Anda di halaman 1dari 20

BLACK NOTE

KTJ PRODUCTION
2017
SING A SONG OF RADIOLOGY
RESPIRASI - KARDIOLOGI

Syarat foto yang baik


• Marker
• Identitas pasien
• Mencakup seluruh cavum thorax : dari apex plum hingga sinus costophrenicus
• Simetris : jarak antara articulatio sternoclavicularis kanan dan kiri sama menuju ke processus spinosus
• Penetrasi cukup : terlihat processus spinosus hingga corpus vertebra thorakal 4
• Inspirasi cukup : diafragma setinggi costa 5-6 anterior atau 8-10 posterior. diafragma kanan lebih tinggi
dari diafragma kiri karena adanya hepar disebelah kanan.

Perbedaan posisi AP dan PA


AP PA

Skapula Menutupi lapangan paru berada di luar lapangan paru

Clavicula Mendatar bagian medial clavicula berada lebih caudal

Udara usus tidak ada ada, di banian fundus gaster

Jantung lebih member kurang lebih ukuran sama dengan aslinya

Posisi foto supine erect (berdiri, duduk)

Arah sinar dari anterior tubuh ke posterior dari posterior tubuh ke anterior

Film ada di belakang tubuh ada di depan tubuh

Foto thorax normal (luar ke dalam)


Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto radiologi ini

BRONKHITIS
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular yang ramai (prominent), melebih 2/3 medial lapangan paru, hilus kiri lebih
tinggi dari kanan (perbedaan 2,5 cm)
Kesan: bronchitis kronik

BRONKIEKTASIS
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak cincin-cincin lusen pada ….. paru D/S yang memberikan gambaran honeycomb appearance
Kesan: bronkiektasis

Foto thorax AP/PA


• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak cincin-cincin lusen pada ….. paru D/S yang memberikan gambaran honeycomb appearance
disertai bercak infiltrat pada lapangan bawah paru yang menutupi sinus, diafragma dan batas jantung
….
Kesan: infected bronkiektasis

PNEUMONIA
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak perselubungan inhomogen pada lapangan …. paru D/S disertai gambaran air bronchogram
sign
Kesan: pneumonia lobaris …. D/S

BRONKOPNEUMONIA
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak bercak infiltrat pada lapangan medial/basal paru D/S
Kesan: bronchopneumonia D/S

TB PARU
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum**
• Tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru*
Kesan: TB paru

*Proses spesifik aktif TB paru


Deskripsi

Aktif cavitas, bercak, infiltrat (berawan), efusi pleura

Lama tenang kalsifikasi, fibrosis


Deskripsi

Lama aktif cavitas, bercak, infiltrat (berawan), efusi pleura, kalsifikasi, fibrosis

Lesi minimal < 2 ICS anterior

Lesi luas > 2 ICS anterior, adanya kavitas

Miliar bercak granular yang menyebar di seluruh lapangan paru

PCP
(pneumocystic tampak bercak infiltrat pada kedua lapangan paru disertai cavitas pada apex paru
carinii pneumonia) dan gambaran kista berdinding tebal/tipis, pemadatan hilus
- HIV

** dapat terjadi shift jika garis fibrosis merektrasi trakea dan mediastinum ke arah lesi

DESTROYED LUNG
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Tampak bercak berawan disertai multiple cavitas (ektasis) dan garis fibrosis yang merektrasi trakea dan
mediastinum ke arah lesi
Kesan: destroyed lung (luluh paru)

PNEUMOTHORAKS
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Tampak deep sulcus sign pada hemithorax D/S
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Tampak shift trakea dan mediastinum ke arah kontralateral*
• Tampak hiperlusen avaskular pada hemithoraks D/S setinggi costa …. anterior yang memberikan
gambaran kolaps paru D/S dengan bayangan pleural viseralis yang jelas (pleural white line) ke arah
medial
Kesan: tension pneumothoraks
*jika tidak ada shift, berarti kesan simple pneumothoraks

HYDROPNEUMOTHORAKS
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak perselubungan homogen pada bagian basal hemithoraks paru D/S setinggi costa …. anterior
yang menutupi sinus, diafragma dan batas jantung D/S disertai hiperlusen avaskular pada bagian
superior yang memberikan gambaran air fluid level +
• Tampak gambaran kolaps paru D/S dengan bayangan pleural viseralis yang jelas (pleural white line) ke
arah medial
Kesan: hydropneumothoraks D/S

EFUSI PLEURA
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal (sulit dievalusi, tergantung derajat
efusi)
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum*
• Tampak perselubungan homogen pada bagian basal hemithoraks paru D/S setinggi costa …. anterior
yang menutupi sinus, diafragma dan batas jantung D/S yang memberikan gambaran meniscus sign +
Kesan: efusi pleura D/S
*Jika ada shift ke arah kontralateral dan >2/3 hemithoraks D/S, berarti efusi pleura masif
** tegak menutupi diagfragma dan sinus : 250-300 cc ; RLD : 100 cc
normal cairan cavum pleura : 5-15 cc
Usul : MSCT Scan dengan kontras

