Anda di halaman 1dari 22

Tugas Biostatistika

RANCANGAN ACAK LENGKAP TERSARANG PADA DATA


PENINGKATAN PROTEIN KASAR PADA LIMBAH SOLID
KELAPA TERHADAP FERMENTASI DENGAN Trichoderma
reesei

Grup 5

Adelia Putri 1609511072


Citra Yudeska 1609511073
Made Krisna Ananda 1609511075
Zefanya Christiani 1609511077
Melati Pusparini Waskitha 1609511079

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN

UNIVERITAS UDAYANA

2018
KATA PENGANTAR
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa kamipanjatkan puji dan syukur atas
kehadiratNya, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas Biostatistika dengan judul “RANCANGAN ACAK
LENGKAP TERSARANG PADA DATA PENINGKATAN PROTEIN
KASAR PADA LIMBAH SOLID KELAPA TERHADAP FERMENTASI
DENGAN Trichoderma reesei” ini dengan baik. Tugas ini telah kami susun
dengan maksimal dan juga berkat bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan tugas ini. Kami mengucapkan terimakasih dan maaf
apabila terdapat banyak kesalahan dalam tugas ini.

Penyusun,

25 November 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang adalah rancangan percobaan
dengan materi homogen atau tanpa peubah pengganggu, terdiri dari dua peubah
bebas atau faktor dalam klasfikasi tersarang yaitu Faktor A terdiri dari a taraf dan
Faktor B terdiri dari b taraf yang tersarang (tergantung) dari pada Ai. Rancangan
ini seolah-olah terdiri dari dua atau lebih Rancangan Acak Lengkap yang
responsnya sama kemudian digabung menjadi satu model percobaan.
Jika eksperimennya dilakukan secara acak sempurna, maka kita memiliki
model matematis sebagai berikut :

jadi sepintas lalu seperti terjadi persilangan antara setiap taraf sehingga terbentuk
kombinasi perlakuan, padahal jika diteliti sebagai seksama, hal demikian tidak
terjadi. Dengan kata lain, tim dari suatu golongan tetap dalam golongannya.
Dalam desain eksperimen dikatakan bahwa tim tersarang dalam golongan.
Dengan demikian kita bukan berhadapan dengan desain eksperimen factorial
tetapi desain eksperimen tersarang.
Model Matematisnya :
Yijk = µ + Ai + Bj(i) + єijk
i = 1, 2, 3,…………,a j = 1,2,3...........,b dan k =1.2.3,.......u
Disini :
Yijk : Pengamatan Faktor A taraf ke-i , Faktor B taraf ke-j dan ulangan ke-
k
µ : Rataan Umum
Ai : Pengaruh Faktor A pada taraf ke-i
Bj(i) : Pengaruh Faktor B pada taraf ke-j pada Ai
єijk : Pengaruh galat Faktor A taraf ke-i, Faktor B taraf ke-j dan Ulangan
ke-k

Model diatas diduga berdasarkan datanya sebagai berikut :


yijk = ỹ...+ (ỹi..- ỹ...)+ (ỹij. - ỹi..) +(yijk - ỹij.)
(yijk - ỹ..) = (ỹi. - ỹ..) + (ỹij. - ỹi.) + (yijk - ỹij.)
DB (abu-1) = (a -1) + (ab - a) + (abu – ab)
(abu -1) = (a-1) + a(b – 1) + ab(u-1)
DB Total = DB Faktor A +DB Faktor B pada Ai + DB Galat
Kalau kita jumlahkan dan kuadratkan maka :

a b u _ 2 a b u _ _ a b u _ _
       ( y.ij.
2 2
(yijk - y... ) (yi.. - y... )  yi.. ) 
i 1 j 1 k 1 i 1 j 1 k 1 i 1 j 1 k 1

a b u _
 ( yijk  yij.
i 1 j 1 k 1
)2

a b u _ 2 a b ( y...) 2 u
JK Total     (yijk - y... )    __
 yijk2 
i 1 j 1 k 1 i 1 j  j 1 abu
a b u _ _ 2 b
2 (y...) 2
JK A     (yi.. - y... )  1/bu  yi.. - ____
i 1 j 1 k 1 i 1 abu
a b u _ _ 2 a b
2 a
JK B pada Ai     (yij. - yi.. )  1/u  yij.  (1/bu yi..2
i 1 j 1 k 1 i1 j 1 i1

b
2 2
JK B pada A1  1/u y1j.  (1/bu)(y1.. )
j 1
b
2 2
JK B pada A2  1/u y2j.  (1/bu)(y2.. )
j 1

