektose tipis, tapi kebanyakan tebal, yaitu antara 10-15 mikron. Dinding
transversal tersusun dari 3 lapis: yang tengah merupakan lamela dari pektose, dan
dua lapisan di kiri dan kanan lamela tersusun dari selulose. Setiap sel Spirogyra
mengandung sebutir kloroplas yang umumnya berukuran besar dan terikat dalam
sitoplasma tepat di dalam dinding sel. Plastid ini memiliki bentuk menyerupai
pita, berpilin dari pangkal sampai ke ujung sel (spiral).
Pirenoidnya dikelilingi oleh butiran pati dan terikat dalam plastid pada
selang waktu yang beraturan dan merupakan ciri-ciri menyolok pada
selnya.sitoplasma mengelilingi vakuola besar di pusat. Nukleus dilingkungi suatu
selubung sitoplasma, terdapat di tengah-tengah sel dan dihubung-hubungkan oleh
untaian sitoplasma meluas sampai vakuola dan lapisan sitoplasma di tepi.
Perkembangbiakan aseksual dengan fragmentasi membentuk aplanospora, akinet
dan partenospora. Perkembangbiakan seksual secara konjugasi lateral dan
konjugasi skalar.Spirogyra merupakan fitoplankton yang berfungsi sebagai
makanan ikan. Daerah yang kaya plankton merupakan daerah perairan yang kaya
ikan. Spirogyra merupakan produser primer, yaitu sebagai penyedia bahan organic
dan oksigen bagi hewan-hewan air, seperti ikan, udang, dan serangga air.
Keberadaan produser mengundang kehadiran konsumen, predator, dan organisme
lain yang membentuk ekosistem perairan.
Sedangkan Cladophora adalah algae yang berbentuk seperti benang
bercabang hijau.Bentuk benang atau jaring nya sangat kuat dan sangat tipis.
Kebanyakan jenis Cladophora berbentuk tebal, kusut, hijau “fluffy” tambalan atau
helai rambut sepertikasar yang membungkus lumut, tanaman batang, akar,
dan batu. Ada pula Cladophoraseperti talus berserabut, kenyal, lembut jumbai,
ukurannya 5-50 cm dan tubuhnya dominan berwarna hijau, yang telah tua
berwarna agak kecoklatan.
Kingdom : Plantae
Divisi : Thallophyta
Kelas : Chlorophyceae
Ordo : Cladophorales
Family : Cladophoraceae
Genus : Cladophora
Spesies : Cladophora sp.
Gambar 2. Morfologi Cladophora
Perkembangbiakan alga Cladophora ada dua macam yaitu secara aseksual
danseksual. Secara aseksual terjadi perkembangbiakan dilakukan dengan
caramembentuk zoospora yang dilengkapi flagel berambut. Sedangkan
perkembangbiakan secara seksual yaitu dengan isogami. Ada dua tahap
multiseluler dalam siklus hidupnya-sebuah haploid gametofit dan diploid
sporophyte - yang terlihat sangat mirip. Satu-satunya cara untuk memberitahu dua
tahap terpisah adalah denganmenghitung kromosom mereka , atau memeriksa
anak-anak mereka. Gametofit haploid menghasilkan gamet haploid oleh mitosis
dan sporophyte diploidmenghasilkan spora haploid oleh meiosis.
Alga bereproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual
alga multiseluler adalah dengan jalan fregmentasi thallus atau filamen yang
menghasilkan thallus atau filamen baru. Reproduksi aseksual alga uniseluler
berlangsung dengan cara mitosis (pembelahan inti), selanjutnya kedua inti pindah
sebagian yang berlawanan pada sel dan sel membelah menjadi dua sel
(sitokinesis). Banyak spora aseksual alga aquatik berflagela dan motil, dinamakan
zoospora. Spora nonmotil atau aplanospora dibentuk oleh alga yang hidup didarat.
Pada reproduksi seksual terdapat konjugasi gamet sel jantan dan betina sehingga
dihasilkan zigot. Jika gamet secara morfologi serupa, proses konjugasi tersebut
dinamakan isogami, jika gamet berbeda ukuran maka proses konjugasi tersebut
dinamakan heterogami. Ovum (sel telur betina) berukuran besar dan nonmotil,
sedangkan gamet jantan (sel sperma) berukuran kecil dan motil dengan aktif.
Proses seksual ini disebut oogami.
Pada preparat Cladophora ditemukan adanya budding (pertunasan) sebagai
salah satu perkembangbiakan vegetatifnya. Dari segi pembuatan baik pada aga
Spirogyra, Cladophora, maupun alga 3 sudah cukup bagus dengan warna hijau
yang pas, pemanasan saat pembuatan preparat tidak terlalu panas, sehingga tidak
merusak kloroplas dan terlihat masih hijau saat diamati.

