Anda di halaman 1dari 7

Percobaan III

Rangkaian Resonansi, Faktor Daya &


Koreksi Daya
Anton Nugroho (13117017)
Asisten : Maulida Khusnul ‘Aqib’ (13116002)
Tanggal Percobaan : 12-03-2019
EL2202 Praktikum Rangkaian Elektrik II
Laboratorium Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera

Abstrak—Pada praktikum ini, praktikan dikenalkan dengan


istilah Rangkaian Resonansi dan pada praktikum ini telah II. Dasar Teori
dilakukan beberapa percobaan, yaitu percobaan resonansi seri,
percobaan resonansi pararel, dua buah percobaan seri dan
pararel, dan yang terakhir adalah aplikasi rangkaian resonansi A. Rangkaian RLC
dalam bentuk filter yang bersifat frekuensi. Percobaan yang Dalam rangakaian seri RLC impedansi total
dilakukan adalah mencari perbandingan nilai frekuensi yang rangkaian dapat dituliskan sebagai berikut:
didapatkan dari pengukuran percobaan dengan hasil nilai
frekuensi yang didapatkan dari hasil perhitungan
Kata Kunci—Resonansi, Filter, Frekuensi

I. Pendahuluan Dari hubungan ini akan terlihat bahwa reaktansi


Resonansi pada rangkaian AC merupakan induktif dan kapasitif selalu akan saling
keadaan dimana reaktansi induktif dan reaktansi mengurangi. Bila kedua komponen ini sama
kapasitif memiliki nilai yang sama satu sama lain (XL besar, maka akan saling meniadakan, dan
=XC). Ketika rangkaian AC dalam keadaan resonansi dikatakan bahwa rangkaian dalam keadaan
maka reaktansi akan sama dengan ‘0’ (Nol), (X =XL- resonansi. Resonansinya adalah resonansi seri.
XC = 0), Frekuensi resonansi merupakan frekuensi Demikian pula halnya pada rangkaian paralel
dimana keadaan resonansi tercapa, yaitu ketika phasa RLC admitansi total rangkaian dapat dituliskan
tegangan AC dan arus AC berbeda 90 derajat satu sama sebagai:
lain. Rangkaian resonansi Paralel : kombinasu rangkaian
induktor dan kapasitor yang dapat menghasilkan
keadaan resonansi salah satunya adalah dengan
merangkai induktor dan kapasitor secara paralel.
Reaktansi induktif akan meningkat seiring dengan G adalah konduktansi dan B adalah
meningkatnya frekuensi sedangakna reaktansi kapasitif suspentasi. Dari hubungan ini juga akan terlihat
justru sebaliknya,akan menurun jika frekuensi bahwa suseptansi kapasitif dan induktif akan
meningkat Jadi hanya aka nada satu nilai frekuensi selalu saling mengurangi. Pada keadaan
dimana keadaan kedua reaktansi tersebut bernilai sama. resonansi, kedua suseptansi tersebut akan saling
meniadakan. Resonansinya adalah resonansi
Dari praktikum ini dapat diharapkan untuk: paralel. Dari kedua pembahasan di atas, jelas
a. Mengenal sifat rangkaian RLC bahwa jenis resonansi tergantung dari macam
b. Mengenal resonansi seri, resonansi
hubungan L dan C (seri/paralel).
pararel,resonansi seri pararel
c. Dapat membedakan sifat resonansi seri dan
B. Resonansi Seri
pararel
d. Dapat menghitung atau memperkirakan frekuensi Dari hubungan Ztot R j X L XC
resonansi rangkaian RLC terlihat bahwa pada waktu resonansi dimana XL =
e. Memahami faktor daya dari rangkaian R dan L XC maka Ztot = R merupakan Zminimum,
sehingga akan diperoleh arus yang maksimum.
Dalam keadaan ini rangkaian hanya bersifat h. Kapasitor 10nf (1 buah)
resistif sehingga fasa arus sama dengan fasa i. Resistor 47 Ω (1 buah)
tegangan yang terpasang.

Cara kerja:

Disini omega-0 atau fO adalah frekuensi yang


membuat rangkaian bersifat resistif dan terjadi arus
maksimum atau tegangan maksimum pada R. Bila
dilihat dari impedansi rangkaian Ztot, maka pada
f<fo rangkaian akan bersifat kapasitif dan pada f>fo
rangkaian akan bersifat induktif.
Pada waktu resonansi seri, sangat mungkin terjadi
bahwa tegangan pada L atau pada C lebih besar dari
tegangan sumbernya. Pembesaran tegangan pada L
atau pada C pada saat resonansi ini didefinisikan
sebagai faktor kualitas Q.

