Anda di halaman 1dari 11

BAHAN – BAHAN LISTRIK

OLEH :

MUHAMMAD AKBAR RAMADHAN 1501618014

DOSEN PENGAMPU : Massus Subekti , S.Pd, M.T


ASSISTEN DOSEN : Bayu Suryo Wiranto , S.Pd

PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018
APA ITU DIODA?

Diode merupakan perangkat semikonduktor yang juga dikenal diode sambungan PN atau dengan kata
lain diode juga sering dikenal sebagai tabung hampa. Dioda merupakan sebuah perangkat yang dimana
memiliki 2 buah terminal yaitu terminal yang disebut Katoda(negative) dan Anoda ( Positif ), diode
juga memiliki fungsi yaitu Reverse bias yang berfungsi menghambat ataupun memblokir arus listrik
dari arah sebaliknya dan sifat yang kedua ialah Forward bias yang berfungs untuk menghantarkan arus
listrik secara satu arah,1 lalu diode juga berfungsi untuk menekan lonjakan tegangan serta melindungi
komponen terhadap pembalikan tegangan (Korsleting).

Bahan semikonduktor sebagai bahan dasar diode ialah


Silikon (SI) serta Germanium (GE), Pada penemuan
awalnya alat yang dapat menyearahkan dan dapat
menghambat dari arah sebaliknya disebut Rectifier atau
penyearah. Dioda sendiri dipekenalkan oleh William Henry
Eccles pada tahun 1919 dan diode sendiri berasal dari kata
“Di” yang artinya adalah “dua” dan kata “ode” yang artinya
adalah “jalur” 1
dan ini merupakan symbol dari beberapa diode, Kiri (Dioda terowongan
/ Tunnel), Tengah (Dioda Schottky), Kanan (Varactor).

(Atas: Rectifier diode dengan rating 7.5A pada 35VDC. Kedua dari atas: Rectifier diode dengan rating
5A di 35VDC. Tengah: Rectifier diode dengan rating 3A pada 35VDC. Kedua
dari bawah: 1N4001 Rectifier diode diberi peringkat 1A pada 35VDC. Bawah:
sinyal 1N4148 switching diode diberi nilai 300mA.) Semua nilai adalah untuk
meneruskan arus dan tegangan RMS secara terus menerus. Setiap silinder
diode ditandai dengan perak stripe (garis hitam pada 1N4148) untuk
mengidentifikasi katoda, atau ujung dioda yang seharusnya menjadi "lebih
negatif" ketika komponen mengalami Forward bias. Arus puncak bisa sangat

1
https://teknikelektronika.com/jenis-jenis-dioda-diode-pengertian-dioda/
melebihi arus kontinu tanpa merusak komponen. Lembar data akan memberikan informasi tambahan.2

ASAL USUL P-N JUNCTION

Struktur utama pada diode ialah 2 buah kutub elektroda berbahan


konduktor yang pada masing-masingnya terhubung dengan bahan
semikonduktor silicon berjenis p dan silicon berjenis n. Dan Anoda
merupakan elektroda yang terhubung dengan silicon berjenis p
yang dimana terdapat electron lebih sedikit, Sedangkan Katoda
merupakan elektroda yang terhubung dengan silicon berjenis n
yang dimana terdapat electron yang lebih banyak. Dan oleh sebab
itu pertemuan diantara silicon berjenis p dan n membentuk suatu perbatasan yang biasa dikenal P-N
Junction.3

BAGAIMANA CARA KERJANYA?

Cara kerja dioda dapat dijelaskan dalam tiga kondisi, yaitu kondisi dimana diode tanpa tegangan
(unbiased), diberikan tegangan positif (forward biased), dan tegangan negatif (reverse biased).
-Kondisi Tanpa Tegangan
Pada kondisi tanpa tegangan akan membentuk suatu
perbatasan pada daerah P-N Junction. Hal ini diawali
dengan proses Difusi yaitu dimana bergeraknya muatan
electron dari sisi n ke sisi p. lalu electron – electrotersebut
akan mengisi tempat di sisi p yang biasa disebut holes,
dan dikarenakan pergerakan elektron tersebut maka akan
meninggalkan ion positif di sisi n, dan Holes yang berada
di sisi p akan menimbulkan ion-ion negative. Dan dikarenakan ion-ion tersebut tidak bergerak maka
akan membentuk medan listrik statis yang dapat menjadi penghalang pergerakan electron yang ada
pada diode.3

