Anda di halaman 1dari 26

PENGANTAR ELEKTRO TEKNIK

OLEH : KELOMPOK 6
• MUHAMMAD AKBAR RAMADHAN 1501618014
• ELFRIDA NAHAMPUN 1501618024
• RISKA PUTRI W 1501618030
• ADITYA ARDIANTO 1501618003
• DIMAS DANANDJOYO 1501618033

DOSEN PENGAMPU : ARIS SUNAWAR, S.Pd,M.T.

PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena tanpa
berkat,rahmat serta karunia-Nya penulis tidak akan mampu menyelesaikan makalah
yang berjudul “Semikonduktor” ini. Penulis juga tidak lupa mengucapkan terimakasih
kepada :
1. Bapak Aris Sunawar S.Pd,M.T. selaku dosen pengampu Mata Kuliah Pengantar
Elektro Teknik.
2. Keluarga penulis yang selalu memberikan doa serta semangat kepada penulis.
3. Serta kepada orang-orang yang sudah membantu penulis dalam pembuatan
makalah ini yang tidak bias penulis sebutkan satu per satu.
Penulis mengetahui dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari pembaca-pembaca sekalian, agar kedepannya penulis dapat
memberikan tulisan-tulisan yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Jakarta,20 November 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI...................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I .............................................................................................................................................................. 3
PENDAHULUAN ............................................................................................................................................. 3
BAB II ............................................................................................................................................................. 4
PEMBAHASAN ............................................................................................................................................... 4
Spektrum Gelombang Elektromagnetik .................................................................................................... 6
Induktor..................................................................................................................................................... 9
Pengertian ................................................................................................................................................. 9
Penggunaan serta pengaplikasian Induktor............................................................................................ 10
Faktor Induktansi Induktor ..................................................................................................................... 11
Jenis-jenis Induktor (Coil) ........................................................................................................................ 11
Jenis-jenis lilitan ...................................................................................................................................... 12
Perhitungan Indukator Paralel dan Seri beserta pembahasannya ......................................................... 13
Rangkaian Paralel Induktor ..................................................................................................................... 13
Rangkaian Seri Induktor .......................................................................................................................... 15
Nilai Induktansi ....................................................................................................................................... 16
Pengertian ............................................................................................................................................... 16
Induktansi Diri (Gaya Gerak Listrik (GGL)) Induksi Pada Kumparan ....................................................... 17
Induktansi Diri pada Solenoida dan Toronida ......................................................................................... 18
Energi yang Tersimpan pada Induktor .................................................................................................... 19
Induktansi Bersama................................................................................................................................. 21
BAB III .......................................................................................................................................................... 24
PENUTUP ..................................................................................................................................................... 24
Kesimpulan.............................................................................................................................................. 24
Kritik & Saran .......................................................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................... 25

2
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita tidak asing lagi dengan Medan Elektromagnetik
dan Induktor,Bahkan rasanya dalam keseharian tak jauh dari medan elktromgnetik contohnya saja
Speaker dan Mikrofon, ya kedua benda tersebut merupakan benda yang memakai sistem medan
elektromagnetik,dan di dalam makalah ini selain akan menjelaskan elektromagnetik secara
mendalam, di dalam makalah ini pula ita akan membahas tentang Induktor,fungsi
induktor,sifat,jenis dan kita juga akan membahas tentang Nilai Induktansi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Medan Elektromagnetik?


2. Apa yang dimaksud Induktor?
3. Apa fungsi Induktor?
4. Jenis –jenis lilitan Induktor ?
5. Apa yang dimaksud Nilai Induktansi?
6. Apa yag dimaksud Watak Induktor?

