Anda di halaman 1dari 5

penyakit kompetensi Tanda dan gejala Pengobatan

Kejang demam 4A Terdapat adanya kejang yang Paracetamol 10-


diikuti oleh demam yang 15mg/kgBB diberika 4x
disebabkan oleh beberapa atau ibuprofen 5-
infeksi 10mg/kgBB 3-4x
Diazepam oral dapat
diberikan dengan dosis 0,3
mg/ kgBB setiap 8 jam
sekali
Tetanus  Persalinan tidak higenis  Pasang jalur IV
sehingga tidak ada  Berikan diazepam
perawatan tali pusat 10mg/kgBB/hari
 Mengalami kekakuan dalam 24 jam
malas minum dan bibir dengan bolus
seperti mencucu selama 3-6 jam
 Trismus dengan dosis 0,1-
 Opistotonus 0,2mg/kgBB setiap
 Tali pusat kotor dan kali pemberian
berbau  Bila perlu
tambahan dosis
10mg/kgbb setiap
6 jam
 HTIG (human
tetanus
immunoglobulin
500 U IM atau ATS
5000 U IM
 Sebelum
pemberian ATS
dilakukan skin
prick test terlebih
dahulu 0,5mL
 Berikan
metronidazol
30mg/kgBB 6 jam
sekali dalam 24
jam selama 7-10
 Lini kedua berikan
penisilin prokain
100.000/kg/iv
dosis tunggal kalau
alergi tetrasiklin 50
mg/kg/hari
HIV AIDS tanpa
komplikasi
TTH Nyeri kepala yang biasa  Hindari faktor
ditimbulkan oleh stress atau pencetus
faktor eksogen lainnya  Istirahat
 Episodik: nyeri kepala  Berikan analgetik
yang berlangsung dan dapat
selama 30 menit-7 hari. diberikan
Nyeri dirasakan antidepresan bila
bilateral dan tidak perlu
berdenyut
 Kronik: terjadi selama
.6 bulan dengan durasi
bisa sampai 15 hari
migrain  Unilateral  Pada gejala
 Terbagi menjadi dua migrain klasik
yaitu tanpa aura atau (dengan aura)
dengan aura dapat diberikan
sumatriptan 50 mg
3dd1 pada
migrau=in tanpa
aura dapat
diberikan
ergotamin 2 mg
1dd1
Bells palsy  Periode terjadi selama  Prednison
48 jam 1mg/kgbb atau 60
 Nyeri di belakang mg perhari
telinga, otalgia,  Cyanocobalamin
hiperakusis 3x500mg
 Nyeri okuler, epifora,
penurunan produksi air
mata
 Gangguan mengecap
 Tidak bisa mengangkat
alis pada sisi yang
lumpuh
BPPV  Dimendihidrinat
50-100mg 3 dd1
 Bethistin HCL 3x6-
12mg
HIV AIDS dengan 3A
komplikasi
Spondilitis TB
Neuralgia
trigeminal
Cluster headache
Demensia
Meniere disease
Parkinson
Epilepsi
Neurogenic
bladder
Radicular
syndrome
HNP
Reffered pain
Nyeri neuropatik
Carpal tunnel
syndrome
Tarsal tunnel
syndrome
Neuropati
Peroneal Palsy
Amnesia
pascatrauma
Status epileptikus 3B
Kejang
Status epileptikus
Complete spinal
transaction
Acute medulla
compression
GBS
Miastenia gravis
Lesi batang otak 2
Cerebral palsy
Spina bifida
Infeksi
sitomegalovirus
Toksoplasmosis
serebral
Abses otak
Hidrosefalus
Tumor primer
Tumor sekunder
Mati batang otak
Lesi batang otak
Penyakit alzheimer
Siringomielia
Mielopati
Dorsal root
syndrome
Hematoma
epidural
Hematoma
subdural
Trauma medula
spinalis
Sindrom horner
Neurofibromatotsis
afasia
Mild cognitive
impairment
Psikiatri

Penyakit kompetensi Tanda dan gejala tatalaksana


insomnia 4A
Gangguan
somatoform
Delirium yang 3A
tidak diinduksi
Adiksi narkoba
Delirium yang di
induksi
Skizofrenia
Gangguan waham
Gangguan psikotik
Gangguan
skizoafektif
Gangguan bipolar,
episode manik
Gangguan bipolar,
episode depresif
Baby blues
syndrome
Gangguan panik
Gangguan cemas
menyeluruh
Gangguan
campuran cemas
depresi
PTSD
Trikotilomania
Retardasi mental
Transient tics
disorder
Gangguan
keinginan dan
gairah seksual
Gangguan
orgasmus,
termasuk gangguan
ejakulasi
Sexual pain
disorder
(vaginismus)
hipersmonia
Intoksiskasi akut 3B
zat psikoaktif
Gangguan 2
siklotimia
Depresi endogen
Gangguan distimia
(depresi neuorsis)
Gangguan depresif
yang tidak terinci
Agorafobia
Fobia sosial
Fobia spesifik
Gangguan obsesif
kompulsif
Reaksi terhadap
stres yang berat
dan gangguan
penyesuaian
Gangguan disosiasi
(konversi)
Gangguan
kepribadian
Gangguan identitas
gender
Gangguan
preferensi seksual
Gangguan
perkembangan
pervasif
GPPH/ADHD
Gangguan tingkah
laku
Anoreksia nervosa
Bulimia
Pica
Gilles de la
tourette syndrome
Chronic motor of
vocal tic disorder
Functional
encoperasis
Functional enuresis
Uncoordinated
speech
Parafilia
Sleep wake cycle
disturbance
Night mare
Sleep walking