Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW


DI MADINAH

DI SUSUN OLEH :
(Kelompok 5)

1. Dhea Natasya Anjeli


2. Dina Monika
3. Lara Intan Sari
4. Lisa Apriani
5. Mesri
6. Muklis
7. Tangguh Pamungkas

SMA NEGERI 03 MODEL KOTA LUBUKLINGGAU


TAHUN AJARAN 2018/2019

1
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur atas rahmat Allah SWT, Tuhan semesta alam. Atas segala karunia dan rahmat-
Nya, kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “dakwah nabi muhammad saw di
madinah” dengan baik meskipun masih jauh dari kata sempurna. Sholawat serta salam semoga
dilimpah kan kepada rasulullah SAW. Yang telah membawa kita dari alam kegelapan kealam yang
terang benderang yang disinari oleh ilmu pengetahuan ,iman dan islam.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi materi,
sistematika,maupun ilustrasi pembahasannya. oleh karena itu kritik dan saran semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. kami juga mengucapkan
terima kasih kepada dosen yaitu Bapak Ikrom, S. Ag yang telah membimbing kami belajar akidah
akhlak.
Mudah-mudahan makalah ini bermanfaat bagi kita semua, Amin .

PENULIS,

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ...................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 6

BAB III PENUTUP .......................................................................................................... 22

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 23

3
BAB I
PENDAHULUAN

A . Latar belakang
Hidup ini memang penuh dengan warna. Dan ingatlah bahwa hakikat warna-warni kehidupan
yang sedang kita jalani di dunia ini telah Allah tuliskan (tetapkan) dalam kitab “Lauhul Mahfudz”
yang terjaga rahasianya dan tidak satupun makhluk Allah yang mengetahui isinya. Semua kejadian
yang telah terjadi adalah kehendak dan kuasa Allah SWT.Begitu pula dengan bencana-bencana yang
akhir-akhir ini sering menimpa bangsa kita. Gempa, tsunami, tanah longsor, banjir, angin ribut dan
bencana-bancana lain yang telah melanda bangsa kita adalah atas kehendak, hak, dan kuasa Allah
SWT.Dengan bekal keyakinan terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Allah SWT, seorang
mukmin tidak pernah mengenal kata frustrasi dalam kehidupannya, dan tidak berbangga diri dengan
apa-apa yang telah diberikan Allah SWT.
Kematian, kelahiran, rizki, nasib, jodoh, bahagia, dan celaka telah ditetapkan sesuai ketentuan-
ketentuan Ilahiah yang tidak pernah diketahui oleh manusia. Dengan tidak adanya pengetahuan tentang
ketetapan dan ketentuan Allah ini, maka kita harus berlomba-lomba menjadi hamba yang saleh-muslih,
dan berusaha keras untuk menggapai cita-cita tertinggi yang diinginkan setiap muslim yaitu melihat
Rabbul’alamin dan menjadi penghuni Surga.
Keimanan seorang mukmin yang benar harus mencakup enam rukun.Yang terakhir adalah
beriman terhadap takdir Allah, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk.Salah memahami
keimanan terhadap takdir dapat berakibat fatal, menyebabkan batalnya keimanan seseorang. Terdapat
beberapa permasalahan yang harus dipahami oleh setiap muslim terkait masalah takdir ini.

B . Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penyusunan makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan hijrah nabi muhammad?
2. Bagaimana Kondisi Madinah Sebelum Kedatangan Nabi Muhammad SAW?
3. Bagaimana Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW Di Madinah

4
3. Apa Rahasia sukses dakwah nabi muhammad?
4. Bagaimana hikmah bagi orang yang beriman kepada qada’ dan qadar?

C. Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1. Untuk memahami dakwah nabi muhammad ke madinah
2. Untuk memahami tujuan nabi muhammad dakwah di madinah
3. untuk memahami strategi atau cara nabi muhammad dakwah di madinah

5
BAB II
PENDAHULUAN

I. HijrahNabi
A. LatarBelakangRasulullah Berhijrah ke Madinah
Terjadinya perlawanan yang menentang penyebaran agama Islam dari
Mekkah, menyebabkan Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke
Madinah.Tetapi sebelum hijrah dilakukan, telah terjadi peristiwa yang sangatpenting,
yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada tanggal 27 Rajab tahun 621 M.
Keadaan di Madinah sangat jauh berbeda dengan di Mekkah, kalau di
Mekkah, Nabi Muhammad SAW islam dimusuhi dan mendapat perlawanan sehingga
tidak mungkin untuk berkembang sedangkan di MadinahNabi Muhammad SAW
disambut dengan gembira, karena kedatangan Nabi sudah lama diharapkan.
Di Madinah perkembangan agama Islam cukup pesat dan penganutnya
Dakwah Rasulullah yang dilakukan di Mekkah baik secara sembunyi-sembunyi maupun
terang-terangan berlangsung selama 13 tahun. Rintangan makin lama makin bertambah
karena itu Allah MenyediakanTempat yang subur untuk da’wah yaitu Madinah. Disinilah
membangun umat untuk dijadikan duta keseluruh pelosok dunia