EMFISEMA
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak, sela iga melebar
• Kedua sinus lancip disertai diafragma letak rendah dan mendatar
• COR: kesan ramping; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak hiperaerasi pada kedua lapangan paru
Kesan: emfisema paru

ATELEKTASIS
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak, sela iga menyempit (volume paru mengecil)
• Kedua sinus lancip dan elevasi diafragma ke arah lesi
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Tampak shift dari trakea dan mediastinum ke arah lesi/ipsilateral
• Tampak perselubungan homogen pada lapangan …. paru D/S disertai hiperaerasi pada paru
disebelahnya
Kesan: atelektasi paru D/S disertai enfisema kompensatoar D/S

ABSES PARU
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak kavitas pada lapangan ….. paru D/S berdinding tebal yang memberikan gambaran air fluid
level +
Kesan: abses paru D/S
Usul : foto thoraks lateral

MASSA
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Tampak shift dari trakea dan mediastinum ke arah kontralateral
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tampak soft tissue density pada regio para….. D/S, berbatas tegas, tepi reguler/irreguler, nonkalsifikasi/
kalsifikasi, ada/tidak mendestruksi tulang dengan silhouette sign +/-*
Kesan: massa mediastinum dd tumor paru D/S
* silhouette sign + = sulit dibedakan batasan jantung dan massa (posisi massa di anterior)

silhouette sign — = jelas batasan jantung dan massa (posisi massa di posterior)
Usul : MSCT scan dengan kontras

Foto thorax AP/PA


• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak multiple lesi noduler berbagai ukuran yang tersebar pada kedua lapangan paru
Kesan: multipel lesi noduler susp metastase tumor ke paru
Usul : MSCT scan dengan kontras

FLAIL CHEST
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tampak multiple fraktur pada costa …. A/P D/S
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tampak bayangan udara yang terlihat akibat kontusio paru
Kesan: flail chest D/S + multiple fraktur pada costa …. A/P D/S

HMD, TTN, ASPIRASI MEKONIUM


Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru*
Kesan: HMD grade …. / TTN / Aspirasi mekonium

*Proses spesifik aktif HMD

Deskripsi HMD

Grade 1 Gambaran retikulogranular yang sangat halus dan sulit dilihat dengan sedikit
gambaran air bronchogram.

Grade 2 • Gambaran retikulogranular yang secara homogen terdistribusi di kedua


lapang paru.
• Gambaran air bronchogram jelas, luas, dan bertumpang tindih dengan
bayangan jantung.
• Ada penurunan aerasi paru.
Deskripsi HMD

Grade 3 • Gambaran nodul-nodul berdensitas tinggi yang cenderung menyatu.


• Air bronchogram
• Bayangan jantung sulit dilihat.
Grade 4 • Opasitas yang komplit (white lung) pada kedua lapang paru dengan
gambaran air bronchogram yang ekstensif.
• Bayangan jantung tidak dapat dilihat lagi.

Pneumonia
HMD TTN Aspirasi Mekonium
Neonatal

Keterlambatan Aspirasi amnion yang


Defisiensi Infeksi
Etiologi absorbsi cairan mengandung
surfaktan parenkim paru
paru mekonium

Usia BKB <34


BCB BCB, BLB BKB
Gestasi minggu

Prematur, BBLR, Ketuban pecah


Prematur,
Faktor DM Kerioamnionitis, ibu dini, kesulitan
persalinan SC,
Risiko gestasional, DM, preeklamsia persalinan,
laki-laki
laki-laki prematur

2 jam setelah
Segera setelah Gejala berat segera Takipnea,
Gejala kelahiran,
kelahiran, hilang setelah kelahiran, batuk, retraksi
Klinis memburuk
dalam 72 jam mekonium staining dada
48-72 jam

•Bercak •Preminent
•Grossly patchy
retikulogranuler perihilar
opacities
, ground glass pulmonary •Densitas
•Hiperinflasi
appereance interstitial alveolar
emfisematous
•Bilateral marking, terlokalisasi
Radiologi •Tidak ada air
•Hipoaerasi •Bilateral dan atau difus
bronchogram
•Air simetris •Air
•Pneumothorax/
bronchogram •Hiperinflasi bronchogram
pneumomediastinum
•Bell shaped •Cairan pada
•Efusi pleura
thorax fissura

EDEMA PARU
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal*
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak perkabutan parahilar dan parakardiak di kedua lapangan paru yang memberikan gambaran bat
wings / butterfly appearance
Kesan: edema paru alveolar
* jika ada kardiomegali, edema paru causa kardiogenik

