Anda di halaman 1dari 6

PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
KABUPATEN LOMBOK BARAT
DENGAN
ANTARA DIGITAL MEDIA
TENTANG
PENYEBARLUASAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK

NOMOR : / / Diskominfo/2019
NOMOR :

Pada hari ini ......................, tanggal ....................., bulan ....................., tahun Dua Ribu
Delapan Belas, yang bertandatangan di bawah ini:

I. IR. BUDI DARMAJAYA, : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika


MM Kabupaten Lombok Barat, dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok
Barat berkedudukan di Jl. Soekarno Hatta No.1 Giri
Menang Gerung Lombok Barat Propinsi Nusa
Tenggara Barat, selanjutnya disebut PIHAK KESATU.

II. DARMADI : Managing Director, bertindak untuk dan atas nama


PT. IMQ Multimedia Utama/Antara Digital Media,
merupakan anak perusahaan dari Perum LKBN
ANTARA yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan,
suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta,
Wisma Antara Lt. 7, Jl. Merdeka Selatan No. 17,
Jakarta Pusat 10110, yang didirikan berdasarkan
Akta Pendirian No 01 tanggal 01 Oktober 2012 dibuat
dihadapan Notaris Nur Azizah, SH. yang telah
disahkan dengan SK Menkum & HAM Republik
Indonesia dan perubahan terakhir Akta Pernyataan
Keputusan Sirkulasi Para Pemegang Saham Luar
Biasa PT. IMQ Multimedia Utama No. 03 tanggal 27
Desember 2017 dibuat dihadapan Notaris NILA
SYAWITRI, SH.M.Kn yang telah disahkan dengan SK
Menkum & Ham Republik Indonesia Nomor: AHU-
AH.01.03-0205831 tanggal 27 Desember 2017,
selanjutnya dalam kesepakatan ini disebut sebagai
PIHAK KEDUA.

PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA yang selanjutnya secara sendiri-sendiri disebut PIHAK
dan secara bersama-sama disebut PARA PIHAK, terlebih dahulu menerangkan sebagai
berikut:
a. PIHAK KESATU adalah Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Barat yang
ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Sususnan Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Barat, yang melaksanakan tugas dan
fungsi di bidang Informasi dan Komunikasi Publik;
b. PIHAK KEDUA adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007, yang menyelenggarakan usaha di
bidang pers, yang dapat melakukan peliputan dan/atau penyebarluasan informasi yang
cepat, akurat dan penting ke seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
dunia internasional;
c. Perjanjian Kerjasama ini berdasarkan:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers;
2. ketentuan Pasal 363 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat,
daerah dapat mengadakan kerjasama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi
dan efektivitas pelayanan publik, serta saling menguntungkan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan
Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA.
d. Bahwa PARA PIHAK bermaksud untuk bekerjasama yang saling menguntungkan dalam
rangka penyediaan dan pemanfaatan layanan berupa aplikasi, data, berita, dan informasi
untuk mewujudkan terciptanya penyebarluasan informasi yang merata dan
mencerdaskan masyarakat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, dan huruf d,
PARA PIHAK sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerjasama tentang Layanan Informasi
Publik Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar
Indonesia” dengan Dinas Kominfo Kabupaten Badung dengan ketentuan-ketentuan dan
persyaratan-persyaratan yang disebutkan dalam pasal-pasal berikut:

BAB I
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 1

(1) Maksud Perjanjian Kerjasama adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan pendapat umum dalam mendukung pembangunan Nasional;
(2) Tujuan Perjanjian Kerjasama adalah penyebarluasan informasi secara langsung kepada
Masyarakat melalui media dalam maupun luar ruang di seluruh Indonesia.
BAB II
OBJEK PERJANJIAN
Pasal 2

Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang
(Videotron) “Layar Indonesia” dengan ukuran dan lokasi sebagai berikut:
a. TVC “i-Media” ukuran standar 47” atau lebih pada Lokasi Kantor Dinas Kominfo
Kabupaten Badung serta lokasi-lokasi lain yang disepakati kedua belah pihak;
b. Videotron “Layar Indonesia” dengan ukuran standar panjang 6 meter dan lebar 4 meter di
lokasi-lokasi yang disepakati kedua belah pihak.