C. Tujuan Makalah

1. Menjelaskan apa yang dimaksud Medan Elektromagnetik


2. Menjelaskan apa yang dimaksud Induktor
3. Menjelaskan fungsi Induktor
4. Menjelaskan jenis-jenis lilitan induktor
5. Menjelaskan pa yang dimaksud Nilai Induktansi
6. Menjelaskan apa yag dimaksud Watak Induktor

3
BAB II

PEMBAHASAN
1. Medan Elektromagnetis

Pengertian
Dalam fisika elektromagnetisme, sebuah medan elektromagnetik adalah sebuah medan terdiri
dari dua medan vektor yang berhubungan: medan listrik dan medan magnet. Ketika dibilang
medan elektromagnetik, medan tersebut dibayangkan mencakup seluruh ruang; biasanya medan
elektromagnetik hanya terbatas di sebuah daerah kecil di sekitar objek dalam ruang.

Vektor (E dan B) yang merupakan karakter medan masing-masing memiliki sebuah nilai yang
didefinisikan pada setiap titik ruang dan waktu. Bila hanya medan listrik (E) bukan nol, dan
konstan dalam waktu, medan ini dikatak sebuah medan elektrostatik. E dan B(medan magnet)
dihubungkan dengan persamaan Maxwell.

Medan magnet, dalam ilmu Fisika, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan
muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak
lainnya. (Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran
itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet
dari ferromagnet "permanen"). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan
dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini
adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.

4
Elektromagnetisme adalah cabang fisika tentang medan elektromagnetik yang mempelajari
mengenai medan listrik dan medan magnet. Medan listrik dapat diproduksi oleh muatan
listrik statik, dan dapat memberikan kenaikan pada gaya listrik. Medan magnet dapat diproduksi
oleh gerakan muatan listrik, seperti arus listrik yang mengalir di sepanjang kabel dan
memberikan kenaikan pada gaya magnetik.

Istilah "elektromagnetisme" berasal dari kenyataan bahwa medan listrik dan medan magnet
adalah saling "berpelintiran"/terkait, dan dalam banyak hal, tidak mungkin untuk memisahkan
keduanya. Contohnya, perubahan dalam medan magnet dapat memberikan kenaikan kepada
medan listrik; yang merupakan fenomena dari induksi elektromagnetik, dan merupakan dasar
dari operasi generator listrik, motor induksi, dan transformer.

Mengatur kawat dalam kumparan dan menjalankan arus menghasilkan medan magnet yang
terlihat sangat mirip dengan magnet batang disebut elektromagnet meletakkan magnet yang
sebenarnya di dalam, dapat mendorong magnet maju mundur tergantung pada arah arus: disebut
solenoid

Arus Induksi adalah arus yang terjadi akibat adanya perubahan kuat medan magnet atau
perubahan jumlah garis gaya magnet dalam kumparan atau arus induksi adalah arus yang terjadi

5
karena tegangan induksi.Arus listrik induksi dihasilkan dengan memutar-mutar kumparan

diantara kutub-kutub magnet.

Hukum Gauss adalah sebuah alternatif untuk menjelaskan bagaimana muatan listrik dan medan
listrik berperilaku. Hukum Gauss adalah sebuah hubungan antara medan di semua titik pada
permukaan dengan muatan total yang tercakup di dalam permukaan itu. Hal ini mungkin
kedengarannya menyerupai sebuah cara yang cenderung tidak langsung untuk menyatakan
sesuatu, tetapi terbukti akan merupakan sebuah hubungan yang sangat berguna. Selain
kegunaannya sebagai alat perhitungan Hukum Gauss akan membantu untuk mendapatkan
penglihatan (insight) yang lebih dalam mengenai medan listrik.

Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang yang tidak membutuhkan medium


dalam perambatannya. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang melalui beberapa
karakter seperti panjang gelombang, amplitudo, frekuensi, dan kecepatan. Energi eletromagnetik
dipancarkan atau dilepaskan pada level yang berbeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu
sumber energi, maka semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan akan tetapi
semakin tinggi frekuens

A. Spektrum Gelombang Elektromagnetik

Spektrum gelombang elektromagnetik dengan urutan dari panjang gelombang terbesar atau
frekuensi terkecil ke panjang gelombang terkecil atau frekuensi terbesar sebagai berikut:

a. Gelombang radio: dimanfaatkan untuk mentransmisikan sinyal pada jarak yang sangat
jauh. Contohnya gelombang radio dipakai oleh stasiun TV dan radio untuk
mentransmisikan sinyal komunikasi, selain itu digunakan oleh radar dan untuk pencitraan
satelit ke bumi dalam pembuatan peta 3 dimensi.

