Anda di halaman 1dari 5

Laporan Modul 3, MG3017

Feeder, Classifier, dan Uji Pengendapan


Luna Laurenzha (12115080) / Kelompok B/ Senin, 12 Februari 2018
Asisten : Jonathan Filbert (12514011)
Abstrak – Praktikum Modul 3 – Didalam praktikum ini B. Data Percobaan
dilakukan 3 jenis percobaan. Percobaan pertama
menggunakan feeder. Tujuan percobaan dengan feeder ini Feeder
adalah agar praktikan dapat memahami mekanisme kerja
Langkah-langkah yang kami lakukan selama percobaan
feeder, serta dapat menghitung laju pengumpanannya.
adalah sebagai berikut:
Kemudian, percobaan kedua dengan classifier, namun
tidak dilakukan percobaan penggunaan alat karena 1. Menimbang material, berat dan ukuran tertentu.
banyaknya feed yang harus dimasukkan. Tujuan praktikum Material yang digunakan yaitu Silika.
classifier ini agar dapat memahami cara kerja classifier. Berat gelas kosong = 3,8 gram
Percobaan terakhir adalah uji pengendapan yang Frekuensi Feeder = 40Hz
bertujuan agar praktikan memahami prosedur uji Berat silika awal = 608,9 gram
pengendapan, mengamati pengaruh penambahan zat 2. Menentukan laju pengumpanan, dari berat dan waktu
flokulan, dan dapat menghitung luas thickener yang yang diperlukan untuk mengeluarkan material tersebut
dibutuhkan. dari alat.
Dengan asumsi tidak terjadi loss, maka waktu yang
A. Tinjauan Pustaka
dibutuhkan untuk mengeluarkan material dalam 3 kali
Feeding adalah proses pengumpanan material dari suatu percobaan (dalam menit) adalah sebagai berikut :
alat ke alat lain untuk mengalami pengolahan lebih lanjut. t1 = 01:45 = 105 detik
Alat pengumpan tersebut dinamakan feeder. Feeder pada t2 = 02:01 = 121 detik
dasarnya terdiri dari 3 kesatuan yaitu bin, hopper dan t3 = 01:55 = 115 detik
feeder itu sendiri yang dirancang untuk memproduksi 3. Menentukan kapasitas alat dengan cara mengambil
aliran material yang cocok dengan bukaan hopper. Ukuran material yang keluar dari alat untuk waktu tertentu
feeder ini harus lebih besar dari ukuran kritis dari bin dan beberapa kali, lalu menghitung nilai rata-ratanya.
hopper, jika tidak akan menyebabkan terhambatnya aliran.  Untuk t = 5 detik (kelipatan 5 detik saat material
Yang digunakan di laboratorium pengolahan bahan galian keluar pertama kali), dengan 3 kali percobaan
adalah jenis vibratory feeder yang bergerak dengan Gelas 1 = 7,6 gram
memanfaatkan gerak vibrasi dengan frekuensi tertentu Gelas 2 = 8,8 gram
yang dapat diatur. Feeder didesain dalam berbagai tipe, Gelas 3 = 13 gram
yaitu apron, belt, chain, roller, rotary, revolving disc dan Rata- rata berat = 9,8 gram
vibrating feeder.  Untuk t = 10 detik (kelipatan 10 detik saat
material keluar pertama kali), dengan 3 kali
Klasifikasi adalah proses pemisahan partikel-partikel percobaan
menjadi beberapa fraksi berdasarkan kecepatan Gelas 1 = 11,7 gram
pengendapannya dalam fluida. Kecepatan pengendapan ini Gelas 2 = 24,9 gram
bergantung pada ukuran, berat jenis dan bentuk partikel. Gelas 3 = 53,7 gram
Alat untuk klasifikasi ini disebut Classifier. Secara umum, Rata-rata berat = 30,1 gram
classifier memisahkan material menjadi dua, yaitu material 4. Membandingkan nilai yang diperoleh pada langkah no.
overflow dan material underflow. Yang positif 2 dan 3.
menghasilkan underflow, atau oversize. Sedangkan yang
negative menghasilkan overflow atau slimes. Uji Pengendapan

