Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN INDIVIDU BIMBINGAN DAN KONSELING

DI AKBID BHAKTI PUTRA BANGSA PURWOREJO

Disusun sebagai tugas Praktik Kependidikan Kebidanan


Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik
Universitas Respati Yogyakarta

Disusun Oleh :
NAWIA
NIM : 15140147

PROGRAM STUDI D – IV BIDAN PENDIDIK


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2015
LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING INDIVIDU
PADA MAHASISWA “ D “ DENGAN MASALAH KESULITAN
DALAM BELAJAR DI AKBID BHAKTI PUTRA BANGSA
PURWOREJO

Topik Bimbingan : Kesulitan Dalam Belajar


Jenis Bimbingan : Bimbingan Individu
Fungsi Bimbingan : Pemahaman dan pengembangan
Sasaran Bimbingan : Mahasiswa ” D ”
Semester : III (Tiga)
Waktu : 40 menit
Tempat : Akbid Bhakti Putra Bangsa Purworejo
Hari/Tanggal : Jumat, 30 Oktober 2015

I. STANDAR KOMPETENSI
Setelah diberikan bimbingan dan konseling mahasiswa mampu memahami,
mengenali dan menggali permasalahan yang dihadapi serta mampu
mengatasinya.

II. KOMPETENSI DASAR


1. Mahasiswa mampu memahami kesulitan belajar
2. Mahasiswa mampu menerapkan cara belajar yang baik

III. INDIKATOR
1. Mahasiswa mampu menyebutkan kesulitan belajarnya
2. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan
belajarnya
3. Mahasiswa mampu menerapkan prinsip- prinsip belajar dalam
kehidupannya.
4. Mahasiswa mampu menerapkan cara belajar yang baik
IV. MATERI
1. Kesulitan Dalam Belajar
2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar
3. Prinsip- prinsip dalam belajar
4. Cara Belajar Yang baik

V. METODE
Diskusi, ceramah dan tanya jawab

VI. ALAT/PERLENGKAPAN
a. Buku
b. Ruangan khusus
c. Leaflet/ brosur

VII.KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN


No Tahap Waktu Kegiatan pembimbing Kegiatan mahasiswa
1 pembukaan 4 Menit a. Mengucapkan salam a. Menjawab salam.
b. Perkenalan b. Memperkenalkan diri.
c. Menyampaikan maksud c. Mendengarkan dan
dan tujuan bimbingan. memperhatikan.
2 Pelaksanaan 30 Menit a. Mengklarifikasi a. Mahasiswa
bimbingan permasalahan mendengarkan
dan mahasiswa. menyetujui masalahnya
konseling b. Menyampaikan materi b. Memperhatikan dan
yaitu : Kesulitan belajar, mendengarkan
faktor- faktor yang
mempengaruhi kesulitan
belajar, prinsip- prinsip
dalam belajar, cara
belajar yang baik dan
benar.
c. Memberi kesempatan c. Mengutarakan
kepada mahasiswi untuk pertanyaan tentang hal-
bertanya tentang hal hal yang belum
yang belum dipahami. dipahami.
d. Memberikan alternatif d. Memperhatikan dan
solusi pemecahan mendengarkan
masalah mahasiswi yaitu
dengan menerapkan cara
belajar yang baik dan
benar.
e. Memberi kesempatan e. Mahasiswi memilih
kepada mahasiswi untuk salah satu alternatif
memilih alternatif solusi solusi pemecahan
pemecahan masalah masalah yang telah
yang telah diberikan diberikan
3 Penutup 6 Menit a. Menyimpulkan bersama a. Bersama dengan
dengan mahasiswi konselor
mengenai permasalahan menyimpulkan
yang dialami oleh permasalahan yang
konseli serta pemecahan dihadapi dan
dalam masalahnya. pemecahan untuk
masalahnya.
b. Menutup pertemuan b. Menjawab salam
dengan salam.

