Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

“NEGARA”

Oleh :

NI KADEK DEA ROSIYANTI 1702541006


NI LUH RATIH ROSITA DEWI 1702541010
KADEK TRIMAYUNIKA JULIA 1702541013
SAGUNG AYU PRITI MAWAR VEDASANTI 1702541048

PROGRAM STUDI FISIOTERAPI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada hakikatnya, Negara tidak dapat dikatakan menjadi sebuah Negara
apabila tidak memiliki orang-orang atau masyarakat yang mendiami suatu
wilayah. Kumpulan orang-orang tersebut disebut masyarakat. Dan
kumpulan dari masyarakat tersebut disebut penduduk. Dari kumpulan
masyarakat tersebut pasti ada seseorang yang menjadi kepala atau pemimpin
yang menggerakkan orang-orang lain untuk mencapai sesuatu yang
ditargetkan. Pemimpin-pemimpin dari setiap kelompok masyarakat
bergabung menjadi satu, berdiskusi untuk bersama-sama menciptakan dan
mencetuskan sesuatu untuk kelompok yang lebih besar, dan seseorang yang
lebih menonjol dalam menggerakkan massanya itulah yang menjadi
pemimpin utama dalam kelompok besar tersebut.
Begitu juga dengan Negara Indonesia pada mulanya. Pemimpin-
pemimpin terpilih dari masing-masing kelompok berhasil mencetuskan
sesuatu yang membutuhkan musyawarah dan pemikiran yang matang
hingga terbentuk Negara Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa pada
dasarnya Negara merupakan sebuah organisasi besar, yang mencakup orang-
orang yang jumlahnya sangat banyak, yang merupakan anggota dari sebuah
organisasi yang berupa Negara. Dari sekumpulan penduduk tersebut
bermunculan tokoh-tokoh atau pemimpin yang dapat menggerakkan
anggotanya yang disebut dengan pemerintah. Kumpulan pemimpin-
pemimpin tersebut terlebih dahulu menciptakan dasar atau pondasi dari
suatu organisasi kemudian menetapkan tujuan yang akan dicapai dari
organisasi tersebut. Maka dari itu Negara Indonesia memiliki tujuan atau
cita-cita bangsa yang ditetapkan oleh tokoh-tokoh terdahulu. Dasar dari
suatu Negara dilihat dari aspek-aspek yang tercermin oleh penduduk, yang
telah lahir dari nenek moyang dan sesuai dengan keadaan masyarakat
beserta Negara.

1
Tanpa adanya penduduk dan pemerintah, suatu organisasi tidak akan
bisa terbentuk. Karena misi-misi yang dijalankan ataupun visi yang ingin
dicapai tercetus dari pemikiran-pemikiran dari seluruh anggota dan
disalurkan melalui pemimpin tersebut atau pemerintah. Dalam menjalankan
misi-misi suatu organisasi, pastilah terdapat hal-hal yang tidak sesuai dari
apa yang disusun. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu aturan yang menjadi
pedoman untuk masyarakat dalam menjalankan misi-misi dari suatu
organisasi. dalam cakupan Negara, pedoman tersebut disebut hukum.
Hukum merupakan suatu pedoman yang membatasi tingkah laku manusia
dalam mengambil tindakan. Dengan adanya hukum tersebut berarti
peraturan-peraturan telah ditegakkan dan tidak dapat ada yang merubah atau
melanggar sehingga kehidupan masyarakat menjadi sejahtera dan tertiib.
Dari hukum yang telah ditegakkan, maka terbentuklah konstitusi yang
merupakan kumpulan dari hukum dasar yang bersifat tertulis maupun tidak
tertulis. Maka dari itu konstitusi tertulis dibuat berisi tentang dasar-dasar
atau au pondasi dan tujuan dari suatu Negara. Setelah semua aspek tersebut
terbentuk, barulah suatu Negara dapat menjalankan misi-misi Negara
dengan melibatkan seluruh komponen Negara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Negara?
2. Bagaimanakah sifat dari suatu Negara?
3. Apa saja unsur, tujuan serta fungsi pembentuk Negara?
1.3 Tujuan
. Untuk memahami makna dan pengertian suatu Negara.
. Untuk memahami sifat, unsur, tujuan serta fungsi suatu Negara.
1.4 Manfaat
1. Menambah wawasan tentang suatu Negara.
2. Menambah wawasan tentang sifat, unsur, tujuan serta fungsi Negara.