dan seterusnya

JK Galat = JK Total – JK A - JK B pada Ai

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara penggunaan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang
secara analisis dan SPSS pada kasus ?
2. Bagaimana cara penggunaan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang
secara perhitungan manual pada kasus ?
1.3 Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui penggunaan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang
dalam membantu penelitian suatu kasus.
BAB II
HIPOTESIS
2.1 Contoh Soal
Peneliti ingin mengetahui peningkatan Protein Kasar pada limbah solid
kelapa dengan memfermentasikannya dengan Trchoderma reesei dengan variabel
lama waktu fermentasi. Penghitungan Protein kasar dalam hitungan persen.
Tabel 1. Rataan prosentase peningkatan kandungan protein kasar produk
fermentasi solid kelapa sawit dari masing-masing perlakuan

2.2 Hipotesis
Penelitian dilakukan menggunakan rumus Rancangan Acak Pola Tersarang
dengan Hipotesis Fermentasi solid kelapa sawit yang menggunakan Trichoderma
reseei pada dosis 0,4 % dan lama fermentasi 6 hari ternyata dapat meningkatkan
nilai nutrient protein (6,04 % menjadi 7,38 %) dan menurunkan serat kasar (24,94
% menjadi 16,59 %).
2.2.1 Penghitungan Manual
2 3 4
2
JK Total     yijk2  (y...)
____
i 1 j  j 1 2x3x4
= 13.412 + 11.752 + ..........................+ 27.482 – (1/24)(799.6622)
= 1144.436 – 1137.953 = 6.483
2 2 2
JK R  (1/3x4)  yi.. - (y...)
____
i1 2x3x4
= (1/12)(157.041 + 598.4782)– (1/24)(799.6622)
2

= 1138.144 – 1137.953 = 0.191


2 3 2
2
JK D pada W  (1/4)   yij.  (1/3x4)  yi..2
i j 1 i 1
= (1/4) (33.03 + 32,87 + ..............+ 21,28 – (1/12)(99,172 + 89.102)
2 2 2

= 1144.226 – 1138.144 = 6.082


3
2 2
JK R1pada W1  (1/4) y1j.  (1/3x4))(y1.. )
j 1

= (1/4)( 35,712 + 35.792 +37.312) – (1/12)( 108.812 )


= 556.978 – 554.336 = 2.642
3
2 2
JK R2 pada W2  (1/4)  y2j.  (1/3x4))(y2 . )
j 1

= (1/4)( 39,482 + 39.682 +36.992) – (1/12)( 116,052 )


= 587.248 – 583.808 = 3.440

JK Galat = JK Total – JK R - JK D pada W


= 6.483 – 0.191 – 6.082 = 0.210
BAB III
ANALISIS DATA DENGAN SPSS

a. Editor IBM SPSS dibuka, lalu klik File, sorot New dan klik Data
b. Klik Variable View pada baris pertama kolom Name dan ketik Inokulum,
Waktu Fermentasi, Ulangan, dan Protein Kasar, kolom Decimals pada
setiap data kecuali pada “Protein Kasar”

c. Pada value ketik angka 1 kotak Value dan Inokulum 0.2%, kemudian Klik
Add, ketik angka 2 kotak Value dan Inokulum 0.4%, dan terakhir angka 3
dan Inokulum 0.6% dan Kemudian klik Add dan OK
d. Kemudian pada Waktu Fermentasi, Ketik angka 1 kotak Value dan 3 Hari
di value Label, kemudian Add, angka 2 kotak Value dan 6 Hari value
Label, dan Add, dan terakhir angka 3 kotak Value dan 9 Hari value Label,
Kemudian klik Add dan OK

e. Kemudian isi data pada Data View

f. Analisis Ragam dilakukan untuk menguji pengaruh Waktu Fermentasi


dan Inokulum pada Protein Kasar. Untuk mengetauhuinya maka Klik
Analyze, kemudian pilih Linear Model, Klik Univariate. Klik Protein
Kasar ke Dependent Variable. Klik Waktu Fermentasi pindahkan ke Fixed
Factors dan Inokulum ke Fixed Factor
g. Klik Options kemudian dan FM Means dan Inokulum dan Waktu
Fermentasi ke Display Means.

h. Kemudian lihat Syntax dan lihat pada Design apakah sudah sesuai
kemudian Play
i. Kemudian didapatkan hasilnya

Inokulum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan protein


kasar (lihat Sig 0,000<0,01). Waktu Fermentasi berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) pada dosis Inokulum (lihat WaktuFermentasi*Inokulum Sig.
0,000<0,01).