6
b. Gelombang mikro: ketika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka akan
muncul efek pemanasan pada benda tersebut. Contohnya gelombang mikro digunakan
dalam microwave (oven) dan pada pesawat radar.
c. Sinar inframerah: sinar inframerah tidak dapat terlihat tetapi dapat terdeteksi diatas
spektrum cahaya merah yang dipakai untuk memindahkan energi yang tidak terlalu besar.
Contohnya pada remote dalam mentramsisian data dalam bentuk energi.
d. Cahaya tampak: memiliki spektrum elektromagentik yang bisa dideteksi oleh mata
manusia. Contohnya penggunaan laser dalam serat optik pada bidang kedokteran dan
telekomunikasi.
e. Sinar ultraviolet: sumber utama yang memancarkan sinar ultraviolet adalah matahari.
f. Sinar X: digunakan dalam bidang kedokteran untuk melihat organ dalam tubuh seperti
tulang.
g. Sinar gamma: memiliki frekuensi paling tinggi dan daya tembus paling besar. Salah satu
penggunaan sinar gamma untuk mensterilkan peralatan medis.

Gelombang Panjang gelombang λ

gelombang radio 1 mm-10.000 km

infra merah 0,001–1 mm

spektrum kasatmata 400-720 nm

ultra violet 10-400 nm

7
sinar X 0,01-10 nm

sinar gamma 0,0001-0,1 nm

Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan


magnet yang berosilasi dan merambat melewati ruang dan membawa energi dari satu tempat ke
tempat yang lain. Cahaya tampak adalah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik.
Penelitian teoretis tentang radiasi elektromagnetik disebut elektrodinamik, sub-
bidang elektromagnetisme.

Gelombang elektromagnetik ditemukan oleh Heinrich Hertz. Gelombang elektromagnetik


termasuk gelombang transversal.

Setiap muatan listrik yang memiliki percepatan memancarkan radiasi elektromagnetik. Ketika
kawat (atau panghantar seperti antena) menghantarkan arus bolak-balik, radiasi elektromagnetik
dirambatkan pada frekuensi yang sama dengan arus listrik. Bergantung pada situasi, gelombang
elektromagnetik dapat bersifat seperti gelombang atau seperti partikel. Sebagai gelombang,
dicirikan oleh kecepatan (kecepatan cahaya), panjang gelombang, dan frekuensi.

8
2. Induktor

Induktor

.
Simbol
Tipe Pasif
Pembuatan pertama Michael Faraday(1831)

a. Pengertian

induktor atau reaktor merupakan sebuah komponen elektronika pasif


(kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya dan Induktor mempunyai kemampuan
menyimpan energi magnet yang ditentukan oleh induktansinya dalam satuan henry. Pada
umumnya sebuah indoktor merupakan sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi
kumparan lalu lilitan di dalamnya terinduksi sehingga mebuat medan magnet yang sangat
kuat didalam kumparan tersebut yang dikarenakan oleh hukum induksi Faraday dan
Induktor merupakan salah satu komponen elektronika dasar yang arus serta tegangannya
berubah-ubah dikarenakan kemampuan inductor untuk memproses arus bolak-balik.

9
b. Penggunaan serta pengaplikasian Induktor

Penggunaan inductor sangat bervariasi mulai dari penggunaan inductor besar dalam pencatu
daya,hingga inductor kecil pada kabel untuk mencegah interferensi frekuensi radio. Selain itu
juga kegunaan induktor ialah menyimpan energy pada beberapa pencatu daya model saklar
selain itu juga masih ada fungsi lain induktor beserta kegunaannya sebagai berikut. menyimpan
arus listrik dalam medan magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik
(AC), meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.

Berdasarkan Fungsi diatas, Induktor atau Coil ini pada umumnya diaplikasikan :

 Sebagai Filter dalam Rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi


 Transformator (Transformer)
 Motor Listrik
 Solenoid
 Relay
 Speaker
 Microphone

Induktor sering disebut juga dengan Coil (Koil), Choke ataupun Reaktor.