Foto thorax AP/PA


• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal*
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Tampak septa interlobular yang menebal yang memberikan gambaran kerley B line** pada daerah
dekat sinus disertai gambaran peribronchial cuffing pada parahilar D/S
Kesan: edema paru interstitial
* jika ada kardiomegali, edema paru causa kardiogenik
** kerley A line : gambaran memanjang dari hilus ke arah perifer
kerley B line : gambaran septa interlobular yang menebal di dekat sinus
kerley C line : mirip sarang laba-laba

LIMFADENOPATI
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru
• Tampak pemadatan hilus D/S
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: limfadenopati D/S

PNEUMOMEDIASTINUM
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal*
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tampak garis lusen pada paraaorta/paratrakea
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: pneumomediastinum
*bisa terjadi emfisema subkutis = tampak bayangan lusen pada jaringan lunak regio …..

TANDA PEMBESARAN RUANG JANTUNG


Deskripsi

• diameter transversa jantung kanan dibagi dengan diameter hemithoraks kanan > 1/3
(melebih linea parasternalis dextra)

• pelebaran vena cava superior

RAE
• distal esofagus ke distal

• hepar membesar, diafragma kanan terangkat ke atas

• aurikel kanan terangkat (squaring off)

• jantung melebar ke depan dan kiri

• apex terangkat (rounded)

RVH • retrosternal clear space menyempit

• conus pulmonalis menonjol (pinggang jantung menonjol atau melurus)

• pembesaran atrium kanan


Deskripsi

• double countour pada batas jantung kanan

• main bronchus sinistra terangkat

• aurikula sinistra menonjol

LAE
• esofagus terdorong ke arah posterior dextra (pada foto lateral - dengan kontras barium
meal)

• aorta descendes terdorong ke kiri menjauhi garis tengah kolumna vertebralis

• jantung melebar ke kiri melebihi linea midclavicularis sinistra (2/3 hemithoraks sinistra)
dan dorsal

• apex tertanam

LVH
• pinggang jantung tetap concave (ramping)

• esofagus terdorong ke posterior

• retrocardial clear space menyempit


jarak antara prosesus spinosus sampai tepi lateral dari aorta knob > 4 cm

Dilatasi aorta •
• jarak antara dari tepi trakea sampai tepi lateral dari aorta knob > 3.5 cm (foto asimetris)
Elongasi
jarak mid caput clavicula ke puncak arcus aorta < 1.5 cm
aorta

diameter batas jantung kanan + kiri terlebar / diameter transversa intrathorakal terlebar

Kardiomegali > 0.5 (posisi PA)

> 0.56 (posisi AP)

CHF
Gagal Jantung Kanan Gagal Jantung Kiri

• RVH pada foto lateral CXR, RAE foto PA/AP

• LAE, LVH

• Vena azigos, cava superior et inferior melebar

• vascular pulmonary meningkat

• Elevasi hemidiafragma akibat hepatomegali


• Edema paru

(kongestif liver)

• Efusi pleura
• Klinis: JVP meningkat, Edema

COR PULMONAL
Pulmonary artery HT Pulmonary venous HT

RDPA > 1.7 cm > 1.7 cm

vaskularisasi di lobus atas < ramai dari cephalisasi = vaskularisasi di lobus atas
Vaskularisasi
lobus bawah > ramai dari lobus bawah

Prunning = rapid decreases dari central


Gradual tappering ada
ke perifer (inverted coma)

HHD
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan kardiomegali dengan cardiothorac index > 0.5; aorta dilatasi, elogasi dan kalsifikasi
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: HHD (kardiomegali disertai aorta dilatasi, elongasi et aterosklerotik)
PENYAKIT JANTUNG BAWAAN ASIANOTIK
Vaskularisasi meningkat
ASD VSD PDA

• bocor dari aorta ke conus


• Aorta knob mengecil

• RVH, LAE pulmonalis

• RAE, RVH
• LAE, LVH

PENYAKIT JANTUNG BAWAAN SIANOTIK


TOF TGA Ebstein Anomali Eisenmeyer

• Stenosis pulmonary, • asianotik —> sianotik

• tertukar aorta dengan • letak rendah katup


VSD, RVH, overriding • inverted coma,
conus pulmonalis
trikuspid

aorta
prunning

• egg on string sign


• box shape

• boot shaped • akibat VSD besar

• vaskularisasi • RAE

appearance
• RVH, LAE, LVH

meningkat • vaskularisasi menurun


• vaskularisasi menurun • vaskularisasi menurun

PENYAKIT KATUP
MS MI AS AI PS

• RVH

• LAE, RVH
• LVH
• LVH
• hypertension
• LVH, LAE
• Edema paru • aorta dilatasi • aorta dilatasi pulmonary

