Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY.

”S”
DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSKD
IBU DAN ANAK SITI FATIMAH MAKASSAR
TANGGAL 22 SEPTEMBER 2012

No. Rekam medis : 07 49 82


Tanggal masuk : 17 September 2012 Jam : 23.10 wita
Tanggal partus : 18 September 2012 Jam : 11.20 wita
Tanggal pengkajian : 22 September 2012 Jam : 15.35 wita
Nama pengkaji : LINDA HAMSA

LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR


A. IIDENTITAS
1. Bayi
Nama : Bayi “S”
Tanggal lahir / jam : 18 September 2012
Anak ke : I (pertama)
Jenis kelamin : ♂ (Laki-laki)
2. Orang tua
Nama : Ny. “S” / Tn. “I”
Umur : 27 tahun / 31 tahun
Nikah : 1 kali / ± 2 tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT / Swasta
Alamat : Jl. Kompleks gowa sarang indah

B. DATA BIOLOGIS
1. Riwayat antenatal
a. G1 P1 A0
b. HPHT
c. HTP
d. Pemeriksaan kehamilan selama hamil : ibu mengatakan telah
memeriksakan kehamilannya di puskesmas
e. Ibu mengatakan mendapat imunisasi TT 2 kali selama hamil
f. Tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi, Diabetes Melitus
dan penyakit menular seksual
g. Umur kehamilan 39 minggu 2 hari
h. Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama
2. Riwayat pemenuhan kebutuhan dasar ibu
Kebutuhan nutrisi/kebiasaan sebelum dan selama hamil
a. Pola makan teratur 3 kali sehari
b. Kebutuhan minum : 6-7 gelas per hari
c. Makanan yang dikonsumsi : nasi, ikan, telur, sayur
d. Nafsu makan baik
e. Tidak ada pantangan makanan
f. Ibu tidak merokok dan minum-minuman keras
3. Riwayat persalinan / kehamilan sekarang
a. Umur kehamilan : 39 minggu 2 hari
b. Penolong persalinan : Dokter
c. BBL : 1950
d. PBL : 45 Cm
e. Penilaian apgar score : 8/10
f. Lama persalinan
1) Kala I : ± 8 Jam (03.10-11.10
2) Kala II : berlangsung dengan SC (air
ketuban jernih
3) Tanggal operasi : 18 September 2012
4) Indikasi SC : Gawat janin
5) Kala III : berlangsung dengan SC (± 5 menit)
6) Kala IV : TFU 1 jari dibawah pusat, kontraksi
uterus baik (2 jam)
7) TTV : - TD : 120/70 mmHg
- Pernapasan : 22 x/menit
- Nadi : 80 x/menit
- Suhu : 36,7 ˚C
4. Riwayat bayi baru lahir
a. Bayi lahir tanggal 18 September 2012 jam 11.20 wita, secara
SC dengan BBL 1950, PBL 45 Cm, jenis kelamin ♂ (Laki-laki),
APGAR score 8/10
b. Injeksi neo K 0,5 ml secara IM
c. Penilaian APGAR score

No Tanda 0 1 2 Mnt Mnt


1 5
1 Apperance Seluruh Tubuh Seluruh 2 2
(Warna kulit)
tubuh kemerahan, tubuh
biru / ekstremitas kemerahan
pucat biru
2 Pulse Tidak ada < 100 >100 2 2
(frekuensi
jantung)
3 Gremance Tidak Gerakan Gerakan 1 2
(refleks) bereaksi sedikit banyak
4 Activity (tonus Lemah Ektremitas Gerakan 1 2
otot) fleksi sedikit aktif
5 Respiration Tidak ada Lambat, Menangis 2 2
(usaha nafas) tidak teratur aktif ( kuat )
Jumlah Total 8 10

5. Riwayat pemenuhan kebutuhan dasar bayi


a) Nutrisi / cairan
1) Refleks menghisap masih lemah
2) Bayi belum pernah menyusu pada ibunya
3) Bayi diberi ASI melalui selang sonde
b) Kebutuhan eliminasi
BAK :
 Frekuensi : 5-6 kali perhari
 Warna : kuning
 Bau : amoniak
BAB :
 Frekuensi : 2-3 kali perhari
 Warna : kehitam-hitaman
 konsistensi : lunak
c) Kebutuhan istirahat
Bayi lebih banyak tidur / istirahat
d) Personal hygiene
 Badan tampak bersih
 Badan tidak mengeluarkan secret
 Popok dan pakaian di ganti tiap kali basah
6. Data sosial ekonomi
 Ibu selalu memperhatikan bayinya
 Biaya perawatan di tanggung oleh keluarga atau ayah