10
c. Faktor Induktansi Induktor

Dan Berikut ini merupakan Simbol-simbol Induktor serta sedikit penjelasan tentang faktor-
faktor induktansi sebuah Induktor :

Nilai Induktansi sebuah Induktor (Coil) tergantung pada 4 faktor, diantaranya adalah :

 Jumlah Lilitan, semakin banyak lilitannya semakin tinggi Induktasinya


 Diameter Induktor, Semakin besar diameternya semakin tinggi pula induktansinya
 Permeabilitas Inti, yaitu bahan Inti yang digunakan seperti Udara, Besi ataupun Ferit.
 Ukuran Panjang Induktor, semakin pendek inductor (Koil) tersebut semakin tinggi
induktansinya.

d. jenis-jenis Induktor (Coil)

Dan di sini ada beberapa jenis induktor yang Berdasarkan bentuk serta bahan inti-nya, Induktor
dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :

 Air Core Inductor – Menggunakan Udara sebagai Intinya


 Iron Core Inductor – Menggunakan bahan Besi sebagai Intinya
 Ferrite Core Inductor – Menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya
 Torroidal Core Inductor – Menggunakan Inti yang berbentuk O Ring (bentuk Donat)

11
 Laminated Core Induction – Menggunakan Inti yang terdiri dari beberapa lapis
lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Masing-masing lempengan logam
diberikan Isolator.
 Variable Inductor – Induktor yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan
keinginan. Inti dari Variable Inductor pada umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat
diputar-putar.

e. Jenis-jenis lilitan

Dan di sini ada jenis-jenis lilitan yang dimana tata cara serta fungsi nya berbeda
dan inilah jenis-jenis lilitan tersebut.
 Lilitan ferit sarang madu
Lilitan sarang madu dililit dengan cara bersilangan untuk mengurangi efek kapasitansi
terdistribusi. Ini sering digunakan pada rangkaian tala pada penerima radio dalam jangkah
gelombang menengah dan gelombang panjang. Karena konstruksinya, induktansi tinggi
dapat dicapai dengan bentuk yang kecil.
 Lilitan inti toroid
Sebuah lilitan yang sederhana dililit dengan bentuk silinder menciptakan medan magnet
eksternal dengan kutub utara-selatan dan Sebuah lilitan toroid dapat dibuat dari lilitan
silinder dengan menghubungkannya menjadi berbentuk donat, sehingga menyatukan kutub
utara dan selatan lalu di lilitan toroid, medan magnet ditahan pada lilitan dan Ini
menyebabkan lebih sedikit radiasi magnetik dari lilitan, dan kekebalan dari medan magnet
eksternal.

f. Faktor Q

Merupakan Faktor kualitas atau "Q" dari sebuah induktor ialah perbandingan reaktansi
induktif dan resistansi deret pada frekuensi tertentu, dan ini merupakan efisiensi induktor.
Semakin tinggi faktor Q dari induktor, induktor tersebut semakin mendekati induktor ideal
tanpa adanya kerugian.

12
Dan kita dapat mengetahui factor Q dari Induktor tersebut dengan R merupakan resistansi
internal dan Wl adalah resistansi kapasitif atau induktif pada resonansi:

Dengan menggunakan inti feromagnetik, induktansi dapat ditingkatkan untuk jumlah tembaga
yang sama, sehingga meningkatkan faktor Q. Inti juga memberikan kerugian pada frekuensi tinggi.
Bahan inti khusus dipilih untuk hasil terbaik untuk jalur frekuensi tersebut. Pada VHF atau
frekuensi yang lebih tinggi, inti udara sebaiknya digunakan.

Lilitan induktor pada inti feromagnetik mungkin jenuh pada arus tinggi, menyebabkan
pengurangan induktansi dan faktor Q yang sangat signifikan. Hal ini dapat dihindari dengan
menggunakan induktor inti udara. Sebuah induktor inti udara yang didesain dengan baik dapat
memiliki faktor Q hingga beberapa ratus.