B. KisahHijrahRasulullahkeMadinah
Setelah Rasulullah mandapat perintah dari Allah untuk berhijrah maka beliau
berangkat bersama Abu Bakar. semua perbekalan perjalanan telah disiapkan oleh Asma
Binti Bakar. Abu Bakar telah menyewa penunjuk jalan yang bernama Abdullah Ibnu
Uraiqith dari bani Dail Ibnu Bakar. Walau dia masih beragama musyrik, tapi dapat
dipercaya. Abu Bakar berpesan untuk merahasiakan kepergiannya dan menjemput di Goa
Tsur setelah 3 malam.Pada malam tersebut, bertepatan dengan pelaksanaan rencana rahasia
orang-orang Quraisy, Para pemuda dari semua kalangan kabilah Quraisy mengepung
rumah Rasulullah SAW. Pada saat itu Rasulullah berada di dalam rumahnya. Tatkala saat
untuk keluar telah tiba, Rasullulah memerintahkan anak pamannya, yaitu sahabat Ali,
untuk tidur di tempat tidurnya supaya orang-orang Quraisy tidak mencurigai kepergiannya.

6
Sesungguhnya mereka selalu mengamat-amati semua gerakan Rasulullah dari celah-
celah kubah untuk menyelidiki keberadaannya pada malam itu.
Kemudian Rasulullah SAW menyelimuti sahabat Ali dengan kain burdahny, lalu ia keluar
melewati para pemuda Quraisy yang berada di luar pintu rumahnya seraya membacakan
firmannya:
‫ﻥﻭﺮﺼﺑﻻﻢﻬﻗﻢﻬﺘﻴﺸﻏﺎﻓﺍﺬﺳﻢﻬﻨﻠﺧﻦﻣﻭﺍﺬﺳﻢﻬﻳﺬﻳﺍﻦﻴﺑﻦﻣﺎﻨﻠﻌﺟﻭ‬
“Dan kami adakan dihadapan mereka dinding Dan di belakang mereka dinding (pula), dan
Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. (Qs. 36 Yasin:9)
Allah menimpakan kepada mereka rasa kantuk yang sangat. Akhirnya mereka semua
tertidur sehingga tiada seorangpun dari mereka yang melihat kepergian
rasulullah.Rasulullah SAW terus berjalan tanpa menoleh hingga bertemu dengan sahabat
Abu Bakar di tempat yang telah dijanjikan, lalu keduanya melanjutkan perjalanan hingga
sampai di Gua Tsur. Kemudian mereka berdua bersembunyi di dalamnya. Tatkala orang-
orang musyrik mengetahui bahwa tipu muslihatnya itu tidak membawa hasil apa-apa,
bahwa mereka semalaman hanya mengawasi Ali Bin Abu Thalib, bukannya Muhammad
Bin Abdullah, maka kemarahan mereka semakin memuncak. Lalu mereka mengutus orang-
orangnya ke segala penjuru. Mereka menyediakan hadiah yang besar bagi orang yang dapat
menangkap Muhammad atau menunjukan tampat persembunyiannya. Padahal Rasulullah
telah sampai di Gua Tsur sewaktu mereka mencarinya. Seandainya seorang dari mereka
mau melihat ke dalam gua dari arah bawah, niscaya ia akan melihat orang yang mereka
cari. Hal ini membuat Abu Bakar menangis karena khawatir akan diketahui mereka. Akan
tetapi Rasulullah SAW bersabda kepadanya seraya mengucapkan firmanNya:
‫ﺎﻨﻌﻣﷲﺍﻥﺇﻥﺰﺤﺗﻻ‬
“Janganlah engkau bersedih hati karena sesungguhnya Allah beserta kita”. (Qs. At-
Taubah:40)
Allah memalingkan pandangan mata mereka. Sehingga tidak ada seorangpun dari mereka
yang memandang ke arah gua. Akhirnya musuh bebuyutan Rasulullah SAW, yaitu
Umayyah Ibnu Khalaf, memustahilkan orang yang dicarinya itu bersembunyi di dalam gua
tersebut. Rasulullah SAW dan sahabat Abu Bakar tinggal di dalam gua Tsur selama 3
malam hingga pencarian mereka berhenti. Abdullah Ibnu Abu Bakar, anak sahabat Abu
Bakar, sebelum peristiwa tersebut biasa menginap di tempat yang berdekatan dengan