I. Diskusi
1. Pada praktikum ini tidak menggunakan balsam canada namun, menggunakan
etelan sebagai pengganti balsam canada yang memiliki fungsi yang sama. Pada
preparat sediaan alga ini tersedia tempat yang cukup untuk etelan . Jika di
kaitkan dengan keawetan atau kepermanenan preparat , etelan ini berfungsi
sebagai perekat yang metekatkan antara kaca benda dengan kaca penutup, agar
tidak ada miselium jamur atau benda mikro lain yang mengkontaminasi
preparat sehingga preparat terjaga keawetannya.
2. Gerak air habitat alga tempat pengambilan spesimen adalah tenang, karena
spesimen ini diambil di kolam depan museum Brawijaya tepatnya di kolam
bunga Kota Malang.
3. Sinar matahari yang diterima alga yang di jadikan spesimen adalah langsung
karena lokasi kolam yang terpapar sianar matahari dan intensitas sinar
sepanjang hari mengenai alga.
4. Warna alga yang diambil dari lingkungan tersebut rata-rata berwarna hijau dan
hijau kekuningan.
5. Ciri-ciri alga yang didapatkan secara umum,
Alga hijau (Chlorophyta) Alga hijau adalah kelompok alga berdasarkan
zat warna atau pigmentasinya. Dalam taksonomi, Chlorophyta semula semua
alga yang tampak berwarna hijau dimasukkan sebagai salah satu kelas dalam
filum/divisio Thallophyta, yaitu Chlorophyceae. Pengelompokan ini sekarang
dianggap tidak valid karena ia tidak monofiletik, setelah diketahui bahwa
tumbuhan merupakan perkembangan lanjutan dari anggota masa lalunya.
Sebagai konsekuensi, alga hijau sekarang terdiri dari dua filum: Chlorophyta
dan Charophyta, yang masing-masing monofiletik. Anggota alga hijau ada
yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak, berwujud berkas,
lembaran, atau membentuk koloni. Spesies alga hijau yang bersel tunggal ada
yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.
Chlorophyta atau alga hijau terdiri dari ± 7.000 jenis yang hidup di
perairan maupun di darat. Sejumlah alga hijau hidup di air laut, namun
sebagian besar hidup di air tawar. Alga hijau ada yang hidup soliter dan ada
yang berkoloni. Bentuk sel Alga hijau bermacam-macam. Alga hijau uniseluler
dapat bergerak bebas karena memiliki flagela. Beberapa jenis alga hijau yang
berkoloni mempunyai alat pelekat pada substrat yang membantu melekat kuat
pada bebatuan/substrat lain di dasar perairan. Chlorophyta disebut juga alga
hijau. Disebut alga hijau karena pigmen dominan yang dikandungnya berwarna
hijau. Pigmen berwarna hijau tersebut adalah klorofil.
Klorofil dalam alga hijau terkumpul dalam suatu organel sel yang disebut
kloroplas. Pada anggota phylum Chlorophyta, bentuk dari kloroplasnya
bermacam-macam. Banyak spesies Chlorophyta uniseluler hidup sebagai
plankton, mendiami tanah basah dan salju, atau bersimbiosis dengan organisme
lain. Salah satu simbiosis mutualisme yang terkenal adalah simbiosis antara
Chlorophyta dan Fungi (jamur), yang terkenal sebagai Lichenes (lumut kerak).
Chlorophyta paling sederhana adalah organisme satu sel dengan dua flagela,
yaitu Chlamydomonas. Chlamydomonas dan Chlorophyta yang serupa
dengannya merupakan bentuk awal dari alga hijau. Chlamydomonas hidup
secara autotrof dengan kloroplas tunggal. Chlamydomonas juga mempunyai
vakuola kontraktil dan pirenoid. Kelebihan gula hasil fotosintesis disimpan
sebagai pati di sekitar pirenoid.
Sel-sel alga hijau bersifat eukariotik (materi inti dibungkus oleh membran
inti). Pigmen klorofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga alga ini
berwarna hijau, pigmen lain yang dimiliki adalah karotena dan xantofil.
Komposisi ini juga dimiliki oleh sel-sel tumbuhan modern. Klorofil dalam
pigmen lain terdapat dalam kloroplas yang bentuknya bermacam-macam antara
lain mangkuk, gelang, pita spiral, jala dan bintang. Di dalam kloroplas terdapat
butiran padat yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung.
Alga hijau merupakan golongan terbesar di antara alga dan kebanyakan hidup
di air tawar. Sebagian lagi hidup di darat, di tempat yang lembab, di atas
batang pohon, dan di laut. Beberapa genus dari alga hijau mempunyai alat
gerak berupa flagel dan bintik mata (stigma)
6. Pada tahap pemberian gliserin jelly harus dilakukan dengan cepat karena
gliserin tersebut cepat mengeras. Saat gliserin sudah mulai membeku harus di
panaskan, karena apabila glyserin sudah mengeras saat di tutup dengan kaca
benda hasil preparat akan buram.