Sebuah kondensator nyaris ideal (faktor Q mendekati tak terhingga) dapat dibuat dengan membuat
lilitan dari kawat superkonduktor pada helium atau nitrogen cair. Ini membuat resistansi kawat
menjadi nol. Karena induktor superkonduktor hampir tanpa kerugian, ini dapat menyimpan
sejumlah besar energi listrik dalam lilitannya.

g. Perhitungan Indukator Paralel dan Seri beserta pembahasannya

Rangkaian Paralel Induktor

Rangkaian Paralel Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri 2 atau lebih Induktor yang
dirangkai secara berderet atau berbentuk Paral.

13
Rumus Rangkaian Paralel Induktor adalah sebagai berikut :

1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + ….. + 1/Ln

Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Berdasarkan gambar contoh rangkaian Paralel Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :

L1 = 100nH
L2 = 300nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?

Penyelesaiannya

1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3


1/Ltotal = 1/100nH + 1/300nH + 1/30nH

14
1/Ltotal = 3/300 + 1/300 + 10/300
1/Ltotal = 14/300
1/Ltotal = 14 x L = 1 x 300 (hasil kali silang)
1/Ltotal = 300/14
1/Ltotal = 21,428nH

Rangkaian Seri Induktor

Rangkaian Seri Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 atau lebih induktor yang
disusun sejajar atau berbentuk seri. Rangkaian Seri Induktor ini menghasilkan nilai Induktansi
yang merupakan penjumlahan dari semua Induktor yang dirangkai secara seri ini.

Rumus Rangkaian Seri Induktor adalah sebagai berikut :

Ltotal = L1 + L2 + L3 + ….. + Ln

Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Berdasarkan gambar contoh rangkaian Seri Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :

15
L1 = 100nH
L2 = 470nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?

Penyelesaiannya

Ltotal = L1 + L2 + L3
Ltotal = 100nH + 470nH + 30nH
Ltotal = 600nH

h. Sifat-Sifat Induktor
Induktor mempunyai sifat dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnet.

Jika induktor dipasang arus konstan/DC, maka tegangan sama dengan nol. Sehingga
induktor bertindak sebagai rangkaian hubung singkat/ short circuit.

• Berdasarkan kegunaannya Induktor bekerja pada :


1.frekuensi tinggi pada spul antena dan osilator
2. Frekuensimenengah pada spul MF
3. frekuensi rendah pada trafo input, trafo output, spul speaker, trafo tenaga, spul relay
dan spul penyaring

Nilai Induktansi

a. Pengertian
 Induktansi merupakan sifat sebuah rangkaian listrik atau komponen yang menyebabkan
timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati rangkaian
(self inductance) atau akibat perubahan arus yang melewati rangkaian tetangga yang
dihubungkan secara magnetis (induktansi bersama atau mutual inductance). Pada kedua
keadaan tersebut, perubahan arus berarti ada perubahan medan magnetik, yang kemudian
menghasilkan ggl. Apabila sebuah kumparan dialiri arus, di dalam kumparan tersebut akan
timbul medan magnetik. Selanjutnya, apabila arus yang mengalir besarnya berubahubah
terhadap waktu akan menghasilkan fluks magnetik yang berubah terhadap waktu.
Perubahan fluks magnetik ini dapat menginduksi rangkaian itu sendiri, sehingga di
16
dalamnya timbul ggl induksi. Ggl induksi yang diakibatkan oleh perubahan fluks magnetik
sendiri dinamakan ggl induksi diri.

b. Induktansi Diri (Gaya Gerak Listrik (GGL)) Induksi Pada Kumparan


Apabila arus berubah melewati suatu kumparan atau solenoida, terjadi perubahan fluks
magnetik di dalam kumparan yang akan menginduksi ggl pada arah yang berlawanan.

Gambar 1. Macam-macam Kumparan.