BAB III
RUANG LINGKUP
Pasal 3
Ruang Lingkup Perjanjian Kerjasama ini sebagai berikut:
a. Pemanfaatan lokasi untuk penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai
penyelenggara dan penyelenggaraan Pemerintahan, keharmonisan berbangsa dan
kedaulatan Negara;
b. Penyediaan dan pemanfaatan layanan berupa infrastruktur, sarana prasarana, aplikasi,
data dan informasi bagi kebutuhan masyarakat dari dan oleh PARA PIHAK;
c. Pemanfaatan Media Dalam Ruang (TVC) dan Luar Ruang (Videotron) untuk berita dan
Layanan Informasi Publik.

BAB IV
HAK DAN KEWAJIBAN
Bagian Kesatu
Hak
Pasal 4

(1) PIHAK KESATU mempunyai Hak:


a. Mendapatkan air time untuk menayangkan informasi tentang dan berdasarkan
kepentingan PIHAK KESATU di Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” sebesar
40% dari Informasi layanan publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c
serta bantuan teknisnya dari PIHAK KEDUA;
b. Mendapatkan air time untuk menayangkan informasi tentang dan berdasarkan
kepentingan PIHAK KESATU di Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”
sebesar 40% dari Informasi layanan publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
huruf c serta bantuan teknisnya dari PIHAK KEDUA;
c. Menerima layanan pemberitaan dan penyebarluasan informasi melalui jaringan
Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar
Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”;
d. Pengaturan penayangan konten di Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang
(TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia” sesuai
dengan kesepakatan kedua belah pihak.
(2) PIHAK KEDUA mempunyai Hak:
a. Menayangkan informasi yang dimiliki PIHAK KEDUA dalam Layanan Informasi
Publik Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron)
“Layar Indonesia” mengenai berita-berita Publik Service Obligation (PSO), BUMN,
Sosial, Bisnis serta Komunikasi;
b. Menentukan konten berita dan melakukan pemuktakhiran informasi yang
ditayangkan di Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan
Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”;
c. Mendapatkan lokasi untuk penempatan Layanan Informasi Publik Media Dalam
Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia” agar
Masyarakat dapat menerima informasi secara mudah dan luas;
d. Memanfaatkan lokasi yang dimiliki oleh PIHAK KESATU dan pihak lainnya yang
disepakati kedua belah pihak untuk pemasangan Layanan Informasi Publik
Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar
Indonesia”.

Bagian Kedua
Kewajiban
Pasal 5

(1) PIHAK KESATU mempunyai Kewajiban:


a. Menyediakan lokasi untuk pemasangan Layanan Informasi Publik Media Dalam
Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”
b. Menyediakan informasi untuk ditayangkan dalam Layanan Informasi Publik Media
Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”
tentang program dan kebijakan, publikasi, dan/atau promosi PIHAK KESATU,
serta iklan layanan masyarakat lainnya;
c. Membantu melancarkan pemasangan/instalasi Layanan Informasi Publik Media
Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar
Indonesia”;
d. Memelihara bersama-sama lingkungan sekitar lokasi Layanan Informasi Publik
Media Dalam Ruang (TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar
Indonesia” untuk menjamin kelancaran operasional layanan informasi publik;
e. Menyediakan TV, internet dan listrik untuk implementasi TVC “i-Media”.

(2) PIHAK KEDUA mempunyai Kewajiban:


a. Melaksanakan pemasangan dan pemeliharaan Media Dalam Ruang (TVC) “i-
Media” pada lokasi yang telah disediakan oleh PIHAK KESATU;
b. Melaksanakan pembangunan, pemasangan dan pemeliharaan Media Luar Ruang
(Videotron) “Layar Indonesia” pada lokasi yang telah disediakan oleh PIHAK
KESATU;
c. Menyediakan air time untuk menayangkan informasi PIHAK KESATU di Media
Dalam Ruang (TVC) “i-Media” sebesar 40% dari Informasi layanan publik
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c serta bantuan teknisnya dari
PIHAK KEDUA;
d. Menyediakan air time untuk menayangkan informasi PIHAK KESATU di Media
Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia” sebesar 40% dari Informasi layanan
publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c serta bantuan teknisnya
dari PIHAK KEDUA;
e. Menayangkan Informasi pada Layanan Informasi Publik Media Dalam Ruang
(TVC) “i-Media” dan Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia” tentang
program dan kebijakan, publikasi, dan/atau informasi dari PIHAK KESATU, serta
iklan layanan masyarakat lainnya;
f. Menanggung biaya internet dan listrik untuk operasional Videotron “Layar
Indonesia”;
g. Menyediakan Mini PC untuk implementasi Media Dalam (TVC) “i-Media”;
h. Membayar pajak dan retribusi sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku;
i. Memelihara lingkungan di sekitar lokasi Media Dalam (TVC) “ i-Media” dan Luar
Ruang (Videotron) “Layar Indonesia” untuk menjamin kelancaran operasional
layanan informasi publik;
j. Tidak mengalihkan pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan “i-Media dan
“Layar Indonesia”;
k. Menanggung dan memberikan penggantian kerugian finansial atas kerugian yang
ditimbulkan akibat robohnya Media Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”,
baik terhadap korban maupun benda lainnya;
l. Menyediakan sistem dan sumber daya manusia untuk operasional Media Dalam
(TVC) “ i-Media” dan Luar Ruang (Videotron) “Layar Indonesia”.