Pada inokulum 0.2% terjadi peningkatan persentase protein kasar yang


nyata (P<0,05) dari 3 hari ke lama fermentasi 9 hari.( Lihat Batas bawah dan
batas atas pada 95% Confidence Interval tidak ada yang berpotongan berarti nyata
(P<0,05), sebaliknya kalau berpotongan berarti tidak nyata (P>0,05).
Pada inoculum 0.4% juga terjadi peningkatan persentase protein kasar
yang nyata (p<0,05) dari lama fermentasi 3 hari sampai 6 hari ( Lihat Batas
bawah dan batas atas pada 95% Confidence Interval tidak ada yang berpotongan
berarti nyata (P <0,05) , Tetapi pada fermentasi 6 hari sampai 9 hari terjadi
perpotongan yang berarti tidak nyata (P>0,05).
Pada inoculum 0.6% terjadi peningkatan persentase protein kasar yang
nyata (P<0,05) dari 3 hari ke lama fermentasi 9 hari.( Lihat Batas bawah dan
batas atas pada 95% Confidence Interval tidak ada yang berpotongan berarti nyata
(P<0,05), sebaliknya kalau berpotongan berarti tidak nyata (P>0,05).
Klik Graphs cari Legacy Dialogs, pilih Boxplot, klik Clustered, pilih Summaries
for Groups of Cases, Kemudian klik Define

Grafik boxplot menunjukkan boxplot protein kasar pada inoculum 0,2 % dan 0,6
% koordinatnya tidak ada yang berpotongan, maka dapat disimpulkan terjadi
peningkatan protein kasar yang nyata (P<0.05) baik yang pada inoculum 0,2 %
dan 0,6 %. Sedangkan pada perlakuan inoculum 0.4 % terjadi perpotongan di hari
ke 6 menuju 9 hari sehingga disimpulkan terjadi peningkatan protein kasar tetapi
tidak nyata (P>0,05).

Analsisi regresi
Analisis regresi diperlukan untuk mencari hubungan antara Waktu Fermentasi dan
Inokulum 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dengan peningkatan protein kasar dalam persen.
Persamaan garis Regresi diduga sebagai berikut :
Perlakuan Inokulum 0,2 % :Y1=βo + β1D2 + β2D22
Perlakuan Inokulum 0,4 % :Y2=βo + β1D4 + β2D42
Perlakuan Inokulum 0,6 % :Y3=βo + β1D6 + β2D62
Kembali ke Variable View, Ketik pada Name D2, D4, D6, Y1, Y2, dan Y3, pada
kotak Decimals Ketik 0,0,0,2,2,2 pada Kolom Label Ketik Lama Simpan (Hari)
pada Inokulum 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan Protein Kasar D2, D4, D6
Kembali ke Data View dan isikan data berikut. Setelahnya Klik Analyze, pilih
Regession kemudian Curva Estimation

Klik Protein Kasar D2(Y1), pindahkan dengan tanda ►ke kotak Dependent Klik
Waktu Fermentasi (Hari), pindahkan dengan tanda ►ke kotak Independent(s)
Ingat Centang Quadratic dan Display ANOVA table Klik OK Dengan cara yang
sama seperti diatas pada Protein Kasar D4 dan Protein Kasar D6 Klik Ok, maka
diperoleh hasil analisis sebagai berikut :
Y1= 4,85 + 2,826 D2-0.95 D22
Y2= 4,91 + 7,211 D4-0.448 D42
Y3= 4,813 + 4,669 D6-0.221 D42
BAB IV
KESIMPULAN

Dari data SPSS berikut didapat bahwa semakin tinggi Dosis Inokulum
semakin tinggi pula semakin tinggi juga persentase Protein Kasar. Fermentasi
solid kelapa sawit yang menggunakan Trichoderma reseei pada dosis 0,4% dan
lama fermentasi 6 hari ternyata dapat meningkatkan nilai nutrient protein (6,04%
menjadi 7,38 %) dan menurunkan serat kasar (24,94% menjadi 16,59%).
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, J. 2017. SPSS 24 untuk Penelitian dan Skripsi. Jakarta: Kelompok


Gramedia.
Lie, M., Najoan M., Wolayan, F. R. 2015. Peningkatan Nilai Nutrien (Protein
Kasar dan Serat Kasar) Limbah Solid Kelapa Sawit Terfermentasi dengan
Trichoderma reesei. Jurnal LPMM Bidang Sains dan Teknologi Vol.1 No. 1 Mei
2015. Manado.