Ggl terinduksi ini berlawanan arah dengan perubahan fluks. Jika arus yang melalui
kumparan meningkat, kenaikan fluks magnet akan menginduksi ggl dengan arah arus yang
berlawanan dan cenderung untuk memperlambat kenaikan arus tersebut. Dapat
disimpulkan bahwa ggl induksi ε sebanding dengan laju perubahan arus yang dirumuskan
:

dengan I merupakan arus sesaat, dan tanda negatif menunjukkan bahwa ggl yang dihasilkan
berlawanan dengan perubahan arus. Konstanta kesebandingan L disebut induktansi diri
atau induktansi kumparan, yang memiliki satuan henry (H), yang didefinisikan sebagai
satuan untuk menyatakan besarnya induktansi suatu rangkaian tertutup yang menghasilkan
ggl satu volt bila arus listrik di dalam rangkaian berubah secara seragam dengan laju satu
ampere per detik.
Contoh Soal 1 :

Sebuah kumparan mempunyai induktansi diri 2,5 H. Kumparan tersebut dialiri arus searah yang
besarnya 50 mA. Berapakah besar ggl induksi diri kumparan apabila dalam selang waktu 0,4 sekon
kuat arus menjadi nol?

Penyelesaian:

17
Diketahui:

L = 2,5 H Δt = 0,4 s
I1 = 50 mA = 5 × 10-2 A
I2 = 0

Ditanya: ε = ... ?

Pembahasan :

c. Induktansi Diri pada Solenoida dan Toronida


Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada
kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui
kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan
sumbu.

Gambar 2. Solenoida. [2]


Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi
berbentuk lingkaran. Induktor adalah sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L
yang signifikan.

18
Gambar 3. Toroida
Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan 4
pada induksi elektromagnetik. Medan magnet di dalam solenoida adalah:

B = μ .n.I
dengan n = N/l, dari persamaan 3. pada induksi elektromagnetik dan (1) akan diperoleh:

Jadi,

karena ΦB = B.A = μ0.N.I.A / l, Perubahan I akan menimbulkan perubahan fluks sebesar :

Sehingga:

dengan:
L = induktansi diri solenoida atau toroida ( H)
μ0 = permeabilitas udara (4 π × 10-7 Wb/Am)
N = jumlah lilitan
l = panjang solenoida atau toroida (m)
A = luas penampang (m2)

d. Energi yang Tersimpan pada Induktor

Energi yang tersimpan dalam induktor (kumparan) tersimpan dalam bentuk medan
magnetik. Energi U yang tersimpan di dalam sebuah induktansi L yang dilewati arus I,
adalah:

19
U = ½ LI2 ............................................................ (5)

Energi pada induktor tersebut tersimpan dalam medan magnetiknya. Berdasarkan


persamaan (4), bahwa besar induktansi solenoida setara dengan B = μ0.N2.A/l, dan medan
magnet di dalam solenoida berhubungan dengan kuat arus I dengan B = μ0.N.I/l, Jadi,

I = B. l / μ0.N

Maka, dari persamaan (5) akan diperoleh:

Apabila energi pada persamaan (6) tersimpan dalam suatu volume yang dibatasi oleh lilitan
Al, maka besar energi per satuan volume atau yang disebut kerapatan energi, adalah:

Contoh Soal 2 :

Sebuah induktor terbuat dari kumparan kawat dengan 50 lilitan. Panjang kumparan 5 cm
dengan luas penampang 1 cm2. Hitunglah:

a. induktansi induktor,
b. energi yang tersimpan dalam induktor bila kuat arus yang mengalir 2 A!

Penyelesaian:

Diketahui:

N = 50 lilitan
l = 5 cm = 5 × 10-2 m
A = 1 cm2 = 10-4 m2

Ditanya:
a. L = ... ?
b. U jika I = 2 A ... ?

Pembahasan :

20
e. Induktansi Bersama
Apabila dua kumparan saling berdekatan, seperti pada Gambar 4, maka sebuah arus tetap
I di dalam sebuah kumparan akan menghasilkan sebuah fluks magnetik Φ yang mengitari
kumparan lainnya, dan menginduksi ggl pada kumparan tersebut.