BAB V
JANGKA WAKTU
Pasal 6
(1) Perjanjian Kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun sejak
ditandatangani Perjanjian Kerjasama ini oleh PARA PIHAK dan dapat diperpanjang
untuk jangka waktu yang sama berdasarkan Kesepakatan tertulis PARA PIHAK;

(2) Dalam hal Perjanjian Kerjasama ini berakhir sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
maka PIHAK yang berinisiatif untuk melakukan pengakhiran wajib menyampaikan
rencana pengakhiran tersebut, paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tanggal pengakhiran
yang direncanakan dengan menyebutkan alasan pengakhiran.

BAB VI
PEMBATALAN DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN
Pasal 7
(1) Dalam hal PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA tidak melaksanakan kewajiban
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA dapat
membatalkan secara sepihak Perjanjian Kerjasama ini dengan mengesampingkan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1266 dan Pasal 1267 Kitab Undang-
Undang Hukum Perdata, setelah PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA memberikan
peringatan atau teguran tertulis 3 (tiga) kali berturut-turut, tetapi PIHAK KESATU
atau PIHAK KEDUA tidak mengindahkannya;
(2) Perjanjian Kerjasama ini berakhir karena:

a. Telah berakhir jangka waktu sebagaimana dimaksud Pasal 6;


b. Pembatalan secara sepihak oleh PIHAK KESATU atau oleh PIHAK KEDUA
sebagaimana dimaksud pada ayat (1);
c. PARA PIHAK sepakat untuk mengakhiri Perjanjian Kerjasama; dan
d. Hal-hal lain yang menyebabkan berakhirnya Perjanjian Kerjasama karena
keadaan memaksa (force majeure).

BAB VII
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
Pasal 8
(1) Yang dimaksud Keadaan Memaksa (Force Majeure) dalam perjanjian ini adalah
peristiwa-peristiwa yang berada di luar kemampuan PARA PIHAK yang berakibat tidak
dapat dipenuhinya kewajiban-kewajiban PARA PIHAK. Adapun peristiwa yang
dimaksud, antara lain:
a. gempa bumi besar;
b. angin ribut/angin topan;
c. banjir besar;
d. kebakaran besar;
e. tanah longsor;
f. perang dan pemberontakan sehingga tidak dapat dilaksanakannya Perjanjian
Kerjasama ini.
(2) Apabila terjadi Force Majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka berlaku
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7ayat (2) huruf d.

BAB VIII
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
Pasal 9
(1) Dalam hal terjadi perselisihan dalam menafsirkan dan/atau dalam melaksanakan isi
Perjanjian Kerjasama ini, maka PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA sepakat untuk
menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat;
(2) Apabila dengan cara musyawarah tersebut tidak tercapai kesepakatan, maka PIHAK
KESATU atau PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikannnya melalui Pengadilan
Negeri.

BAB IX
KETENTUAN LAIN-LAIN
Pasal 10

Hal-hal yang belum cukup diatur dan/atau perubahan dalam Perjanjian Kerjasama ini akan
diatur dalam Perjanjian Kerjasama tambahan (addendum) dan merupakan satu kesatuan
yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Kerjasama ini.

BAB X
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 11

(1) Perjanjian Kerjasama ini mengikat PARA PIHAK sejak ditandatangani;


(2) Perjanjian Kerjasama ini dibuat oleh PARA PIHAK dengan sebenar-benarnya dan
ditandatangani di Jakarta pada hari, tanggal, bulan, dan tahun sebagaimana tersebut
diatas, dalam rangkap 4 (empat), 2 (dua) diantaranya bermeterai cukup dan 2 (dua)
diantaranya tanpa meterai mempunyai kekuatan hukum yang sama.

Demikian Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh PARA PIHAK,masing-masing dalam


keadaan sehat dilandasi itikad baik dan tidak ada unsur paksaan dari PIHAK manapun.

PIHAK KEDUA PIHAK KESATU

DARMADI IR. BUDI DARMAJAYA, MM