7
orang-orang Quraisy. Dia adalah seorang pemuda terdidik dan berpengalaman. Bila malam
hari hampir habis, yaitu pada waktu sahur, ia meninggalkan Rasulullah SAW dan sahabat
Abu Bakar. Kemudian pada pagi harinya ia menampakan dirinya di mata orang-orang
Quraisy sehingga mereka menduga bahwa dia bermalam bersama mereka. Ia selalu
mengintai gerak-gerik orang Quraisy dan menyadap semua rencana orang Quraisy.
Kemudian ia berangkat menuju tempat Rasulullah SAW dan sahabat Abu Bakar berada bila
malam telah pekat untuk menyampaikan berita yang telah diperolehnya itu.
Selain itu, Amir Ibnu Fuhairah selalu berangkat menuju ke arah tempat Rasulullah SAW
dan sahabat Abu Bakar berada dengan membawa domba-domba gembalanya. Apabila
Abdullah Ibnu Abu Bakar berangkat meninggalkan Rasulullah SAW dan sahabat Abu
Bakar, lalu Amir mengikuti jejak Abdullah bersama domba gembalanya supaya jejak
Abdullah terhapus oleh jejak domba. Setelah pencarian orang-orang Quraisy berhenti,
Rasulullah saw dan sahabat Abu Bakar keluar dari gua. Hal itu terjadi lewat 3 malam. Lalu
keduanya menemui petunjuk jalan yang membawa hewan kendaraan mereka berdua. Pada
waktu itu petunjuk jalan telah siap untuk melakukan tugas sesuai dengan perjanjian semula.
Kemudian Rasulullah saw dan sahabat Abu Bakar beserta penunjuk jalan berhenti meniti
daerah pantai.Akan tetapi, di tengah jalan mereka disusul Suraqah Ibnu Malik al Mudlaji
yang sedang memburu mereka.Sebelumnya Suraqah telah didatangi utusan dari orang-
orang musyrik kabilah Quraisy. Utusan itu mengatakan bahwa orang-orang Quraisy telah
menyediakan hadiah sebesar tebusan jiwa Rasulullah dan Abu Bakar bagi siapa saja yang
dapat membunuh atau menangkap mereka berdua. Ketika itu Suraqah sedang duduk-duduk
di majelis kaumnya, yaitu Bani Mudlaj. Tiba-tiba datanglah sesorang dari Bani Mudlaj
yang langsung berdiri di hadapan mereka yang sedang duduk-duduk. Ia berkata,”Hai
Suraqah, sesungguhnya aku tadi telah melihat titik hitam di daerah pantai. Aku yakin
bahwa titik hitam tersebut Muhammad dan sahabatnya”.
Setelah diam sesaat diantara kaumnya , Suraqah bangkit, lau is menagih kudanya dan
langsung memacu kudanya ke arah pantai sehingga ia dekat dengan Rasulullah dan
sahabatnya, Abu Bakar. Akan tetapi tatkala ia mendekat, ternyata kaki depan kudanya
terperosok hingga ia terjatuh. Ia menaiki kembali mengejar Rasulullah saw hingga ia
sempat mendengarkan bacaan Al-Qur’an Rasulullah saw. Rasulullah saw tidak pernah
menengok kebelakang, tetapi sahabat Abu Bakar sering menengok kebelakang. Kaki depan

8
kuda Suraqah masuk ke dalam pasir hingga batas lututnya, Suraqah terjungkal jatuh. Lalu
ia kembali menghardik kudanya supaya bangkit, tetapi ketika kaki depan kudanya hendak
tercabut dari pasir, tiba-tiba keluarlah dari dalamnya debu yang pekat sekali hingga
membumbung ke langit. Debu tampak bagaikan asap. Kini mengertilah Suraqah bahwa
pekerjaanya itu sia-sia belaka, bahkan kini perasaan takut merayap kedalamnya dirinya.
Segera ia berseru meminta perlindungan Rasulullah saw dan sahabat Abu Bakar. Mereka
menghentikan kendarannya hingga Suraqah datang kepada mereka. Suraqah merasa yakin
bahwa perkara yang dibawa oleh Rasulullah ini pasti akan mengalami kemenangan. Lalu
Suraqah menawarkan bekal dan harta bendanya kepada mereka berdua, tetapi keduanya
tidak mau mengambil sesuatu apapun daripadanya, bahkan mereka berdua berkata,
“Sekarang pergilah engkau dari kami.”Tetapi sebelum Suraqah pergi,terlebih dahulu ia
meminta surat jaminan keamanan dari dirinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan Abu
Bakar untuk menuliskannya. Dengan demikian, selesailah peristiwa tersebut yang
menandakan besarnya perhatiann Allah terhadap Rasul-Nya.
Sejak penduduk Madinah mendengar berita tentang keluarnya Rasulullah saw dari Mekkah
untuk bergabung dengan mereka, mereka selalu keluar menuju ke daerah Harrah, yaitu
suatu daerah yang penuh dengan batu hitam. Bila sudah tengah malam mereka kembali ke
rumah masing-masing. Pada suatu hari, mereka pulang ke rumah masing-masing. Tatkala
mereka baru sampai,kerumah masing-masing tiba-tiba seorang Yahudi yang pada saat itu
sedang menaiki sebuah bukit karena ingin melihat kedatangan Rasullullah saw dan
sahabatnya dari kejahuan, terkadang tampak dan terkadang tidak karena tertutup oleh
fatamorgana. Kemudian orang Yahudi itu berseru sekuat suaranya, “Hai orang Arab
semuanya, keberuntungan kalian yang sedang kalian tunggu-tunggu telah datang.” Mereka
bergegas mengambil senjata masing-masing, lalu berangkat ke daerah Harrah menyambut
kedatangan Rasulullah saw.