2
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Negara
A. Definisi Negara menurut beberapa ahli :
1. Roger H. Soltau

Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang


mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama
masyarakat.
2. Max Weber

Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam


penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah
3. Rober M. Maclver

Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di


dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang
diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut
diberikan kekuasaan memaksa.
4. Goerge Jellinek

Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia


yang telah berkediaman di suatu wilayah tertentu
5. R. Djopkosoetomo

Negara adalah organisasi manusia yang berbeda di wilayah suatu


pemerintahan yang sama
6. J. H. A. Logeman

Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai tujuan


melalui kekuasaannya untuk mengatur dan menyelnggarakan sesuatu
(berkaitan dengan jabatan, fungsi, lembaga kenegaraan atau lapangan
kerja) dalam masyarakat
7. Wirjono Prodjodikoro

Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok atau beberapa


kelompok manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah

3
(territoir) tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang
mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa
kelompok manusia tadi. (1983:2).
8. O. Notohamidjojo

Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan


memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
9. Soenarko

Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah


tertentu dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai
souverein (Lubis, 1982:26).
B. Kesimpulan Pengertian Negara

Dengan memperhatikan ke-sembilan pendapat tersebut. Maka di


dapat pemahaman tentang Negara yaitu organisasi masyarakat yang
memiliki wilayah tertentu dan berada di bawah pemerintahan berdaulat
yang mengatur kehidupan masyarakat tersebut. Negara merupakan
kontruksi yang diciptakan oleh manusia untuk mengatur pola hubungan
antar manusia dalam kehidupan masyarakat
Jadi, dapat disimpulkan sebagai pengertian umum Negara adalah
suatu daerah territorial yang rakyatnya di perintah (governed) oleh
sejumlah pejabat dan berhasil menuntut warga negaranya untuk mentaati
peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (control) monopolistik
dari kekuasaan yang sah (Budiardjo, 1978: 39-40)
2.2 Sifat Negara
Pada umumnya negara memiliki 3 sifat, antara lain sifat memaksa,
monopoli, dan mencakup semua. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan
penjelasan dari ketiga sifat-sifat tersebut:
a. Sifat Memaksa
Negara memiliki sifat memaksa artinya bahwa negara memiliki
hak atau kewenangan untuk memaksakan berbagai peraturan yang
dibuatnya untuk ditaati oleh seluruh warganya. Untuk memaksakan
berbagai peraturan yang dibuatnya pemerintah negara memiliki sarana

4
seperti tentara, polisi, hakim, jaksa, dan sebagainya. Negara berhak
menentukan sanksi bagi pelanggaran atas aturan yang dibuatnya, dari
sanksi yang ringan sampai sanksi yang sangat berat yaitu berupa pidana,
bahkan hukuman mati.
Berkenaan dengan sifat memaksa ini, dalam masyarakat yang telah
tertanam konsensus nasional yang kuat mengenai tujuan bersama yang
hendak dicapai, biasanya sifat memaksa ini tidak tampak begitu
menonjol. Sebaliknya di negara-negara yang baru di mana konsensus
nasional tentang tujuan bersama itu belum begitu kuat, maka sifat
paksaan ini lebih tampak. Di negara-negara yang lebih demokratis,
diupayakan pemakaian kekerasan seminimal mungkin dan sedapat-
dapatnya dikedepankan caracara yang persuasif untuk menyelesaikan
berbagai persoalan bangsa. (Budiardjo, 2010:50).
b. Sifat Monopoli
Negara juga membawakan sifat monopoli, yaitu sifat
yangmenunjukkan adanya hak atau kewenangan negara untuk mengelola
atau menentukan sesuatu tindakan tanpa adanya hak atau kewenangan
yang sama di pihak lain. Sifat monopoli yang dimiliki oleh negara
menyangkut beberapa hal. Negara memiliki hak monopoli untuk
menentukan tujuan dari sebuah masyarakat, yaitu masyarakat dalam
negara yang bersangkutan. Di Indonesia misalnya tujuan masyarakat itu
adalah sebagaimana dirumuskan dalam alinea IV Pembukaan UUD
1945.
Sebagai konsekuensinya negara berhak untuk melarang
berkembangnya faham atau aliran yang dianggap mengganggu
pencapaian tujuan yang dimaksudkan. Negara juga memiliki hak
monopoli pengelolaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup
masyarakat. Hak monopoli yang lain adalah monopoli pengelolaan
sarana kekerasan untuk kepentingan negara. Negara memiliki satuan
tentara dan polisi yang dilengkapi dengan sistem persenjataan seperti
senjata api, tank, pesawat tempur, kapal perang dan sebagainya, adalah
merupakan perwujudan dari hak monopoli tersebut.