III. Metodologi Percobaan

Pada percobaan kali ini alat dan bahan yang


digunakan:

a. Generator Sinyal (1 buah)


b. Kabel BNC-Probe Jepit (2 buah)
c. Kabel 4mm-Jepit Buaya (Max. 5 buah)
d. Multimeter Digital (1 buah)
e. Breadboard (1 buah)
f. Kabel Jumper (1 meter)
g. Induktor 1mH (1 buah)
IV. Hasil dan Analisis

Pada perhitungan percobaan pertama


didapatkan data sebagai berikut:

Variabel Perhitungan Pengukuran


Fo 50,391 KHz 49,35 KHz
Vin 0,35 V 0,201 V
Vout 0,152 V 0,150 V
Vab 1, 025 V 1, 048 V
Vbo 0,012 V 1,035 V
1 1 Berdasarka teori, saat terjadi resonansi seharusnya
𝐹𝑜 = = tegangan pada inductor dan kapasitor bernilai 0
2𝜋√𝐿𝐶 2 × 3.14 × √1 × 10−3 × 10−8 karena saat resonansi XL = XC. Namun dari hasil
percobaan di lab tidak demikian. Hal ini terjadi
= 50,391 𝐾𝐻𝑧 karena pada komponen terdapat faktor daya sehingga
hasil percobaan saat dilakukan pada saat praktikum
1 berbeda dengan perhitungan ditambah saat
𝑉𝑃𝑃 0.5
𝑉𝑖𝑛 = 2 = = 0,35 penggunaan kapasitor yang dihubungaingkat kan
masih menyimpan muatan sebelum dilakukan
√2 √2 percobaan sehingga sangat memungkinkan perbedaan
hasil 𝑋𝐿 ≠ 𝑋𝐶atau berdasarkan teori, saat terjadi
𝜔 = 2𝜋𝑓 = 2𝜋 × 50.391 resonansi, tegangan pada induktor dan kapasitor
bernilai nol
= 3164
Percobaan 2. Resonansi Pararel
|𝑋𝐿| = 𝐽𝜔𝐿 = 𝐽 × 3164 × 10−3
Pada Percobaan kedua, Besarnya nilai frekuensi yang
= 3.164𝐽 didapatkan pada saat pengukuran berbeda dengan hasil
perhitungan dikarenakan faktor daya pada nilai
1 1 kapasitor dan inductor
|𝑋𝐶| = =
𝐽𝜔𝐶 𝐽 × 3164 × 10−8 Variabel Perhitungan Pengukuran
Fo 50,391 KHz 49,35 KHz
= −3160𝐽 Vin 0.35 V 0.352 V
Vout 0.357 V 2.8 V
𝑍 = √𝑅 2 + (𝑋𝐿 − 𝑋𝐶)2 Vab 2.401 V 0.349 V
= √472 + (3160 − 3.614)2 Vbo 0.024 V 0.349 V
= 110,33 Percobaan 3: Rangkaian Pararel L dengan seri L dan C
𝑉𝑜 = 0.152 × 10−3 𝑉 Pada percobaan ketiga terdapat dua hasil maksimum
𝑉𝑐 = 10,52 𝑉 dan minimum dikarenakan pada rangkaian terdapat
𝑉𝑙 = 0.0102 𝑉 induktor dan kapasitor yang diserikan kemudian di
pararel kan dengan induktor maka aka nada dua
𝑋𝐿 × 𝑋𝐶 frekuensi resonansi. Frekuensi resonansi pertama
𝑍=( )+𝑅 berasal dari rangkaian seri yang menghasilkan Vo Max
𝑋𝐿 + 𝑋𝐶
dan frekuensi resonansi kedua berasal dari rangkaian
= 47 + 3.160𝐽 pararel yang menghasilkan Vo Min dan begitupun
dengan nilai max dan min terjadi perbedaan Antara
𝑍 = √𝑎2 + 𝑏 2 pengukuran dan perhitungan yang berasal dari
komponen induktor dan kapasitor yang memiliki faktor
= √472 + 3.1602 daya koreksi.
= 47.106
Variabel Pengukuran Perhitungan
Min Max Min Max
𝑉 fo 39.106 49.05 35.60 50.391
𝐼 = = 7.59 × 10−3 Vin 0.243 0.352 0.358 0.358
𝑍
𝑉𝑜 = 𝐼 × 𝑅 = 0.357 𝑉 Vout 0.0026 0.112 0.298 0.358
𝑉𝑐 = 24,015 𝑉 Vab 0.334 1.00 11.101 20.038
𝑉𝑙 = 0,024 𝑉 Vbo 0.024 0.132 0.011 0.020
Terlihat bahwa terdapat perbedaan nilai frekuensi Percobaan 4: Rangkaian Seri C dengan pararel C dan L
Untuk rangkaian resonansi paralel, impedansi
resonansi yang didapatkan dari hasil perhitungan Pada percobaan 4, terdapat kesamaan seperti
rangkaian menjadi maksimum dan arus pada dengan percobaan 3 tetapi yang membedakan hanya bentuk
yang didapatkan di lab. Perbedaan ini rangkaian rangkaian dikarenakan pada rangkaian terdapat
menjadi minimum sehingga frekuensi diduga terjadi induktor dan kapasitor yang diparalelkan kemudian
karena adanya faktor koreksi pada resonansi terjadi diserikan dengan kapasitor maka ada ada 2 frekuensi
pada saat tegangan minimum. induktor dan kapasitor resonansi. Frekuensi resonansi yang pertama berasal
yang digunakan sehingga Kemudian dilakukan dari rangkaian paralel yang menghasilkan nilai Vo min
perhitungan nilai frekuensi hasil yang didapatkan Dan frekuensi resonansi kedua berasal dari rangkaian
seditkit berbeda dari hasil resonansi dengan seri menghasilkan nilai Vo max dan perbedaan
menggunakan rumus yang sudah perhitungan, serta perhitungan dan pengukuran pun terjadi saat besarnya
ketelitian pada mengatur frekuensi sinyal dan posisi nilai frekuensi yang didapatkan saat percobaan sedikit
input dan output pada rangkaian berbeda dari hasil perhitungan. Hal ini kemungkinan
disebabkan karena adanya faktor koreksi pada nilai
kapasitor dan induktor.
Variabel Pengukuran Perhitungan
Min Max Min Max
fo 35,766 49.75 35.60 50.391
Vin 0.348 0.207 0.358 0.358
Vout 0.0048 0.143 223.56 3.164
Vab 0.340 1.094 0.358 2.041
Vbo 0.635 1.038 0.024 1.785