2
Charles Platt-Encyclopedia of Electronic Components Volume 1 Resistors, Capacitors, Inductors, Switches, Encoders,
Relays, Transistors-Make (2012)
3
https://www.studiobelajar.com/dioda/
- Tegangan Positif ( Forward Bias )
Pada tegangan Forward bias untuk bagian anoda
disambungkan dengan terminal positif di sumber listrik dan
bagian katodanya disambungkan dengan terminal negative.
Lalu hal ini mengakibatkan ion-ion penghalang listrik tertarik
ke masing-masing kutub. Ion-ion negative akan tertarik pada
sisi anoda dan ion-ion positif akan tertarik pada sisi katoda.
Dikarenakannya ada aktifitas Tarikan tersebut memungkinkan pergerakan electron yang ada pada
diode,sehingga arus listrik dapat mengalir tanpa adanya hambatan sedikit pun.3

- Tegangan Negatif ( Reverse Bias )


Pada tegangan Reverse bias untuk bagian anodanya
disambungkan dengan terminal negative sumber
listrik sementara untuk bagian katoda nya
disambungkan dengan terminal positif. Sama
halnya dengan Forward bias terjadi penarikan ion
kepada masing-masing kutub,hanya saja pemberian
tegangan negative pada anoda membuat ion-ion
negative berpindah ke sisi katoda(n-type)
sedangkan yang diberi tegangan positif,maka ion-ion positifnya berpindah menuju sisi anoda(p-
type). Oleh karna itu listrik tersebut tidak dapat mengalir melalui diode, hal ini diibaratkan seperti
rangkaian terbuka.3
Sisi kanan pada grafik menunjukan bahwa diode pada posisi
Forward bias meningkat secara bertahap, Tidak ada arus yang
mengalir hingga diode mencapai persimpangan tegangan ambang
(threshold voltage), Setelah itu yang mana tegangan naik secara
sangat tajam, saat itu pula dinamis resistansi diode berkurang hingga
mendekati nol.
Untuk sisi kiri pada grafik menunjukan diode pada posisi tegangan
Reverse bias dengan potensi yang meningkat secara bertahap,lalu
pada awalnya arus yang lolos sangat kecil lalu kian membesar
seperti yang ada pada gambar. Terkadang, Jika potensialnya cukup
tinggi,maka diode dapat mencapai titik intrinsic kerusakan tegangan dan sekali lagi akan berefek yang
dapat mengakibatkan berkurangnya resistansi hingga mendekati nol. Dan di kedua ujungnya diode
akan mudah rusak secara permanen dikarenakan arus yang berlebihan. Terkecuali diode zener,Varaktor
Zener, Pada saat reverse bias diode seharusya tidak diperbolehkan untuk mencapai tingkat tegangan
tinggi.2