5
c. Sifat Mencakup Semua
Dengan sifat ini maksudnya bahwa kekuasaan negara berlaku bagi
semua orang di wilayah negara yang bersangkutan. Tidak ada warga
masyarakat yang dapat mengecualikan dirinya dari pengaruh kekuasaan
negara. Berkenaan dengan itu bahwa peraturan yang dibuat oleh negara
pada prinsipnya berlaku bagi setiap orang di wilayah negara itu tanpa
kecuali. Ketika peraturan sudah dibuat atau ditetapkan, semua orang
dianggap tahu dan harus mentaatinya.
Siapapun yang melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Menjadi warga negara bukanlah sesuatu
yang berdasarkan pada kemauan sendiri (involuntary membership), dan
di sinilah letak perbedaan antara keanggotaan suatu negara dengan
keanggotaan pada asosiasi atau organisasi lain yang sifatnya sukarela.
(Budiardjo, 2010:50).
2.3 Unsur Negara
Negara yaitu organisasi masyarakat yang memiliki wilayah tertentu
dan berada di bawah pemerintahan berdaulat yang mengatur kehidupan
masyarakat tersebut. Adapun elemen-elemen yang membentuk suatu
negara adalah sebagai berikut.
a. Rakyat
Penduduk suatu negara dimaksudkan semua orang yang pada suatu
negara mendiami suatu wilayah Negara. Mereka secara sosiologis lazim
disebut rakyat dalam suatu Negara. Rakyat dalam hubungan ini dapat
diartikan sebagai sekumpulan manusia yang dipersatukan oleh suatu rasa
persamaan dan bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu. Ditinjau
dari segi hukum rakyat merupakan warga negara. Warganegara adalah
seluruh individu yang mempunyai ikatan hukum dengan suatu negara.
Rakyat suatu negara dibedakan menjadi penduduk dan bukan
penduduk. Penduduk adalah orang-orag yang bertempat tinggal menetap
atau berdomisili dalam suatu negara. Sedangkan yang bukan penduduk
artinya orang-orang yang bertempat tinggal di dalam suatu negara tetapi
dalam waktu sementara dan tidak bermaksud untuk menetap.

6
b. Wilayah dengan Batas-Batas Tertentu
Wilayah suatu negara pada umumnya dibagi menjadi wilayah darat,
wilayah laut dan udara. Batas wilayah Negara Indonesia ditetapkan
dalam perjanjian dengan negara lain yang berbatasan.
Berkenaan dengan wilayah perairan ada 3 batas wilayah laut
Indonesia, batas batas tersebut adalah:

1. Batas laut teritorial, yaitu garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis
dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu
lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis
teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut. Laut
yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial disebut laut teritorial.
Laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar disebut laut internal. Rakyat
adalah pendukung utama keberadaan sebuah negara.

2. Batas landas kontinen (continentalshelf), adalah wilayah lautan suatu negara


yang batasnya lebih dari 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih
menguasai lautan di atas landasan kontinen, batas negara tersebut ditarik
sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Dalam wilayah laut ini
negara yang bersangkutan dapat mengelola dan memanfaatkan wilayah laut
tetapi wajib membagi keuntungan dengan masyarakat internasional.

3. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu laut yang diukur dari garis lurus
yang ditarik dari pantai titik terluar sejauh 200 mil laut. Di dalam wilayah ini,
negara yang bersangkutan memiliki hak untuk mengelola dan memanfaatkan
kekayaan yang ada di dalamnya. Akan tetapi, wilayah ini bebas untuk
dilayari oleh kapal-kapal asing yang sekadar melintasi saja.

c. Pemerintahan yang Berdaulat


Pemerintah yang berdaulat artinya pemerintah yang mempunyai
kekuasaan tertinggi, kekuasaan yang tidak berada di bawah kekuasaan
lainnya. Kedaulatan ke dalam artinya kekuasaan tertinggi untuk