• vascular menurun

PENYAKIT AORTA
Aneurisma aorta Koartaksio aorta Dissectio aorta

• penyempitan aorta

• pembentukan gelembung di
• rib notching = a. intercostal
dinding aorta
• robekan tunica intima aorta

tertarik ke bawah (tortous


• menyerupai massa • prominent hump sign
vessel —> erosi costal

mediastinum
• COR analisa = gambaran E sign

EFUSI PERIKARD
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan kardiomegali dengan cardiothorac index > 0.5 yang memberikan gambaran water bottle
sign atau watermelon appearance atau guci; aorta menyempit
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular menurun
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: efusi perikard
Usul : echocardiografi

PNEUMOPERIKARDIUM
Foto thorax AP/PA
• Jaringan lunak sekitar dalam batas normal*
• Tulang-tulang intak
• Kedua sinus lancip dan diafragma kanan lebih tinggi dibanding kiri (perbedaan 3 cm)
• COR: kesan normal dengan cardiothorac index < 0.5; aorta normal
• Trakea tampak di midline, tidak tampak shift dari mediastinum
• Corakan bronkovaskular dalam batas normal, tidak melebih 2/3 medial lapangan paru dengan distribusi
vaskular gradual tappering dan dominan di basal paru, hilus kiri lebih tinggi dari kanan (perbedaan 2,5
cm)
• Tampak bayangan lusen pada cavam perikard
• Tidak tampak proses spesifik aktif pada kedua lapangan paru, tidak tampak tanda-tanda metastasis
Kesan: pneumoperikardium
*bisa terjadi emfisema subkutis = tampak bayangan lusen pada jaringan lunak regio …..

SING A SONG OF RADIOLOGY


MUSKULOSKELETAL

Syarat foto yang baik (RULE’S OF TWO)


1. Two view : minimal posisi AP dan lateral
2. Two joint : mencakup dua sendi
3. Two limb/side : terdapat foto bagian tubuh dextra maupun sinistra
4. Two abnormality : ketika teal mendapatkan satu kelainan, cari kelainan yang lain
5. Two occasions : membandingkan foto sekarang dengan foto yang dahulu
6. Two visit : melakukan foto pre dan post tindakan
7. Two opinions : meminta pendapat dengan radiologist lainnya
8. Two specialist : membandingkan foto radiologi dengan klinis
9. Two investigation : jika tidak tampak pada foto convencional, lanjutkan dengan pemeriksaan lainnya
(CT, USG, MRI, dll)

Jadwal evaluasi foto radiologi pada kasus fraktur


1 : saat datang pertama kali - untuk diagnostik
2 : post reposisi - menilai hasil reposisi apa telah sesuai atau tidak
3 : sebelum pulang dari RS - menilai apakah layak rawat jalan atau tidak
4 : 1-2 minggu rawat jalan - menilai apakah kedudukan berubah atau tidak
5 : 6-8 minggu rawat jalan - menilai terbentuknya callus formation
6 : pre pelepasan alat - memastikan apakah layak lepas alat atau tidak
7 : post pelepasan alat - memastikan tidak adanya refracture

Foto muskuloskeletal normal


Foto …….. (contoh: antebrachii dextra) AP/Lateral
• Aligment pembentuk antebrachii dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur serta destruksi tulang
• Mineralisasi tulang baik
• Celah sendi dalam batas normal
• Soft tissue dalam batas normal
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto radiologi ini

OA
Foto genu dextra AP/Lateral
• Aligment pembentuk genu dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur serta destruksi tulang
• Tampak osteofit pada eminentia intercondylaris lateral os tibia dextra, condylaris lateral dan medial os
femur dextra dan aspek posterosuperior os patella dextra
• Mineralisasi tulang baik
• Tampak penyempitan celah sendi femurotibial medial disertai subkondral sklerotik
• Soft tissue dalam batas normal
Kesan: OA genu dextra grade III (klasifikasi kellgren dan lawrence*)
*Klasifikasi Kellgren dan Lawrence

Grade 1 osteofit belum terlihat jelas

Grade 2 osteofit terlihat jelas, belum ada penyempitan sendi

Grade 3 osteofit, penyempitan celah sendi, subkondral sklerotik

Grade 4 deformitas, celah sendi hilang (kissing)

RA
Foto manus dextra AP/Lateral
• Aligment pembentuk manus dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur
• Mineralisasi tulang berkurang (osteoporosis daerah periarticular)
• Tampak gambaran ulnar deviation dari jari-jari disertai swan neck appearance (PIP hiperekstensi, DIP
fleksi)
• Tampak penyempitan celah sendi disertai marginal erotion juxtra articular
• Periartikuler soft tissue swelling
Kesan: rheumatoid arthritis manus dextra

GOUT
Foto pedis dextra AP/Lateral
• Aligment pembentuk pedis dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur
• Mineralisasi tulang berkurang
• Tampak penyempitan celah sendi disertai joint swelling
• Tampak subartikular cystic area dengan gambaran punched out lesion pada metatarsalphalange 1
dextra
Kesan: Gout arthritis MTP 1 dextra

FRAKTUR
Foto …….. (contoh: antebrachii dextra) AP/Lateral
• Aligment pembentuk antebrachii dextra tidak intak
• Tampak fraktur *
• Mineralisasi tulang baik
• Tampak celah sendi*
• Soft tissue swelling pada daerah fraktur
Kesan: Fraktur …..