II. Kondisi Madinah Sebelum Kedatangan Nabi Muhammad SAW


Kota Madinahsekaranginiberada di wilayahkekuasaanpemerintahanKerajaan Arab
Saudi, terletaksekitar 160 km dariLautMerahdanpadajarakkuranglebih 350 km
sebelahutaradarikotamakkah. KondisitanahkotaMadinahdikenalsubur. Di sanaterdapatoase-
oaseuntuktanahpertanian, olehkarenaitupendudukkotainimemilikiusahapertanian,

9
selainberdagangdanbeternak. Usaha pertanianinimenghasilkansayur-sayurandanbuah-
buahan.TentunyakondisiMadinahberbedadengankondisiMakkah yang
tandusdangersang.SebelumNabihijrah Kota
MadinahdisebutdenganYastrip.PenamaanMadinahsecarabahasamempunyaiakar kata yang
samadengan “tamaddun” yang berartiperadaban.
KondisimasyarakatYastripsebelum Islam dating terdiriatasduasukubangsa, yaitubangsa
Arab danbangsaYahudi.Bangsa Arab yang tinggal di
Yastripterdiriataspenduduksetempatdanpendatangdari Arab Selatan yang
pindahkeYastripkarenapecahnyabendunganMa’arib.
Persoalan yang dihadapimasyarakatYastripwaktuituadalahtidakadanyakepemimpinan
yang membawahisemuasukuYastrip.Hanyaadapemimpin-pemimpinsuku yang
salingberebutpengaruh.Akibatnya, perangantar-suku pun seringterjadi.

III. Strategi Dakwah Nabi Muhammad SAW Di Madinah


A. PerjanjianAqabah
PeristiwaHijrahnyakaummuslimMakkahkeMadinah,
selainkondisidalammasyarakatMakkah yang sangatkerasterhadapdakwah Islam,
jugadisebabkanolehperjanjianpenting yang sudahdisepakati, yaitu “PerjanjianAqabah”
yang berlansungdua kali di Bukit ‘Aqabah’ yang disebutdengan “Baiatul ‘Aqabah I dan
II”.
PerjanjianAqabah I terjadipadatahunkeduabelaskenabian.Padasaatituduabelas orang
laki-lakidanseorangperempuandarisukuKhazrajdanAusMadinahdatangpadaRasulullah
di Makkah.Merekamenyatakandirimasuk Islam, merekaberjanjibahwa “Kami
tidakakanmempersekutukan Allah dengansesuatuapapun, kami tidakakanmencuri,
berzinaataumembunuhanak-anak kami, tidakakanadafitnahmemfitnah,
dantidakakanmendurhakai Muhammad dengansesuatu yang tidak kami ingini”.Orang-
orang Madinah yang masuk Islam
itudenganmudahkarenasudahpernahmendengarajaranTauratdarikaumYahudi,
yaitutentangharikebangkitan, balasanterhadapperbuatanmanusia, dannabi yang terakhir.

10
PerjanjianAqabah II berlangsungsatutahunkemudian.Padasaatituada 73 orang
darisukuKhazrajmenghadapRasulullah, kali inimerekamenyarankan agar
RasulullahhijrahkeMadinah.
BaiatulAqabah II berisikesanggupanmerekauntukmasuk Islam dankemudianberjanji :
1. Akan selalumendengardanmenaatiNabi Muhammad saw;
2. Menafkahkanharta, baikdalamkeadaanmudahmaupunsulit;
3. Melakukanamarmakrufnahimungkar;
4. Tetaptabahmenghadapicelaankaumkafir;
5. MelindungiNabi Muhammad saw,
danmenjaminkeamananbeliausebagaimanamembeladanmelindungikeluargamerek
asendirihinggatitikdarahpenghabisan.

