Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

FARMASI KLINIK

Disusun Oleh Kelompok 1:

1. JANUARIUS TOMI KIIK S.,FARM 1320262498


2. MILA PADMIDAWATI S.,FARM 1320262517
3. RENY APRILIA EKA H S.,FARM 1320262544
4. RONALD R RUSLY S., FARM 1320262557
5. MAYASARI S., FARM 1320262514
6. LUSI LINDA NONIKA S., FARM 1320262509
7. MARIA ANGGUN TRIANA S., FARM 1320262512
8. PUJI LESTARI., FARM 13202625

PROGRAM PROFESI APOTEKER ANGKATAN KE XXVI

UNIVERSITAS SETIA BUDI

SURAKARTA

2013
S O A P

(SUBJEKTIF OBJECTIF ASSESSMEN PLANT )

1. SUBJEKTIF

Pasien dengan nafas terengah - engah, kaki dan seluruh organ perifer
mengalami pembengkaan.
2. OBJECTIF
Riwayat penyakit yang diderita adalah penyakit Jantung Iskemik, saat ini
mengalami demam 38o C.
Tekanan Darah = 160/100
EKG, ECG ==== VT, AF
Ro thorax === efusi pleura
PEMERIKSAAN FISIK :
a. KeadaanUmum : letih,lesu
b. Kepala – Leher : dbn
c. Thorax : weezing, ronchi ++
d. Abdomen : kembung
e. Extremitas : kelemahangeraktungkaibawah
f. Status Neorologis :
DIAGNOSA :
 Fibrilasi Atrium
 DC
RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU :
 Hipertensi, PJK, Angina Pectoris
RIWAYAT ALERGI : -

3. ASSESSMEN
Berdasarkan pemberian obat, terapi sudah sesuai terhadap pasien dengan
penyakit yang diderita. Namun ada beberapa hal yang diperhatikan :
1.
1. Pemberian loading dose digoksin sudah sesuai, hal ini diperlukan
untuk mencapai kadar terapeutik dalam plasma sehingga obat dapat
segera berefek. Dan kemudian dilanjutkan dosis pemeliharaan.
2. Interaksi antara digoksin dengan amiodaron, dimana amiodaron akan
mengurangi klirens digoksin dan dapat menyebabkan efek aditif
terhadap denyut jantung .
3. Interaksi antara digoksi dengan diltiazem meningkatkan kadar serum
digoksin toksisitas digoksin hingga kematian.
4. Interaksi digoksin dengan furosemid dapat mempotensi toksisitas
digoksin.
5. mengalami hipokalemia Kalium/K 2 mEq/L (normal 3,5 – 5 mEg/L).

PLAN
Karena adanya interaksi dari digoksin, amiodaron dan diltiazem disarankan untuk
penurunan dosis digoksin 50% untuk mencegah terjadinya efek aditif jantung dan
toksisitas dari digoksin.
Mengingat juga pasien termasuk kedalam pasien usia lanjut, memiliki kreatinin
yang tinggi Kreatinin 2 mg/dL (normal 0,6 – 1,2 mg/dL) menujukkan fungsi
ginjal tidak baik.
Pemberian digoksin dan furosemid dapat mempotensi toksisitas harus dilakukan
pemantauan kadar K, Mg, Ca secara berkala. Hipokalemia yang diinduksi oleh
furosemid akan menyebabkan meningkatnya distribusi digoksin ke jantung dan
otot.