Deskripsi

Fraktur Monteggia fraktur 1/3 proksimal os ulna D/S disertai dislokasi kaput radius

Fraktur Galleazzi fraktur 1/3 distal os radius D/S disertai dislokasi distal radioulnar joint

Fraktur Colles fraktur 1/3 distal os radius disertai displacement fragmen fraktur ke arah dorsal

Fraktur Smith fraktur 1/3 distal os radius disertai displacement fragment fraktur ke arah volar

Fraktur oblik intraartikuler tulang radius, dengan dislokasi distal radius kearah volar
Fraktur Barton
(fraktur Barton volar) atau ke arah dorsal (fraktur Barton dorsal)
Deskripsi

Fraktur pada growth plate


1: di growth plate
Fraktur Schalter 2: di growth plate + metafisis
Harris 3: di growth plate + epifisis
4: di growth plate + epifisis + metafisis
5: kompresi growth plate

OSTEOPOROSIS
Foto femur dextra AP/Lateral
• Aligment pembentuk femur dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur serta destruksi tulang
• Mineralisasi tulang berkurang, trabekula kasar
• Celah sendi dalam batas normal
• Soft tissue dalam batas normal
Kesan: osteoporosis senilis

OSTEOMYELITIS
Foto cruris dextra AP/Lateral
• Aligment pembentuk cruris dextra intak, tidak tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur
• Tampak periosteal reaction pada 1/3 proksimal os.tibia dan os.fibula sinistra
• Tampak destruksi tulang memberikan bayangan lusen daripada tulang (osteolitik)
• Mineralisasi tulang berkurang dan trabekula kasar
• Celah sendi dalam batas normal
• Soft tissue swelling
Kesan: osteomyelitis akut

Foto cruris dextra AP/Lateral


• Aligment pembentuk cruris dextra berubah dengan kontur tulang yang tidak rata, korteks menebal, tidak
tampak dislokasi
• Tidak tampak fraktur
• Tampak gambaran osteosclerotik pada 1/3 proksimal os.tibia dan os.fibula sinistra
• Mineralisasi tulang berkurang dan trabekula kasar
• Celah sendi dalam batas normal
• Soft tissue swelling
Kesan: osteomyelitis kronik

SPONDILITIS TB
Foto thoracolumbal AP/Lateral
• Aligment pembentuk lumbosacral berubah, tidak tampak listhesis
• Tidak tampak fraktur, pedikel intak
• Tampak destruksi osteolitik pada CV Th 4-6 pada bagian anterior
• Mineralisasi tulang berkurang disertai end plate sklerosis
• Tampak diskus intervertebralis menyempit setinggi CV Th 4-6
• Tampak abses pada paravertebral setinggi CV Th 4-6 yang memberikan gambaran paravertebra mass
Kesan: Spondilitis TB

SPONDILOLISTHESIS
Foto lumbosacral AP/Lateral
• Aligment pembentuk lumbosacral berubah, listhesis CV L3 terhadap L4 ke posterior, curvature lordotic
melurus
• Tidak tampak fraktur serta destruksi tulang, pedikel intak
• Mineralisasi tulang baik
• Diskus dan foramen intervertebralis kesan baik
• Soft tissue dalam batas normal
Kesan: Spondilolithesis CV L3 terhadap L4 ke posterior, muscle spasm
*Meyerding classification
grade 1 : 0-25%
grade 2 : 26-50%
grade 3 : 51-75%
grade 4 : 76-100%
grade 5 :>100%

SPONDYLOSIS
Foto lumbosacral AP/Lateral
• Aligment pembentuk lumbosacral intak, tidak tampak listhesis, kurvatura lordotik, lumbalis normal
• Tidak tampak fraktur serta destruksi tulang
• Tampak osteofit pada aspek lateral CV L4-5, aspek anterior CV L1
• Mineralisasi tulang baik
• Celah sendi dalam batas normal
• Soft tissue dalam batas normal
Kesan: spondylosis lumbalis

SING A SONG OF RADIOLOGY


GASTROINTESTINAL - UROLOGY

Syarat foto yang baik


• Identitas pasien
• Marker
• Mencakup seluruh cavum abdomen dari diafragma hingga pelvis

Foto gastrointestinal normal


Foto polos abdomen
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tidak tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto radiologi ini

Foto oesophagomaagduodenum
Telah dilakukan oesophagomaagduodenografi dengan hasil sebagai berikut :
• Kontras barium sebanyak …. cc diminumkan secara oral
• Dengan fluoroscope tampak kontras mengisi oesophagus, cardiac, fundus, dan pyloric gaster serta
bulbous duodenum
• Mukosa gaster reguler, tidak tampak filling defect additional shadow, maupun ekstravasasi kontras
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto eosophagomaagduodenum ini