VIII. PENYELENGGARA PELAYANAN


Mahasiswa Praktik Kependidikan Kebidanan Prodi D-IV Bidan Pendidik
Universitas Respati Yogyakarta.
IX. PIHAK YANG TERLIBAT
Mahasiswa DIII Kebidanan dan pembimbing lapangan Akbid Bhakti Putra
Bangsa Purworejo

X. SUMBER
1. Abdurrahman. 2003. Pendidikan bagi anak kesulitan belajar. Jakarta:
Rinekacipta
2. https://totoyulianto.wordpress.com/2013/03/09/pengertian-kesulitan-
belajar/di Upload pada tanggal 28 Oktober 2015 pukul 11.15
3. Purnama, Yeyen Nurlina. 2009. Cara Belajar yang baik.
http://yeyennurlinapurnama.blogdetik.com/2009/12/27/cara-belajar-yang-
baik/ di Upload pada 28 oktober 2015, 11.15 WIB

XI. LAMPIRAN
1. Materi
2. Identifikas kasus
Lampiran 1
MATERI
KESULITAN DALAM BELAJAR
1. Pengertian Kesulitan belajar

Kesulitan belajar yang didefenisikan oleh The United States Office of


Education (USOE) yang dikutip oleh Abdurrahman (2003 : 06) menyatakan
bahwa kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih dari
proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa
ajaran atau tulisan.

Di samping defenisi tersebut, ada definisi lain yang yang dikemukakan


oleh The National Joint Commite for Learning Dissabilites (NJCLD) dalam
Abdurrahman (2003 : 07) bahwa kesulitan belajar menunjuk kepada suatu
kelompok kesulitan yang didefenisikan dalam bentuk kesulitan nyata dalam
kematian dan penggunan kemampuan pendengaran, bercakap-cakap, membaca,
menulis, menalar atau kemampuan dalam bidang studi biologi

Sedangkan menurut Sunarta (1985 : 7) menjelaskan bahwa yang


dimaksud dengan kesulitan belajar adalah “kesulitan yag dialami oleh siswa-
siswi dalam kegiatan belajarnya, sehingga berakibat prestasi belajarnya rendah
dan perubahan tingkahlaku yang terjadi tidak sesuai dengan partisipasi yang
diperoleh sebagaimana teman-teman kelasnya.

Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami bahwa kesulitan belajar


adalah suatu keadaan dalam proses belajar mengajar dimana anak didik tidak
dapat belajar sebagaimana mestinya. Kesulitan belajar pada dasarnya adalah
suatu gejala yang nampak dalam berbagai manivestasi tingkah laku, baik
secara langsung maupun tidak langsung.
2. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar
Faktor- faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar banyak jenisnya,
tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor intern dan ekstern.
Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar
sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada diluar individu.
a. Faktor-faktor Internal
Adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar antara lain :
1) Inteligensi
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam
situasi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang tinggi
akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai tingkat inteligensi rendah.
Siswa yang mempunyai tingkat inteligensi normal dapat berhasil dengan
baik dalam belajar, jika ia belajar dengan baik, artinya belajar dengan
menerapkan metode belajar yang efisien dan faktor-faktor yang
mempengaruhi belajarnya memberi pengaruh yang positif.
2) Perhatian
Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus
mempunyai perhatian bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran
tidak menjadi perhatian siswa maka timbullah kebosanan, sehingga ia
tidak suka lagi belajar. Agar siswa belajar dengan baik usahakanlah
bahan pelajaran selalu menarik perhatian dengan cara mengusahakan
pelajaran itu sesuai dengan hobi atau bakatnya.
3) Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan
dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang,
diperhatikan secara terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi
berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara dan
belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu
diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasaan.
4) Bakat
Bakat mempengaruhi belajar . jika bahan belajar yang dipelajari siswa
sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik karena ia
senang belajar dan pastilah selanjutnya ia lebih giat lagi dalam
belajarnya.

5) Motivasi
Motivasi adalah salah satu factor yang memengaruhi keefektifan
kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa ingin
melakukan kegiatan belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi
sebagai proses di dalam diri individu yang aktif, mendorong,
memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin, 1994).
Motivasi juga diartikan sebagai pengaruh kebutuhan-kebutuhan dan
keinginan terhadap intensitas dan arah perilaku seseorang.

6) Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau bereaksi.
Kesediaan itu timbul dalam diri seseorang dan juga berhubungan dengan
kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan
kecakapan. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belaajar, karena
jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan maka hasilnya
belajarnya akan lebih baik.

7) Faktor kelelahan
Kelelahan pada seseorang sulit untuk dipisahkan tetapi dapat
dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan
rohani. Kelelahan itu mempengaruhi belajar. Agar siswa dapat belajar
dengan baik haruslah menghindari jangan sampai terjadi kelelahan dalam
belajarnya.
b. Faktor – faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal yang berpengaruh terhadap belajar dapatlah
dikelompokkan menjadi 3 faktor yaitu :
1) Faktor Keluarga
Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga
berupa: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga,
suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga.
2) Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi ini mencakup metode
mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan
siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, standar
pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah
3) Faktor Masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh
terhadap belajar siswa. Pengaruh itu terjadi karena keberadaannya
siswa dalam masyarakat.

3. Prinsip-Prinsip dalam Belajar


Prinsip-prinsip pembelajaran dalam bukunya Sugandi, dkk (2000:27)
antara lain :
a. Kesiapan Belajar
Faktor kesiapan baik fisik maupun psikologis merupakan kondisi awal
suatu kegiatan belajar. Kondisi fisik dan psikologis ini biasanya sudah
terjadi pada diri siswa sebelum ia masuk kelas. Oleh karena itu, guru tidak
dapat terlalu banyak berbuat. Namun, guru diharapkan dapat mengurangi
akibat dari kondisi tersebut dengan berbagai upaya pada saat membelajarkan
siswa.
b. Perhatian
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek.
Belajar sebagai suatu aktifitas yang kompleks membutuhkan perhatian dari
siswa yang belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengetahui barbagai kiat
untuk menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran sedang
berlangsung.
c. Motivasi
Motifasi adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang
mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai
tujuan. Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif, saat orang
melakukan aktifitas. Motivasi dapat menjadi aktif dan tidak aktif. Jika tidak
aktif, maka siswa tidak bersemangat belajar. Dalam hal seperti ini, guru
harus dapat memotivasi siswa agar siswa dapat mencapai tujuan belajar
dengan baik.
d. Keaktifan Siswa
Kegiatan belajar dilakukan oleh siswa sehingga siswa harus aktif.
Dengan bantuan guru, siswa harus mampu mencari, menemukan dan
menggunakan pengetahuan yang dimilikinya .
e. Mengalami Sendiri
Prinsip pengalaman ini sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya
dengan prinsip keaktifan. Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri,
akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dan pemahaman yang lebih
mendalam.
f. Pengulangan
Untuk mempelajari materi sampai pada taraf insight, siswa perlu
membaca, berfikir, mengingat, dan latihan. Dengan latihan berarti siswa
mengulang-ulang materi yang dipelajari sehingga materi tersebut mudah
diingat. Guru dapat mendorong siswa melakukan pengulangan, misalnya
dengan memberikan pekerjaan rumah, membuat laporan dan mengadakan
ulangan harian.
g. Materi Pelajaran Yang Menantang
Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh rasa ingin tahu. Dengan
sikap seperti ini motivasi anak akan meningkat. Rasa ingin tahu timbul saat
guru memberikan pelajaran yang bersifat menantang atau problematis.
Dengan pemberian materi yang problematis, akan membuat anak aktif
belajar.
h. Balikan Dan Penguatan
Balikan atau feedback adalah masukan penting bagi siswa maupun bagi
guru. Dengan balikan, siswa dapat mengetahui sejauh mana kemmpuannya
dalam suatu hal, dimana letak kekuatan dan kelemahannya. Balikan juga
berharga bagi guru untuk menentukan perlakuan selanjutnya dalam
pembelajaran.
Penguatan atau reinforcement adalah suatu tindakan yang menyenangkan
dari guru kepada siswa yang telah berhasil melakukan suatu perbuatan
belajar. Dengan penguatan diharapkan siswa mengulangi perbuatan baiknya
tersebut.
i. Perbedaan Individual
Masing-masing siswa mempunyai karakteristik baik dari segi fisik
maupun psikis. Dengan adanya perbedaan ini, tentu minat serta kemampuan
belajar mereka tidak sama. Guru harus memperhatikan siswa-siswa tertentu
secara individual dan memikirkan model pengajaran yang berbeda bagi anak
didik yang berbakat dengan yang kurang berbakat.

