Anda di halaman 1dari 2

Fuji Kemala Dewi

1510631190061

Paper Uas Kapita Selekta

Candi Jiwa

Salah satu tempat tempat wisata yang ada dikarawang. Jiwa terletak di kompleks
percandian Batujaya, tepatnya di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat.
Dimana Candi Jiwa merupakan salah satu candi peninggalan agama Budha yang bahkan umurnya
diprediksi lebih tua daripada Candi Borobudur di Magelang. Selain Candi Jiwa, salah satu candi
Budha tua di Indonesia adalah Sejarah Candi Sewu yang berada di Klaten, Jawa Tengah.

Disebut Batujaya I atau candi jiwa memiliki sejarah yang cukup mistis. Dari keterangan
warga yang menghuni daerah didekat candi Jiwa, bahwa dulunya unur atau gundukan tanah yang
menutupi candi tersebut dilewati oleh kambing. Dan kambing tersebut mati tanpa sebab yang jelas.
Dari situ masyarakat sekitar menganggap tempat itu memiliki “Jiwa”, karena tidak hanya sekali,
kambing yang melewati unur tersebut mati tanpa sebab yang jelas.

Dari sumber lain mengatakan bahwa, Kata jiwa berasal dari “Syiwa” yaitu salah satu dewa
dari agama hindu. Hal ini didasarkan dari pengaruh aksen sunda yang mempengaruhi penyebutan
nama Syiwa dari waktu ke waktu sehingga menjadi nama jiwa. Namun, Hal ini cukup
dipertanyakan karena beberapa penemuan yang mengerucutkan bahwa candi Jiwa ini lebih kepada
candi peninggalan Budha.

Candi jiwa dievakuasi dari tahun 1997 hingga tahun 2004. Candi ini berbentuk persegi dan
berukuran 19 x 19 meter. Sedangkan memiliki tinggi sekitar 4.7 meter. Diperkirakan Candi ini
menghadap ke arah tenggara atau bisa juga kearah barat daya karena tidak ditemukan pintu diarea
candi Jiwa ini.

Candi Jiwa memiliki bangunan yang mirip seperti Bunga Teratai. Dibagian tengah dari
Candi Jiwa terdapat bekas bangunan yang berbentuk lingkaran yang diduga disitu terdapat patung
Budha yang pernah berdiri. Dan Candi ini juga tidak ditemukan tangga yang menguatkan dugaan
bahwa, dulunya Sejarah Candi Jiwa merupakan sebuah candi dengan bentuk teratai yang diatasnya
terdapat stupa Budha yang agung.
Setelah pemugaran, Candi ini memang terlihat lebih bisa dinikmnati dari pada sebelumnya.
Terlihat pelipit pata (patta) yang menyusun daerah kaki candi, Pelipit setengah lingkaran (kumuda)
dan pelipit penyangga (uttara). Terdapat sambungan bata pada bagian kaki dimana dilapisi dengan
stucco (lapisan tipis berwarna putih). Dari sini, mungkin para ahli memperkirakan dahulu candi
jiwa dilapisi dengan Stucco. Diatas bagian kaki candi terdapat lingkaran yang terbuat dari batu
bata dengan garis tengah sekitar 6 meter. Dimana terdapat gelombang sehingga terkesan seperti
kelopak bunga teratai.

Konon, Desa Segaran dulunya adalah sebuah danau yang terbentuk karena Sungai Citarum.
Dan Lokasi Candi berada didalam danau. Hal ini dibuktikan dengan nama dari desa tersebut yaitu
Segaran, yang dimana dalam bahasa Sansekerta berarti laut, telaga ataupun danau.Jadi dari hal ini
dapat disimpulkan bahwa Candi Jiwa dahulu merupakan sebuah mahakarya sang Budha yang
berada diatas bunga teratai yang mengapung diatas perairan.