Foto colon inloop


Telah dilakukan colon inloop dengan hasil sebagai berikut:
• Dimasukkan kontras barium sebanyak …. cc + udara …. cc, dimasukkan melalui kateter yang terpasang
pada anus
• Dengan fluroskop, tampak kontras mengisi rektum sampan kolon ….
• Tidak tampak dilatasi serta penyempitan pada colon
• Mukosa reguler, tidak tampak filling defect dan additional shadow
Foto 24 jam: tidak tampak sisa kontras
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto colon inloop ini
Foto intravenous urography
• Kontras iodine sebanyak …. cc dimasukkan secara intravena
• Fungsi ekskresi dan sekresi ginjal kiri dan kanan back
• Pelviokalises kiri: ujung calyx minor cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Pelviokalises kanan: ujung calyx cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Ureter kiri: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Ureter kanan: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Vesica urinaria: kontras mengisi dengan konsentrasi cukup, mukosa reguler, tidak tampak filling defect,
indentasi, maupun additional shadow dan ekstravasasi kontras
Kesan: tidak tampak kelainan pada foto intravenous urography ini

ILEUS OBSTRUKSI (SBO)


Foto polos abdomen (BNO 3 posais - LDK, Supine, tegak)
• Tampak distribusi udara tidak sampai hingga ke distal colon
• Tampak dilatasi loop-loop usus, tampak gambaran hearing bone disertai multiple air fluid level yang
bertingkat-tingkat yang memberikan gambaran step ladder appearance
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: SBO

ILEUS OBSTRUKSI (LBO)


Foto polos abdomen (BNO 3 posais - LDK, Supine, tegak)
• Tampak distribusi udara tidak sampai hingga ke distal colon
• Tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone, tampak haustra yang menebal
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: LBO

ILEUS PARALITIK
Foto polos abdomen (BNO 3 posais - LDK, Supine, tegak)
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone, tampak air fluid level yang
memanjang
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: Ileus paralitik

PERITONITIS
Foto polos abdomen posisi AP
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tampak penebalan dinding dan dilatasi loop usus disertai gambaran air fluid level yang memanjang,
tidak tampak gambaran hearing bone
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line hilang
• Tulang-tulang intak
Kesan: peritonitis

VOLVULUS
Foto polos abdomen posisi AP
• Tampak distribusi udara tidak sampai hingga ke distal colon
• Tampak loop usus distensi yang memberikan gambaran coffee bean atau inverted U, tidak tampak
gambaran hearing bone
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: volvulus

PNEUMOPERITONEUM
Foto polos abdomen posisi AP
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tidak tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone
• Tampak rigler’s sign, tampak udara bebas pada subdiafragma D/S
• Pada poses supine, tampak udara terkumpul ditengah yang memberikan gambaran football sign
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: pneumoperitoneum

BSK
Foto polos abdomen posisi AP
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tidak tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone
• Tampak gambaran radioopak pada daerah …….. D/S setinggi CV ……* dengan ukuran ……, berbentuk
….., berbatas ……., mukosa …….
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: BSK
*nefrolith : L1-3
ureterolith : L4-5
Vesicolith : rongga pelvis

INTUSUSEPSIS
Foto polos abdomen
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tidak tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone
• Tampak gambaran soft tissue mass pada ileosaecal/ileoileal/kolikolika
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: Suspek Intususepsi ileosaecal/ileoileal/kolikolika
Usul : Colon inloop

Telah dilakukan colon inloop* dengan hasil sebagai berikut:


• Dimasukkan kontras barium sebanyak …. cc + udara …. cc, dimasukkan melalui kateter yang terpasang
pada anus
• Dengan fluroskop, tampak kontras mengisi rektum sampan kolon ….
• Tampak gambaran coiled spring sign
• Mukosa reguler, tidak tampak filling defect dan additional shadow
Foto 24 jam: tidak tampak sisa kontras
Kesan: Intususepsi

*colon inloop dilakukan bila <8 jam

GASTRITIS
Telah dilakukan maagduodenografi dengan hasil sebagai berikut :
• Kontras barium sebanyak …. cc diminumkan secara oral
• Dengan fluoroscope tampak kontras mengisi cardiac, fundus, dan pyloric gaster serta bulbous duodenum
• Tampak gambaran 3 lapis berupa udara, hipersekresi mukosa lambung, dan kontras yang menigs lumen
gaster
• Mukosa gaster reguler, tidak tampak filling defect additional shadow, maupun ekstravasasi kontras
Kesan: Gastritis

COLITIS
Telah dilakukan colon inloop dengan hasil sebagai berikut:
• Dimasukkan kontras barium sebanyak …. cc + udara …. cc, dimasukkan melalui kateter yang terpasang
pada anus
• Dengan fluroskop, tampak kontras mengisi rektum sampan kolon ….
• Kaliber lumen colon dalam batas normal dengan haustra yang mulai menghilang yang memberikan
gambaran pipe like appearance
• Mukosa ireguler, tidak tampak filling defect dan additional shadow
Foto 24 jam: tidak tampak sisa kontras
Kesan: Ulcerative Colitis Colon …..