B. MENDIRIKAN MASJID
Mendirikan masjid, hal ini merupakan usaha pertamanabi yang sangat penting
dalam pembinaan masyarakat yaitu sebagai tempat beribadah kepada Allah, tempat
Rasulullah manyampaikan ajaran-ajaran beliau dari wahyu Allah yang baru diterima.
Masjid ini juga tempat para sahabat bermusyawarah atau menanyakan suatu masalah
kepada Rasululah dan juga berfungsi sebagai tempat menerima tamu dari negeri
lain.Masjid yang pertama kali di bangunolehNabiadalah Masjid
Nabawi.Kemudianumatislamturut-turutmembangunbeberapa masjid Jumu’ah
(tempatpertamaRasulullahmelaksanakanshalatjumat), Masjid Gamamah (tempatpertama
kali dilaksanakanshalathariraya Islam), Masjid BaniQuraizah, Masjid Salman, Masjid
Ali.
C. UKHUWAH ISLAMIYAH
Para pendudukkotaMadinahtelahmendengarbahwaRasulullahakanhadirdanmenetap
di kotamereka. Para
pendudukmenyambutkehadiranRasulullahdenganrianggembira.PendudukMadinah yang
menyambutkehadiranRasulullahdisebutsebagaikaumAnshar, sedangkaumMuslimin
yang hijrahdariMakkahkeMadinahdisebutkaumMuhajirin.
MeskipunkaumAnsharmengetahuibahwasebagiankaumMuhajirintidakmembawahar
tabendanyaketikaberhijrah, kaumAnshartetapbersediaberbagitempattinggal, pekerjaan,

11
danpakaian.Bahkan,
RasulullahmenyatakanbahwakaumAnshardankaumMuhajirinsalingmewarisi.Dasarpersa
udaraan yang di bangunolehRasulullahadalahUkhuwahIslamiyah, yaitupersaudaraan
yang didasarkanpadakesamaansuku. Para sahabat yang dipersaudarakan, antaralain :
a. Abu Bakar as-SiddiqdenganKharijah Bin Zuhair;
b. Umar Bin KhitabdenganItban bin Malik;
c. Utsman bin AffandenganAus bin Tsabit;
d. Zubair bin AwwamdenganSalamah bin Salamah;
e. Salman al-Farisidengan Abu Darda’.
Tujuanmempersaudarakanmerekaadalah agar satusama lain salingtolongmenolong,
yang mampumenolong yang kekurangan, sertauntukmenyelapkan rasa
asingpadadirisahabat-sahabatMuhajirin di kotaMadinah.

D. UKHUWAH WATDHANIYAH
Dalam sejarah perjalanan dan perkembangan hijrah Nabi di Madinah, Nabi Muhammad
Saw. berhasil mempersaudarakan semua komponen masyarakat Madinah, terutama
kaum Aus dan Khajraj yang selama ini tidak bisa bersatu dan sering mengalami konflik
horizontal di antara keduanya. Dalam aspek ini Nabi Muhammad Saw. menggunakan
sebuah istilah baru untuk mengikat masyarakat Madinah menjadi suatu kesatuan yang
kokoh, yaitu ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan sesama muslim. Dalam rangka
menguatkan hal ini, Rasulullah bersabda, “Seorang muslim bersaudara denga muslim
lainya. Dia tidak menganiayanya, tidak pula menyerahkannya (kepada musuh).
Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi pula
kebutuhanya. Barangsiapa yang melapangkan dari seorang muslim suatu kesulitan,
Allah akan melapangkan baginya suatu kesulitan dari kesulitan-kesulitan yang
dihadapinya di hari kemudian. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, Allah
menutup aibnya di hari kemudian.” (HR. Bukhari dan Muslim). Semangat hijrah yang
dilanjutkan dengan spirit untuk membangun persaudaraan danukhuwah Islamiyah pada
kenyatannya berhasil menjadikan umat Islam sebagai kekuatan yang luar biasa dan
diperhitungkan oleh siapapun, maka jika mengamati fenomena ini dapat ditarik
kesimpulan, bahwa relasi antara hijrah dan pembangunan normal”">ukhuwah Islamiyah

12
bagaikan dua sisi koin yang tidak bisa dipisahkan, keduanya akan saling bersinergi dan
menopang satu dengan lainya.

Selanjutnya ada empat bagian macam ukhuwah atau persaudaraan yang disebutkan
dalam Al-Quran dan dikembangkan dan dibangun Nabi Muhammad Saw. pasca hijrah
beliau di Madinah.
Pertama, ukhuwah ‘ubudiyah atau persaudaraan kesemakhlukan serta ketundukan
secara total kepada Allah Swt. Kedua, normal”">ukhuwah insaniyah atau basyariyah,
yaitu persaudaraan antar umat manusia, dalam arti semua manusia berasal dari nenek
moyang yang sama yaitu Adam dan Hawa, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Jadilah kalian hamba Allah
yang bersaudara” (HR. Bukhari dan Muslim), atau dalam hadis lain, “Hamba-hamba
Allah semuanya bersaudara”. Ketiga, ukhuwah wathaniayah wa an-nasab, atau
persaudaraan atas dasar kebangsaan dan nasab. Persaudaraan jenis ini didasarkan atas
nasionalisme terhadap sesuatu yang didiami, Nabi bersabda, normal”">“ Cinta tanah air
sebagiaan dari iman”. normal”"> Keempat, ukhuwah fi din al-islam, atau persaudaraan
antar sesama muslim. Dalam kaitannya dengan hal ini Allah berfirman dalam Al-
Qur’an:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah


(perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Hujurat: 10)
di dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah
wafatku”.
Relasi kuat antara hijrah dan Ukhuwah Islamiyah yang dipraktekkan oleh Nabi
Muhammad Saw, seharusnya menjadi pelajaran bagi umat Islam untuk bersama
melakukan hijrah rohani dan mempererat persatuan kaum muslim. Maksud dari hijah
rohani adalah meninggalkan semua sifat-sifat negatif dan egoisme pribadi menuju ke
arah perbaikan diri serta senantiasa berpikir, bertindak dan berbuat positif demi

13
kepentingan bangsa, Negara serta agama, agar umat Islam kembali memperoleh
kejayaan demi tegaknya kalimat Allah.
Terakhir semangat hijrah dan ukhuwah Islamiyah harus diiringi dengan optimisme dan
tawakal, artinya kita sebagai umat Islam harus yakin.

E. MELETAKAN DASAR-DASAR NEGARA


SelanjutnyaNabi saw. merumuskanpiagam yang berlakubagiseluruhkaumMuslimindan
orang-orang Yahudi. Piagaminilah yang olehIbnuHisyamdisebutsebagaiundang-undang
dasar Negara dan pemerintahan Islam yang pertama.Isinya mencakup tentang perike
manusiaan, keadilan sosial, toleransi beragama, gotong royong untuk kebaikan
masyarakat, dan lain-lain.

IV. RAHASIA SUKSES DAKWAH NABI MUHAMMAD DI MADINAH

A. Dakwah Rasulullah SAW pada Periode Mekah


Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab
Jahiliyah, atau masyarakat yang masih beradadalam kebodohan. Dalam bidang agama,
umumnya masyarakatArab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama
tauhid,yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi AdamA.S. Mereka
umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang
mereka puja itu mereka letakkan diKa’bah ( Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara
berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzzadan
Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah
malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in
1. Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT,terjadi pada
tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang
bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliaugenap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di
Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.Muhamad diangkat Allah
SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk
menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-Alaq, 96: 1-5.

14
Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-
Qur’an.Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5) turun
pula Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintahAllah SWT agar Nabi Muhammad
berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia.Setelah itu, tatkala Nabi
Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M),
secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an
sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yangditurunkan pada periode
Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
2. Ajaran Islam Periode Mekah
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan RasulullahSAW di awal
kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
3. Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah
menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah RasulullahSAW, yakni:
1.Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangatkeberatan dengan ajaran
persamaan hak dan kedudukan antarasemua orang. Mereka mempertahankan tradisi
hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan
perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2.Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan
sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri
dengan siksa kubur dan azab neraka.
3.Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan
agama dan tradisi hidup nya bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4.Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah
Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.

15
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah
Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-
Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya
(kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di
antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan
melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum kafir Quraisy
dan melakukan penyembahan terhadap berhala.Dalam menghadapi tantangan dari kaum
kafir Quraisy, Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk di
dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah
(Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan.
Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun (615 M.) Suatu
saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di
Mekah sudah normal, dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu
Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih
kejam. Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang
kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman RasulullahSAW
dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah
wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut amul
huzni (tahun duka cita).
Pada abad ke-5 sejarah dakwah Rasulullah SAW. Di Mekah, bangsa Quraisy
dengan segala upaya berusaha melumpuhkan gerakan Muhammad SAW. Hal ini
dibuktikan dengan pemblokiran terhadap Bani Hasyiim dan Bani Muthalib (keluarga
besar Muhammad SAW.).
Beberapa pemblokiran tersebut antara lain :
a. Memutuskan hubungan perkawinan.
b. Memutuskan hubungan jual beli.
c. Memutuskan hubungan ziarah-menziarahi.
d. Tidak ada tolong menolong.

