Anda di halaman 1dari 9

VIII - 1

BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

BAB VIII

PERENCANAAN BREAKWATER

8.1 Tinjauan Umum


Sungai Silandak yang mengalir berdampingan dengan Bandara Ahmad
Yani saat sekarang banyak menimbulkan permasalahan yang berdampak
terganggunya jadwal penerbangan, hal ini di akibatkan Sungai Silandak kurang
berfungsi secara optimal. Sungai Silandak untuk dapat berfungsi secara optimal
telah dilakukan perhitungan ulang mengenai detail desain pada bab sebelumnya.
Perhitungan detail desain Sungai Silandak yang dilakukan pada bab sebelumnya
diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada saat sekarang serta
memberikan dampak positif pada lingkungan sekitanya apabila desain tersebut
dilakukan secara nyata, selesainya perhitungan ulang mengenai detail desain pada
bab sebelumnya, maka pada bab 8 ini akan membahas penanganan permasalahan
yang terjadi pada muara sungai Silandak yaitu terjadinya abrasi pada garis pantai
yang menyebabkan perubahan garis pantai. Untuk mengurangi/mencegah
terjadinya abrasi yang akan menyebabkan keadaan garis pantai bertambah buruk
maka dilakukan perencanaan pembangunan Breakwater. Pada bab 8 ini akan
membahas mengenai perencanaan secara detail dari bangunan Breakwater
tersebut.

8.2 Tinjauan Umum


Pada perencanaan Breakwater muara Sungai Silandak, ada beberapa hal
yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan antara lain : tinggi gelombang
rencana, tinggi gelombang pecah, perhitungan kedalaman gelombang pecah,
perhitungan run up, elevasi mercu bangunan Breakwater, penentuan berat lapis
lindung, dan lebar puncak bangunan Breakwater lapis lindung, jumlah batu lapis
lindung.

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 2
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

1 Perencanaan Break Water Pada Muara Sungai Silandak


2 Data-data perencanaan :
1 Data Pasang Surut
Data pasang surut diambil dari Bab 7.
a. HWL : 175 cm
b. MWL : 74 cm
c. LWL : 1 cm
2 Gelombang Rancangan
Data gelombang rancangan diambil dari Bab 7.
a. Ho : 2,31 m
b. T : 9,07 det.
3 Kemiringan dasar laut (m) : 0,0040 ( dari peta Bathimetri Sungai

Silandak )

4 Tata Letak Bangunan

a. Elevasi dasar ujung bangunan : -2.00 m


175
b. d HWL = ((  (2,00)) : 3,75 m
100
74
c. d MWL = ((  (2,00)) : 2,74 m
100
1
d. d LWL = ((  (2,00)) : 2,01 m
100

3 Tinggi Gelombang Rencana (Ho’) Pada Break Water


Panjang gelombang laut dalam :
Lo = 1,56 x T 2 = 1,56 x (9,07 ) 2 = 128,333 m.
dHWL/Lo = 3,75 / 128,333 = 0,029
Untuk nilai d/L, dengan tabel (Lampiran 5) didapat :
d/L = 0,07007
no = 0,5
n = 0,9408
L = 53,517 m

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 3
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

Koefisien pendangkalan dihitung dengan rumus :


Ks = ( n0. L0 / n. L)

= [(0,5 x128,333) /(0,9408x53,517)]

= 1,128
Co = 14,149
C = 5,900
Sin α1 = 0 (arah gelombang dominan dari utara α = 0)
Koefisien refraksi dihitung dengan rumus :
Kr = (cos  0 / cos  1 )

= (cos 00 / cos 00 ) = 1
H = Ks. Kr. Ho
= 1,128 . 1 . 2,31
= 2,608 m
Ho’ = Kr . H
= 1 x 2,31
= 2,31 m

4 Perhitungan Tinggi Gelombang Pecah Pada Break Water


Berdasarkan peta topografi, kemiringan dasar laut diambil 0,004.
Gelombang pada laut dalam Ho’ = 2,31 dan T = 9,07 detik, Kr = 1
H’o/g.T 2 = 2,31 / (9,81 x (9,07) 2 = 0,0029.
Dari Gambar 8.1, untuk nilai diatas dengan m = 0,004, diperoleh :
Hb/Ho’= 0,60
Hb = 0,60 x H’o
= 0,60 x 2,31
= 1,386 m

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 4
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

3.0

Daerah I Surging

2.5

2.0
m
:0 Transisi antara Surging dan Pluging
m .1
0
Hb/H'o m 0. 0:
:
m 0.0 0 05
: 0 33
.0
Daerah II 20
1.5
Pluging Transisi antara Surging dan Spilling

1.0 Daerah III


Spilling

0.5
0.0004 0.0006 0.001 0.002 0.004 0.006 0.01 0.02 0.03

H' o/g T² ( Goda, 1970)

Gambar 8.3. Tinggi Gelombang Pecah.