JENIS-JENIS
- Pengemasan
Untuk beberapa diode sama sekali tidak memiliki informasi mendetail tentangnya, Sementara untuk
beberapa diode lain memiliki nomor bagian pada tubuh diode tersebut, Salah satu hal untuk mengingat
serta membedakan ialah garis yang melingkar pada diode yang menandakan bahwa itu adalah katoda.
- Dioda Sinyal
Diode sinyal merupakan diode yang sering dikenal sebagai diode switching atau diode berkecepatan
tinggi, diode ini memiliki ukuran yang kecil serta memiliki persimpangan kapasitansi yang rendah,
yang mana hal tersebut menimblkan waktu respon yang cepat dan diode ini tidak dirancang untuk
menahan arus yang tinggi.
- Dioda Penyearah
Merupakan diode yang memiliki fisik yang lebih besar daripada diode sinyal dan diode penyeara juga
mampu menaggani arus yang lebih tingggi serta memiliki persimpanan kapsitansi yang tinggi.
- Dioda Zener
Dioda Zener adalah jenis dioda yang dirancang khusus untuk dapat
beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik). Karakteristik dari
Dioda Zener ini adalah dapat melewatkan arus listrik pada kondisi
bias terbalik (reverse bias) apabila tegangan mencapai titik
tegangan breakdown-nya. Namun pada saat Forward bias (bias
maju), Dioda Zener ini dapat menghantarkan arus listrik seperti Dioda normal pada umumnya. Dioda
Zener dapat memberikan tegangan referensi yang stabil sehingga banyak digunakan sebagai pengatur
tegangan (Voltage Regulator) pada pencatu daya (Power supply).1
- Transient Voltage Suppressor (TVS)
TVS merupakan suatu bentuk diode yang mana dirancang untuk melindungi perangkat yang sensitive
dari lonjakan tegangan. TVS sendiri dapat menyerap sekitar 30.000Volt dari sambaran petir atau listrik
statis.
- Dioda Schottky
Menurut sumber yang didapatakan, Pada Schottky diode diberikan
tambahan metal pada cuplikan permukaan bagian tengah semikonduktor.
Karakteristik yang menjadi keunggulan dioda ini adalah tegangan aktivasi
yang rendah dan waktu pemulihan yang singkat. Dioda ini sangat umum
digunakan untuk rangkaian elektronik berfrekuensi tinggi, seperti perangkat-
perangkat radio dan gerbang logika.3
- Dioda Varactor
Dioda Varactor atau kadang-kadang disebut juga dengan Dioda Varicap adalah
jenis dioda yang memiliki sifat kapasitas yang berubah-ubah sesuai dengan
tegangan yang diberikan. Dioda Varactor ini sering digunakan di rangkaian-
rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi seperti osilator, TV Tuner dan
Radio Tuner. Simbol Dioda Varactor atau Dioda Varicap ini dilambangkan
dengan sebuah dioda yang ujungnya ditambahkan sebuah kapasitor.3 Dikarenakan kapasitansi dari
varactor memiliki nilai rendah maksimum sekitar 100pF, penggunaannya terbatas. Maka dapat
digunakan secara luas dalam aplikasi RF di mana tegangan variabel kapasitansi yang dikendalikan
menyediakan cara unik yang berguna untuk mengontrol frekuensi rangkaian osilator.2
- Dioda Array
Merupakan 2 dioda atau lebih, yang dapat dienkapsulasi dalam DIP tunggal,dan dioad ini digunakan
untuk penghentian jalur pada data untuk mengurangi refleksi kebisingan.
- Dioda Bridge
Dioda Bridge pada dasarnya merupakan Dioda
yang terdiri dari 4 dioda normal yang
umumnya digunakan sebagai penyearah
gelombang penuh dalam rangkaian Pencatu
Daya (Power Supply). Dengan menggunakan
Dioda Bridge ini, kita tidak perlu lagi
merangkai 4 buah dioda normal menjadi rangkaian penyearah tegangan AC ke tegangan DC karena
telah dikemas oleh produsen menjadi 1 komponen saja. Dioda Bridge ini memiliki 4 kaki terminal yaitu
2 kaki terminal Input untuk masukan tegangan/arus bolak-balik (AC) dan 2 kaki terminal untuk Output
Positif (+) dan Output Negatif (-).1
NILAI-NILAI/ DATA SHEET
Datasheet produsen pada diode bertipikal generic, terkadang harus menentukan nilai-nilai, Yang
mungkin menggunakan singkatan yang tersedia dalam list berikut ini :
• Maksimum arus maju berkelanjutan : If atau Io atau IOmax
• Tegangan Forward (penurunan tegangan oleh dioda): Vf
• Tegangan DC puncak Invers (dapat disebut sebagai tegangan pemblokiran maksimum atau tegangan
tembus): Piv atau Vdc atau Vbr
• Arus balik maksimum : Ir
Data Sheet dapat mencakup nilai tambahan diode ketika digunakan dengan arus bolak-balik(AC), dan
juga akan mencakup informasi tentang lonjakan arus maju puncak serta suhu operasi yang dapat
diterima.
- Dioda sinyal yang khas adalah 1N4148 ,diode ini memiliki sekitar 300mA arus maju untuk