4. Cara belajar yang baik


a. Belajar Kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu belajar yang baik dan efektif.
Dengan belajar kelompok kegiatan belajar akan menjadi sangat
menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya
mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan
ketularan pintar.
b. Ciptakan suasana yang kondusif
Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif,
nyaman dan tenang untuk belajar. Cara ini merupakan salah satu cara
belajar yang baik karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu
pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam
keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar
di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain
lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar

c. Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran


Tips cara belajar dengan teknik meringkas intisari dari pelajaran.
Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah
catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran
itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, itu
akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis
kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga
bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada.

d. Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat


Cara Belajar Yang Baik dengan teknik kemampuan
mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan
kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci
(Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti
MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu
Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika
menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan
mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya
.
e. Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Tips cara belajar yang baik dan paling ampuh adalah dengan tekun
dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam
peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun hanya
belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi
belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga
jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan,
cara belajar yang baik seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.
f. Disiplin Dalam Belajar

Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan


dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil
main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah,
dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan
belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai.
Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar.
Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup
panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar.
Lampiran 2

IDENTIFIKASI KASUS

A. Identitas Mahasiswa
Nama : “D”
NIM : 72014010
Tempat/tgl lahir : Purworejo, 4 februari 1996
Semester : III (Tiga)
Pendidikan : D III Kebidanan
Agama : Islam
Alamat : Baledano, Purworejo
Institusi : Akbid Bhakti Putra Bangsa Purworejo
No. HP : 085725711172

Identitas Orang tua


Ayah Ibu
Nama : Tn. “E” Nama : Ny.”S”
Umur : 50 th Umur : 48 th
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
Pekerjaan : PNS Pekerjaan : PNS
Alamat : Magelang Alamat : Purworejo

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Mahasiswa“D” adalah seorang mahasiswi DIII Kebidanan di Akbid
Bhakti Putra Bangsa Purworejo Semester III. Mahasiswa “D” adalah anak ke 2
(dua) dari 3 bersaudara. Sekarang ia tinggal bersama ibu beserta kedua orang
saudara dan ayah tirinya. Siswa “D” mengatakan ibunya seorang anggota DPR
sehingga jarang berada dirumah. Di kampus ia rajin mengumpulkan materi
yang telah diberikan oleh dosen tetapi pada saat belajar dirumah ia sulit untuk
menghafal, sehingga pada saat ujian ia merasa bahwa nilai ujiannya kurang
memuaskan.

C. DIAGNOSIS
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat dibuat diagnosis yaitu
kesulitan dalam belajar

D. PROGNOSA
Prognosa baik jika diberikan layanan bimbingan dan konseling mahasiswi
mengerti mengenai masalah yang dihadapinya dan bisa mengatasi masalahnya.

E. PERENCANAAN
Memberikan layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah apa
sedang yang dihadapi oleh konseling saat ini yaitu :