7
mengatur rakyatnya sendiri. Sedangkan kekuasaan ke luar artinya
kekuasaan tertinggi yang harus dihormati negara-negara lain.
Kedaulatan mempunyai beberapa sifat yaitu
1. Asli, dalam arti tidak diturunkan dari kekuasaan yang yang lain
2. Tertinggi, dalam arti tidak ada kekuasaan lain yang lebih tinggi yang
dapat membatasi kedaulatan.
3. Abadi atau kekal, artinya keberadaannya tetap.
4. Tidak dapat di bagi, dalam arti hanya ada satu kekuasaan tertinggi saja
dalam suatu negara.
d. Pengakuan Internasional
Pengakuan yang diberikan oleh sauatu negara untuk memenuhi
unsur suatu negara yang lain. Pengakuan internasional dapat dibagi
menjadi pengakuan secara de facto dan de jure, de facto artinya bersifat
tetap yakni pengakuan dari negara lain dapat menimbulkan hubungan
bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi. Pengakuan de facto
menunjuk pada adanya pelaksanaan kekuasaan cecara nyata dalam
masyarakat yang dinyatakan merdeka atau telah memiliki indepedensi.
Pengakuan de jure pengakuan terhadap suatu Negara secara resmi
berdasarkan hukum dengan segala konsekuensinya atau pengakuan
secara Internasional. Berdasarkan sifatnya pengakuan de jure dibagi
menjadi 2 yakni
1. Tetap, artinya berlaku selama-lamanya sampai waktu yang tidak
terbatas.
2. Penuh, artinya mempunyai dampak dibukanya hubungan bilateral di
tingkat diplomatik dan konsul, sehingga masing-masing Negara akan
menempatkan perwakilannya di negara tersebut yang dipimpin oleh
duta besar yang bekuasa penuh.

2.4 Tujuan Negara


Tujuan Negara pada dasarnya adalah menciptakan kesejahteraan
dan kebahagiaan rakyatnya. Tujuan Negara merupakan pedoman atau
acuan dalam menjalankan langkah-langkah kehidupan bernegara,

8
mengatur kehidupan rakyat, menyusun dan mengendalikan alat
perlengkapan Negara.
Menurut Plato, tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan
manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sosial.
Menurut Roger H. Soltau, tujuan negara adalah memungkinkan
rakyatnya berkembang serta mengungkapkan daya cipta yang sebebas-
bebasnya.
Menurut Harold J. Laski, tujuan negara adalah menciptakan
keadaan yang di dalamnya rakyat dapat mencapai keinginan-
keinginannya secara maksimal.
Menurut Aristoteles, tujuan dari negara adalah kesempurnaan
warganya yang berdasarkan atas keadilan. Keadilan memerintah harus
menjelma di dalam negara, dan hukum berfungsi memberi kepada
setiap manusia apa sebenarnya yang berhak ia terima.
Menurut John Locke, tujuan negara adalah untuk memelihara dan
menjamin terlaksananya hak-hak azasi manusia yang tertuang dalam
perjanjian masyarakat.
Tujuan negara Indonesia tercantum pada Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada alinea ke-4, yaitu:
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan
negara Indonesia yang melindungin segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia dengan berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial…”
Pada pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan negara
Indonesia adalah:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa

9
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
Jika diperhatikan dari keempat tujuan negara tersebut, nilai-nilai
yang terkandung berkaitan dengan teori negara kesejahteraan (welfare
state). Hal ini dikarenakan keempat tujuan di atas semuanya
menekankan pada aspek kesejahteraan rakyat.
Tujuan negara tersebut dapat diwujudkan dengan berlandaskan
pada pancasila, yaitu:
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Tujuan negara juga ditinjau dari beberapa teori atau ajaran, yaitu:
. Teori Negara Kesejahteraan
Menurut teori ini, tujuan negara adalah mewujudkan kesejahteraan
warga negaranya. Teori ini dikemukakan oleh Kranenburg.
. Teori Perdamaian Dunia
Teori ini dikemukakan oleh ahli kenegaraan Italia, Dante
Alleghieri. Tujuan negara adalah mencapai perdamaian dunia sehingga
perlu dibentuk satu negara di bawah satu imperium.
. Teori Kedaulatan Hukum
Menurut teori ini, negara bertujuan menyelenggarakan ketertiban
hukum dengan berdasarkan dan berpedoman pada hukum. Hanya
hukum yang berkuasa dalam negara. Hak-hak warga negara dijamin
sepenuhnya oleh negara. Maka dari itu, warga negara berkewajiban
untuk mematuhi seluruh peraturan yang ada dalam negara yang
bersangkutan. Teori ini dikemukakan oleh Krabbe.
. Teori Kekuasaan Negara