Percobaan 5: Aplikasi Rangkaian Resonansi dalam


Filter
Tabel 5.1
𝑣𝑜
frekuens Vout Vin 20 log 𝑣𝑖
i
Fc 0.11 1.75 -49.33 Dan pada percobaan praktikum 5.2, bentuk plot grafik
seharusnya dapat membentuk band pass filter
dikarenakan yang digunakan adalah rangkaian seri
Fc/10 0.767 1.003 -33.3 dimana saat frekuensi resonansi, besar nilai tegangan
output yang paling maksimum sedangkan nilai
Fc/100 0.822 0.868 -0.473 frekuensi lainnya , nilai tegangan outputnya berada
dibawah nilai tegangan saat frekuensi resonansi namun
karena beberapa alasan yang menyebabkan tidak
10Fc 0.885 1.075 -1.69 terbentuknya band pass filter dikarenakan faktor daya
koreksi komponen, ketelitian alat ukur, kesalahan
praktikan dalam mengamati data, dan lain-lain
100Fc 0.00000 0.0000 -32.04 sehingga bentuk plot filter pass belum teramati sesuai
5 06 dengan keluaran dari data yang dibahas.
V. Kesimpulan

Tabel 5.2 Dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat


disimpulkan bahwa:
frekuens Vout Vin 𝑣𝑜 
20 log a. Resonansi seri terjadi saat tegangan output
i 𝑣𝑖
bernilai maksimum sedangkan resonansi
Fc 0.719 0.973 -49.33 paralel terjadi saat tegangan output benilai
minimum
Fc/10 0.026 1.760 -33.3 b. Pada rangkaian resonansi seri paralel
terdapat 2 frekuensi resonansi, yang pertama
berasal dari frekuensi resonansi pada
Fc/100 0.0027 1.706 -0.473 rangkian seri dan yang kedua berasal dari
frekuensi resonansi pada rangkaian paralel.
10Fc 0.00004 1.958 -1.69
Referensi
100Fc 0.00000 0.0000 -32.04 [1] Modul Praktikum Rangkaian Elektrik II, Laboratorium
4 01 Dasar TeknikElektro Institut Teknologi Sumatera
[2] Charles k, matthew N.O, Fundamentals Of Electric
Pada percobaan 5, Untuk pencarian nilai Fc terdapat Circuits 4th Edition, 94- 126, McGraw-Hill, New York,
kesalahan pada pengukuran bias dikarenakan faktor 2003.
daya koreksi pada komponen induktor dan kapasitor
setra kesalahan praktikan dan faktor dari alat ukur.
Bentuk gambar plot grafik pada percobaan tabel 5.1
seharusnya dapat membentuk band stop filter karena
rangkaian yang digunakan adalah rangkaian resonansi
pararel sehingga pada saat frekuensi resonansi,
besarnya tegangan output yaitu paling minimum dan
pada nilai frekuensi lainnya, nilai tegangan output
berada diatas nilai tegangan pada saat frekuensi
resonansi.