HIRSCHSPRUNG DISEASE
Telah dilakukan colon inloop dengan hasil sebagai berikut:
• Dimasukkan kontras barium sebanyak …. cc + udara …. cc, dimasukkan melalui kateter yang terpasang
pada anus
• Dengan fluroskop, tampak kontras mengisi rektum sampan kolon sigmoid
• Tampak dilatasi pada proksimal rektum dan colon sigmoid dengan penyempitan pada distal rectum
• Mukosa ireguler, tidak tampak filling defect dan additional shadow
Foto 24 jam: tidak tampak sisa kontras
Kesan: Gambaran Hirschsprung

TUMOR RECTUM
Telah dilakukan colon inloop dengan hasil sebagai berikut:
• Dimasukkan kontras barium sebanyak …. cc + udara …. cc, dimasukkan melalui kateter yang terpasang
pada anus
• Dengan fluroskop, tampak kontras mengisi rektum sampan kolon sigmoid
• Tidak tampak dilatasi serta penyempitan pada colon
• Tampak filling defect pada 1/3 tengah rectum yang memberikan gambaran “apple core”
Foto 24 jam: tidak tampak sisa kontras
Kesan: Ca Rectum

ISK (CYSTITIS)
Foto intravenous urography
• Kontras iodine sebanyak …. cc dimasukkan secara intravena
• Fungsi ekskresi dan sekresi ginjal kiri dan kanan baik
• Pelviokalises kiri: ujung calyx minor cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Pelviokalises kanan: ujung calyx cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Ureter kiri: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Ureter kanan: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Vesica urinaria: tampak gambaran penebalan dinding mukosa dengan tepi mukosa irreguler
Kesan: suspect cystitis
Usul : USG Abdomen

RUPTUR BULI-BULI
Foto intravenous urography
• Kontras iodine sebanyak …. cc dimasukkan secara intravena
• Fungsi ekskresi dan sekresi ginjal kiri dan kanan back
• Pelviokalises kiri: ujung calyx minor cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Pelviokalises kanan: ujung calyx cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Ureter kiri: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Ureter kanan: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Vesica urinaria: tampak ekstravasasi kontras kelar dari buli-buli dengan mukosa irreguler,
Kesan: ruptur buli-buli

HIPERTROFI PROSTAT
Foto intravenous urography
• Kontras iodine sebanyak …. cc dimasukkan secara intravena
• Fungsi ekskresi dan sekresi ginjal kiri dan kanan back
• Pelviokalises kiri: ujung calyx minor cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Pelviokalises kanan: ujung calyx cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Ureter kiri: kaliber lumen distal melebar, mukosa reguler, tampak gambaran J hook atau fish hook
• Ureter kanan: kaliber lumen distal melebar, mukosa reguler, tampak gambaran J hook atau fish hook
• Vesica urinaria: kontras mengisi dengan konsentrasi cukup, mukosa reguler, tampak indentasi caudal ke
arah cranial yang memberikan gambaran pine tree appearance
Kesan: hipertrofi prostat

HYDRONEFROSIS
Foto polos abdomen
• Tampak distribusi udara sampai hingga ke distal colon
• Tidak tampak dilatasi loop-loop usus, tidak tampak gambaran hearing bone
• Tampak bayangan batu radioopak berbentuk staghorn pada regio hipokondrium dextra setinggi CV L1-2
dengan ukuran 2.7 x 3.8 cm
• Kedua psoas line dan preperitoneal fat line intak
• Tulang-tulang intak
Kesan: Batu staghorn dextra (nefrolith dextra)*

*Densitas batu ginjal


batu kalsium oksalat : radiopak
batu kalsium fosfat : radiopak
batu struvite (magnesium amonium fosfat) : radiopak
batu cystine : middle radiopaque
batu urat atau xantthine : radiolusen

Foto intravenous urography


• Kontras iodine sebanyak …. cc dimasukkan secara intravena
• Fungsi ekskresi dan sekresi ginjal kiri
• Pelviokalises kiri: ujung calyx cupping, tidak tampak filling defect dan batu
• Pelviokalises kanan: calyx minor, calyx mayor dan pelvis renalis dilatasi, fungsi ekskresi sedici terhambat,
Ureter kiri: kaliber lumen normal, mukosa reguler, tidak tampak filling defect, batu, maupun additional
shadow
• Ureter kanan : tervisualisasi setelah menit ke 30, kaliber lumen normal, mucosa reguler, tidak tampak
filling defect dan batu
• Vesica urinaria: kontras mengisi dengan konsentrasi cukup, mukosa reguler, tidak tampak filling defect,
indentasi, maupun additional shadow dan ekstravasasi kontras
Kesan: mild hydronefrosis dextra et causa nefrolith dextra*

