Anda di halaman 1dari 4

PERJANJIAN KERJA SAMA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG


DENGAN
Dr. HERU DWI DJATMIKO, SpAn, KAKV

NOMOR :
NOMOR :

Pada hari ini, ……… tanggal ……………… bulan …………… tahun


…………………… (…………………), kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Dr. SUSI HERAWATI, M.Kes


Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang, berdasar Surat
Keputusan Walikota Semarang Nomor: 821-2/09/2012 tanggal 21
September 2012 yang berkedudukan di JL. Fatmawati No. 1
Semarang dalam hal ini bertindak secara sah mewakili untuk dan
atas nama RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG, yang
selanjutnya dalam perjanjian kerjasama ini disebut sebagai PIHAK
PERTAMA.

2. Dr. HERU DWI DJATMIKO, SpAn, KAKV


Dokter Anestesi Konsultan Anestesi Kardio Vaskuler di RSUP
Dr.Kariadi, berkedudukan di JL. Tengger III No 10 Semarang.
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Berdasarkan hal tersebut diatas, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA (secara
bersama-sama selanjutnya disebut dengan PARA PIHAK) telah setuju dan
sepakat untuk mengadakan PERJANJIAN dalam kondisi tertentu bila Dokter
Spesialis Anestesi berhalangan, rumah sakit dapat meminta Dokter Heru Dwi
Jatmiko, SpAn, KAKV untuk menggantikan sementara waktu.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KONSULTAN ANESTESI
DAERAH KOTA SEMARANG

Dr. SUSI HERAWATI, MKes Dr. HERU DWI DJATMIKO, SpAn, KAKV
Pasal 1
PRINSIP KERJASAMA

(1) PIHAK KEDUA setuju untuk menjadi konsultan Intensive Care di Instalasi
ICU dan HCU di RSUD Kota Semarang.
(2) PIHAK KEDUA memberikan jawaban atas semua konsulan dari Dokter
Penanggung Jawab Pasien (selanjutnya disebut DPJP) dari PIHAK PERTAMA.
(3) PIHAK KEDUA tidak menjadi anggota Tim DPJP.
(4) Pelaksanaan konsul dari PIHAK PERTAMA ke PIHAK KEDUA dilakukan oleh
DPJP.

Pasal 2
MAKSUD DAN TUJUAN

(1) Kerjasama ini didasarkan atas asas saling membantu dan saling
meningkatkan peranan dan fungsi masing-masing.
(2) Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada
pasien yang membutuhkan di Rumah Sakit PIHAK PERTAMA.

Pasal 3
HAK DAN KEWAJIBAN

(1) DPJP berhak untuk memberikan dan menindaklanjuti penatalaksanaan


medis kepada pasien.
(2) Apabila pasien akan dilakukan tindakan dan membutuhkan konsultasi maka
PIHAK KEDUA harus memberikan advis yang akan ditindaklanjuti oleh DPJP.
(3) PIHAK PERTAMA memberikan jasa layanan atas semua jawaban konsulan
dari PIHAK KEDUA dan diatur oleh aturan yang berlaku.

Pasal 4
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

(1) Apabila dalam melaksanakan perjanjian ini terdapat perselisihan/perbedaan


pendapat, maka kedua belah pihak sepakat menyelesaikan
perselisihan/perbedaan pendapat ini secara musyawarah untuk mufakat.
(2) Apabila sejak diupayakan perselisihan oleh PIHAK KETIGA tidak tercapai
kesepakatan, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan
perselisihan ini melalui Pengadilan Negeri Semarang.

Pasal 5
JANGKA WAKTU PERJANJIAN

(1) Perjanjian ini terhitung sejak tanggal Sembilan bulan Januari tahun Dua
Ribu Enam Belas ( 09-01-2016 ) yang akan berakhir pada tanggal Sembilan
bulan Januari tahun Dua Ribu Sembilan Belas (09-01-2019) selama 3 tahun
selanjutnya cukup disebut JANGKA WAKTU.
(2) Apabila JANGKA WAKTU berakhir dan tidak ada PIHAK yang menyatakan
mengakhiri maka PERJANJIAN ini diperpanjang secara otomatis selama 2
(dua) tahun terhitung mulai dari JANGKA WAKTU berakhir sampai dengan
Tiga Puluh Satu Desember Dua Ribu Dua Puluh Satu (31-12-2021).
(3) Apabila Jangka Waktu berakhir dan salah satu PIHAK ingin mengakhiri, dan
berhak menyatakan untuk tidak memperpanjang dengan ketentuan wajib
memberikan pemberitahuan secara tertulis minimal 3 (tiga) bulan sebelum
JANGKA WAKTU berakhir kepada PIHAK lainnya.

Pasal 6
PENUTUP

(1) Tanggung jawab melaksanakan perjanjian ini tidak dapat dilimpahkan


kepada PIHAK lain baik secara keseluruhan maupun sebagian tanpa
persetujuan dari PARA PIHAK.
(2) Syarat dan ketentuan dalam perjanjian ini akan tetap berlaku dan mengikat
PARA PIHAK walaupun para pejabat yang menandatangani perjanjian ini
mengalami perubahan. PIHAK yang menggantikan tetap berkewajiban
memenuhi perjanjian ini.
(3) Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini
akan diatur kemudian dalam suatu aturan yang tidak terpisahkan dengan
perjanjian ini dan ditandatangani oleh PARA PIHAK.
Demikian perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap yang bermaterai untuk
masing-masing pihak dan mempunyai hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KONSULTAN ANESTESI
DAERAH KOTA SEMARANG

Dr. SUSI HERAWATI, MKes Dr. JATI LISTIJANTO P, Sp.AN.KK