Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Luka Tembak

1. Bila memungkinkan korban difoto Rontgen terlebih dahulu untuk memastikan


saluran luka dan letak peluru (kalau ada) serta arah pecahan tulang. Tapi di
Indonesia biasanya sarana ini tidak ada dibagian forensik.
2. Bentuk luka harus dilukis teliti, bila perlu dengan foto close-up. Luka tembak
masuk dan keluar digambarkan dengan membuat proyeksi luka kebagian tengah
tubuh dan ketumit setentang. Ini dapat dipakai untuk merekonstruksi arah
tembakan.
3. Jumlah luka. Lihat juga kemungkinan anak peluru yang sama mengenai bagian
tubuh yang lain. Satu peluru bisa membuat 2 luka masuk dan 2 lukakeluar,
misalnya dari lengan luar menembus lengan dalam dan masuk lagi ke dada dan
keluar di tempat lain.
4. Luka dibersihkan dengan kapas yang dibasahi dengan sabun. Kapas tidak
dibuang tapi diserahkan kepada penyidik. Jelaga akan terhapus, sementara tatu
tetap ada. Penyebarannya dilukis atau difoto. Lihat kemungkinan luka bakar.
Partikel mesiu diambil dengan parafin, bila perlu diambil dengan plester lebar.
Semua ini penting untuk jarak tembakan.
5. Perhatikan saluran luka waktu autopsi dan letak perdarahan.
6. Cari peluru dan ambil hati-hati tanpa membuat goresan. Bila tertanam di tulang,
tulangnya dipotong (jangan coba-coba menariknya dari tulang) dan dikirim ke
Laboratorium.
7. Luka tembak masuk sebaiknya di eksisi dan disimpan dalam formalin 10% dan
dikirim ke laboratorium Patologi Anatomi untuk pemeriksaan mikroskopis. Pada
jaringan luka tembak masuk bisa ditemui sisa-sisa mesiu berupa pigmen-pigmen
hitam atau serat-serat pakaian (Amir, 2011).
Pemeriksaan Khusus pada Luka Tembak
Pada beberapa keadaan, pemeriksaan terhadap luka tembak masuk seringdipersulit
oleh adanya pengotoran oleh darah, sehingga pemeriksaan tidak dapatdilakukan
dengan baik, akibat penafsiran atau kesimpulan mungkin sekali tidak tepat.Untuk
menghadapi penyulit pada pemeriksaan tersebut dapat dilakukan prosedur sebagai
berikut: Luka tembak dibersihkan dengan hidrogen perokside (3% byvolume).
Setelah 2-3 menit luka tersebut dicuci dengan air, untuk membersihkan
busayang terjadi dan membersihkan darah. Dengan pemberian hidrogen perokside
tadi,luka tembak akan bersih, dan tampak jelas, sehingga diskripsi dari luka dapat
dilakukan dengan akurat. Selain secara makroskopik, yaitu dengan karakteristik
padaluka tembak masuk, tidak jarang diperlukan pemeriksaan khusus untuk
menentukansecara pasti bahwa luka tersebut luka tembak masuk; ini disebabkan
oleh karena tidak selamanya luka tembak masuk memperlihatkan ciri-ciri yang jelas.
Adapun pemeriksaan khusus yang dimaksud adalah: pemeriksaan mikroskopik, peme
riksaankimiawi, dan pemeriksaan radiologik.