Anda di halaman 1dari 4

TAHAP-TAHAP PENULISAN KARYA ILMIAH (MAKALAH)

Diperguruan tinggi khususnya jenjang S1 mahasiswa dilatih untuk menghasilkan


karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum dan skripsi (tugas akhir). Makalah yang
ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupkan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa
berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam
bidang persoalan yang dipelajari.

Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Seperti yang
kita ketahui, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih menjadi masalah di
negeri kita. Keterampilan menulis memang tidak bisa muncul dengan serta merta.
Dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan.
Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi modal untuk
terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah kemampuan dibutuhkan
latihan yang rutin dan benar sebagai tujuan untuk pengasahan kemampuan yang sudah
dimiliki, Semakin sering berlatih maka kemampuan menulis akan semakin baik. Jika hanya
sekedar ingin pandai menulis, memang hanya dibutuhkan waktu beberapa bulan saja. Namun
untuk menjadi penulis yang handal dibutuhkan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.

Langkah-langkah penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan
Hal terpenting yang harus dipikirkan oleh seorang penulis karya ilmiah pada tahap
persiapan ini adalah Pemilihan Topik. Yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan
topik adalah ;
a. Pemilihan Topik/Masalah untuk Karya Ilmiah
- Merumuskan tujuan
- Menentukan Topik (tentukan ide-ide utama)
- Menelususri Topik
b. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
Kewajiban seorang penulis karya ilmiah adalah memuaskan kebutuhan pembacanya
akan informas, yaitu dengan cara menyampaikan pesan yang dituliskan agar mudah
dipahami oleh pembacanya. Sebelum menulis, kita harus mengidentifikasi siapa
kira-kira yang akan membaca tulisan kita.
c. Menentukan cakupan Isi materi karya ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam
tulisan.
Pengumpulan informasi untuk penulisan karya ilmiah dapat dilakukan dengan
kegiatan perpustakaan yang dapat dilakukan dengan tahapan:
- Mencari buku dengan Online Catalog dan Card Catalog (Pengarang/penulis, judul
buku, subjek/topik tertentu)
- Memeriksa bahan-bahan pustaka yang telah diperoleh
- Membuat catatan dari bahan-bahan pustaka
- Membuat ringkasan atau ‘Paraphrasing’
- Membuat Kutipan
Atau dengan melakukan wawancara untuk mendapatkan informasinya, dengan
memperhatikan 4 hal berikut:
- Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
- Mempersiapkan pedoman wawancara
- Melaksanakan wawancara
- Mengolah hasil wawancara

2. Proses Penulisan

Bagian awal

a. Halaman sampul
b. Lembar persetujuan
c. Abstrak
d. Kata pengantar
e. Daftar isi
f. Daftar tabel
g. Daftar gambar

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar belakang penelitian


b. Identifikasi masalah
c. Batasan masalah
d. Rumusan masalah
e. Tujuan penelitian
f. Kegunaan penelitian
g. Kerangka pemikiran; biasanya disajikan dalam bentuk diagram alur
h. Hipotesis penelitian; Jawaban sementara terhadapa masalah yang akan
diidentifikasikan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

a. Kajian pustaka memuat dua hal pokok


- Deskripsi teoritis tentang objek/variabel yang diteliti
- Kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis
yang telah diajukan pada bab I
b. Pemilihan bahan kajian pustaka didasarkan pada dua kriteria
- Prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis)
- Prinsip relevansi
Setiap keterangan yang dipeoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam
karya tulis wajib diikuti keterangan acaaun (rujukan)
BAB III METODE PENELITIAN

a. Rancangan Penelitian
b. Populasi dan sampel
c. Instrumen penelitian
d. Teknik pengumpulan data
e. Analisis data

BAB IV HASIL PENELITIAN

a. Deskripsi data

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Tujuan dari bab ini adalah

- Menjawab masalah penelitian atau menunjukan bagaimana tujuan penelitian


dicapai
- Menafsirkan temuan penelitian
- Menganalisis hasil penelitian
- Mengntegrasikan temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang
telah mapan
- Memodifikasi teori yang ada atau menyusus teori baru
- Menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan
penelitiaan.

BAB VI PENUTUP

Berisi kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA

3. Tahap Pengorganisasian dan pengonsepan

a. Pengelompokan bahan
Pengelompokan bahan ini ditujukan untuk mengorganisasikan bagian mana yang
didahulukan dan mana yang termasuk bagian terakhir. Data yang sudah terkumpul ini
diseleksi dan dikelompokkan sesuai jenis, sifat dan bentuk.
b. Pengonsepan
Pengonsepan karya ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan
yang telah ditetapkan.

4. Tahap Pemeriksaan/Penyuntingan

Tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai. Tahap


penyuntingan ini bertujuan untuk:
1. Melengkapi yang kurang
2. Membuang yang kurang relevan
3. Menghindari penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping)
4. Menghindari pemakaina bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan
pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah
ejaan.

5. Tahap Penyajian

Teknik penyajian karya ilmiah harus memperhatikan ;


a. Segi kerapihan dan kebersihan.
b. Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman muka
(cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar
pustaka dan lain-lain.
c. Standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan
kutipan, catatan kaki (foot note), daftar pustaka dan penggunaan Bahasa Indonesia.