16
Kesulitan dan hambatan yang terus-menerus menimpa Muhammad SAW. Dan
pengikutnya dihadapi dengan sabar dan tawakal. Saat mengahadapi ujian yang berat dan
tingkat perjuangan sudah berada pada puncaknya, Rasulullah SAW. di perintahkan oleh
Allah SWT untuk menjalani Isra dan Mi’raj dari Mekah menuju ke Baitul Maqdis di
Palestina, dan selanjutnya naik ke langit hingga ke Sidratul Muntaha (QS Al-Isra/17:1).
Kejadian Isra dan Mi’raj terjadi pada malam 17 rajab tahun ke-11 dari kenabiannya
(sekitar 621 M) di tempuh dalam waktu satu malam.Hikmah Allah Swt. Dari peristiwa
isra dan mi’raj antar lain sebagai berikut.
1. Karunia dan keistimewaan tersendiri bagi Nabi Muhammad SAW. Yang tidak pernah
diberikan Allah SWT. Kepada manusia dan nabi-nabi sebelumnya.
2. Memberikan penambahan kekuatan iman keyakinan Beliau sebagai rasul untuk terus
menyerukan agama Allah SWT kepada seluruh umat manusia.
3. Menjadi ujian bagi kaum muslimin sendiri sejauh mana mereka beriman dan percaya
kepada kejadian yang menakjubkan itu yang hanya ditempuh dalam waktu semalam.
Peristiwa ini dijadikan olok-olok oleh kaum Quraisy dan menuduh Nabi
Muhammad SAW. Sudah gila. Meski demikian, ada orang yang beriman atau percaya
terhadap kejadian ini,yaitu Abu Bakar sehingga nama Beliau ditambahkan dengan gelar
As Sidik
3.Akhir Periode Dakwah Rasulullah Di Kota Mekah
Dengan berpindahnya Nabi saw dari Mekkah maka berakhirlah periode pertama
perjalanan dakwah beliau di kota Mekkah. Lebih kurang 13 tahun lamanya, Beliau
berjuang antara hidup dan mati menyerukan agama Islam di tengah masyarakat Mekkah
dengan jihad kesabaran, harta benda, jiwa dan raga.Sebelum memasuki Yatsrib, Nabi
saw singgah di Quba selama 4 hari beristirahat, Nabi mendirikan sebuah masjid quba
dan masjid pertama dalam sejarah Islam. Tepat pada hari Jumat 12 Rabiul awal tahun
1Hijrah bertepatan pada 24 September 6 M. Mereka mendapat sambutan penuh haru,
hormat, dan kerinduan diiringi puji-pujian dari seluruh masyarakat Madinah. Nabi saw
mengadakan shalat Jumat yang pertama kali dalam sejarah Islam dan Beliaupun
berkhotbah di hadapan muslimin Muhajirin dan Anshar

17
B. Dakwah Rasulullah SAW pada periode madinah
Pada tahun ke-13 (sesudah Nabi Muhammad diutus,) 73 orang penduduk
Madinah berkunjung ke Makkah untuk mengunjungi Nabi dan meminta beliau agar
pindah ke Madinah. Melihat kondisi Masyarakat di Mekkah yang memandang
Rasulullah sebagai buruan akhirnya nabi memandang bahwa kota Makkah tidak dapat
dijadikan lagi pusat dakwah. Karena itu, Nabi pernah mengunjungi beberapa negeri
seperti Thaif, untuk dijadikan sebagai tempat pusat dakwah, namun ternyata tidak bisa,
karena penduduk Thaif juga memusuhi Nabi. Oleh karena itu, Nabi memilih kota
Madinah ( Yastrib ) sebagai tempat hijrah kaum Muslimin.
1. Faktor –faktor Nabi memilih kota Madinah sebagai tempat hijrah kaum muslimin.
1. Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah.
2. Sebelum jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan
penduduk madinah karena kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang
Madinah.
3. Penduduk Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah
lembut.
4. Nabi Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar.
5. Bagi diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allh SWT.
2. Dakwah Rasulullah Periode Madinah
Penduduk kota Madinah terb\diri dari 2 golongan yang berbeda jauh, yaitu:
1. Golongan Arab yang berasal dari selatan yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj
2. Golongan yahudi, yaitu orang-orang Israel yang berasal dari utara (Palestina)
Dengan hijrahnya kaum muslimin, terbukalah kesempatan bagi Nabi saw untuk
mengatur strategi membentuk masyarakat Islam yang bebas dari ancaman musuh baik
dari luar maupun dari dalam.
3. Hikmah Sejarah Dakwah Rasululah saw Periode Madinah
Hikmah sejarah dakwah Rasulullah saw antara lain:
1. Dengan persaudaraan yang telah dilakukan oleh kaum Muhajirin dan kaum
Anshardapat memberikan rasa aman dan tentram.
2. Persatuan dan saling menghormati antar agama.

18
3. Menumbuh-kembangkan tolong menolong antara yang kuat dan lemah, yang kaya dan
miskin.
4. Memahami bahwa umat Islam harus berpegang menurut aturan Allah swt memahami
dan menyadari bahwa kita wajib agar menjalin hubungan dengan Allah swt dan antara
manusia dengan manusia.
5. Kita mendapatkan warisan yang sangat menentukan keselamatan kita baik di dunia
maupun di akhirat.
6. Menjadikan inspirasi dan motivasi dalam menyiarkan agama Islam.
7. Terciptanya hubungan yang kondusif
C. Dakwah Nabi di Madinah