Gambar 4. Perubahan arus di salah satu kumparan akan menginduksi arus pada kumparan yang
lain.
Menurut Hukum Faraday, besar ggl ε2 yang diinduksi ke kumparan tersebut berbanding
lurus dengan laju perubahan fluks yang melewatinya. Karena fluks berbanding lurus
dengan kumparan 1, maka ε2 harus sebanding dengan laju perubahan arus pada kumparan
1, dapat dinyatakan:

21
Dengan M adalah konstanta pembanding yang disebut induktansi bersama. Nilai M
tergantung pada ukuran kumparan, jumlah lilitan, dan jarak pisahnya.

Induktansi bersama mempunyai satuan henry (H), untuk mengenang fisikawan asal AS,
Joseph Henry (1797 - 1878). Pada situasi yang berbeda, jika perubahan arus kumparan 2
menginduksi ggl pada kumparan 1, maka konstanta pembanding akan bernilai sama, yaitu:

Induktansi bersama diterapkan dalam transformator, dengan memaksimalkan hubungan


antara kumparan primer dan sekunder sehingga hampir seluruh garis fluks melewati kedua
kumparan tersebut. Contoh lainnya diterapkan pada beberapa jenis pemacu jantung, untuk
menjaga kestabilan aliran darah pada jantung pasien.

Materi Fisika :
f. Prinsip Kerja Telepon

Gambar 5. Telepon.
Ketika pengguna telepon berbicara, getaran suara akan mengubah kepadatan karbon di
belakang membran. Arus listrik yang terus-menerus berubah-ubah berjalan sepanjang
bentangan kawat telepon menuju pengeras suara pada pesawat telepon lawan bicara.
Pengeras suara mengubah sinyal listrik menjadi suara, di dalamnya terdapat magnet

22
permanen dan elektromagnet. Elektromagnet juga berubah-ubah seirama dengan
perubahan arus listrik. Interaksi antara magnet dengan permanen dengan medan magnet
elektromagnetik, menghasilkan getaran membran pada pengeras suara. Getaran membran
ini yang akan menghasilkan suara yang sama dengan suara pengirim.

23
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Jadi kesimpulan yang dapat kami sampaikan ialah Medan Elektromagnetik merupakan
medan yang terdiri dari dua medan vektor yang berhubungan: medan listrik dan medan magnet.
Ketika dibilang medan elektromagnetik, medan tersebut dibayangkan mencakup seluruh ruang;
biasanya medan elektromagnetik hanya terbatas di sebuah daerah kecil di sekitar objek dalam
ruang. Sedangkan Induktor ialah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan
energy dan Nilai Induktansi merupakan suatu sifat sebuah rangkaian listrik atau komponen yang
menyebabkan timbulnya ggl di dalam rangkaian sebagai akibat perubahan arus yang melewati
rangkaian itu sendiri.

Kritik & Saran

Diharapkan kepada para pembaca makalah ini sekenaanya dapat memberikan saran serta
kritik yang membangun, Tentunya hal tersebut sangat diperlukan oleh penulis agar dapat
memberikan satu hal yang lebih baik lagi ke depannya dalam penulisan maupun pembuatnnya,
Jikalau ada salah dalam penulisan Nama,Gelar serta penulisan lainnya penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya, Karna seperti apa kata pepatah “Tak Ada Gading Yang Tak Retak” maka
begitulah penulis, Kurang lebih nya penulis mohon maaf, Terimakasih.

24
DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, J. 2009. Fisika : Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, Jakarta. p. 298.

https://id.wikipedia.org/wiki/Induktor
https://teknikelektronika.com/rangkaian-seri-dan-paralel-induktor-cara-menghitungnya/

https://teknikelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-induktor-beserta-jenis-jenis-induktor/

https://en.wikipedia.org/wiki/File:Electronic_component_inductors.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Solenoid-1.png
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Small_toroidal_transformer.jpg
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Alt_Telefon.jpg
https://ahmadsunarwan.wordpress.com/komponen-elektronika/induktor/
https://www.google.co.id/amp/s/dedehijazblog.wordpress.com/2013/11/16/induktor/amp/
https://teknikelektronika.com/pengertian-dan-fungsi-induktor-beserta-jenis-jenis-induktor/

25