memaksakan penurunan tegangan sekitar 1V. Dioda ini dapat mentolerir tegangan terbalik(Reverse)
sekitar 75Vpp. Nilai-nilai ini mungkin bisa berbeda tergantung dengan produsen yang membuatnya.
- Dioda penyearah dalam seri 1N4001 / 1N4002 / 1N4003 memiliki arus maju(Forward)
maksimum sekitar 1A dan akan memaksakan penurunan tegangan lebih sedikitdari 1V. Dioda ini
dapat menahan 50V hingga 1.000V tegangan terbalik(Reverse), tergantung pada komponennya. Dan
sama halnya seperti yang diatas nilai-nilai ini dapat berubah tergantung pabrik yang membuatnya,tetapi
pada umumnya standarisasinya seperti ini.
- Dioda Zener memiliki spesifikasi yang berbeda, karena diode ini digunakan dengan bias balik
sebagai perangkat voltage regulasi daripada perangkat rektifikasi. Data Sheet pabrik kemungkinan
berisi tentang terminologi(penggunaan) sebagai berikut ini:
• Zener tegangan (potensi dioda mulai memungkinkan arus balik saat reverse-bias, mirip dengan
tegangan tembus): Vz
• Impedansi zener atau resistansi dinamis (resistansi efektif dari dioda, ditentukan ketika bias
terbalik(Reverse) pada tegangan Zener): Zz
• Zener maksimum atau yang dapat diterima (arus balik): Iz atau Izm
• Disipasi daya maksimum atau total: Pd atau Ptot
Tegangan zener dapat didefinisikan dalam minimum serta jangkauan maksimum.
Batas arus maju(Forward) sering tidak ditentukan, dikarenakan sebagai komponen tidak dimaksudkan
untuk menjadi Forward Bias.2
BAGAIMANA CARA PENGGUNAAN NYA
- Penyearah
Salah satu fungsi diode ialah menyearahkan dan telah tersedia gambar
dimana bagian atas merupakan contoh dari Forward bias yang dimana
aliran listrik berhasil disearahkan dan berhasil pula untuk menyalakan
beban yang ada, Sementara untuk gambar bawahnya itu merupakan
suatu ilustrasi dari Reverse bias dimana hal tersebut tidak berhasil untuk
menyerahkan dikarenakan terhalangnya arus yang disebabkan oleh ion-
ion yang berpindah yang pada akhirnya mala menghalangi jalanya arus
untuk melewati diode.2
- Back EMF Suppression
Pada umumnya Sebuah koil relay, motor, atau perangkat lain
dengan induktansi biasanya akan menciptakan lonjakan tegangan
yang mana terjadi saat dinyalakan atau dimatikan. Dan EMF ini
berfungsi sebagai dioda penyearah untuk melindungi komponen
lain yang ada pada sirkuit tersebut. Dioda ini juga dapat disebut
dengan nama lain sebagai perlindungan dioda, dioda penjepit, atau
penekan transien.2
- Voltage Selection
Voltage Selection merupakan keadaan dimana terjadinya sensitifitas
diode terhadap tegangan relative antara terminal anoda dan katoda,
sebagai contoh ketika katoda memiliki 9V relative dan anoda memiliki
12V, Perbedaan 3V nya lah dengan mudah melewati ambang batas
tegangan dan arus akan melewati diode, Tetapi sebaliknya jika tegangan
Reverse bias maka yang terjadi iaah diode akan memblokir arus yang
mencoba masuk.
- Tegangan Clamping
Kondisi dimana diode dgunakan untuk menjepit tegangan sesuai
dengan nilai yang ada,contoh jika masukan 5V,maka anoda dapat
dihubngkan degan input dan katoda ke sumber tegangan 5V dan jika
input nya melonjak diatas5.6V maka beda potensial nya akan melebihi
ambang persimpangan dan diode akan mengalihkan energy yang
berlebih.2
- Gerbang Logika
Sebenarnya untuk digunakan pada gerbang logika diode sinyal bisa
dibilang kurang ideal,karna akan membebankan pengurangan
tegangan sebesar 0,6V yang berdampak signifikan terhadap
rangkaian 5V dan hal ini mungkin saja tidak dapat diterima oleh
sirkuit bertegangan 3,3V.Meskipun begitu diode sinyal tetap saja berguna pada sisi output untuk
mendorong agar menyearahkan perangkat tersebut.
- Pengatur Tegangan DC dan Noise Suppression
Hal ini dapat dilakukan oleh diode zenner yang mana berfungsi sebgai
pengontrol tegangan ketika ditempatkan secara seri bersama dengan
resistor. Pada hal ini jika sebah resistansi lebih rendah dari posisina maka
pembagi tegangan akan mengurangi tegangan output pada titik A,
sehingga dapat mengimbangi lonjakan input voltase, dan hal tersebut
dapat memperkecil adanya Noise.
Sementara,sebaliknya jika beban sirkuit meingkat maka akan menarik
tegangan input lalu arus yang mengalir melalui zenner akan berkurang
dan tegangan pada titik A akan meningkat, Hal ini dikarenakan resistor
seri akan menjadi sumber panas dan transistor dapat ditambahkan untuk
menggerakan beban.