*Klasifikasi hydronefrosis
Deskripsi

Grade 1 (mild) dilatasi pelvis, tanpa dilatasi calyx (cupping), tanpa atrofi parenkim

Grade 2 (mild) dilatasi pelvis dengan dilatasi calyx (blunting), tanpa atrofi parenkim
Deskripsi

Grade 3 (moderate) dilatasi pevis dengan dilatasi calyx dengan bentuk flattening, tanpa atrofi
parenkim

Grade 4 (severe) dilatasi pevis dengan dilatasi calyx dengan bentuk ballooning, atrofi parenkim

cupping —> blunting —> flattening —> clubbing —> ballooning

SING A SONG OF RADIOLOGY


EMERGENCY CASE

Foto CT Scan normal


Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras irisan axial reformat sagital dan coronal
• Diferensiasi grey dan white matter dalam batas normal
• Tidak tampak lesi hipodens atau hiperdens patologik intracranial
• Sulci dan gyrus normal
• Midline tidak shift
• Ruang subarachnoid dan sistem ventrikel dalam batas normal
• Kalsifikasi fisiologis pada pineal body
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid yang terscan dalam batas normal
• Bulbus oculi dan struktur retrobulber yang terscan dalam batas normal
• Tulang - tulang yang terscan intak
Kesan: Tidak tampak lesi intracranial pada CT Scan kepala ini

EPIDURAL
Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras
• Lesi hiperdens berbentuk bikonvex pada regio …. D/S
• Differensiasi grey dan white matter dalam batas normal
• Sulci dan gyri dalam batas normal
• Tidak tampak midline shift
• Sistem ventrikel dan rang subarachnoid dalam batas normal
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid dalam batas normal
• Kedua bulbus oculi dan rung retrobulbar dalam batas normal
• Fraktur os …. D/S, tulang - tulane lainnya intak
• Soft tissue swelling region …. D/S
Kesan: Perdarahan epidural regio …. D/S, fraktur os …. D/S, dan hematoma subgaleal regio …. D/S

SUBDURAL
Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras
• Lesi hiperdens berbentuk cressent sign pada regio …. D/S
• Differensiasi grey dan white matter dalam batas normal
• Sulci dan gyri dalam batas normal
• Tidak tampak midline shift
• Sistem ventrikel dan rang subarachnoid dalam batas normal
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid dalam batas normal
• Kedua bulbus oculi dan rung retrobulbar dalam batas normal
• Fraktur os …. D/S, tulang - tulane lainnya intak
• Soft tissue swelling region …. D/S
Kesan: Perdarahan Subdural regio …. D/S, fraktur os …. D/S, dan hematoma subgaleal regio …. D/S
SUBARACHNOID
Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras irisan axial reformat sagital dan coronal
• Differensiasi grey dan white matter dalam batas normal
• Tampak lesi hiperdens yang mengisi sulci dan gyri lobus temporoparietooccipital dextra
• Sulci dan gyrus normal
• Midline tidak shift
• Ruang subarachnoid dan sistem ventrikel dalam batas normal
• Kalsifikasi fisiologis pada pineal body
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid yang terscan dalam batas normal
• Bulbus oculi dan struktur retrobulber yang terscan dalam batas normal
• Tulang - tulang yang terscan intak
Kesan: perdarahan subarachnoid lobus temporoparietoocipital dextra

INTRASEREBRAL
Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras
• Lesi hiperdens (70 HU) pada capsula interna kanan (Volume 15,67 cc) dengan perifokal edem yang
menyempitkan ventrikel lateral kanan
• Sulci dan gyri dalam batas normal
• Tidak tampak midline shift
• Sistem ventrikel dan rang subarachnoid dalam batas normal
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid dalam batas normal
• Kedua bulbus oculi dan rung retrobulbar dalam batas normal
• Fraktur os …. D/S, tulang - tulang lainnya intak
Kesan : Perdarahan Intracerebri dextra (Volume 15,67 cc) disertai edema cerebral dextra

INFARK
Foto MSCT Scan kepala tanpa kontras
• Tampak lesi hipodens (9 HU) pada lobus temporoparietalis kanan dan capsula interna kanan
• Sulci dan gyrus normal
• Midline tidak shift
• Ruang subarachnoid dan sistem ventrikel dalam batas normal
• Kalsifikasi fisiologis pada pineal body
• Cerebellum pontis angle, pons, cerebellum dalam batas normal
• Sinus paranasalis dan air cell mastoid yang terscan dalam batas normal
• Bulbus oculi dan struktur retrobulber yang terscan dalam batas normal
• Tulang - tulang yang terscan intak
Kesan: Infark cerebri dextra