Di samping itu, ada beberapa hal yang menjadi modal kesuksesan utama dalam
berdakwah sehingga mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat yang mendambakan
kebenaran dan ketentraman, di antaranya :
a) meletakkan dasar keimanan yang kokoh
b) menciptakan keteladanan yang baik seperti yang dilukiskan Al Qur’an
c) menetapkan persamaan derajat manusia dengan mengangkat harkat dan martabat mereka di
atas azaz toleransi
d) menjadikan ukhuwah islamiyah sebagai tiang kebudayaan
e) pembinaan sistem akhlakul karimah dan pendidikan dalam menjalani kehidupan
f) menegakkan secara bersama-sama syari’at Islam menuju muslim kaffah.
Setelah dipelajari oleh para ulama ternyata rahasia keberhasilan dakwah Rasulullah
karena beliau istiqomah dan berkomitmen dengan isi pelantikan beliau sebagai Rasul. Isi
pelantikan beliau termuat di dalam surat Almudastssir surat ke 74 ayat 1 sampai 7
a. Perjalanan Rasulullah Saw. Membangun basis sosial dakwah
 Langkah Pertama
Perjalanan Rasulullah saw. Dimulai sejak Rasulullah saw. Menerima wahyu yang
pertama, yaitu surah Al-Alaq ayat 1-5.

 Langkah kedua

19
Rasulullah saw. Terus berdakwah dengan sembunyi-sembunyi sampai turun ayat yang
memerintahkan beliau untuk terang-terangan menyampaikan dakwah ke seluruh manusia,
yaitu ayat 94 Surah Al-Hijr.
 Langkah ketiga
Setelah memasuki jahriyyatu ad-dakwah, dakwah dengan gerakan terang-terangan,
hambatan dari kaum kafir Quraisy begitu hebat.

V. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ISLAM PERIODE MADINAH

Nabi Muhammad SAW hendak menciptakan toleransi antar golongan yang ada di
Madinah, oleh karena itu Nabi membantu perjanjian antara kaum muslimin dengan non
muslimin.

Menurut ibnu Hisyam, isi perjanjian tersebut atntara lain sebagai berikut:

1. Pengakuan atas hak pribadi keagamaan dan politik


2. Kebebasan beragama terjamin untuk sesame umat
3. Adalah kewajiban penduduk madinah, baik muslim maupun non muslim, dalam hal moril
maupun materil, mereka harus bahu membahu menangkis semua serangan terhadap kota
mereka (Madinah)

Rasulullah adalah pemimpin bagi penduduk madinah kepada beliaulah dibawa segala
perkara dan perselisihan yang besar untuk diselesaikan.

Karena masyarakat islam itu telah terwujud, maka menjadi suatu keharusan islam untuk
menentukan dasar-dasar yang kuat bagi masyarakat yang baru teòwujud itu. Sebab itu
ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan dalam periode ini terutama ditujukan kepada
pembiaan hokum. Ayat-ayat yang diturunkan itu diberi penjelasan oleh Rasulullah. Mana-
mana yang belum jelan dan belum terperinci dijelaskan oleh Rasulullah dengan perbuatan-
perbuatan beliau.

Maka timbullah dari satu buah sumber yang menjadi pokok hokum ini (Al Qur’an dan
Hadits). Satu sistem yang amat indah untuk bidang politik, yaitu sistem bermusyawarah.[5]

20
Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad mengadakan ikatan
perjanjian dengan Yahudi dan orang-orang Arab yang masih menganut agama nenek
moyang. Sebuah piagam yang menjamin kebebasan beragama orang-orang Yahudi sebagai
suatu komunitas yang dikeluarkan. Setiap golongan masyarakat yang memiliki hak tertentu
dalam bidang politik dan keagamaa. Kemerdekaan beragama dijamin, dan seluruh anggota
masyarakat berkewajiban mempertahankan negeridari serangan luar.

Dalam perjajian itu disebutkan bahwa rasulullah menjadi kepala pemerintahan karena
menyangkut peraturan dan tat tertib umum, otoritas mutlak diberikan pada beliau.

21
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berbeda dengan periode mekah, pada periode madinah, islam merupakan kekuatan politik. Ajaran

Islam yang berkenaan dengan kehidupan bermasyarakat banyak turun di madinah. Nabi Muhammad

mempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala Negara dengan meletakkan dasar-dasar dalam

kehidupan masyarakat madinah diantaranya

 Mendirikan Masjid

 Mempersatukan dan mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshor

 Mempersaudarakan antara kaum muslim dan non muslim

 Melatakkan dasar-dasar politik, ekonomi, dan sodial untuk masyarakat baru

B. SARAN
Keimanan seseorang akan berpengaruh terhadap perilakunya sehari-hari.Oleh karena
itu,saya menyarankan agar kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT agar
hidup kita senantiasa berhasil menurut pandangan Allah SWT.Juga keyakinan kita terhadap takdir
Allah senantiasa ditingkatkan demi meningkatkan amal ibadah kita.Serta Kita harus senantiasa
bersabar,berikhtiar dan bertawakal dalam menghadapi takdir Allah

22
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/15495700/makalah_dakwah_nabi_muhammad_periode_madinah

https://www.academia.edu/14901330/MAKALAH_DAKWAH_NABI_MUHAMMAD_SAW_MADI

NAH

https://www.scribd.com/doc/220455179/Makalah-Dakwah-Nabi-Periode-Madinah

23