5 Perhitungan Kedalaman Gelombang Pecah Pada Break Water


Berdasarkan tinggi gelombang pecah (Hb) dapat diketahui :
Hb /g.T 2 = 1,386 / (9,81 x (9,07) 2 = 0,0017
Dari grafik ( Gambar 8.2 ) diperoleh :
db / Hb = 1,28
maka, db = 1,28 x 1,386 = 1,774 m.

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 5
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

2.0

1.8

1.6

1.4

db/Hb m : 0.00 (1 : 00)


m : 0.01 (1 : 100)
1.2

(1 : 33)
m : 0.03

1.0

0.8

0.6
0 0.002 0.004 0.006 0.008 0.012
0.010 0.014 0.016 0.018 0.020
Hb/g T²

Gambar 8.4 Kedalaman Gelombang Pecah.

dari perhitungan di atas didapat :


Tinggi gelombang pecah (Hb) = 1,386 m.
Kedalaman gelombang pecah (db) = 1,774 m.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pada lokasi bangunan gelombang
sudah pecah. Sehingga tinggi gelombang setempat di ujung bangunan
adalah :
d HWL
H =
( db / Hb)
3,75
= 1,28
= 2,930 m

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 6
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

6 Perhitungan Tinggi Run Up Pada Break Water


Perhitungan tinggi run up dilakukan dengan menggunakan grafik
gelombang yang menyatakan hubungan antara Ru/H dengan bilangan
Irribaren. Rumus bilangan Irribaren adalah sebagai berikut :
tan 
Ir  0.5
H 
 
 Lo 

Di mana :
Ir = bilangan Irribaren
θ = sudut kemiringan lereng bangunan (dirancang 1 : 2)
H = tinggi gelombang (m)
Lo = panjang gelombang di laut dalam (m)
0,5
Ir  0.5
 2,930 
 
 128,333 

= 3,309
Dengan grafik pada Gambar 8.3, dapat diketahui Ru/H = 1,15 (untuk lapis
lindung rubbel mound).
Jadi, Ru = 1,15 x H
= 1,15 x 2,930
= 3,37 m

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 7
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

2.75

2.25

2.25

2.00
Sisi miring halus dan Impermeabel
1.75
Rip-Rap (Ahrens)
Rip-Rap Gunbak
1.50 Batu Pecah (Dai Kamel)
Ru/H
Quadripod (Dai Kamel)
1.25
Dolos (Wallingford)
1.00 Tetrapod (Jackson)
0.75

0.50

0.25

0.00
1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0
-0.25 Bilangan Irribaren, Ir

Rd/H
-0.50
Rip-Rap Gunbak Batu Pecah (Dai Kamel)
-0.75 Quadripod (Dai Kamel)
-1.00 Dolos (Wallingford)

Gambar 8.7 Gambar run up dan run down relatif


untuk berbagai tipe sisi miring

7 Penentuan Elevasi Mercu Break Water


Elevasi Mercu bw = HWL + Ru

175
= 100
+ 3,37 m
= + 5,119

8 Berat Lapis Lindung Bangunan Break Water


Berat lapis lindung bangunan, dihitung dengan rumus Hudson seperti
berikut ini (untuk lapis lindung terbuat dari batu KD = 4):
r H3
W 
K D   S  1 Cot
3

2,65  2,930 3
 3
 2,65 
4  1  2
 1,03 

= 2,141 ton

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 8
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

9 Lebar Puncak Bangunan Pada Break Water


Untuk lapis lindung dari batu diperoleh lebar :
1
W 3
B  n  K   
r 
1
 2,141  3
 1,3  1,15 
 2,65 

= 3,213 m

10 Tebal Lapis Lindung Pada Break Water


Tebal lapis lindung terbuat dari batu dihitung dengan rumus berkut ini :
1
W 3
t  n  K   
r 
1
 2,141  3
 2  1,15 
 2,65 

= 2,142 m

11 Jumlah Batu Lapis Lindung Pada Break Water


Jumlah batu lapis lindung per satuan luas 10 m2 seperti berikut ini :
2
 P   r  3
n  An  K  1   
 100  W 
2
 37  2,65  3
 10  2  1,151   
 100  2,141 

= 40,09 butir

12 Lebar Kaki (Toe Protection) Pada Berak Water


1. Ketentuan panjang kaki adalah 3 sampai dengan 4,5 H

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059
VIII - 9
BAB VIII
PERENCANAAN BREAKWATER

2. Ketentuan tebal kaki adalah r sampai dengan 2r


Dimana,
H = tinggi gelombang di ujung jetty
r = tebal lapis lindung
Lebar = 3 . H
= 3. 1,386
= 4,158 m
Tebal = 2,142 m

TUGAS AKHIR
DETAlL DAN DESAIN MUARA SUNGAI SILANDAK
GLORY BAKTI UTOMO L2A306018
WIRA APRIADI L2A605059