1. Berikan layanan bimbingan dan konseling dengan suasana aman, nyaman


dan tenang.
2. Klarifikasi permasalahan mahasiswi
3. Cari faktor- faktor penyebab masalah kesulitan dalam belajar mahasiswi.
4. Identifikasi usaha pemecahan masalah yang selama ini telah dilakukan oleh
mahasiswi
5. Beri materi layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah
mahasiswi yaitu tentang : kesulitan dalam belajar, faktor- faktor yang
mempengaruhi kesulitan dalam belajar, prinsip- prinsip dalam belajar, cara
belajar yang baik.
6. Beri alternatif solusi pemecahan masalah pada mahasiswi yaitu dengan :
a. Bantu mahasiswa untuk mengatasi masalah kurangya rasa percaya diri
yang dialaminya dengan menerapkan cara belajar yang baik.
b. Berikan dukungan kepada mahasiswa bahwa ia pasti bisa mendapatkan
nilai yang lebih baik.
7. Beri kesempatan mahasiswi untuk memilih alternatif solusi pemecahan
masalah yang telah diberikan.
F. TREATMENT
1. Memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan suasana ruangan
aman, nyaman , dan tenang dan meyakinkan kepada mahasiswa bahwa
konselor akan menjaga kerahasiaan mengenai permasalahannya yang telah
diceritakan kepada konselor.
2. Mengklarifikasi permasalahan mahasiswi yaitu kesulitan dalam belajar.
3. Mencari faktor- faktor penyebab mengenai apa yang menyebabkan
mahasiswi sulit dalam belajar yaitu susah untuk menghafat materi yang
sudah di pelajari.
4. Mengidentifikasi usaha yang selama ini lakukan oleh mahasiswi untuk
mengatasi masalah yang dihadapi, yaitu belajar di rumah.
5. Memberikan materi layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan
masalah mahasiswi yaitu tentang: kesulitan dalam belajar, faktor- faktor
yang mempengaruhi kesulitan belajar, prinsip- prinsip dalam belajar, cara
belajar yang baik dan benar
6. Memberikan alternatif solusi pemecahan masalah meliputi :
a. Membantu mahasiswi untuk mengatasi masalah kesulitan dalam
belajar yang dialaminya dengan menerapkan cara belajar yang baik.
b. Memberikan dukungan kepada mahasiswi bahwa ia bisa dan tetap rajin
belajar agar mendapatkan nilai yang lebih baik.
7. Memberikan kesempatan kepada mahasiswi untuk mengambil alternatif
solusi atas penyelesaian masalahnya

G. EVALUASI
Dari pertemuan yang telah dilakukan antara konseli dan konselor dapat ditarik
kesimpulannya antara lain :

1. Mahasiswi dapat menerima bimbingan dan konseling yang telah diberikan


oleh konselor dengan baik.
2. Mahasiswi sudah paham dengan permasalahan yang dihadapinya yaitu
tentang kesulitan dalam belajar/ menghafal.
3. Mahasiswi menceritakan faktor- faktor mengenai apa yang menyebabkan
mahasiswi sulit dalam belajar yaitu susah untuk menghafal materi yang
sudah di pelajari.
4. Mahasiswi mengatasi masalah yang dihadapi, yaitu dengan belajar di
rumah.
5. Mahasiswi menerima dengan baik materi layanan bimbingan dan
konseling yang diberikann oleh konselor sesuai dengan masalah mahasiswi
yaitu tentang: kesulitan dalam belajar, faktor- faktor yang mempengaruhi
kesulitan belajar, prinsip- prinsip dalam belajar, cara belajar yang baik dan
benar
6. Mahasiswi menerima alternatif solusi pemecahan masalah meliputi :
a. Menerapkan cara belajar yang baik.
b. Mahasiswi tetap semangat dan rajin belajar agar mendapatkan nilai
yang lebih baik.
7. Mahasiswi berusaha mengatasi masalah yang dihadapinya dengan
menerapkan cara belajar yang baik yaitu:
a. Belajar dengan kelompok
b. Menciptakan suasana yang kondusif
c. Membuat catatan atau intisari dari bahan pelajaran
d. Berlatih dengan kemampuan mengingat
e. Belajar dengan tekun dan rutin
f. Disiplin dalam belajar
.
H. FOLLOW UP
Setelah dilakukan bimbingan dan konseling, mahasiswi belum melakukan
perubahan. Namun ia bersedia dan akan menerapkan cara belajar yang baik
yaitu : belajar dengan kelompok, menciptakan suasana kondusif pada saat
belajar, dan belajar dengan tekun dan rutin.