10
Menurut teori ini, tujuan negara adalah berusaha mengumpulkan
kekuasaan yang sebesar-besarnya. Teori ini dikemukakan oleh Lord
Shang Yang, seorang ahli filsafat politik Cina.
. Teori Jaminan Atas Hak dan Kewajiban
Menurut teori ini, tujuan negara adalah membentuk dan
mempertahankan hukum supaya hak dan kemerdekaan warga negara
terpelihara. Peranan negara hanya sebagai penjaga ketertiban hukum
dan pelindung hak serta kebebasan warganya. Yang mencetuskan teori
ini adalah Immanuel Kant, seorang filsafat dari Jerman.
2.5 Fungsi Pembentuk Negara
1. Fungsi Keamanan dan Ketertiban
Negara sebagai fungsi pengatur keamanan dan ketertiban dalam
masyarakat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrokan-bentrokan
dalam masyarakat sehingga tercipta suatu kondisi yang stabil.
2. Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran

Maknanya, Negara dapat mengupayakan agar masyarakat bisa hidup


sejahtera dan makmur, baik itu dalam kondisi ekonomi maupun sosial
dalam masyarakat.
3. Fungsi Pertahanan

Negara dapat mengupayakan dalam mempertahankan kelangsungan hidup


bangsa dari ancaman-ancaman atau gangguan, baik itu dalam negeri
ataupun luar negeri. Ancaman atau gangguan tersebut bisa berupa serangan
(invasi) untuk memecah belah persatuan bangsa.
4. Fungsi Keadilan
Keadilan dalam negara haruslah dibentuk, ditegakkan, dan memberi HAK
yang sama kepada semua orang atau tidak membeda-bedakan sesama
manusia. Maka, negara membentuk suatu badan peradilan negara yang
memiliki tugas untuk menegakkan masalah keadilan dalam suatu bangsa
atau masyarakat sehingga akan menciptakan kondisi yang dinamis dan
harmonis.

11
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Setelah pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa negara merupakan


suatu daerah territorial yang rakyatnya di perintah (governed) oleh sejumlah
penjabat yang berhasil menuntut dari warganegaranya ketaatan pada peraturan
perundang-undangnya melalui penguasaan (control) monopolistik dari kekuasan
yang sah (budiardjo, 1978: 39-40). Pada umumnya negara mempunyai 3 sifat
yaitu sifat memaksa, sifat monopoli, dan sifat mencakup semua. Negara memiliki
unsure pembentuk diantaranya yaitu penduduk, wilayah dan batas-batas tertentu,
pemerintahan yang berdaulat, dan pengakuan internasonal. Tujuan negara adalah
mewujudkan kebahagian bagi rakyatnya walaupun dengan cara sedikit memaksa
rakyatnya untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai warga negara. Secara
garis besar negara memiliki fungsi sebagai berikut mengupayakan kesejahteraan
warganya agar dapat menikmati kehidupan yang layak, meningkatkan kecerdasan,
dan membina budi pekerti warganya, menjaga keamanan dan ketertiban dalam
masyarakat, mempertahankan negara dari gangguan eksternal, dan mewujudkan
keadilan bagi masyarakat.
Saran
Selesainya makalah ini disusun penulis menyarankan kepada pembaca
agara selalu memiliki sikap kewarganegaraan yang tinggi dan cinta tanah air.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Tujuan Negara. Tersedia pada


http://www.edukasippkn.com/2015/09/tujuan-negara.html?m=1.
Diakses tanggal 27 November 2017.
Semangat, Guru. 2017. Tujuan Negara Indonesia. Tersedia pada
http://www.ndraweb.com/2017/10/tujuan-negara-indonesia.html?m=1.
Diakses tanggal 27 November 2017.
Fathoni, Ahmad. 2015. Tujuan Negara(Menurut Pendapat Ahli dan Teori).
Tersedia pada http://www.zonasiswa.com/2014/07/tujuan-negera-
pendapat-ahli-dan-teori.html?m=1. Diakses tanggal 27 November 2017.
Listyarti, Retno dan Setiadi. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMK
dan MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.
Murtono, Sri dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SMP Kelas IX. Jakarta:
Quadra.
I Gede Sutrisna Adhi, I Wayan Latra, I Gusti Bagus Wirya Agung. Pendidikan
Kewarganegaraan

13