Classifier dibedakan dalam tiga tipe, yaitu hydraulic, Selain melakukan percobaan alat feeder, dilakukan
mechanical classifier dan hydrocyclone. pula percobaan uji pengendapan. Adapun data-data
yang didapatkan adalah sebagai berikut :
Uji pengendapan bertujuan mengetahui kecepatan
pengendapan material di dalam zat pelarut (biasanya air). Gelas Ukur I
Kecepatan pengendapan setiap material berbeda-beda Massa Batu Kapur (gram) = 100
dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah Volume Pulp (ml) = 820
komposisi kimia material atau senyawa. Suatu zat ketika
Tinggi pulp (cm) = 28
dilarutkan akan mengalami tiga proses, yaitu belum jenuh,
jenuh dan lewat jenuh. Pengendapan terjadi jika suatu
larutan mengalami lewat jenuh, yaitu ketika Q (tetapan Gelas Ukur II
kesetimbangan zat dalam larutan) nilainya lebih besar dari
Massa Batu Kapur (gram) = 100
K.
608,9
Volume Pulp (ml) = 1000 Laju 2 = = 5,03 gram/sekon
121
Tinggi pulp (cm) = 33,5
608,9
Sebelum ditambah Superfloculant Laju 3 = = 5,29 gr/s
115

Waktu 820 (ml) 1000 (ml) 5,79+5,03+5,29


Maka, didapatkan Laju rata-rata = = 5,37 gr/s
(menit) 3
1 2 0,8
Percobaan pada langkah 3
2 8,5 2,1
3 9,3 2,5 Laju pengumpanan saat material dikeluarkan setiap 5 detik
4 9,5 3 yaitu :
5 9,4 4 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 9,8 𝑔𝑟𝑎𝑚
Laju = = = 0,653 gram/sekon
6 9 4,5 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 15 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘

7 8,8 5,5 Dan, laju pengumpanan saat material dikeluarkan setiap10


8 8,4 6 detik yaitu :
9 8,1 7
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 30,1 𝑔𝑟𝑎𝑚
10 7,6 7,5 Laju = = = 1,003 gram/sekon
𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 30 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘

11 7,6 8
Selanjutnya, pada praktikum kali ini, pengolahan data
12 7,4 8,7 dilakukan untuk percobaan uji pengendapan.
13 7,2 9
14 7,1 9,1 Dengan asumsi 𝜌𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 atau massa jenis batu kapur =1,55
gram/ml
15 6,9 9,1
Setelah ditambah Superfloculant Maka, perhitungan sebagai berikut :

Waktu 820 (ml) 1000 (ml) 1. Massa air


(menit)  𝑀𝑎𝑖𝑟1 = 𝑉𝑎𝑖𝑟1 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
1 8 1
𝑊𝑎𝑖𝑟 = (𝑉𝑝𝑢𝑙𝑝1 − 𝑉𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 ) 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
2 2,6 2 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
3 3,1 2,5 𝑊𝑎𝑖𝑟 = (𝑉𝑝𝑢𝑙𝑝1 − ) 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
𝜌𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
4 4,4 3,2 100
𝑊𝑎𝑖𝑟 = (820 − )𝑥1
5 5,7 4 1,55
6,1 5 𝑀𝑎𝑖𝑟 = 𝟕𝟓𝟓, 𝟒𝟖𝟑 𝐠𝐫𝐚𝐦 untuk gelas ukur 1
6
 𝑀𝑎𝑖𝑟2 = 𝑉𝑎𝑖𝑟2 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
7 6,6 6,5
𝑊𝑎𝑖𝑟 = (𝑉𝑝𝑢𝑙𝑝2 − 𝑉𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 ) 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
8 7 7,5 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
9 8,6 8,5 𝑊𝑎𝑖𝑟 = (𝑉𝑝𝑢𝑙𝑝2 − ) 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟
𝜌𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
10 9,1 9,5 100
𝑊𝑎𝑖𝑟 = (1000 − )𝑥1
11 10,9 10,5 1,55
12 10,7 11 𝑀𝑎𝑖𝑟 = 𝟗𝟑𝟓, 𝟒𝟖𝟑 𝐠𝐫𝐚𝐦untuk gelas ukur 2
13 10,4 11,3
14 10,2 11,5 2. Persen solid
15 10 11,3 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
 %𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
𝑀𝑝𝑢𝑙𝑝
𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
%𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
C. Pengolahan Data Percobaan 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 + 𝑀𝑎𝑖𝑟
100
%𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
Pada praktikum kali ini, pengolahan data dilakukan pada 100 + 755,483
uji pengumpanan dengan alat Feeder %𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝟏𝟏, 𝟔𝟗% untuk gelas ukur 1

Laju Pengumpanan Feeder yaitu : 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑


 %𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
𝑀𝑝𝑢𝑙𝑝
berat
Laju = waktu 𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
%𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
𝑀𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 + 𝑀𝑎𝑖𝑟
Percobaan pada langkah 2 100
%𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝑥100%
100 + 935,483
608,9 𝑔𝑟𝑎𝑚
Laju 1 = = 5,79 gr/s %𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 = 𝟗, 𝟔𝟔% untuk gelas ukur 2
105 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
3. Dilusi feed (F)  Laju pengendapan tanpa flokulant
𝑀𝑎𝑖𝑟
 𝐹=𝑀
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑
Pada 820 Pada 1000
755,483
𝐹= ml ml
100
waktu(detik) (cm/detik) (cm/detik)
𝐹 = 𝟕, 𝟓𝟓 untuk gelas ukur 1
𝑀 60 0.4333 0.545
 𝐹 = 𝑀 𝑎𝑖𝑟
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 120 0.1625 0.261667
935,483
𝐹= 180 0.1039 0.172222
100
𝐹 = 𝟗, 𝟑𝟓 untuk gelas ukur 2 240 0.0771 0.127083
300 0.0620 0.098333
360 0.0528 0.080556
4. Dilusi discharge (D) 420 0.0457 0.066667
a. Mair pada 820 ml tanpa flokulant
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 480 0.0408 0.057292
Vair = 𝑥 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙 540 0.0369 0.049074
6,9𝑐𝑚
= 𝑥820𝑚𝑙 600 0.0340 0.043333
28𝑐𝑚
= 202,07 ml 660 0.0309 0.038636
Massa air = 𝑉𝑎𝑖𝑟1 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟 720 0.0286 0.034444
= 202,07 ml x 1 gr/cm3
780 0.0267 0.03141
= 202,07 gram
𝑀 202,07 𝑔𝑟𝑎𝑚 840 0.0249 0.029048
𝐷 = 𝑀 𝑎𝑖𝑟 = = 2,02
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 100 𝑔𝑟𝑎𝑚 900 0.0234 0.027111
b. Mair pada 820 ml dengan flokulant
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
rata-rata 0.0789 0.1108
Vair = 𝑥 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙

=
10 𝑐𝑚
𝑥820𝑚𝑙  Laju pengendapan dengan flokulant
28𝑐𝑚
= 292,86 ml Pada Pada 1000
Massa air = 𝑉𝑎𝑖𝑟1 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟 waktu 820ml ml
= 292,86 ml x 1 gr/cm3
(detik) (cm/detik) (cm/detik)
= 292,86 gram
𝑀 292,86 𝑔𝑟𝑎𝑚 20 1.36 1.625
𝐷 = 𝑀 𝑎𝑖𝑟 = = 2,92
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 100 𝑔𝑟𝑎𝑚 40 0.635 0.7875
c. Mair pada 1000 ml tanpa flokulant
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
60 0.415 0.516667
Vair = 𝑥 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 80 0.295 0.37875
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙
9,1 𝑐𝑚
= 33,5 𝑐𝑚 𝑥1000𝑚𝑙 100 0.223 0.295
= 271,64 ml 120 0.1825 0.2375
Massa air = 𝑉𝑎𝑖𝑟1 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟 140 0.152857 0.192857
= 271,64 ml x 1 gr/cm3 160 0.13125 0.1625
= 271,64 gram
𝑀 271,64 𝑔𝑟𝑎𝑚
180 0.107778 0.138889
𝐷 = 𝑀 𝑎𝑖𝑟 = = 2,71 200 0.0945 0.12
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 100 𝑔𝑟𝑎𝑚
d. Mair pada 1000 ml dengan flokulant 220 0.077727 0.104545
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
Vair = 𝑥 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 240 0.072083 0.09375
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙
11,3 𝑐𝑚 260 0.067692 0.085385
= 33,5 𝑐𝑚 𝑥1000𝑚𝑙
= 337,31 ml 280 0.063571 0.078571
Massa air = 𝑉𝑎𝑖𝑟1 𝑥 𝜌𝑎𝑖𝑟 300 0.06 0.074
= 337,31 ml x 1 gr/cm3 rata-
= 337,31 gram rata 0.2625 0.3261
𝑀𝑎𝑖𝑟 337,31 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝐷=𝑀 = = 3,37
𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑 100 𝑔𝑟𝑎𝑚
Perbandingan laju pengendapan pada gelas ukur 1 (820
ml) pada saat tanpa flokulant dan dengan flokulant
5. Laju pengendapan rata-rata
𝑦−𝑥
𝑣𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑛 =
𝑡
1.0000 Dari hasil percobaan maka didapatkan hubungan antara
0.8000 penambahan flokulan terhadap laju pengendapan.
0.6000 Ditunjukkan pada grafik bahwa terjadi percepatan laju
0.4000 dengan
pengendapan ketika ditambahkan flokulan pada kedua
0.2000 flokulant
0.0000 gelas ukur. Dengan ditambahkannya flokulan, laju
tanpa pengendapannya lebih cepat dibandingkan tanpa
flokulant penambahan flokulan Flokulan adalah zat penggumpal,
sehingga menyebabkan laju pengendapan akan semakin
cepat.
Perbandingan laju pengendapan pada gelas ukur 2
E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
(1000 ml) pada saat tanpa flokulant dan dengan
flokulant Tugas pada Modul Praktikum berupa tabel, sudah
1.2000 tersedia pada Data Percobaan.
1.0000
0.8000 F. Kesimpulan
0.6000 dengan
0.4000 flokulant Feeder bekerja untuk memberikan umpan dengan laju
0.2000 tertentu pada alat pengolahan bahan galian.
0.0000 tanpa
flokulant Classifier bekerja memisahkan mineral berdasarkan berat
jenis dan ukurannya dengan media air.