C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum bayi baik
2. Kesadaran : komposmentis
3. Pemeriksaan pengukuran
 BBL : 1950 gr
 PBL : 45 Cm
 Jenis kelamin : ♂ (Laki-laki)
 A/S : 8/10
 TTV : - frekuensi jantung : 146 x/menit
- Pernapasan : 46 x/menit
- Suhu : 36,4 ˚C
4. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
 Rambut tipis dan lurus
 Frontal anterior dan posterior belum tertutup
 Sutura menyatu dan tidak ada molase
 Tidak ada nyeri tekan
 Lingkar kepala 31 cm
b. Mata
 Simetris kiri dan kanan
 Konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterus
c. Hidung
 Simetris kiri dan kanan
 Gerakan cuping hidung sesuai pergerakan napas
 Tidak ada secret
d. Mulut/bibir
 Bibir lembab, tidak pucat
 Keadaan palatum dan gusi baik
 Mulut bersih
e. Telinga
 Daun telinga berbentuk normal, lunak dan mudah kembali
 Simetris kiri dan kanan
 Tampak bersih, tidak ada secret
f. Leher
 Tidak ada benjolan dan nyeri tekan
 Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
g. Dada
 Payudara : simetris kiri dan kanan, gerakan dada
mengikuti gerakan napas
 Tidak ada retraksi dada
 Tidak ada penonjolan tulang dada
h. Perut
 Tidak ada benjolan pada perut
 Tali pusat masih basah
i. Pinggul
 Tidak ada pembengkakan pada pinggul
 Tidak ada fraktur pada pinggul
j. Punggung dan anus
 Tidak ada pembengkakan pada daerah panggul
 Terdapat lubang anus
 Sudah mengeluarkan mekonium
k. Ekstremitas
 Tangan : simetris kiri dan kanan, jari tangan lengkap,
pergerakan baik
 Kaki : simetris kiri dan kanan, jari kaki lengkap,
pergerakan baik
l. Kulit
 Warna kulit kemerahan,tidak ada ikterus

LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL


Diagnosa : BBLR / BCB / KMK
DS :
 Ibu mengatakan HPHT tanggal 20 desember 2011
DO :
 Gestasi 39 minggu 2 hari
 BBL :1950 gram
 PBL : 45 cm
 Refleks isap masih lemah
 Kulit tipis

Analisa dan interpretasi data


Bayi cukup bulan dengan kehamilan 39 minggu 2 hari di hitung dari HPHT
tanggal 20 desember 2011 sampai tanggal 22 september 2012, dengan
berat badan lahir rendah kurang dari 2500 gram dan panjang badan bayi
45 cm (Normal 47-53 cm). ( Sarwono Prawirohardjo, 2003).

Masalah aktual : BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)


DS :
 Ibu mengatakan HPHT tanggal 20 desember 2011
 Ibu mengatakan melahirkan tanggal 18 september 2012
DO :
 Bayi laki-laki dengan BBL : 1950 gram, PBL : 45 cm, kulit
kemerahan
 Antropometri :
 Lingkar kepala : 31 Cm
 Lingkar dada : 33 Cm
 Lingkar perut : 30 Cm
 Lingkar lengan : 8 Cm

Analisa dan interpretasi data


 Masa bayi merupakan masa yang sangat rentan terhadap hipotermi,
suhu normal bayi 36,5˚C-37,5˚C (suhu aksila) keadaan telanjang dan
basah pada bayi baru lahir menyebabkan bayi mudah kehilangan
panas. Hipotermi dapat merupakan awal penyakit yang berakhir
dengan kematian. Hipotermi dapat menyebabkan terjadinya
penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya
metabolic.
(Sarwono Prawirohardjo, Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal, 375)
 Suhu inkubator di kontrol oleh alat servomechanism. Dengan cara ini
suhu kulit bayi dapat di pertahankan pada derajat yang telah
ditetapkan sebelumnya. Alat ini sangat bermanfaat untuk bayi dengan
berat lahir yang sangat rendah. (Ilmu Kebidanan, 2007)

LANGKAH IV. ANTISIPASI TINDAKAN EMERGENCY / KOLABORASI


Perlu tindakan segera / kolaborasi dengan dokter spesialis anak untuk
penanganan selanjutnya.

LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN


Tujuan :
1. Bayi dapat melewati masa transisi dengan baik
2. Bayi tetap dalam keadaan normal
3. Bayi cukup mendapatkan nutrisi/gizi
4. Bayi dapat beradaptasi dengan lingkungan
5. Bayi tidak terjadi hipotermi dan tidak terjadi infeksi pada tali pusat

Kriteria :
1. Tanda-tanda vital dalam batas normal
Denyut jantung : 146 x/menit
Pernapasan : 46 x/menit
Suhu : 36,4 ˚C
2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi
3. Berat badan bayi meningkat
4. Bayi tidak mengalami gangguan suhu tubuh dan tidak mengalami
infeksi

Rencana asuhan
1. Observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital
Rasional :
tanda-tanda vital merupakan salah satu indikator untuk mengetahui
keadaan umum baik
2. Beri minum sesering mungkin
Rasional :
Di otak kebutuhan glukosa dalam jumlah tertentu pada bayi dengan
pemberian susu/ASI akan membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi
bayi
3. Selimuti bayi dengan menggunakan kain bersih dan kering
Rasional :
Bayi pada awal kehidupannya masih sangat mudah kehilangan panas
oleh karena itu lingkungan yang baik sangat mendukung, maka bayi
harus dibungkus dengan kain kering
4. Ganti popok dan pakaian bayi setiap kali kotor atau basah
Rasional :
Pakaian yang basah atau kotor dapat menjadi tempat berkembang
biaknya mikroorganisme dan dapat mengakibatkan kehilangan panas
dari tubuh bayi
5. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin
Rasional :
Menyusui sesering mungkin dapat merangsang produksi ASI,
mempercepat refleks menghisap bayi, dapat membentuk hubungan
emosional antara ibu dan bayi
6. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
Rasional :
Agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh, mempercepat
penyembuhan juga agar dapat meningkatkan jumlah produksi ASI

7. Anjurkan ibu untuk menimbang bayinya setiap bulan dan mendapat


imunisasi lanjutan di posyandu
Rasional :
Mengetahui tumbuh kembang bayi dengan berat badan serta
memberikan kekebalan tubuh agar terhindar dari berbagai macam
penyakit
8. Jelaskan pada ibu manfaat ASI ekslusif
Rasional :
ASI merupakan makanan utama bagi bayi yang dapat memberikan
keuntungan bagi tumbuh kembang fisik bayi
9. Anjurkan perawatan dalam inkubator
Rasional :
Bayi dengan BBLR harus di rawat dalam inkubator agar tidak terjadi
hipotermi
10. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat antibiotik
Rasional :
Pemberian antibiotik pada bayi BBLR berfungsi untuk memperkuat
sistem imun bayi karena bayi dengan BBLR memiliki sistem imun
yang rendah

LANGKAH VI. IMPLEMENTASI


Tanggal
1. Mengobservasi tanda-tanda vital
Hasil :
 Pernapasan : 46 x/menit
 Denyut jantung : 146 x/menit
 Suhu : 36,4˚C
2. Memberikan kehangatan pada bayi dengan menyelimuti bayi dengan
kain kering
Hasil : bayi telah diselimuti dengan menggunakan kain bersih dan
kering
3. Mengganti popok dan pakaian bayi setiap kali kotor dan basah
Hasil : keluarga telah mengganti popok bayinya
4. Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin
Hasil : ibu bersedia untuk menyusui bayinya
5. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
Hasil : ibu bersedia mengkonsumsi makanan yang bergizi
6. Menganjurkan ibu menimbang bayinya setiap bulan dan mendapat
imunisasi di posyandu
Hasil : ibu bersedia membawa bayinya ke posyandu untuk
menimbang berat badan bayinya dan untuk mendapatkan imunisasi
7. Menjelaskan manfaat ASI eksklusif
Hasil : ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
8. Menganjurkan perawatan dalam inkubator
Hasil : bayi telah dirawat dalam inkubator
9. Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian antibiotik
Hasil : antibiotik telah diberikan (obat anbacim secara IV)