J. Tugas mahasiswa
1. Bagaimana habitat alga yang saudara ambil spesimennya?
Jawab: spesimen yang diambil berasal dari kolam air tawar kampus. Air di
kolam tersebut bening dan tidak tercemar adanya logam berat.
2. Apa nama alga yang saudara peroleh dalam pembuatan preparat?
Jawab: alga yang diperoleh yaitu Spirogyra dan Cladophora
3. Tergolong suku apakah alga yang saudara temukan?
Jawab: Spirogyra termasuk suku Zygnematales, dan Cladophora termasuk suku
Cladophorales
4. Adakah pirenoid pada kloroplas alga yang saudara temukan?
Jawab: ada
5. Bagaimana perkembangbiakan alga yang saudara temukan?
Jawab: perkembangbiakannya secara seksual dan aseksual, tetapi pada preparat
hanya ditemukan alga dengan perkembangbiakan vegetatif saja yaitu petunasan
(budding)
6. Bagaimana cara mengawetkan warna hijau klorofil pada preparat saudara?
Jawab: cara pengawetan dengan pemberian glyserin pada preparat awetan dan
juga pemanasan saat proses pembuatan jangan terlalu panas.

K. Tugas Terstruktur
Lakukan studi pustaka tentang hal-hal berikut ini
1. Rumus kimia terusi
2. Habitat berbagai alga hijau bentuk filamen
3. Berbagai bentuk kloroplas alga hijau bentuk filamen
4. Berbagai morfologi alga hijau bentuk filamen
Jawab: jawaban dari tugas terstruktur sudah terdapat di dalam dasar teori dan
pembahasan.

L. Kesimpulan
Alga yang dijadikan preparat merupakan Spirogyra dan Cladophora,
Spirogyra mempunyai kloroplas berbentuk bulat kecil membentuk jala, sedangkan
Cladophora berbentuk bulatan hijau kecil tidak beraturan.

M. Daftar Pustaka
Handayani, C. 2012. Cladophora. (online)
(http://id.scribd.com/doc/98153273/Cladophora) Diakses tanggal 9 Mei
2013

Pernita MSi, Ratih. Pengantar Algae. (online) (http://ratihblog08.blogspot.com).


Diakses tanggal 9 Mei 2013

Pryantoro, Adi. 2010. Ciri – Ciri Cholorophyta (Alga Hijau). (online)


(http://adios19.wordpress.com). Diakses tanggal 9 Mei 2013.

Setjo, S.,dkk. 2004. Common Textbook : Anatomi Tumbuhan. Malang: JICA