Uji pengendapan dilakukan dengan pengamatan terhadap


laju pengendapan. Setelah itu diberikan penambahan
6. Luas thickener flokulan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju
(𝐹−𝐷)𝑥𝑊 pengendapan. Kesimpulannya, flokulan dapat
Luas Thickener(A) = 𝑅−𝑆 mempengaruhi laju pengendapan material.
 Luas Thickener pada 820 ml tanpa flokulant
𝑊 G. Daftar Pustaka
(𝐹−𝐷)𝑥
𝑡
A = 𝑅𝑥𝑆
(7,55−2,02)𝑥
100 Barry A. Wills, Tim Napier-Munn. 2006. Mineral
= 900
= 7,7876 cm2 Processing Technology: “An Introduction to the
0,0789𝑥1
 Luas Thickener pada 820 ml dengan flokulant Practical Aspects of Ore Treatment and Mineral
𝑊
(𝐹−𝐷)𝑥
𝑡
Recovery”. Elsevier Science & Technology Books:
A = Australia
𝑅𝑥𝑆
100
(7,55−2,92)𝑥 (Halaman 36 – 37, 203 – 223)
= 300
= 5,88 cm2
0,2625𝑥1 Errol G. Kelly, David J. Spootiswood. 1982. Introduction
 Luas Thickener pada 1000 ml tanpa flokulant to Mineral Processing. John Wiley and Sons, Inc:
𝑊
(𝐹−𝐷)𝑥 Canada
𝑡
A = 𝑅𝑥𝑆
100
(Halaman 199 – 230, 374 – 375)
(9,35−2,71)𝑥
= 900
= 6,658 cm2 Materi Perkuliahan Pengolahan Bahan Galian
0,1108𝑥1
 Luas Thickener pada 1000 ml dengan flokulant H. Lampiran
𝑊
(𝐹−𝐷)𝑥
𝑡
A = 𝑅𝑥𝑆 Foto Praktikum
100
(9,35−3,37)𝑥 2
300
= = 6,11 cm
0,3261𝑥1

D. Analisis Hasil Percobaan

Hasil percobaan dari laju pengumpanan pada percobaan


pertama yaitu material dikeluarkan sekaligus dimana lebih
cepat dibandingkan dengan percobaan kedua yaitu
dikeluarkan dengan rentang waktu tertentu. Hal tersebut
karena pada percobaan pertama material semakin lama
akan semakin bertumpukan karena adanya getaran dari
alat, sehingga akan semakin cepat keluar dari alat,
daripada percobaan kedua yang hanya beberapa detik.
Terdapat juga kemungkinan terjadi kesalahan saat
menghitung rentan waktu pada percobaan kedua. Foto Hydrocyclon
Contoh penggunaan Flokulan di Industri

 Water & Wastewater Treatment


 Oilfield Chemicals
 Industri Kertas
 Industri Fiberboard
 Industri Pencucian Batubara
 Industri Pencucian Pasir Tambang
 Industri Minyak Atsiri
 Industri Pemurnian Logam
 Industri Pemurnian Gula

Foto Pengendapan

Gambar pada Water Treatmen Limbah Industri Tekstil