- Kontrol Tegangan AC dan Sinyal Guntingan/ Clipping


Sama hal nya dengan pengatur tegangan DC, Di sini juga diode
zenner lah yang berperan besar pula dalam mengatur tegangan AC.
Dengan cara kerja seperti ini ketika salah satu diode Reverse bias
maka diode yang satunya ialah Forward bias. Saat diode Forward
bias bekerja maka memungkinkan untuk lolosnya relative bebas
dengan catatan tegangan harus melebihi ambangnya. Lalu ketika aruas AC berbalik arah mka diode
Zenner akan mengalihkan tegangan puncak menjauhi beban, setelah itu diode zenner akan memilih
tegangan kecil untuk mengontrol tegangan AC dan di bawah tegangan AC untuk Signal Clipping.
- Voltage Sensing
Lagi-lagi diode zenner yang bekerja, kali ini diode akan digunakan untuk merasakan pergeseran-
pergeseran kecil dalam tegangan serta bertugs sebagai output yang akan aktifkan sebagai respons
selanjutnya.

KESALAHAN YANG TERJADI


- Overload(kelebihan Beban)
Hal ini sering kali terjadi dalam pemakaian diode,yang diakibatkan karna
terlampauinya arus Forward bias yang mengakibatkan panas yang dapat
merusak diode, dan jika diode dalam keadaan Reverse bias melampaui
puncaknya maka akan membanjiri kemampuan diode tersebut dalam hal
pemblokiran serta dapat menghancurkan komponen tersebut.
(Gambar Kiri,Ilustrasi rentang kerja diode)

- Polaritas Terbalik
Masalah yang sering terjadi setelah kelebihan beban ialah salahnya pemasangan polaritas pada
diode,jika hal ini terjadi maka dapat berpotensi merusak diode itu sendiri, terlebih lagi jika dipasang
dalam catu daya hal tersebut dapat mengakibatkan rentannya alat tersebut untuk rusak.
- Jenis Dioda Yang Salah
Terkadang banyak orang tidak memahami betul bagaimana karakteristik diode yang harus digunakan
dalam suatu rangkaia sebagiai contoh jika sebuah diode zenner dipasang sebagai diode penyearah maka
yang terjadi ialah rangkaian tersebut akan mengalami malfungsi,karena zenner sendiri akan memiliki
tegangan tembus yang lebih rendah dri diode penyearah dan oleh karna itu hal tersut tuidak akan dapat
memblokir arus balik(reverse), dan begitu juga sebaliknya, jika diode sinyal digunakan sebagai diode
zenner maka hal yang terjadi ialah tegangan balik akan dijepit oleh diode tersebut yang akan
mengakibatkan malfungsi,maka hal yang mungkin dilakukan untuk mencegah hal tersbut iala
dipisahkannya antara diode zenner dengan diode yang laiinya agar kesalahan seperti ini tak terjadi.2
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Platt Charles. Encyclopedia of Electronic Components Volume 1 Resistors, Capacitors, Inductors,
Switches, Encoders, Relays, Transistors-Make.USA:O Reilly Media,Inc.2012.

Sumber Internet :
https://www.studiobelajar.com/dioda/
https://teknikelektronika.com/jenis-jenis-dioda-diode-pengertian-dioda/